
Osaka
pukul ,14.02
Sabtu .
Nathan kini sudah di dalam rumah sakit di mana kamar rawat Kenji di rawat .Kini Nathan juga sudah bersama dengan Benji di dalam ruang rawat itu.
Cukup lama mereka berdua di sana menemani Kenji ,akan tetapi Kenji tidak kunjung siuman .
"Kapan bang Benji pulang?".Tanya Nathan yang kini duduk di kursi kecil dekat brankar pesakitan Kenji berbaring terlentang.
Sementara Benji yang duduk di pingin brankar Kenji berbaring terlentang."Tadi. Kebetulan gue bertemu Kenji di jalan ."Ucapnya yang kini fokus dengan lawan bicaranya.
".........Jadi ikut ,Senin ."Lanjut Nathan bertanya dengan posisi yang masih sama .
"Tidak ."Balasnya singkat .
Drum.....drum......
Suara ponsel milik Benji yang bergetar di dalam saku celananya panjangnya. Benji segera merogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel miliknya.
Lama ia menatap layar ponselnya untuk membaca pesan chat yang baru saja masuk ke dalam ponselnya.
Benji yang kini sudah fokus dengan lawan bicaranya."Nat ,kamu saya tinggal sendirian tidak papa .Soalnya ibu saya sudah menunggu di rumah ."Ucapnya .
Nathan mengangguk ringan ."Tidak papa bang, pulang saja. Saya akan menemani Kenji disini sampai Paman Yoshi kembali ."
Benji yang tidak enak karna harus meninggalkan Nathan bersama dengan Kenji yang jelas-jelas akan mengusir jika nanti sudah siuman ."Ta......".
"Sudah bang tidak papa ,jika nanti Kenji mengusir saya ,saya akan tunggu di luar sampai Paman Yoshi datang ."Nathan yang memotong perkataan Benji yang belum tentu selesaikan.
Benji beranjak dari atas tempat brankar Kenji."Kalau gitu saya pamit pulang, Nat ."Pamitnya yang di balas anggukan ringan dari Nathan .
Benji segera beranjak pergi dari sana meningkatkan Nathan sendirian bersama dengan Kenji yang masih setia memejamkan matanya .
Belum lama Benji keluar dari ruang rawat Kenji .Nathan yang kini perhatiannya sudah kembali menatap Kenji ,di buat sedikit kaget .Dikala melihat Kenji yang sudah siuman .
Tanpa berkata-kata lagi. Nathan segera beranjak dari tempat duduknya di kala melihat tatapan tidak suka Kenji yang tidak berpaling melihat kehadiran sama sekali.
Di saat baru saja melangkah satu kakinya ."Mau kemana lu?".
Nathan yang mendengar itu berbalik ragu dengan tangan kanannya yang menunjukkan dirinya sendiri ."Tunggu di luar ,say.....".Balas Nathan yang terputus .
Berpaling ke arah jendela kamar rawatnya ."........Pantaskah lu meninggalkan orang sakit sendiri ."Sautnya yang memutus perkataan Nathan yang belum terselesaikan.
"Eh ,e!!?".Nathan dengan ekspresi wajah yang sedikit tidak percaya.
"........Gue?Boleh duduk disini?".Lanjutnya bertanya ragu .
Masih dengan perhatian yang sama ."Um."Balas Kenji yang menyetujui pertanyaan Nathan .
Nathan kembali duduk ,akan tetapi mereka berdua sama-sama hening. Yang membuat suasana menjadi canggung dan sunyi ,seakan tidak ada siapa pun di dalam ruang rawat itu .
Drummm........Drummm....Drumm....
Suara ponsel Nathan yang ada di dalam jaketnya bergetar .Nathan yang menyadari itu segera mengambil ponselnya ,ia buka layar ponselnya .
...Notifikasi Chat...
Bang Benji
*Nat ,gue lupa .Kata dokternya tadi kalau Kenji sudah bangun di suruh panggil dia lagi ."
*Nanti panggil dokternya ,ruangan kerja pribadinya nomer dua di atas pintunya ada tulisan nya."
Isi Chat dari Benji di seberang sana .
^^^Nathan^^^
^^^*Hai".^^^
^^^(Iya)^^^
Selesai mematikan layar ponselnya kembali .Nathan yang manik matanya menatap Kenji, yang perhatian Kenji melihat keluar jendela."Ken, kata Benji gue harus panggil dokter-nya lagi ,jika lu sudah siuman ."Basah basi nya .
Nathan tidak mendapatkan jawaban ataupun respon dari Kenji yang masih terdiam .
Sembaring beranjak dari tempatnya duduknya ."......Gue tinggal panggil bentar ,Ken."Ucapnya .
"Tunggu!".Suruh Kenji yang kini fokusnya menatap Nathan yang sudah hendak berlalu pergi.
