
Osaka
Pukul. 00.10 Tengah malam
Minggu menjelang Senin .
Langit-langit malam biru tua tanpa bintang yang di selimuti awan gelap .Menjadi saksi bisu rapuhnya seorang Ilyushi Hanaki .Pemuda yang selalu terlihat ceria ,pemuda yang selalu gigih akan pendirian nya .Kini tembok bertahan nya telah rapuh, telah runtuh.
Di Malam ini .Hanaki menumpahkan semua beban yang mengganjal di ulu hatinya selama ini .Bersama dengan Nathan yang masih setia duduk di samping.
Nathan terdiam ,ia tidak ingin bertanya apa-apa lagi .Ia menunggu Hanaki sedikit lebih tenang dahulu .Karena ia melihat jelas betapa lamanya kesedihan yang Hanaki kubur dalam-dalam .Membuat isak tangis pilu terdengar jelas. Jelas membuktikan bahwa sudah lama sekali Hanaki memaksa dirinya untuk selalu kuat dan tegar. Yang akhirnya berujung pada runtuhnya dinding pertahanan nya .
Selang beberapa waktu .Hanaki yang sudah kembali seperti dirinya semula ."Pergilah tidur ,saya ingin sendiri ."
"Maunya gitu. Tapi banyak hal yang ingin saya dengar dari mu."Nathan tanpa memalingkan fokusnya melihat langit malam yang berlahan-lahan mulai memunculkan cahaya-cahaya kecilnya .
Hening sesaat sebelum Hanaki berkata."Saya merindukan ibu saya."
Berpaling cepat melihat Hanaki ."Ibu?".
"...Maksud saya. Bukankah ibu kamu sudah meninggal. Kenapa tidak berkunjung ke makamnya saja, jika kamu merindukannya."
Sedikit menegakkan duduknya."Ibu saya belum meninggal. Tapi entahlah...."Menjedah kalimat nya."....Saya belum pernah melihat wajah ibu saya .Ataupun sekedar mengenal namanya pun saya tidak tahu ."
Nathan terdiam mencoba mengelola kalimat-kalimat yang terucap dari mulut Hanaki ,yang terekam otaknya.
Di posisi yang sama Hanaki kembali berucap."Saya pernah mengalami hilang ingatan. Saya tidak mengenal siapa diri saya .Seorang kepala polisi menemukan saya tergeletak penuh darah di pinggir jalan kota .Saat saya siuman di rumah sakit , saat itulah saya sudah tidak mengenali siapa diri saya .Siapa nama saya, siapa kedua orang tua saya pun saya tidak tahu."
"......... Akhirnya kepala polisi itu memberikan saya nama Kantara Sasori .Nama panggilan saya saat di pantai."
"Lantas, bagaimana kamu bisa mengingat nama asli mu."
"Saat saya umur 8 tahun ,saya mengalami kecelakaan .Saya tertabrak mobil karena menolong sahabat panti saya yang akan tertabrak ."
"......Saya koma berbulan-bulan. Dan di saat saya siuman untuk pertama kalinya saya ingat siapa ayah saya .Saat itu juga saya mencoba mengingat-ingat siapa ibu saya juga .Namun tidak bisa ,kepala saya selalu sangat sakit .Yang membuat doktor mewanti-wanti saya agar tidak terlalu memaksa untuk mengingat nya."
Hanaki menyungging senyum tipisnya yang sangat tipis ."Baru keluar dari rumah sakit .Waktu itu saya langsung mengajak ibu panti ke sebuah makam yang ternyata benar itu ingatan saya. Ayah saya telah meninggal. Tapi ibu .....".
"......saya tidak pernah bisa mengingat siapa ibu saya."Hanaki terdiam mengatur emosi nya kembali agar bui bening ini tidak menetes kembali.
Lama Nathan terdiam untuk loading sejenak mencerna kalimat yang terekam otaknya."Gue tau sakit nya gimana. Tapi gue yakin ibu loh masih ada di luaran sana dan beliau dalam keadaan sehat dan bahagia."
"Bahagia tanpa gue?".
