My Salvador

My Salvador
Eps.59 Memulai!



Seoul


Pukul. 06.10 .Pagi


Senin


Sudah hampir satu minggu Riska terbaring di atas ranjang rumah sakit .Di dalam salah satu ruang rawat rumah sakit ini .


Wajahnya yang memucat ,alat-alat rumah sakit yang masih terpasang di tubuh nya .Bahkan untuk pembalut luka di kepalanya pun masih terpasang di sana .Hanya setiap kali berganti pembalut luka saja ,pembalut luka ini di lepas .


Dan tidak terhitung waktu yang Nathan habis kan ,untuk terus kuat demi kakak nya .Kakak nya sangat setia memejamkan matanya ini.


Setiap kali ia menjenguk ,ia berusaha untuk terus tersenyum dengan kata-kata manis yang selalu ia ucapkan untuk kakak nya .Kata-kata yang memiliki harapan besar untuk kakak nya agar segera membuka mata nya kembali .


Di pagi ini ,di sini lah pemuda ini. Terduduk termenung meratapi nasibnya dan kakak nya .Berjuang hidup sendirian tanpa orang tua yang seharusnya mendampingi keduanya ,di saat terpuruk seperti ini .Sungguh miris .


Ia mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali berharap bui bening ini tidak keluar .Toh dari kemarin ia kuat menahan nya ,lalu kenapa tidak untuk menahannya lagi di hari ini .


Nathan menggenggam tangan kakak nya dengan kedua tangannya .Ia usap lembut tangan lemah ini .


Tangan yang hanya terasa sangat dingin ini terus Nathan elus dengan lembut ,dengan sesekali ia cium punggung tangan ini.


Di posisi yang masih sama ,manik hitam lekatnya terfokus melihat wajah perempuan yang setia memejamkan mata nya ini ."Kak Riska hampir satu minggu kakak mengabaikan Nathan .Bangun ya kak ,Nat....".Ucapan terhenti untuk mengambil nafas panjang kembali ,menghilangkan sesak nya ,sakit nya di dada ."...Nathan merindukan kakak ,bagun ya kak ."Sambungnya .


Tok.....Tok......


Pria yang sudah berdiri di ambang pintu yang hanya terbuka sedikit. "Permisi tuan ,sudah waktunya kita berangkat ke kantor ."Ucap Kim Yong-dae sekedar mengingatkan .


"Sebentar lagi saya keluar ."Balas Nathan tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.


Nathan beranjak dari tempat duduknya ."Nathan pamit pergi kekantor dulu ,nanti Nathan akan kembali lagi ."Ucap nya yang di susul dengan mencium kening kakak nya sekilas .


Nathan beranjak pergi dari sana ,meninggalkan kakak nya sendirian terbaring di kamar rawat inap ini.


Di luar Nathan segera beranjak pergi kembali bersama dengan Kim Yong-dae sekertaris yang hari ini berangkat bersama nya ,dan Jen Xin-ki yang beberapa hari ini menjadi bodyguard pribadi nya.


Kim Yong-dae dan Jen Xin-ki berjalan di belakang Nathan .Mengikuti langkah cepat pemuda ini .Setibanya di dalam liv ,Nathan mendapatkan satu notifikasi Chat dari bibi Yo-min.


Chat Bibi Yo-min.


*Nak maaf bibi terlambat datang ke rumah sakit .Bibi masih harus merawat Chul-hyun yang kurang enak badan ."


^^^Balas Nathan^^^


^^^*Iya ,bibi ,tidak papa ."^^^


^^^*Justru saya yang minta maaf karena sudah merepotkan bibi beberapa hari ini ."^^^


Chat Bibi Yo-min


*Hy ,kamu sudah bibi anggap seperti putra bibi sendiri .Jadi jangan pernah bilang kalau yang bibi lakukan merepotkan .Oke ."


^^^Balas Nathan^^^


^^^*Iya ,Bi Yo-min ."^^^


^^^*Terimakasih kasih sudah menjaga kak Riska ."^^^


Pesan berakhir .


Setelah menutup ponselnya kembali .Sesaat setelah itu pintu liv terbuka ,baik Nathan ,Kim Yong-dae ,dan Jen Xin-ki beranjak keluar dari dalam liv .