Nathan berbalik kembali ,ia lihat Kenji dengan menyungging senyum tipisnya.
"Kenapa lu bantu gue?Sementara gue benci sekali sama lu!".Ucap Kenji yang masih di posisi yang sama .
Nathan terdiam sejenak ,lalu ia menyungging senyum tipisnya kembali , sembaring berkata."Gue tidak perduli, lu anggap gue apa ,atau lu sangat membenci gue ."
".......Gue hanya sedang melakukan kewajiban gue, menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan apapun ."Lanjutnya yang masih di akhir dengan senyum tipisnya.
"Gue tidak bermaksud menasehati lu .Gue cuma berharap lu mencari tahu terlebih dahulu kebenaran sebenarnya dari inti masalah lu .Sebelum lu mengambil keputusan ,karna apa yang sudah terjadi akan sulit di perbaiki lagi, jika itu berubah benda ."Kata Nathan yang manik hitam lekatnya masih terfokus dengan Kenji .
Kenji terdiam ,ia alihkan pandangan ke arah lain.
Nathan tertawa kecil."Ah ,Lupa ,gue panggil dokter bentar."Ucapnya langsung meninggalkan kamar rawat Kenji .
+++++++
Sesaat kemudian Nathan kembali lagi dalam kamar rawat Kenji bersama dokter pria tadi yang memeriksa keadaan Kenji .
"Siang tuan!".Sapa dokter itu yang hanya di jawab anggukan ringan dari Kenji .
Dokter itu yang kini sudah berdiri di dekat brankar Kenji."Maaf Tuan ,saya akan mulai memeriksa keadaan tuan ."
Kenji hanya terdiam tidak menjawab ataupun merespon perkataan dokter yang sedang memeriksa keadaan kesehatannya .
Sesaat setelah selesai memeriksa,dokter itu yang tengah membereskan beberapa alat kesehatan yang ia bawa tadi ."Tuan belum makan siang?".
"Belum."Saut Nathan yang menyadari tidak mungkin Kenji membalasnya .
"Kalau begitu ,saya akan menyuruh perawat saya untuk membawakan kamu makanan ."
Kini manik coklat dokter itu terfokus melihat Nathan.".......Tolong pasti teman kamu memakannya sedikit-sedikit ,agar asam lambungnya tidak semakin naik."Pesannya kepada Nathan .
Dokter itu menyungging senyum tipisnya."Kalau gitu ,saya permisi ."
"Mari saya antar ,dokter ."Nathan dengan sikap ramahnya .
+++++++++
Pukul,14.50
Selesai di pemeriksaan tadi ,kedua pemuda itu kembali sama-sama hening .Sampai perawat pembawa nampan makan datang ke ruang rawat Kenji .
"Permisi tuan."Ucap Perawat wanita itu sembaring membuka pintu kamar rawat Kenji .
Di saat sudah di dalam ,perawat itu melangkah mendekat .Nathan segera bangkit,ia ambil alih membawa nampan tempat makan itu .
Selesai memberikan nampan itu ."Saya permisi tuan ,semoga kelas sembuh keluarga anda."Ucap Perawat wanita itu dengan menyungging senyum tipisnya.
Nathan membalas dengan mengangguk ringan .Selepas kepergian perawat wanita itu dari dalam kamar rawat Kenji .Nathan membawa nampan itu mendekati brankar Kenji,ia taruh nampan itu di atas meja dekat brankar.
"Bangun Ken ,lu harus makan dikit-dikit ."Kata Nathan mencoba menggenggam lengan Kenji dengan bermaksud membantu Kenji duduk .Akan tetapi dengan cepat Kenji menepis tangan Nathan dengan pelan .
Nathan hanya memasang wajah datarnya,melihat Kenji .Akhirnya Kenji bangun sendiri ,ia dudukkan dirinya di atas tempat tidur .
"Iya, jangan lupa di makan makanannya."Nathan memilih untuk mengalahkan dan berlalu pergi keluar dari kamar rawat Kenji.
Di luar ,Nathan yang ingin terduduk kursi panjang yang ada tidak terlalu jauh dari kamar rawat Kenji.Tiba-tiba diurungkannya, karna ia melihat paman Yoshi yang tengah berjalan terburu-buru dengan raut wajah khawatir, cemasnya mendekati Nathan.
"Kenji dimana ,Nat?".Tanya dengan wajah yang terlihat sangat khawatir di sana .
Kini manik hitamnya terfokus dengan paman Yoshi."Kenji di dalam ,paman."Balas Nathan .
Nathan yang melihat paman Yoshi hendak masuk kedalam berkata ."Paman!".Serunya .
Paman Yoshi menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Nathan kembali."Kenapa?".
"Saya permisi pulang paman ,semoga Kenji lekas sembuh."Kata Nathan sembaring menyungging senyum tipisnya.
