
"Hoy! Hoy! Hoy!."Yasuhiro pemuda yang tadi Nathan tendangan kini sudah bangkit kembali .Sorot mata tajamnya sangat mengindikasikan Nathan yang ada di sana .Yang mendapatkan tatapan mematikan itu justru, bersikap acuh .Dan malah masih sempat menunjukan wajah gemoy mengelus pipi memerah bekas tamparan dari Hanam.
"..........Kalian sudah disini, jadi jangan harap keluar dengan keadaan yang sama."Yasuhiro tersenyum miring .
Berpaling melihat Nathan."Lu ingat kesepakatan gue dan kakak lu?".Tatapan tajam nan dingin nya.
Kesepakatan jika Nathan ikut campur lagi dalam urusan ini. Maka Nathan akan ikut menjadi musuh bebuyutan geng Monsutafaia.
Tanpa berbasa-basi lagi .Yasuhiro langsung saja berlari secepat mungkin ke arah Nathan dan gerombolan lannya. Menyerang Yasuhiro juga di susul oleh bawahan juga rekan-rekan gengnya.
Sehingga di posisi sekarang adalah Nathan ,Kenji ,Hanam, dan Takumi dalam posisi di keroyok 34 pemuda yang sudah jelas kalah jumlah.
Hanam yang sudah siap di posisi nya ."Karena kita kalah jumlah, usahakan saling membantu agar tidak sampai ada yang tumbang."Tegas Hanam.
"Okeh."Ucap Nathan, Kenji ,dan Takumi bersamaan.
Pukul dan di pukul ,tendang dan mendapatkan tendangan ,saling terjadi di antara mereka .Nathan yang langsung berhadapan dengan Yasuhiro .Bertaruh yang sangat sengit untuk Nathan yang harus melawan petinggi geng yang alih bela diri.
Kenji yang harus melawan Tando juga beberapa anggota geng Monsutafaia yang mengeroyok dirinya tanpa henti membantu Tando menghajarnya .
"SHINU!".Teriak Tando menyerang Kenji secara membabi buta.
Dengan keadaan Kenji sekarang, dirinya hanya dapat menangkis dan menghindar dari serangan Tando yang brutal.
Untuk Hanam, ia langsung di serang dua jagoan sekaligus .Ia melawan Chiko si dingin lincah dan Noritaka pemuda yang muda terbawa emosi .
Jadi bisa di bayangkan betapa sibuknya Hanam harus melawan kedua pemuda ini .Ia bahkan tidak dapat pergi membantu Nathan atau Kenji yang kewalahan di seberang sana .
Dirinya di buat terkurung di sini, atau biasa di bilang ini sengaja di lakukan .Karena setahu mereka ,Hanam lah yang paling hebat dalam perkelahian melawan siapapun di sini .Jadi menghadang Hanam dengan dua jagoan sekaligus sangat di perlukan di sini .
Dalam perkelahian nya ."Sial!Kalian pasti sengaja melakukan ini agar dapat memberi pelajaran kepada Nathan ."Hanam dengan nada suara meninggi .
Menghentikan aktivitas menyerang, Chiko menyungging senyum miringnya mematikan nya."Hemm....pintar. Cepat sekali lu menyadari itu semua ."Ucapnya.
Hanam yang mendengar itu semakin mengeratkan kepalan kedua tangannya .Sementara Chiko bersiap menyerang kembali ."Anata O Korosimasu!". Berlari secepat mungkin kearah Hanam untuk kembali memberikan serangan brutalnya.
( Mati lu!! ) .
Sedang Takumi, ia berkelahi dengan hanya melawan beberapa gerombolan pemuda yang jumlahnya terbilang tidak sedikit. Namun syukur dengan kemampuan perkelahian yang lumayan bagus, ia bisa dengan cepat mengimbangi dan menumbangkan beberapa orang sedikit pun.
Berhasil menumbangkan gerombolan ini. Takumi segera berlari secepat mungkin menghampiri Kenji yang di posisi sangat kacau .