Mereka langsung pergi ke perkiraan mobil ,untuk segera tancap gas ke kantor di mana tujuan mereka saat ini .


+++++++++++


Pukul ,07.29


Di jam ini ,bibi Yo-min yang masih setia terduduk menamai putri nya yang tengah terbaring sakit .Iya ,tiba-tiba saja di tadi malam. Dae Chul-hyun putri Baek Dae-hyun mendadak demam tinggi .Yang membuat dirinya hari ini harus berbaring di tempat tidur .


Yo-min merawat putrinya dengan sangat telaten ,terutama mengompres kening putrinya dengan handuk kecil yang tidak terlalu basah .Ia juga menyuap putri nya ,dan membantu putrinya meminum obat agar demam putrinya lekas turun.


Dan kini iya yang baru saja dari dapur ,berjalan masuk kembali ke dalam kamar putri nya .Di saat itu ,Dae Chul-hyun yang masih terbaring terlentang menatap ke datangan ibu nya ."Eomma ."Serunya dengan nada suara serak pelannya .


Yo-min langsung dudukkan dirinya di pinggir atas tempat tidur putrinya ."Kenapa ,sayang ?".


"Eomma pergi saja ke rumah sakit ,saya tidak papa ko di tinggal sendirian di rumah ."Ucap Dae Chul-hyun menatap mata indah ibunya yang sudut matanya sudah mulai menampakan kerutan kecil."Bener ,Emmoa .Dae Chul-hyun benar-benar sudah baikan ko ."Ucap nya kembali mencoba menyakinkan ibu nya.


Setelah sedikit berpikir ."Baiklah ,tapi jika membutuhkan apa-apa yang harus di beli telfon Emmoa saja ,jangan pergi keluar ."


Dae Chul-hyun mengangguk ringan membalas perkataan ibu nya .


"Emmoa akan berangkat sekarang, kamu jaga lupa makan siang ."Yo-min beranjak dari tempat nya duduk .


Dae Chul-hyun kembali mengangguk ringan."Emmoa hati-hati ,dan pulang lah kembali ."


Mengelus lembut kening putrinya."Iya ,sayang ."Ucap Yo-min tersenyum manis menatap putri tunggal nya yang tengah terbaring sakit ini ."Jika tidak ya putri Emmoa harus berjanji sama Emmoa, Chul-hyung harus cepat sembuh .Dan Chul-hyun juga harus menjadi wanita yang kuat ,juga jangan lupa jaga ayah kamu dengan baik ."


Dae Chul-hyun yang mendengar itu ,hanya tersenyum tipis .Karena terlalu lelahnya dirinya untuk merespon perkataan ibu nya .


"Emmoa pamit ,sayang ."Yo-min beranjak meninggalkan kamar putrinya .


Selepas kepergian ibu nya dari kamar pribadi nya .Dae Chul-hyun langsung saja terlelap dalam tidurnya .Entah kenapa kedua mata nya tiba-tiba terasa sangat berat untuk di ajak terjaga .Alhasil ia pun langsung tertidur saat itu juga .


Mungkin yang di alami Dae Chul-hyun karena efek dari obat yang baru saja ia minum .


+++++


Di luar ,Yo-min yang sudah siap segera berjalan keluar rumah .Ia menyusuri jalanan setapak ini dengan langkah kaki kecilnya .


Setelah lama ia berjalan kaki ,kini ia berhenti sejenak untuk menunggu bus yang akan ia naiki .Lama ia menunggu di sana ,bahkan sampai tempat halte ini terasa sangat sepi .


Entah lah .Namun hari ini sebagian tempat di sini sangat sepi .Tidak seperti biasanya yang selalu ramai dengan orang-orang pejalan kaki yang tengah beraktivitas .


Di tengah-tengah menunggu itu ,tiba-tiba ada mobil hitam berhenti di depannya .Pintu mobil itu terbuka cepat ,beberapa pria langsung beranjak turun menghampiri Nyonya Yo-min yang tengah berdiri sendirian di halte ini .


Karena panik ,Nyonya Yo-min langsung mengambil ancang-ancang untuk lari .Akan tetapi dengan cepat salah satu pria langsung merangkul nya dari belakang dan membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah ada obat tidurnya .