Paman Yoshi membalas senyum Nathan dengan tatapan hangat ."Hati-hati di jalan ,Nak .Maaf, paman tidak bisa antar ."
"Tidak papa , Oji-san ."
"......Permisi."Sembaring beranjak pergi dari sana.
Paman Yoshi menatap kepergian Nathan sekilas,sebelum ia beranjak masuk ke dalam ruang rawat Putranya .
Yoshi yang sudah berjalan mendapati putranya yang tengah berusaha untuk mengambil nampan makanan di atas meja .Yoshi langsung mempercepat langkahnya mendekati putranya,ia bantu putranya mengambil nampan makanan itu .
Kini fokusnya yang sudah menetap putranya."Kamu tadi tidak makan siang?".
Kenji menggeleng ringan membalas pertanyaan ayahnya .
Yoshi membuang nafasnya dengan kasar ."Seharusnya kamu lebih baik menjaga kesehatan kamu sendiri ,Kenji .Ayah tidak bisa mengawasi kamu setiap jam ,ayah harus bekerja untuk kamu."
Dengan posisi yang masih sama ."....... Tolong jaga kesehatan kamu sendiri ,Kenji .Ayah tidak bisa melihat kamu seperti ini .Ayah buka ibu kamu ,Ken. Yang bisa selalu mengerti kamu ."Lanjutnya menatap hangat putranya .
Yoshi berusaha keras tetep terlihat baik-baik di depan putranya ,agar putranya tidak terlalu sedih.
Kenji tertunduk ."Maaf ,saya selalu merepotkan ayah."Ucapnya seduh .
Yoshi langsung merangkul putranya ke dalam pelukannya .Agar putranya tidak melihat betapa rapuhnya dirinya ,jika melihat putranya seperti sekarang .
Kenji membalas pelukan ayahnya dengan bui bening yang akhirnya bisa mengalir dengan deras.Kini ia tuangkan semua air mata yang selama ini ia tahan dalam pelukan ayahnya.
Yoshi memeluk putranya sembaring mengelus lembut punggung putranya ."Yang kuat Nak, ayah tidak ingin kehilangan kamu." Batinnya .
++++++++
Pukul ,15.09
Nathan yang masih mengayunkan medal sepedanya dengan kecepatan rata-rata melewati jalanan khusus pesepeda.
langit-langit di atasnya juga sudah tidak bersahabat lagi ,akan tetapi ia masih terlalu jauh dari perumahan elit rumahnya .
Masih dengan mengayun sepedanya dengan kecepatan rata-rata .Titik demi titik air mulai berjatuhan dari atas sana .
Nathan yang masih fokus menyetir sepedanya ."Sial hujan."Ia segera mempercepat mengayun sepedanya .
Titik-titik air semakin membesar dan semakin banyak berjatuhan .Hujan mulai mengguyur daerah tersebut dengan sangat deras .
Di tengah derasnya air hujan yang berjatuhan semakin banyak. Nathan melepas salah satu tangannya dari pegangan setir sepedanya, ia kenakan topi jaketnya untuk melindungi kepalanya .
Selesai itu ia melanjutkan perjalanannya ,menerabas derasnya hujan untuk segera sampai di ke Diaman rumahnya .
+++++++++
Di jam yang sama akan tetapi belain tempat .Kenji yang masih tetap duduk di atas brankar pesakitan mulai menyuap sedikit demi sedikit makanan di depannya ke dalam mulutnya.
Yoshi masih setia terduduk di atas kursi kecil dekat brankar putranya .Ia setia menemani putranya yang sedang memakan makanannya .
Sebenarnya tadi ia menawarkan dirinya untuk menyuapi putranya ,akan tetapi putranya menolak .Mungkin karna putranya tidak ingin merepotkan nya .Lagian putranya juga sudah dewasa dan masih bisa memakan makanan sendiri .
Masih dengan posisi yang sama."Yah, besok Kenji sudah boleh pulang kan?Kenji tidak suka terlalu lama di sini ."
Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus dengan putranya ."Nanti akan ayah tanyakan."
"...... Walaupun nanti kamu sudah diperbolehkan pulang ,ayah tidak akan memperoleh kamu masuk sekolah besok ."Lanjutnya .
Kenji berpaling melihat ayahnya dengan menyungging senyumnya ."Besok emang libur ,Yah ."Ucapnya tertawa kecil .
"E ,benarkah ."Ujar Yoshi mengerutkan keningnya.
Ia buka layar ponsel miliknya. Yang memperlihatkan nama hari ini, terlihat kalimat Sabtu ."Nani ,iya besok libur ."Yoshi yang ikut tertawa kecil .
+++++
Sesaat kemudian selepas makan, Yoshi yang sudah membereskan bekas makan putranya kembali duduk di samping putranya. Ia ambilkan gelas air putih yang ada di meja dekat brankar putranya.