Kenji terus-menerus mendapatkan pukulan keras dari Tando .Mungkin karena kondisi tubuhnya yang tadi di hajar oleh Yasuhiro sampai babak belur .Membuat tenaganya sekarang terkuras habis, itu yang membuat Kenji sulit mengimbangi lawannya .Walaupun Tando memiliki ukuran kekuatan sama sepertinya sekaligus, dengan keadaan seperti ini tetap saja akan sangat sulit untuknya melawan .
Sampai akhirnya Takumi datang di hadapannya.Takumi datang tepat pada waktunya, ia datang dengan langsung menangkis serangan mematikan yang akan Kenji dapatkan.
Tidak sampai di situ, Takumi segera membalas menyerang Tando tanpa menunggu Tando siap untuk bertarung kembali .
Kembali ke Nathan .Nathan yang saat ini sudah kacau dengan pakaian yang ia kenakan sudah sangat berantakan .Namun tidak dengan orangnya yang masih sanggup untuk tetap berdiri tegak ,mengatur nafas dengan tenang. Dan itu berbanding terbalik dengan Yasuhiro, yang sangat ngos-ngosan mengatur nafas yang tak teratur.
Memang keduanya sama-sama kacau, tapi tidak sama dengan keadaan tenang nya. Nathan masih cukup strong untuk melawan lagi, sedang untuk Yasuhiro .Dia terlihat sudah sangat kelelahan ,namun berusaha tetap tegar di depan Nathan.
Nathan menyadari itu, sehingga ia menyungging senyum miring di depan Yasuhiro.
Terlalu terburu-buru Yasuhiro langsung saja berlari mendekati Nathan. Akan tetapi tiba-tiba sebuah tendangan keras membuat tubuhnya terlempar jauh ke arah tumpukan benda-benda bekas .
Brakkk.....
Tidak mau banyak bicara, sesosok yang menendang Yasuhiro segera menarik paksa pergelangan tangan Nathan untuknya ajak berlari keluar dari sini .
++++++
Pukul. 16.59 Sore
Keempat pemuda ini berhasil menjauh dari bekas bengkel tadi. Ke empat segera mengatur nafasnya masing-masing yang ngos-ngosan, karena sehabis berlari. Tidak terkecuali Kenji yang paling parah di antara mereka .Karena Tidak hanya ngos-ngosan ,tapi Kenji juga kesakitan menahan luka pukulan di sekujur tubuhnya .
Bahkan untuk pakaian yang mereka kenakan pun sangat-sangat berantakan, beberapa dari seragam mereka terkena darah dari perkelahian tadi.
Kini ia yang sudah terduduk di vamping tanaman."Nat, pakaian!".Kenji yang baru menyadari betapa kotornya pakaian seragam yang ia kenakan saat ini .
Nathan yang baru sadar dengan itu."Astaga! Iya!".
".....Tapi masih ada jalan keluar."Lanjutnya.
"Nani?".
"Lu menginap di rumah gue malam ini, agar Oji-san tidak tahu soal ini .Nanti bilang saja ke Oji-san, jika masih ada tugas yang harus gue kerjakan dengan gue."
"Tapi di rumah lu ada Suki Obaa-san ."
"Bisa di urus nanti ."Enteng Nathan .
"Ikut saja, Kenji. Karena jika sampai Yoshi Oji-san tahu, dia akan langsung menghabiskan kalian berdua."Sahut Hanam menatap berganti kedua pemuda yang lebih muda darinya ini .
"Baiklah, emang tidak ada jalan lain lagi."Pasrah Kenji ,yang akhirnya mengikuti saja .
"Ayo antar mereka pulang, Han. Luka Kenji juga harus segera di obati." Kata Takumi yang baru membuka suara .
"Ehm, ayo."Hanam yang menyetujui begitu saja .