Tidak bisa melawan lagi ,tubuh Yo-min semakin melemah .Kedua pandangan matanya juga mulai buram dan berlahan-lahan mengelap .


++++++++++


Pukul ,09.26 Siang


Nathan yang kini tengah menjalani meeting dengan CEO dari perusahaan lain yang bernaung di bawah kekuasaan perusahaan .


Di tengah-tengah fokus-fokus nya Nathan dengan kelayan yang tengah menjelaskan rencana rancangan nya .Tiba-tiba harus terganggu oleh getaran ponsel nya yang ada di dalam kantung jasnya .


Setelah melihat layar ponselnya .Nathan segera beranjak dari tempat duduknya .Tidak lupa ia yang menghormati orang yang saat ini meeting bersamanya pun meminta ijin sekilas. Sebelum akhirnya ia langsung berjalan cepat meninggalkan ruangan meeting tanpa menunggu jawaban terlebih dahulu dari rekan-rekan meeting nya .


Salah satu dari anggota meeting penting ini .Pak Song Mal-shik ,CEO dari perusahaan Vllepar yang saat ini tengah meeting bersama dengan Nathan dan sekertaris ,juga beberapa anggota meeting lainnya.


Pak Song Mal-shik melihat Kim Yong-dae sang sekertaris Nathan ."Kim Yong-dae, Noona Riska masih sakit ?".


Menatap lawan bicaranya ,namun tidak secara langsung untuk menjaga kesopanan ."Belum ,pak Song Mal-shik."


"Noona ,Sun-ji .Anda duduk terlebih dahulu ,sembaring menunggu Tuan Nathan selesai menelfon ."Pak Song Mal-shik yang kini mempersilakan sekertaris pribadinya untuk istirahat terlibat dahulu ,sembaring menunggu kembali nya Nathan ke ruang Meeting.


Menatap satu persatu anggota meeting."Maaf atas ketidak nyamanan kalian ,saya berharap kalian bisa menunggu sebentar lagi ."Kim Yong-dae yang berbicara dengan beberapa orang yang saat itu tengah menjalani meeting di ruang ini .


Meeting ini di lakukan di perusahaan Salvador,perusahaan milik keluarga Nathan sendiri .Di kala ruang Meeting di sini tersedia cukup luas dan cukup nyaman untuk meeting .


Belum lama mereka menunggu ,akhirnya Kim Yong-dae angkat bicara kembali setelah melihat layar ponselnya .Yang terdapat notifikasi Chat dari bos nya .


Chat Bos Nathan.


*Hyung ,lanjut meeting tanpa saya .Saya harus segera ke rumah sakit ."


^^^Balas Kim Yong-dae^^^


^^^"Baik ,Tuan ."^^^


Setelah membaca itu ia langsung berkata kepada anggota meeting."Mohon di lanjutkan tuan-tuan persentasinya ,Tuan Nathan ada keperluan mendadak .Untuk meeting hari ini saya yang akan memimpin ."


".....Silakan di lanjut ."Sambungan mempersilakan sekertaris Pak Song Mal-shik untuk melanjutkan persentasinya.


+++++++


Di lain tempat ,namun di waktu yang hampir sama .Pemuda berjas biru ini berjalan cepat dengan kaki jengkal panjang nya berjalan keluar meninggalkan gedung kantor Salvador.


Nathan ,nama pemuda ini .Pemuda ini langsung saja beranjak masuk ke dalam mobil yang sudah Jen Xin-ki siapkan di depan pintu utama masuknya ke dalam gedung ini .Agar atasannya ini bisa langsung masuk ke dalam mobil ,dan bisa langsung tancap gas meninggalkan pekarangan depan gedung ini .


+++++++


Dan kini mobil hitam bermerek Maserati Ghibli ini tengah melaju di jalanan raya .Dengan kecepatan di atas rata-rata .


Nathan ,pemuda yang sudah terduduk di kursi tengah penumpang mobil ini ."Sedikit percepatan ,Hyung Xin-ki ."Ucap Nathan tanpa memalingkan wajahnya dari pandangan melihat keluar jendela kaca mobil ini .


"Baik ,Tuan ."Balas Jen Xin-ki yang terfokus menyetir mobil ini .