Ia memberikan gelas air putih itu kepada putranya.Kenji mengambil air itu dan meneguk beberapa air . Selepas itu Yoshi menaruh gelas itu ke atas meja kembali .
"Ayah."Seru Kenji yang kini manik hitamnya menatap ke ayahnya yang masih setia terduduk di dekat brankar nya .
"Iya."Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus dengan putranya.
"Sebenarnya ibu meninggal karena apa?".Tanyanya tanpa berani menatap manik hitamnya ayahnya.
Yoshi terdiam sesaat ."Ibu kamu meninggal karna ayah."Ucapnya yang langsung membuat Kenji berbalik memandang raut wajah ayahnya.
"......Waktu itu ayah masih bekerja di kantor keluarga Nathan, saat ibu kamu sakit keras. Tuan Hansai ,kakek Nathan menyuruh ayah untuk libur kerja sampai ibu kamu kembali membaik ."
"......Tapi ,tapi ayah yang egois dan gila kerja ini tetep bersih kekeh untuk tetep bekerja ,dan menolak tawaran Tuan Hansai untuk libur. Ayah bahkan berkata, jika ibu kamu hanya sakit ringan dan sebentar lagi juga sembuh."
".......Ibu kamu bahkan tidak pernah menelepon ayah ,saat ayah sedang sibuk dengan pekerjaan .Ibu kamu sangat menghargai keinginan ayah , keinginan egois ayah ."
Yoshi yang sudah menahan tangisnya ,di depan putranya yang menatapnya dalam diam.
"........Sekarang ayah sadar betapa berharganya ibu kamu untuk hidup ayah. Ayah juga sadar bahwa ibu kamu lebih berharga untuk hidup ayah dari pada pekerjaan .Tapi ayah ,ayah kamu .....".Yoshi yang tertunduk ,ia tidak bisa melanjutkan kalimatnya kembali .
Kini Kenji yang sedang tertunduk tanpa berpaling melihat ayahnya."Apa ayah tahu ,ibu sangat kesakitan saat itu .Kenji mencoba menelfon ayah berkali-kali ,tapi ayah tidak mengangkat telfon saya. Dan saat Kenji menelfon kakek Hansai ,beliau bila ayah sedang tidak ada Jepang ."
"Ayah meninggalkan ibu kesakitan ,Yah. Ayah bukan ayah saya ,bukan juga suami ibu ."Ucap Kenji yang kini manik hitamnya terfokus kepada ayahnya .
Yoshi mencoba menggenggam tangan putranya ,akan tetapi Kenji dengan cepat menepis tangan ayahnya .
"AYAH ADALAH PRIA EGOIS ."Bentaknya berusaha beranjak turun dari atas brankar dengan sisa tenaganya .
Yoshi segera beranjak membantu putranya akan tetapi lagi-lagi Kenji menepis tangan itu ."JANGAN SENTUH SAYA ,saya bisa sendiri tanpa bantuan mu."Ucapnya yang salah satu tangannya mencengkram kuat perutnya.
Kenji melepas selang infus yang terpasang ditangannya dengan paksa . Sehingga menimbulkan bekas luka di sana yang mengeluarkan darah segar .
"Nak ,kamu mau kemana keadaan belum membaik."Yoshi yang sangat khawatir dengan keadaan putranya .
Kenji hanya terdiam ia tidak merespon atau tidak memperdulikan ayahnya yang sangat mencemaskan keadaan.
Kenji berjalan sendiri masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar rawatnya .Sementara itu, Yoshi berdiri di depan pintu toilet yang tertutup, menanti putranya keluar dari dalam kamar mandi dengan raut wajah cemasnya .
Di dalam. Kenji langsung terduduk di depan kloset ,ia memuntahkan semua isi perutnya di sana. Keringat dingin bercucuran membasahi kemeja seragam sekolah yang masih ia kenakan. Ia semakin meremas perutnya sampai kemeja yang ia kenakan lunset, kancing bajunya pun sampai terbuka .
Lama Yoshi menunggu di luar akan tetapi putranya tidak kunjung keluar .Alhasil pria yang mulai lanjut usai itu mendobrak berkali-kali pintu toilet sampai terbuka .
Beruk....
Selepas terbuka lebar .Manik hitamnya langsung membulat sempurna."Kenji, Kenchii bangun. Kenchii jangan tinggalkan ayah ,maafkan ayah Kenchii."Air mata Yoshi pecah di sana ,di saat ia melihat putranya yang sudah kehilangan kesadaran.
Yoshi segera mengangkat tubuh putranya keluar dari toilet ,ia baringkan tubuh putranya di atas brankar pesakitan. Selesai itu ia langsung berlari keluar kamar rawat putranya ,untuk mencari dokter yang merawat putranya .