
Osaka
Pukul. 14.00
Minggu
Masih di hari yang sama .Nathan dan rekan-rekan panitia yang lain .Selepas semua siswa siswi kembali berpulang. Anggota panitia yang sudah memastikan semuanya sudah aman dan semua siswa siswi telah pulang .Sebagai anggota panitia ini pun baru akan pulang setelah selesai memberikan beberapa laporan kepada guru pembimbing penyelengaraan kegiatan.
Next.....
"Langsung pulang?".Tanya Kenji kepada Nathan.
"Iya, gue tidak ada rencana."Balas Nathan tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Eh!Tapi gue harus ke masjid waktu itu. Gue ada janji."Fokus pada lawan bicaranya."Lu pulang sendirian tidak papa kan?".
Kenji yang memang sudah sangat letih karena terlalu sibuknya dirinya dengan jadwal hari ini sebagai panitia."Baiklah, gue capek sekali hari ini."
Sebelum melangkah pergi .Nathan berpesan."Jangan lupa menyalahkan lampu teras rumah."
Memperhatikan punggung Nathan dari kejauhan."Iya."
Melihat Nathan sudah hilang dari pandangan nya .Kenji secepat berlalu pergi meninggalkan halaman sekolah. Ia berjalan sedikit cepat ke arah stasiun kereta yang akan membawanya lebih cepat sampai di daerah kediaman rumah Nathan .
Next.....
Nathan pergi ke masjid waktu itu untuk menemui kakek yang dulu pernah ia temui tanpa sengaja .Kakek itu mengajak Nathan untuk berbuka puasa bersama-sama di masjid ini .Dan baru hari ini Nathan memenuhi janjinya untuk ikut bergabung berbuka puasa bersama di masjid .
Selepas Sholat Maghrib dan berbuka puasa .Nathan dan kakek itu duduk berjajar di teras masjid. Kakek itu mengajak Nathan mengobrol cukup lama di sana .
Seperti sekarang."Kakek sangat berjasa untuk ayah saya .Karena kata kakek ayah saya bisa mendapatkan restu dan menikahi bunda saya."Ucap Nathan setelah mendengar banyaknya cerita perjuangan ayah semasa ingin mendapatkan cinta bunda Nathan.
Kakek ini tertawa renyah. Sebelum berkata."Kamu juga yang katanya sering ngomong kotor harus di stop dulu .Kalau bisa di hilangkan selamanya."
"Hheheh.....sulit kek .Mulut ini terlalu kotor .Tapi seperti yang saya katakan tadi .Semenjak bulan ramadhan mulut kotor ini sedikit beristirahat."
"Lah istirahat?."
"Hahhehh.....".
Menghentikan tawa renyah bersama-sama nya ."Sudah-sudah ,sudah malam kamu pulang ."
"Ehm.... Assallamuallaikum."Pamit Nathan beranjak dari tempat duduknya."Lain waktu saya akan datang ke sini .Assallamuallaikum."Nathan mengulangi lagi salam nya di akhir kalimat.
"Iya, wallaikum'salam. Hati-hati."Menatap punggung Nathan yang semakin menjauh dari pandangan nya .
++++++
Pukul. 21.00 Malam
Sudah menunjukkan tepat jam 9 malam. Nathan baru saja menginjak kaki di kediaman rumah .Baru ingin membuka gerbang rumah ,ekspresi wajah Nathan sudah terlihat sangat marah .
Nathan ngedumel."Kenji!!Apa sulitnya sih menyalahkan lampu teras."Membuka pintu rumah yang masih terkunci dengan kunci cadangan yang ia bawa."Eh!."Melangkah masuk ke dalam rumah yang masih gelap gulita. Tidak ada satupun lampu yang menyalah dalam ruangan rumah ini .
Tekk.....Nathan menyalahkan semua lampu di dalam rumah nya ."Kenji kemana?".Tanyanya entah kepada siapa .Nathan mulai melangkah kan kakinya naik ke lantai atas rumah .
Di lantai dua rumah. Nathan langsung jujuk ke bilik kamar Kenji .Namun setibanya di sana ,ia tidak mendapati tanda-tanda kehidupan sama sekali .Seluruh isi kamar Kenji masih tertata rapi ,tidak ada pakaian seragam sekolah yang biasanya berserakan di Sova kamar ini .
Baru menyadari jika Kenji belum kembali ke rumah. Nathan bergegas kembali keluar kamar .Dalam langkah kaki buru-buru nya Nathan mencoba menghubungi seseorang di seberang sana .
...Tersambung...
*Yuki ,Kenji belum pulang ke rumah. Gue tadi suruh dia pulang duluan .Tapi saat gue pulang ,gue tidak mendapati dia ada di rumah."
*Nanti!....Mungkin dia lagi jalan-jalan". Hiroyuki yang masih bernada tenang di seberang sana .
*Tidak mungkin! Jika iya, Kenji pasti menghubungi gue dulu...."Menjeda ucapan.*....Kenji tidak terlibat dalam rencana kalian kan?".Tanya Nathan di seberang sini .
*Tidak, dia sendiri yang meminta untuk tidak ikut terlibat demi lu ."
*Sial!Jangan geng CB masih dendam sama gue .Dan memanfaatkan Kenji sebagai umpan."