"Ehmm.....".Nathan bersendawa."....Terkadang kita harus sedikit merelakan sesuatu yang seharusnya sangat berharga untuk kita. Agar orang yang kita sayangi bahagia."
Hanaki menatap lekat sepasang manik hitam lekat didepannya dengan tatapan yang sulit di jelaskan."Apakah seberat itu perjuangan mu?".
"Hem?".Nathan mengangkat sebelah alisnya. Ia rapat kan bibir."Tidak."Ucapnya .
Hanaki berubah menatap penuh penasaran Nathan."Menurutku inilah hidup. Dan menurutku mengeluh, putus asa, menangis, merasa lelah itu wajar untuk manusia."
"Manusia hanyalah manusia lemah yang mudah mengeluh ,tapi manusia juga makhluk yang kuat .Intinya manusia hanya berusaha menjadi manusia biasa .Yang selalu melangkah maju menggempur ,hancurkan dinding penghalang hidup nya. Terus seperti itu untuk menulis cerita hidup, sampai sang penciptanya memangil untuk pulang ."
"Hem."
"Tidur lu, besok gue ada ujian sampai gue tidak bisa bangun itu semua salah lu."
memang mimik sedikit kaget."Gue? Ya elu tidur sana. Gue sudah suruh lu tidur tapi lunya tidak mau."
"Hehehe."Cengengesan Nathan .Ia beranjak dari tempat nya duduk ."Okeh gue pergi."Berlalu pergi meninggalkan kamar tidur Hanaki .
"Ya."Balas Hanaki menatap malas Nathan.
Baru saja Nathan ingin membuka pintu kamar. Tapi ia sudah di kagetkan lebih dulu oleh kehadiran Kenji yang membuka pintu ini lebih dulu dari dalam kamar .
"LU?."Menatap kesal Nathan ."Lu kem.....".Belum juga melanjutkan kalimatnya Nathan sudah lebih dulu menaruh telapak tangannya di wajah Kenji."Ssstt!". Sembaring berjalan melewati Kenji dengan langkah malas khas orang ngantuk berat.
Kenji secepatnya menepis telapak tangan Nathan dari wajahnya. Dengan sangat kasar .
Namun Nathan yang sudah di mode ngantuk berat bersifat bodoamat. Ia langsung menghempaskan tubuh di atas tempat tidur .Dan tanpa butuh waktu lama dirinya berselancar ke dunia fantasi khayalan nya .
Kenji masih berdiri di ambang pintu .Dengan wajah kesal ia tutup pintu kamar ini kembali .Sebelum menyusul rebahan di samping Nathan yang sudah tertidur pulas .
Malam semakin larut. Waktu berlomba-lomba berputar sangat cepat .Seakan iya tidak sabar menyambut esok hari .
Namun di jam yang sama ini .Di sebuah gudang garasi bekas bengkel mobil .Kerumunan pemuda-pemuda ini masih setia terjaga di tempat ini. Pemuda-pemuda geng Monsutafaia yang tengah mendiskusikan sesuatu. Entah apa yang mereka diskusikan. Yang jelas pemuda-pemuda yang terdiri dari empat orang ini. Hakima Yasuhiro ,Tado Shuichi ,Noritaka Riki .
Terlihat jelas dari mimik wajah keempat pemuda-pemuda ini ,jika mereka berempat tengah memikirkan sesuatu yang sulit untuk mereka selesaikan.
"Gue tidak tahu lagi harus melakukan apa. Geng Hiryonji memiliki Hanam ,Takumi, dan bang Genki.... Ditambah lagi Nathan...Juga Chiko.....Mereka raja lapangan sulit untuk membuat mereka tunduk di bawah kita."Riki yang terlihat sudah pasrah.
"Diam lu asbak rokok. Lu biasa paling jago menyelesaikan masalah di situasi rumit sekaligus .Kenapa lu sekarang jadi pengecut, bangsat."Tado pemuda paling muda ini tersulut emosi dengan situasi saat ini .