Tidak butuh waktu lama lagi ,sesaat setelah itu akhirnya sampailah mobil Maserati Ghibli ini di dalam parkiran khusus mobil di rumah sakit ini .Setelah mobil berhenti dengan baik ,Nathan segera beranjak turun dari dalam mobil .Ia segera berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit .Yang di ikuti oleh Jen Xin-ki di langkah belakang nya .


Di dalam perjalanan kakinya ke dalam gedung rumah sakit .Tiba-tiba ada pemandangan yang menarik perhatiannya .Nathan segera membelokkan arah jalanan nya .Ia berjalan belahan mendekati pemandangan yang menarik perhatiannya.


"Tuan harus membantu ,Ayah Tuan.Tuan mau wanita ini mati karena kesalahan tuan ."Ucap pria dewasa yang tengah berbicara dengan Dr.Jee Ghie-hye.


Pria itu menunjukkan sebuah foto di dalam layar ponselnya .Foto yang membuat manik coklat Dr Jee Ghie-hye membulat sempurna .


"Ehh ,tidak semuda itu Tuan .Anda harus menjalankan perintah nya ,atau ibu anda juga akan ikut bersama dengan wanita ini".Ancam pria dewasa ini tersenyum licik kepadanya .Di rasa tidak ada jawaban ,pria dewasa ini kembali berkata."Lakukan perintah ayah tuan . Melihat


.....bunuh ......".


Mendengar jelas apa yang di ucapkan pria dewasa ini membuat Nathan mengeratkan mengepalkan kedua tangannya .Jen Xin-ki ingin langsung mendekat dan memberikan pelajaran kepada pria ini.Akan tetapi Nathan dengan cepat menghentikan langkah Jen Xin-ki.


Nathan memilih beranjak pergi meninggalkan tempat ini mengajak Jen Xin-ki juga.


Di langkah ."Tuan Nathan ,anda akan diam saja?".Jen Xin-ki yang telah masih sangat marah dengan apa yang ia dengan barusan .


Masih tetap pada fokus berjalan nya ."Ikuti cara mainnya dulu ."Nathan yang masih bersikap tenang .


Di dalam gedung ,Nathan langsung saja ke resepsionis .Resepsionis ini mempersilakan Nathan untuk langsung masuk ke dalam ruangan Dr.Jee Ghie-hye sembaring menunggu kembali nya dokter ,yang katanya sebentar lagi akan kembali ke ruang kerjanya .


Nathan dan Jen Xin-ki langsung saja masuk ke dalam ruang kerja Dr.Jee Ghie-hye .Dan benar saja belum lama keduanya masuk ,Dr.Jee Ghie-hye datang ke dalam ruang kerjanya .


Seperti biasa ,Dr.Jee Ghie-hye menyungging senyum ramahnya untuk menyapa tamu nya ."Selamat siang ,Tuan-tuan."Ucap nya sembaring berjalan masuk ke dalam dan mendudukkan pantatnya di kursi kerja nya.


Jen Xin-ki yang berdiri .Nathan yang sudah terduduk menatap dengan raut wajah tenangnya pria dewasa di depannya ."Bagaimana keadaan kakak saya?".


"Nona Riska sudah lebih baik , mungkin 24 jam lagi Nona Riska akan segera siuman ."Kata Dr.Jee Ghie-hye ."......Saya harap ,ada salah satu dari keluarga anda yang menemani Nona Riska .Agar di waktu bangun ada seseorang di samping nya."Lanjut nya berucap .


Nathan menyungging senyum tipisnya ,yang sangat tipis ."Terimakasih ,dok .Saya permisi ."


Dr.Jee Ghie-hye mengangguk ringan membalas perkataan Nathan ."Jika sudah siuman segera panggil saya ."


"Iya ,dok ."Nathan beranjak pergi meninggalkan ruang kerja pribadi Dr.Jee Ghie-hye .


Selepas kepergian kedua pria tadi .Kini Dr.Jee Ghie-hye memijat pelipisnya yang tidak terasa penat .


Saat ini ia harus bingung ,ayah angkat breng**seknya itu selalu saya membuat nya terjebak dengan pilihan yang sulit.


Setelah sedikit berpikir .Dr.Jee Ghie-hye segera mengambil ponselnya ,ia segera menelepon seseorang di seberang sana.


