
Di gedung kantor Salvador. Seorang CEO perusahaan sudah di sibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan di ruang kerja pribadi nya.
Tokk.....Tokk......,"Masuk."Tanpa mengalihkan fokusnya pada layar laptop yang menyalah.
Menaruh beberapa berkas yang ia bawa,"Sorry gue agak terlambat."
"Iya, gimana bini lu sehat."
"Sehat."Balas Kenji,"Berkas yang mana yang harus gue rekap lebih dulu."
Nathan melihat beberapa berkas itu,"Yang ini dulu."
"Sama jangan lupa nanti siang ada meeting Nat."
"Lu atur saja semua jadwal seperti biasa."
"Oky."Berlalu meninggalkan ruangan kerja pribadi Nathan untuk mengerjakan pekerjaan nya.
Next.....
"Noemi."Seru Riska pada Noemi yang tengah duduk santai di samping nya. Tentu keduanya tengah di ruang keluarga melihat acara televisi.
"Iya?".
Sama-sama saling melihat lawan bicara nya,"Kamu mau tidak jaga anak ku?".
"Eh?".
"Tidak mau iya."
"Aku tetap akan menjaga nya kan aku Tante nya, tapi kenapa kak Riska ngomong gitu. Emang kak Riska mau kemana?".
"Tidak kemana-mana, cuma mau pastikan kamu mau atau tidak."
"Tentu mau lah kak. Anak kakak adalah keponakan kesayangan ku nanti. Lagian ada mas Nathan juga yang jago ngurus rumah. heheh."
"He kau itu."
"Udah sering lihat tapi entah kenapa suka heran kadang-kadang kak."Noemi bercerita betapa herannya ia dengan sifat suaminya yang sangat beberapa dari pria lain,"Mas Nathan jago sekali ngurus rumah aku sampai kalah, dia bahkan ngerti bahan dapur ."
Riska tertawa kecil,"Ahahaha......".
Next....
Hari sudah menjelang malam akan tetapi Nathan masih duduk di kursi panjang lobi kantor membuat para karyawan yang baru akan pulang merasa kurang enak hati saat berjalan keluar.
Sementara Nathan tetap fokus pada layar laptop nya. Kenji yang baru saja selesai berkemas, ia yang hendak pulang menghampiri Nathan yang ternyata belum pulang.
"Tidak, lu pulang saja kasihan Kalisa nunggu lu."
Sadar ada benarnya ucapan Nathan,"Gue duluan."Kenji berlalu meninggalkan Nathan.
Sesaat kemudian mobil Ezawa baru sampai di depan kantor. Nathan beranjak dari tempat duduknya untuk masuk ke dalam mobil.
Duduk di kursi penumpang samping Ezawa,"Jika bukan karena mobil kesayangan ku di servis aku tidak akan pernah nebeng ."Ucap kesal Nathan menunggu Ezawa sangat lama.
Dengan enteng nya sembaring fokus menyetir mobil,"Sorry macet."
"CK".
+++++++
+++++++++++
27, Januari 2025
Hujan rintik-rintik membuat suasana kota suasana suhu udara di kota menjadi sejuk. Padahal bulan ini adalah musim panas. Begitu juga tepat pada hari ini. Riska Salvador melihat putra pertama secara normal di rumah sakit Gangnam hospital.
Jam 11 malam Riska mengalami kontraksi. Ezawa yang sudah siaga segera mengambil kursi roda untuk Riska duduk selama di bawa naik Liv ke lantai bawah. Nathan yang mendapat panggilan langsung ikut membantu membawakan barang-barang kak Riska.
Sementara Noemi tetap tinggal di rumah untuk menemani Kakek Mamoto. Keduanya baru menyusul ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar kelahiran normal Riska.
Ezawa langsung memeluk putra yang masih bersimbah darah nya, mengumandangkan azan untuk putra pertama nya sebelum akhirnya di serahkan kembali ke pada perawatan.
Di tengah-tengah kebahagiaan ini Nathan yang ikut ke rumah sakit. Ia yang bekerja sama dengan beberapa anak buahnya mulai membagi tugas untuk menjaga keamanan rumah sakit. Menjaga keamanan kakaknya dan keponakan nya.
"Kak Riska."Noemi berlinang haru bahagia saat baru saja masuk ke dalam kamar VIP kawat inap Riska.
Sementara baby boy tengah tertidur pulas di box bayi sampai ranjang pesakitan Riska.
"Mereka berdua kemana?".Riska yang tidak mendapati keberadaan kedua makhluk heboh saat kelahiran nya tadi.
Iya, perlu kalian ketahui juga. Bahkan sepanjang perjalanan ke rumah saat Nathan dan Ezawa sangatlah heboh sendiri. Nathan yang panik harus menyetir mobil dengan cara apa agar sampai ke rumah sakit dengan cepat. Dan Ezawa yang sangat khawatir pada Riska yang kesakitan sampai tanpa sadar ia menirukan apa yang biasanya orang sebelum melahirkan lakukan.
Next
"Keluar."
"Hmm."
"Ututtut....Gemoynya cicit Kakek. Sayangnya Kakek tidak bisa gendong kamu, maaf iya."Kakek Mamoto yang sudah tidak perduli dengan sekitar, karena pedulinya saat ini hanya untuk cicit pertama nya.