My Salvador

My Salvador
Eps.181 Chat Istimewa



Osaka


Pukul. 20.23 Malam


Jumat


Tepat di hari Jum'at malam .Nathan pergi keluar bersama dengan dua pengawal pribadi nya yang mengikuti langkah kakinya .Ia pergi keluar hanya untuk tujuan sepele .Yaitu hanya untuk mendinginkan badan .Kurang lebih untuk merasakan hawa dingin di musim dingin yang akan segera tiba .


Di jembatan jalanan setapak yang tidak terlalu lebar ini .Zarina yang menyadari kehadiran Nathan."Gue pikir lu tidak akan datang."Ujar Zarina fokus menatap aliran tenang air sungai ini .


"Kalian bisa pergi dulu."Suruh Nathan kepada dua bodyguard nya .


Kedua mengangguk ringan. Dan pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh dari jarak untuk mengawasi Nathan .


"Arigatogozaimashita. Sudah mengantikan ku menjadi panita waktu itu ."Ucap Nathan dengan fokus atensi mata melihat aliran tenang air sungai .


"Ya. Arigatogozaimashita juga telah membantu gue belajar bahasa Inggris."Balas Zarina tanpa memalingkan perhatian nya melihat lawan bicaranya.


Hening beberapa saat .Keduanya sama-sama terhanyut menikmati keindahan aliran air sungai yang terkana pantulan cahaya rembulan malam.


"Kapan lu kembali sekolah?".


Nathan hanya terdiam tanpa merespon pertanyaan Zarina.


Tiba-tiba berpaling dengan menyungging senyum hangat ."Lu merindukan gue?".


Menengok bersamaan dengan Zarina melihat jelas senyum hangat yang Nathan perlihatkan."H?".


"Tidak bukan apa-apa."Nathan yang justru menyungging senyum yang semakin manis sampai dimple muncul bersamaan dengan tawa renyah nya.


Berbeda dengan Zarina yang justru menunjukkan ekspresi wajah datar .


"Aah."Nathan yang menghela nafas lelah dengan reaksi Zarina yang gagal ia buat tertawa .


"Lebih baik sekarang lu pulang."


"Hem."Zarina yang mulai beranjak pergi.


"Tunggu, biar gue antar."


"Tidak perlu rumah gue dekat ."Zarina tanpa berpaling ke lawan bicaranya.


Sedikit faham dengan sifat Zarina .Nathan memilih diam ,memperhatikan dari kejauhan punggung Zarina yang berlahan-lahan tidak terlihat dari pandangannya.


Pukul. 00.12 Malam


Nathan masih di sibukkan dengan kegiatannya di depan laptop miliknya .Ia sibuk belajar sampai lupa jika jarum jam sudah menunjukkan pukul tengah malam .


Nathan menyangga dagu dengan tangan kanannya. Sembaring melirik sekilas ke arah jam dinding kamarnya."Eh!Jam 12."


"Rusak ini jam."Beralih menyalahkan layar ponselnya."Benar jam 12 .Sudah malam sekali."Lanjutnya .


Nathan mengemas buku-buku belajar, juga mematikan layar ponselnya. Sesaat setelah selesai berkemas .Nathan beristirahat sejenak masih dengan duduk di kursi belajar. Ia merai ponsel untuk menyalahkan kembali paket data internet yang ia matikan sejak tadi .


Dari semua notifikasi chat yang masuk .Nathan yang awalnya menyinggung ekspresi wajah biasa saja .Tiba-tiba menyungging ekspresi sumringah hanya karena satu notifikasi chat dari Riska .Kakak perempuan yang selalu Nathan tunggu-tunggu untuk membalas chat nya.


Chat Kak Riska .


*Assallamuallaikum, dik ."


*Maafkan kakak tidak memberikan kabar apapun .Kakak sangat sibuk dengan pekerjaan .Maafkan juga untuk hari raya idulFitri nya .Kakak datang ke pemakaman ayah dan bunda seorang diri tidak mengajak kamu ."


*Kakak masih belum bisa menghubungi kamu seperti dulu ,masih banyak pekerjaan yang belum kakak selesai .Kakak menyempatkan mengirim pesan singkat ini agar kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan keadaan kakak .Kakak harap kamu memahami apa yang kakak lakukan."


*Jangan lupa makan, jaga kesehatan. Adik ku Nathan .See you. Good Night."


"Kak Riska .Kalau kerja ya kerja tapi jangan terlalu berlebihan .Nathan sangat tidak suka.....Saya hanya ingin kak Riska seperti dulu .Tidak papa ko jatuh miskin asal kak Riska tidak seperti ini .Sekarang yang Nathan punya hanya kak Riska ,kalau kak Riska sibuk gini saya.....Nathan harap kak Riska memahami itu ."Gumam Nathan menahan bui bening di sudut matanya agar tidak sampai berlinang.


Di sisi lain .Di depan kaca dinding gedung tinggi perusahaan Salvador. Sesosok wanita yang tengah terdiam merenung memperhatikan luar gedung yang gelap gulita .Gelap yang di penuhi titik kecil bercahaya.


Raut wajah cantik wanita ini tidak bisa berbohong, jika sang pemilik wajah tengah menahan kesedihan."Maafkan kakak Nathan .Kakak membuat kamu kesepian ,sendirian di luaran sana."Batin Riska berucap .Mengusap cepat bui bening yang ingin berlinang membasahi pipinya.


"Nona Riska ."Seru pria yang sudah ada di dalam ruang kerja Riska .


Riska secepat berpaling ke arah sumber suara."Tidak punya sopan santun. Kenapa kau tidak mengetuk pintu?".Bentak Riska menatap tajam pria yang menundukkan pandangan nya.


"Maafkan saya nona .Saya sudah mengetuk pintu berkali-kali .Akan tetapi anda tidak kunjung menanggapi."Tanpa mengangkat pandangan nya menatap Riska .


"Ada keperluan apa?".


"Satu menit lagi anda ada meeting dengan CEO dari perusahaan Sunrise.".


"Ehm .Tunjukkan kembali berkas yang tadi ."Kata Riska kembali ke meja kerjanya untuk kembali duduk di kursi pribadi kebesaran nya .


Next....