Tersambung.


*Hallo ,nak .Ada apa telfon?".


Tanya Kim Chil-sul di seberang sana .


*Emmoa kunci semua pintu jangan biarkan siapapun masuk ke dalam apartemen .Jangan bukan pintu untuk siapapun sampai saya pulang ."


*Emang ada apa ,nak?."


*Lakukan saja ,Emmoa ."


*Baiklah ."


*Emmoa , jaga diri .Saya akan pulang cepat nanti."


*Iya ,nak ."


*Jangan keluar rumah ,Emmoa."


Kata-kata Jee Ghie-hye yang terlihat sangat tidak tenang meninggalkan kedua orang tersayang di rumah tanpa dirinya .


*Iya Jee Ghie-hye ."


*Yasudah , Emmoa .Saya lanjut kerja ."


*Iya ."


Panggilan berakhir .


Selesai mengakhiri panggilan telepon .Dr.Jee Ghie-hye mencoba untuk kembali tenang dan kembali fokus dengan pekerjaannya lagi .


++++++++


Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat.Kim Chil-sul ,wanita setengah paru baya ini baru saja menerima telfon dari putra angkat nya .Namun setelah mengakhiri panggilan itu ,entah kenapa ia menjadi tidak tenang.


Ia takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak menyenangkan yang akan merusak kebahagiaan nya dan putranya kembali.


Alhasil ia pun memutuskan untuk menelpon seseorang di seberang sana .Setelah percakapan-percakapan sekilas di seberang sana .Kim Chil-sul segera mengendong cucu nya .Ia bawa cucu nya dalam gendongan nya ,sembaring ia berjalan berkemas-kemas mengemasi beberapa barang keperluan cucu nya .


Tidak butuh waktu lama untuk nya berkemas .Setelah selesai ia segera bawa cucunya keluar rumah apartemen ini .Tidak lupa ia melihat sekeliling nya yang ternyata masih sunyi dari beberapa orang biasanya beraktivitas .


Kim Chil-sul bawa cucu nya masuk ke dalam liv .Ia akan menitipkan cucu nya ke rumah apartemen temannya yang kebetulan ruang apartemen ada di gedung ini .Teman nya saat ini juga tengah merawat cucu nya sama seperti nya .


Setelah ia menitipkan cucu nya ,Kim Chil-sul kembali masuk Liv ,dan kembali turun ke lantai rumah apartemen rumah nya .


Bersamaan dengan Liv terbuka lagi di lantai tempat rumah apartemen nya .Sial nya Kim Chil-sul justru melihat dua pria sudah berdiri di depan pintu rumah apartemen nya .


Tidak mungkin lagi untuk Kim Chil-sul kembali ke lantai atas karena apa yang akan ia lakukan justru akan membahayakan cucu kecilnya . Akhirnya dengan keberanian ,Kim Chil-sul memutus untuk mendekati kedua pria ini .


Di rasa sudah dekat ."Permisi ,ada apa tuan?".


Kedua pria ini berbalik menatap sumber suara ."Nyonya ,tuan Hyun Jun-su ingin bertemu dengan ada ."Ucap salah satu pria .


"Maaf saya sudah tidak ada hubungan lagi dengan pria itu ."Kim Chil-sul yang ingin langsung masuk ke dalam apartemen nya .


Namun ."Ikut Nyonya ,atau pisau ini akan merobek perut anda ."Ancam salah satu pria menyodorkan sebilas pisau di perut Kim Chil-sul .


Masih dengan posisi mengancam ."Jalan."Suruh pria yang menyodorkan pisau di pinggang Kim Chil-sul.


"Jalan ,jangan banyak melawan ."Saut pria satunya .


Dengan raut wajah ketakutan ,Kim Chil-sul mengangguk ringan dan mengikuti instruksi yang di suruh kedua pria ini .


+++++++++


Pukul ,10.58 siang


Siang ini ,Nathan duduk di kursi kecil dekat brankar pesakitan tempat kakak nya terbaring .Sesuai pemberitahuan dokter tadi ,Nathan kini tengah menemani kakak nya masih terbaring setia memejamkan mata nya.