Akhirnya Nathan dan Kenji di antar pulang oleh Hanam dan Takumi. Itu Hanam dan Takumi lakukan juga demi keselamatan kedua pemuda ini .Karena bisa saja sewaktu-waktu gerombolan geng Monsutafaia kembali mengejar dan menghajar kedua pemuda ini kembali .
Di di papah oleh Takumi ,Kenji berjalan berlahan-lahan mengikuti dua pemuda yang berjalan di depannya .Siapa lagi kalau bukan ,Nathan dan Hanam.
"Lain kali kalau ada pesan seperti itu lagi, langsung telfon nomer itu. Jika tidak ada sambungan berarti pemilik ponsel dan nomer itu bukan pemilik asli yang menggunakan nya. Jadi jangan di percaya ,walaupun harus di paksa percaya kalian juga harus tetap hati-hati dan waspada."Tutur Hanam kepada kedua pemuda yang seusia lebih muda darinya ini .
Nathan yang tengah berjalan beriringan dengan Hanam."Tadi Bang Hanam dan bang Takumi sedang apa ke sana?".
"Kami tadi akan berangkat bekerja, tapi karena Takumi bicara tentang ciri-ciri pemuda yang sama seperti kamu. Saya langsung mengurungkan niat untuk tidak berangkat bekerja. Agar bisa menyusul kamu masuk ke dalam sana yang jelas akan membutuhkan waktu lama untuk keluar kembali .Jika itu benar-benar kamu yang ada di dalam." Jelas Hanam .
"Oh!".
"Hem..Lain kali jangan ceroboh, baka!".Tegur Hanam yang seperti seorang kakak kandung untuk Nathan .
Tertawa renyah."Heheheh.....iya bang iya."
++++
++++++
Pukul. 11.34 Siang
Dengan satu handuk yang melingkar di pinggang ,menutupi jantan. Nathan keluar dari dalam kamar mandi. Nathan lihat-lihat beberapa pakaian yang terlipat rapi ,juga tergantung di depannya. Tanpa pikir panjang, ia segera mengambil kaos lengan panjang dan celana panjang training Adidas .
Selesai mengenakan pakaian. Nathan mengantuk handuk setengah basah ini di depan pintu lemari yang tertutup rapat. Perhatian Nathan sembaring tadi terfokus dengan kemeja putih yang tak terlipat rapi tergeletak begitu saja di atas kursi kecil di dalam ruang ganti ini.
"Benar-benar lu, Ken. Gue suruh gantung saja sulit benar. Kayak idup lu, ribet bener."Geram Nathan frustasi melihat betapa berantakan nya barang-barang milik Kenji di dalam ruang ganti ini .
Namun pada akhirnya. Dengan penuh kesabaran Nathan memilih membereskan ini dari ia harus stres melihat kacaunya ruangan ganti miliknya karena Kenji.
Nathan masukkan seragam sekolah Kenji menjadi satu dengan seragam sekolah miliknya yang baru saja ia masukkan ke dalam wadah pakaian kotor.
Nathan membawa keranjang pakaian kotor ini keluar dari kamar ganti. Mendapati Kenji kembali terlelap."Bangkai."Ujarnya nyelonong pergi meninggalkan kamar nya .
Nathan turun ke lantai bawah dengan membawa keranjang pakaian kotor tadi. Ia bawa keranjang ini ke ruang cuci baju.
Nathan langsung memasukkan semua pakaian ke dalam mesin cuci. Sebelum ia beralih mengambil sabun cuci pakaian.
Dengan tangan yang menggenggam wadah sabun cuci pakaian. Di posisi jongkok Nathan pantengin terus dalaman mesin cuci yang sudah terisi penuh pakaian kotor.
Sekian lama loading di sana ."Be**go!
Lupa!".Menaruh sabun cuci pakaian di samping nya. Lalu mengeluarkan kembali pakaian kotor ini."Seragam putih harus di cuci khusus."Ucapnya kepada diri sendiri.".... Kayak ini kalau ada bibi Rani bisa-bisa di omelin gue sampai tahun depan pun bibi akan sanggup."Lanjut kembali mengoceh sendiri.