Nathan yang langsung mematikan sepihak panggilan telepon nya .
Melempar asal tas sekolah dan jas sekolah ke Sova ruang tamu .Nathan bergegas berlari keluar rumah kembali .Ia buru-buru mencari keberadaan Kenji .Di saat ia teringat tentang kejadian malam itu ,saat ia menolong seorang pemuda yang di keroyok oleh bagian dari geng CB .
+++
Setelah mendapat kabar hilang nya Kenji .Secepat Hiroyuki menghubungi Benji, Ryo ,dan Hanaki di seberang sana .Untuk secepatnya bergerak mencari keberadaan Kenji .
Next....
Kembali ke Nathan .Yang terlunta-lunta tanpa arah mencari keberadaan Kenji .Ponselnya tiba-tiba berdiri. Secepat ia mengangkat nada panggilan yang masuk .
...Tersambung...
*lu di mana?".Tanya Benji di seberang sana .
Tidak ada balasan dari Nathan .
*NATHAN."
*Gue di jalan dekat sungai ."
*Jangan gegabah gue segera ke sana ."
*Gue akan coba lihat ke bekel tua dan lapangan terbengkalai itu ."
*TUNGGU NAT, NATHAN." Benji yang sudah tidak mendapatkan respon dari Nathan yang mematikan panggilan telepon nya sepihak.
Next....
Nathan kembali melanjutkan larinya. Ia berlari secepat mungkin ke bengkel tua tempat biasa para anggota CB berkumpul. Dalam hati Nathan saat ini , benar-benar berharap geng CB itu ada di sana .Begitu juga dengan Kenji .
Sett....."Sial."Nathan yang mendapatkan tempat ini kosong. Tanpa berpikir panjang lagi .Ia langsung melanjutkan larinya ke lapangan terbengkalai perkumpulan terakhir geng CB .
Lari terengah-engah."Gue akan segera sampai Kenji .Lu jangan sampai babak belur. Tidak ada kata maaf kalau lu sampai babak belur ."Batin Nathan meronta-ronta sangat khawatir dengan keadaan Kenji .Bukan hanya khawatir dengan keadaan fisik Kenji .Akan tetapi Nathan juga khawatir apa yang harus ia katakan kepada paman Yoshi jika sampai tejadi sesuatu .Toh sejauh ini paman Yoshi sudah sangat baik kepadanya ,begitu juga dengan Kenji.
Lagi-lagi ponsel berdering. Dengan ekspresi marah Nathan menghentikan larinya .Ia narik gagang telepon yang bergetar-getar di layar ponselnya.
...Tersambung ....
*APA LAGI?".Bentak Nathan di seberang sini dengan nada suara tinggi.
*Salah seorang orang suruhan gue sudah menemukan Kenji."Ucap Hiroyuki di seberang sana .
*Dimana?".
*Bekas gedung SMK Danketsu Shishu(Persatuan Tekat) .Daerah Kaze ."
"Dekat dengan tempat tinggal Kenji ".Batin Nathan .
Di seberang sana. Hiroyuki yang menyadari panggilan telepon telah di akhir sepihak oleh Nathan ."Secepatnya bersiap menyusul Nathan."Ucap Hiroyuki kepada rekan-rekan nya .
Next.....
Kembali ke Nathan yang berusaha lebih cepat lagi berlari ke halte bus terdekat untuk mengejar bus terakhir yang menunju ke daerah Kaze .
"Sial."Mendapatkan bus terakhir yang sudah pergi jauh meninggalkan nya."Stasiun kereta."Nathan bergegas pergi ke stasiun kereta.
Baru sampai di ujung bawah depan pintu stasiun kereta. Pintu stasiun yang akan tertutup. Nathan melakukan trik parkour berlari secepat mungkin .Menendang dinding sebelum akhirnya mengambil aba-aba melompat setinggi mungkin memutar tubuhnya di udara melewati atas beberapa orang yang berlalu lalang di bawah nya.
Memperhatikan cara Nathan masuk ke dalam kereta .Baik orang di luar ataupun di dalam kereta langsung terdiam melongo, tercengang melihat pergerakan cekatan Nathan .Apa lagi waktu itu ,tinggal beberapa detik saja pintu kereta ini akan tertutup rapat.
Sseett.... Sementara si pelaku justru bersikap tenang diam di depan pintu kereta yang sudah tertutup rapat.
Kereta langsung memulai berjalanan ke daerah Kaze .Dan Nathan masih berdiri di tempat yang sama ,agar mempermudah dirinya untuk keluar lebih cepat saat kereta ini sudah berhenti.
+++++++
Jam menunjukan semakin larut malam .Namun Nathan belum juga sampai di tempat tujuan. Kali ini Nathan sudah memulai larinya kembali .Setelah keluar dari stasiun kereta, tanpa beristirahat sejenak Nathan langsung berlari meninggalkan kereta .
Next....
"Reojin."Seru salah seorang rekan anggota CB Reojin. Vito ."Lu terlalu berlebihan, dia bisa mati."
Tidak mengalihkan atensi Fokus pada Kenji yang sudah tergantung di atasnya."Hati mu terlalu lembut Vito .Pantas Otou-san lu membuang lu."Ucap Reojin tak kalah membuat Vito mengepalkan kedua telapak tangannya.