
Ckelekk......Nathan berjalan berlahan masuk ke dalam kamar agar tidak sampai membangunkan Noemi yang ia pikirkan sudah beristirahat. Yang ternyata saat ia sampai di pertengahan kamar. Nathan yang tengah melihat Noemi yang duduk di atas tempat tidur dengan fokus melihat acara televisi,"Kenapa belum istirahat?".
Kaget Noemi membulat manik matanya jengkal menatap Nathan.
Berjalan lebih dekat ke tempat tidur,"Cepat matikan dan istirahat katanya mau ke Indonesia."Kata Nathan,"Jika besok bangun terlambat tidak jadi berangkat."Lanjut berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Loading sesaat, ia yang baru mengerti secepat matikan televisi dan mencoba untuk istirahat.
Next....
Tangan kekar tiba-tiba merangkul tubuh ini, membuat Noemi yang belum benar-benar tidur tersentak.
Nathan memeluk erat Noemi menenggelamkan mukanya ke dalam leher Noemi,"Tidurlah ."Ucap singkat Nathan.
+++++
++++++++
Keesokan harinya.
Cahaya terang berhasil menembus gorden tebal kamar ini. Membuat seseorang yang tertidur pulas ini terbangun.
Noemi menggeliat untuk melonggar otot-otot tubuhnya, akan tetapi karena terasa berat dan sesak. Ia memilih untuk mengusap-usap kelopak matanya untuk menghilangkan pandangan kabur ini.
"Tuan."Serunya pelan melihat raut wajah damai Nathan yang tertidur pulas merangkul erat tubuh nya.
Antara ingin membangun atau menunggu sampai Nathan bangun dengan sendiri. Memikirkan dua hal itu membuat rasa canggung Noemi menyerang. Di tambah lagi Nathan yang memperingatkan nya berkali-kali untuk tidak memanggil dengan sebutan Tuan. Sementara dirinya sudah terbiasa dengan panggilan itu, juga nama panggilan apa yang harus ia gunakan. Nama, ia sempat beberapa kali menggunakannya. Dan tidak ada masalah untuk Nathan. Namun Noemi justru merasa kurang sopan jika manggil Nathan dengan sebutan nama nya secara langsung.
Pusing memikirkan perang isi kepala,"Mikir apa?".Tanya nada suara berat Nathan dengan fokus atensi menatap lekat raut wajah itu.
Tidak ada balasan dari Noemi yang justru melotot kan matanya menatap lama Nathan.
Sementara Nathan justru tetap tenang melihat raut wajah yang mulai berubah warna itu dengan tatapan nya membulat. Seperti nya menjadi hiburan yang lucu untuk Nathan sampai tersenyum.
Next....
Lama sekali melihat diamnya. Nathan memberikan kiss sekilas sebelum ia beranjak dari tempat tidur,"Kamu mandi saja duluan, biar saya yang mengemasi ini."
Yang di ajak bicara semakin terpaku di tempat nya.
Menggoyang kaki Noemi,"Noemi."Panggil Nathan mengembalikan sedikit kewarasan Noemi.
"Lekas mandi, saya sangat lapar."Masih fokus pada lawan bicaranya.
"Tapi, itu....".
"Hah?".
"Pesawat nya sudah berangkat sejak tadi pagi. Mengantar sahabat-sahabat ku pulang."
"Tidak jadi ke Indonesia."Noemi mulai lesung.
Masih berdiri di dekat Noemi yang masih terduduk,"Jadi, kita berangkat besok."
"Kamu masih lelah karena acara kemarin, saya pikir hari ini kamu istirahat saja. Kita berangkat besok."Nathan menegaskan,"Sekarang kamu mandi dulu saya akan pesankan sarapan."
"Tidak."Tolak,"Makan di bawah saja bersama yang lain...Kak Riska masih di sini kan?".
"Baiklah."
Next......
Selama menunggu Noemi selesai mandi. Nathan yang sudah terbiasa beres-beres kamar atau rumah yang berantakan sendirian. Ia mulai membereskan beberapa kekacauan kecil ini. Seperti melipat kembali pakai pernikahan nya kemarin. Juga membereskan seprai dan selimut berantakan itu.
Next.....
"Ee....".Noemi yang masih bimbang harus memanggil Nathan dengan sebutan apa.
Nathan tengah duduk di Sova dengan kedua kelopak mata yang masih terpejam,"Saya tidak keberatan kamu memanggil saya dengan nama saya langsung."Kata Nathan yang sudah fokus pada lawan bicaranya.
"Dia tidur bagaimana dia tau saya sudah keluar dari kamar mandi."Batin Noemi heran.
Beranjak dari tempat duduknya,"Semuanya sudah saya bereskan. Selesai sarapan kita bisa langsung pulang."
"Ehem."Yang di balas anggukan ringan Noemi.
Nathan berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Next....
"Noemi."Panggil Nathan pada istri yang sibuk merapikan isi kopernya sendiri.
Fokus pada lawan bicaranya,"Kita sarapan di sini saja. Kak Riska sudah pulang sejak tadi."Kata Nathan,"Saya akan pesan makanan, kamu mau sarapan apa?". Lanjut nya.
"Terserah."
"Tidak ada jenis makanan terserah. Kamu mau sarapan apa?".
"Ee!!....,"Loading berpikir sejenak,"...Bubur ayam jika ada."
Membuat tingkat kesabaran Nathan hampir habis karena lambatnya Noemi mengambil keputusan,"Baiklah."Balasnya menghubungi seseorang di seberang sana.