Selesai memisahkan pakai putih dengan pakaian yang berwarna. Nathan segera menyalahkan mesin cuci ini .Sembaring menunggu mesin ini bekerja, ia berlalu pergi dari sana.
Karena ruang cuci dekat dengan dapur. Jadi Nathan tidak perlu sulit untuk memeriksa.
Kini Nathan sudah berada di depan lemari es yang terbuka lebar. Nathan kembali loading cukup lama di sana. Menatap bahan-bahan masak yang tertata rapi di dalam sana."Hemmmm.....".Suara sendawa yang Nathan keluar.
Lamanya pantengin bahan masakan. Nathan justru menutup kembali lemari es ini tanpa mengambil apapun dari dalam sana.
Nathan beralih membuka lemari kecil atas dapur nya mengambil pop-mie gelas satu. Ia masak air ,duduk menunggu air itu mendidih .
Beberapa menit menunggu air mendidih, ia tuang kedalam gelas pop-mie. Ia kupas bumbunya, ia aduk rata sebelum kembali di tutup .
Nathan tinggalkan pop-mie itu di atas meja. Ia berlalu pergi untuk melihat cucian nya. Nathan ambil semua pakaian, ia gantung dengan cepat .Lalu memasukkan kemeja putih yang sudah ia rendam dalam air sabun ke dalam mesin cuci.
Selesai mengantungi, dan menyalahkan mesin cuci kembali. Nathan kembali ke dapur, duduk tenang di kursi makan yang tersedia di sana untuk menikmati pop-mie buatannya.
++++++++
Pukul. 14.20 siang
Jam dua siang, Nathan terduduk santai di Sova ruang tamu sembaring membaca buku novel dalam genggaman kedua tangannya.
Sementara ponselnya di biarkan tergeletak di atas meja marmer.
Karena terlalu mengabaikan ponselnya. Tiba-tiba saja terdengar suara nada sambung telfon. Nathan segera melirik malas layar ponselnya. "H!". Dengan cepat Nathan bangun untuk duduk setelah melihat nama si penelepon. Kak Riska.
...Tersambung....
*Kamu kemana, dik? Kenapa akhir-akhir sulit sekali menghubungi kamu?".
*Maaf, kak. Nathan baru bangun, tadi malam Nathan bergadang nonton film sama Kenji."
*Hem."
Mengalihkan pembicaraan.
*Emang ada keperluan apa, kak?".
*Kapan kamu libur panjang lagi?".
*Belum tahu, tapi sekarang Nathan libur sekolah."
*Berapa hari?".
*Cuma dua hari."Nada suara rendah, tersenyum masam.
*Kalau ada libur panjang saja kamu langsung beritahu kakak."
*Okh."
*....Emang mau ngapain, kak?".
Mengabaikan pertanyaan Nathan.
*Sudah dulu, dik. Kakak ada rapat."
*Tap....".
Tutututtuuttu........ Panggilan di akhir sepihak oleh Riska di seberang sana .
"Hemm."Dehem Nathan tersenyum masam.
+++++++
+++++++++++
Osaka.
Sabtu .
Pemuda yang masih terlelap tidur di posisi miring menghadap gorden tebal yang menutupi pintu kaca balkon yang masih tertutup rapat.
Belahan-lahan kedua kelopak mata ini terbuka, ia balikan posisi nya menjadi terlentang menghadap langit-langit membosankan kamar nya. Sembaring menghilangkan pandangan yang masih sedikit mengabur ini .
"Wwaahh......".Nathan menguap bersamaan dengan dirinya bangkit untuk duduk di atas tempat tidur.
Kini Nathan seorang diri di rumah. Karena Kenji sudah pulang sejak tadi malam.
Selepas makan malam, saat keduanya sampai rumah yang ternyata di sana sudah ada ayah Kenji menunggu kedatangan.