Nathan berharap apa yang di kata kan dokter tadi benar ,jika kakak nya akan segera siuman .Oleh karena ini saat ini ia sedikit lebih bersemangat tidak sabar melihat kakak nya membuka matanya kembali .


Sedangkan Jen Xin-ki tengah berjaga di luar kamar rawat inap ini ,ia duduk di kursi panjang yang tersedia di luar kamar rawat inap .


Sampai ,paman Baek Dae-hyun datang menghampiri nya ."Xin-ki ,Tuan muda Nathan ada di dalam ?".Tanya Baek Dae-hyun yang terfokus melihat Jen Xin-ki .


Jen Xin-ki yang sudah berdiri."Ada ,paman ."Balas nya .


Tanpa berbasa-basi lagi ,Baek Dae-hyun langsung saja beranjak masuk ke dalam ruang rawat inap majikan .


Tok....tokk....


Mendengar itu ."Masuk ."Suruh Nathan yang masih di posisi yang sama .


Baek Dae-hyun yang sudah di persilahkan masuk ,langsung saja berjalan masuk mendekati Nathan .


Kini manik yang sudah terfokus dengan Nathan yang masih di posisi yang sama ."Tuan muda ,tadi istri saya kesini?".


Nathan yang mendengar itu langsung memalingkan fokusnya menatap lawan bicaranya."Bibi tidak ke sini, mungkin bibi tengah merawat Dae Chul-hyun ."


"Tidak ,putri saya sendirian di rumah .Kata putr....".Ucap nya terhenti , sembaring membulatkan manik hitam nya ."Jangan-jangan istri saya!".Ujarnya mulai panik.


"Astaga kenapa saya bisa seceroboh ini ."Baek Dae-hyun memijat keningnya yang tidak terasa sakit .


Nathan beranjak dari tempat duduknya ."Ayo cari bibi , paman."Nathan sembaring fokus memainkan layar ponselnya .


"Tapi ,Nona Riska....".Ucap Baek Dae-hyun terpotong dengan ."Saya akan suruh Jen Xin-ki menjaga kamar kakak ,sampai Bi Yong-see datang ke sini menemani kakak ."Kata Nathan.


Tidak ingin terlalu berpikir lagi ,Baek Dae-hyun mengiyakan saja .


Setelah mengirim pesan singkat kepada Bi Yong-see .Nathan terfokus kembali ke pada kakak nya yang masih setia memejamkan kedua matanya ."Saya kan pergi sebentar, kak. Nathan janji akan segera kembali lagi ke sini ."Pamit Nathan beranjak pergi meninggalkan ruang rawat inap kakak nya .


Di luar Nathan segera memerintahkan Jen Xin-ki untuk tetap ada di sini menjaga kakak nya .Selama ia dan pamannya pergi .


++++++++++


Pukul ,11.04 .Siang


Nathan dan pamannya sudah ada di lobi bawah rumah sakit .Di tengah langkah ,Nathan tanpa sengaja mendengar pembicaraan seorang perawat.


"Dr.Jee Ghie-hye ijin pergi ."


"Dokter kenapa ya ,setelah keluar tadi iya terlihat sangat cemas ."


"Mungkin Dr.Jee Ghie-hye sedang banyak masalah."


Ucap percakapan dua perawat yang berjalan melewati Nathan .Pemuda yang menghentikan langkahnya sejenak ,untuk mendengarkan diam-diam percakapan dua perawat yang berlalu melewati nya .


"Tuan muda ,ada apa?".Baek Dae-hyun melihat Nathan tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Tidak paman ,ayo lanjut ."Nathan tanpa menatap lawan bicaranya .


Ia langsung saja melanjutkan perjalanan nya kembali untuk segera bergegas mencari bibi Yo-min.


++++++++++


Di parkiran mobil ,Nathan menawarkan diri untuk mengemudi mobil .Baek Dae-hyun awal nya menolak karena usia Nathan yang masih belum di perbolehkan untuk mengemudi mobil .


Namun setelah Nathan terus memaksa ,akhirnya Baek Dae-hyun memberikan kunci mobil kepada Nathan .Karena dengan keadaan seperti ini ,bisa saja ia kehilangan kendali dan mengendarai mobil ini dengan ugal-ugalan .Walaupun sebenarnya itu tidak akan mungkin .