"Diam kal.....". Memotong kalimat yang belum terselesaikan Yasuhiro."Apakah ini yang nama geng yang paling di takuti?".Pemuda yang tengah berjalan santai menghampiri mereka berempat.
Pemuda ini menghentikan langkahnya saat sudah sedikit dekat dengan keempat pemuda ini ."Gue gagal membunuh Nathan ,gagal memperalat bocah bodoh itu. Lalu teman gue mati."
Membuang muka asal."Jihh...".Reojin nama pemuda ini ."......Gue akan menjalankan rencana lain .Tapi gue butuh campur tangan kalian ."
Di posisi ini . Yasuhiro langsung maju terdepan."Rencana lu kemarin saja sudah gagal dan merenggut nyawa anggota lu. Lantas bagaimana dengan ini....Gue tidak mau ambil resiko dengan membahayakan mereka."Menatap datar Reojin .Yasuhiro berucap dengan sangat tegas .
Sementara yang di tatap justru membalas dengan senyuman miring .
Dan tanpa rasa takut dengan Reojin yang terkenal dengan raja maut . Yasuhiro semakin berjalan sedikit maju ke depan ."Gue minta lu pergi sekarang, gue dan yang lain tidak membutuhkan bantuan lu."
Lagi-lagi Reojin tersenyum miring mendengar ucapan Yasuhiro yang terdengar seperti mengusir dirinya.
Brugkk.... Tanpa basa basi Reojin langsung melayangkan tendangan kaki tepat pada pelipis kepala Yasuhiro .
Menerima serangan tiba-tiba. Yasuhiro langsung terlempar sebelum akhirnya tersungkur .
Melihat itu .Tado langsung beranjak maju ,ia dengan berani langsung menangkis serangan ke dua Reojin yang hampir mengenai Yasuhiro yang masih terkapar .
Menyadari itu .Dengan menahan rasa sakit Yasuhiro secepat nya bangkit .Namun belum juga dirinya sepenuhnya bangkit .Tado yang baru saja melindungi dirinya di tarik paksa tubuh oleh Reojin.
Iya. Reojin mencengkeram erat leher Tado .Sampai wajah Chikoterlihat membiru ,terlihat jelas jika Tado sangat-sangat kesulitan bernafas. Akan tetapi menyaksikan penderita Tado tidak membuat Reojin melepaskan cengkraman tangannya. Karena semakin tersiksanya Tado ,Reojin semakin mengeratkan cengkraman tangannya.
Tado terus meronta-ronta mencakar-cakar tangan Reojin .Tapi itu semua berbuah hasil nihil .Karena balasan itu semua tidak mempan dengan Reojin .Walaupun tangannya sudah penuh luka merah bekas cakaran Tado .
Brukkk.....Tubuh Tado terhempas kuat ke bawah sini .Ia langsung terbatuk-batuk mengatur nafasnya yang hampir hilang .
"Hhhhhhh.....lemah."Tawa Reojin yang merusak gendang telinga pendengar nya(Tawa mengerikan).
Geram dengan perlakuan Reojin . Yasuhiro mengeratkan kepalan kedua tangannya."REOJIN!".Suara berat Yasuhiro berteriak .
Reojin yang mendengar langkah menghentikan langkahnya yang ingin beranjak pergi meninggalkan tempat ini. Ia langsung berpaling ke arah sumber suara.
Dengan susah payah Tado berusaha bangkit kembali .Ia berusaha mengeluarkan suara yang hampir hilang."Ber...henti Hak....".Belum juga menyelesaikan kalimatnya yang tidak mungkin terdengar Yasuhiro.
"Aaaaaaaaaa......".Tanpa basa-basi Yasuhiro langsung berlari menyerang Reojin yang hanya berdiri tenang di tempat nya.
Sementara Riki yang terdiam mematung sejak tadi langsung tersadar setelah mendengar teriakan suara Yasuhiro. Riki bergegas membantu Yasuhiro yang tengah duwel dengan Reojin .
Memang tidak pantas main keroyokan. Tapi lawan Yasuhiro adalah Reojin .Manusia Raja Maut .