Yoshi di sana untuk menjemput Kenji kembali pulang malam itu juga. Membuat Nathan kini menjadi seorang diri di rumah yang berukuran cukup besar.
Lama sekali Nathan duduk termenung di atas tempat tidur. Mungkin nyawanya belum terkumpul semua, membuatnya loading cukup lama. Memikirkan sesuatu yang sulit ia ingat. Semacam ingin turun dan masak makan pagi, namun tubuh malasnya berkata lain.
"Waaawwhh......".Nathan kembali menguap .Mengacak-acak rambutnya yang memang sudah berantakan.
Menggaruk-garuk lehernya yang tidak terasa gatal."Hari libur gini gue harus ngapain?Keluar malas. Bersih-bersih rumah, tapi rumah sudah bersih. Turun mandi, air dingin, pakek air panas nanti kepanasan. Report sekali idul lu ,Nat ,Nat."Gumam Nathan(Berbicara sendiri) .
Kalian tahu gelagat orang malas, yang seperti Nathan. Dia yang seharusnya bangun cuci muka dan makan, justru kembali mengatur rebahan nyaman lagi. Namun kali ini Nathan rebahan dengan memainkan layar ponselnya.
Tidak ada yang asik di sana. Akhirnya Nathan mematikan layar ponselnya, ia memilih untuk memejamkan kedua matanya kembali.
Belum lama terlelap dalam mimpi, suara nada dering telepon memecah ketenangan nya .Nathan segera mengambil benda pipi yang tergeletak di samping bantalnya. Ia geser kasar gagang telepon yang bergetar-getar ini.
Tersambung.
*Nani!?".Suara nada malas Nathan bergema .
*Nat kalau seandainya Otou-san datang ke sana ,tanya soal gue yang naik motor atau tidak kemarin. Lu jawab tidak, Nat .Jangan sampai, iya."
Terdengar suara Kenji di seberang sana .
*Hemm. Emang ada apa?".
*Intinya jawab tidak, awas saja lu sampai jawab iya."
*Hem." Mengakhiri panggilan telepon ini sepihak .Sebelum ia lempar asal benda pipih ini ke samping tempat tidur .
Brakkk.....Suara ponsel yang kebablasan melemparnya ,sampai jatuh ke lantai .
Nathan segera bangun melihat apa yang jatuh. Ia raih benda pipih yang tergeletak di atas lantai samping tempat tidur."Seneng bener lu jatuh, beb ,beb."Gumamnya kepada ponsel ini .
Tanpa melihat masih bisa menyalah atau tidak .Nathan justru melanjutkan tidurnya, dan menaruh ponsel miliknya di samping bantal tidur.
Emang pada dasarnya anak sultan selalu santuy dalam segala hal, terutama soal benda mahal yang tanpa sengaja mereka rusak kan .
Boro-boro panik, bingung bagiamana gantinya .Mereka hanya mendengus, bersikap tenang santuy.
Beda sama kita yang langsung panik, nangis semalam, bingung seharian sampai lupa makan. Hhhh....Yasudah lanjut .....
+++++
Pukul. 14.20 Siang
Nathan baru saja turun dari zona nyaman. Kini ia sudah berpakaian hangat, ia hendak bersiap-siap untuk pergi.
Malas memang harus keluar rumah, sementara di luar masih penuh salju. Pasti sangat dingin sekali di luar! Alhasil dengan ekspresi malas Nathan berlalu ke dapur untuk mengambil tas belanjaan.
Nathan keluar rumah bukan karena ingin jalan-jalan melainkan untuk berbelanja kebutuhan rumah yang sudah hampir habis. Jelas tidak mungkin ada seseorang jalan-jalan keluar, mungkin hanya orang-orang yang ingin mati membeku saja yang berani melakukan nya.
Tas belanjaan sudah ada dalam genggamannya .Nathan segera beranjak keluar rumah, ia tutup kembali pintu depan ini. Lalu berlalu membuka pintu garasi untuk mengambil sepeda angin.
Nathan taruh tas belanjaan di atas keranjang sepeda, lalu ia tuntun sepeda angin ini keluar dari garasi mobil.
Ia buka gerbang depan rumahnya sedikit untuknya keluar. Lalu ia tutup kembali tanpa di kunci .Nathan menaiki sepeda angin dan ia ayunkan medal sepeda angin nya dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Huhuu......Dingin."Gumamnya .
Sepeda ini melewati jalanan biasanya, dan masih di kecepatan sedang. Kabut halus mulai berguguran menurunkan jarak pandang pengelihatan Nathan .Tidak hanya kabut, suasana jalanan yang sunyi sepi sangat mendukung .
Memang salju sudah tidak turun lagi, tapi tumpukan salju masih ada di mana-mana dan sangat tebal .
Nathan masih mengayunkan medal sepedanya melewati jalanan pesepeda. Masih cukup jauh perjalanan yang harus ia tempuh. Dan semakin memerah pula hidup nya. Ahh... seperti hidup Nathan sudah sangat kedinginan.
+++++
Satu jam kemudian sampailah sepeda Nathan di parkiran sepeda depan pusat pembelajaran .Nathan yang sudah memarkir sepedanya dengan benar segera berjalan masuk ke dalam pusat perbelanjaan ini .
Dengan tas belanjaan yang masih dalam genggaman tangannya. Nathan yang sudah di dalam pusat perbelanjaan segera mengambil kereta dorong belanjaan(troli).
Nathan taruh tas belanjaan di atas kereta troli yang ia ambil. Ia mulai mendorong troli untuk berkeliling mencari barang yang harus ia beli.
Dengan mendorong di lorong buah-buahan tertata rapi. Nathan mulai melihat-lihat tumpukan buah-buahan ini. Sembaring bersendawa pelan."Hemmm....".Nathan melihat-lihat berbagai macam buah nama buah-buahan ini.
"Nathan."Suara seseorang yang memanggil namanya .
Satu kemasan buah apel dalam genggaman nya .Nathan berpaling ke arah sumber suara.
Sesosok itu mendorong troli belanja miliknya mendekati Nathan. Melihat itu Nathan tersenyum manis, ramah kepada sesosok wanita ini.
"Lama sekali saya tidak melihat kamu menjenguk Yuriko."Ucap sesosok ini yang tak lain ada ibu Yuriko .
Nathan terkekeh kecil."Heheh...Maaf .Tante .Akhir-akhir ini saya sibuk bersekolah."
"Hem."Dehem ibu Yuriko mengangguk ringan.
".....Kamu sendirian?".
Fokus memilih buah."Iya, Tante."
"Tidak sama Okaa-san?".
Mendengar itu Nathan hanya berpaling dengan senyum ramah. Tanpa membalas pertanyaan ibu Yuriko .
Kedua hening. Ibu Yuriko juga ikut fokus memilih buah yang akan ia beli. Sudah mendapatkan buah yang akan ia beli. Ibu Yuriko berpamitan dengan Nathan untuk pergi ke lorong lain.
Sementara Nathan masih terdiam di tempat yang sama dengan troli yang masih kosong. Nathan sangat bingung melihat buah-buahan yang sangat segar-segar tertata rapi ini. Sampai dirinya bingung harus membeli buah apa .
Tidak ingin terlalu repot-repot berpikir buah mana yang ingin ia beli. Nathan mengambil benda pipih yang tergeletak di dalam saku jaket nya.
Nathan otak atik benda pipih menyalah ini sampai tersambung dengan nada panggilan Videocoll.
Tersambung VedioColl.
*Hallo, Kak. Maaf mengganggu waktunya hehe.....".Dengan cengengesan di seberang sini.
Melihat itu dari layar ponselnya Riska tersenyum tipis.*Tidak papa."
*....Kamu mau apa, dik?".
Nathan mengalihkan ke kamera belakang.*Mana buah yang enak di makan, kak?".
*Kakak pikir ada apa, dik. Semua buah memang enak di makan."
Mendengar itu Nathan cengengesan.*Heheh...jadi yang mana kak."
*Kalau kakak pilih, kamu bakal bagi ke kakak?".Goda Riska yang hanya melihat tumpukan buah-buahan ini .
Terdengar suara tawa kecil adiknya di sana.*Hehe...tak kak. Kak Riska beli saja sendiri."
*Yehh pelit."
*Ehmmheheh....."
*Jadi beli yang mana, kak?". Mencoba untuk serius kembali.
*Beli saja apel merah, pir, jeruk, pisang."
*Okeh." Nathan sembaring mengambil buah yang di sebutkan kakak perempuan nya. Sembaring itu ia berucap cepat.*Jangan di tutup dulu, kak." Minta nya. Nathan mengembangkan panggilan ini menjadi kamera depan, membuat sang kakak dapat melihat dirinya di seberang sini .
*Iya."
*Dik, di sana sudah turun salju?".
Masih di fokus yang sama.*Sudah."
*Sudah!?Kenapa maksa keluar rumah, kamu tidak kedinginan."
*Tidak."
*Hem."
Melihat layar ponselnya.*Kalau saya tidak keluar ,saya akan makan apa? Di rumah bahan kebutuhan sudah hampir habis."
*........Adik mu ini butuh makan banyak biar berotot."
Riska yang awal berekspresi masam, secepat berusaha menjadi sini mendengar kalimat sambung adiknya di seberang sana .
*Iiihh.....berotot enggak, lembek iya."
*Yaelah, kak Riska jahat bener sama adik sendiri .Sampai bilang lembek, sudah kalau ada Yudha. Yudha muluk yang di puji, adiknya di buang." Ngedumel sang Nathan sambil memaju-majukan bibir pink nya .
Melihat itu Riska hanya bergelak tawa di seberang sana. Melihat begitu menggemaskan sang adik.
*Yudha emang pantas di puji." Riska memanasi sang adik.*....Sudah ganteng, tinggi, pendiem, baik , beda jauh sekali sama kamu."
*Aulahh......Nathan ngambek." Memayungkan bibir andalannya .
Bersikap sangat gemas.*Uttuuttuu.....ngambek .Kakak jadi pingin potong bibir kamu biar ilang."
*No!Susah cari bibir cantik gini."
*Sudah-sudah, cepat di selesaikan belanjaannya. Cepat-cepat pulang dan istirahat."
*Siap!!".
*Kakak matikan."
*Hem."
Riska mengakhiri sepihak panggilan VedioColl ini.
Nathan segera mematikan layar ponselnya, ia masukkan kembali benda pipih ini ke dalam saku jaket. Dan berlanjut berkeliling mencari barang yang harus ia beli .
++++++++
Pukul. 16.02 Sore
Selepas dari pusat perbelanjaan Nathan pergi mampir dulu ke toko daging sapi halal yang jaraknya lumayan jauh dari pusat perbelanjaan .Alhasil kini ia harus menempuh perjalanan pulang yang lumayan jauh.
Nathan mengayunkan medal sepeda masih dengan cepat sedang. Agar tubuhnya tidak sampai membeku dengan suhu udara yang semakin dingin menusuk kulit .
Memang report sekali di musim dingin jika kita ingin berpergian keluar naik sepeda angin atau motor. Report dari cara kita berkendara. Karena cepat sedikit angin dari hembusan yang kita buat akan membuat suhu dingin semakin menusuk kulit kita. Tapi kalau di perlambatan sama saja, suhu dingin justru dengan belahan-lahan meraba masuk menusuk pakaian hangat yang sudah entah berlapis berapa .
Kembali ke Nathan yang masih setengah perjalanan. Masih di kecepatan sedang, Nathan belahan semakin memperlambat laju sepeda di kala atensinya tertarik dengan sesuatu di seberang jalan sana .
+++