
Osaka
pukuk 00.30 ,tengah malam
Dengan sebagian selimut yang menyelimuti tubuhnya. Pemuda yang kini masih terduduk bersilang menghadap meja kecil didepannya dengan fokus belajar ,walaupun hari sudah menunjukkan menjelang tengah malam .
Bahkan pemuda itu sudah mengalami mimisan beberapa kali. Dan dengan lubang hidung sebelah kanan yang tersumbat tisu ,ia tetap terbangun untuk tetap fokus belajar .
Entah apa yang ada di dalam pikiran pemuda itu ,ia benar-benar sangat memaksakan dirinya .
Ia baru merebahkan tubuhnya setelah jam 2 malam lewat .Pemuda itu baru memejamkan matanya, setelah 5 jam lamanya ia belajar.
+++++++++
Pukul 05.20
Selasa
Pemuda yang masih tidur terlentang di atas tempat tidurnya , mengerjakan matanya yang berlahan-lahan terbuka. Ia tatap langit-langit kamarnya yang tampak tidak ada yang menarik di sana.
Sampai suara dari luar kamarnya yang memanggil namanya mengusik lamunannya."Kenchii, bangun ."
Suara itu adalah suara Yoshi, ayah Kenji yang sekarang tengah sibuk membuat sarapan pagi untuk putranya.
"Kenchii." Teriak Yoshi dari dapur memanggil nama putranya.
"Saya sudah bangun, Yah." Balas Kenji yang masih setia tidur terlentang di atas tempat tidurnya .
Tubuhnya terasa sangat malas untuk di ajak bangun .Akan tetapi setelah melihat jam dinding yang terpasang di dinding kamar tidurnya. Kenji segera beranjak dari zona nyamannya .
Ia ambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya ,ia bawa handuk itu keluar kamar bersamanya .Kenji berjalan pelan keluar kamar tidurnya untuk ke kamar mandi yang tidak terlalu jauh dari kamar tidurnya .
Sesaat kemudian ,setelah selesai mandi dan berpakaian seragam sekolah .Kenji segera membawa tas sekolahnya ,lalu beranjak keluar untuk mengenakan sepatu sekolahnya.
Yoshi yang melihat dari kejauhan ,segera keluar dari dapur .Ia hampiri putranya yang terduduk di depan pintu yang masih tertutup."Mau berangkat?".Tanya Yoshi yang kini manik hitam lekatnya terfokus kepada putranya yang tegah mengenakan sepatu sekolahnya .
Kenji beranjak dari tempat duduknya."Iya ,saya berangkat dulu, Yah ."Pamitnya kepada ayahnya.
"Tidak makan dulu ,ayah sudah buatkan sarapan kesukaan kamu loh .Sekarang juga masih pagi, kenapa buru-buru?". Tanya Yoshi dengan perhatian yang masih sama .
Kenji tersenyum tipis ."Tidak perlu ,Yah. Saya berangkat dulu."
Ia yang hendak berangkat sekolah akan tetapi dengan cepat lengan kirinya di genggam oleh ayahnya ."Kamu baik-baik saja kan? Kalau kamu sakit tidak perlu masuk sekolah ,istirahat saja dulu ."Kata Yoshi menatap lekat wajah putranya yang sedikit memucat .
Kenji melepas genggam tangan ayahnya dari lengannya ."Saya baik-baik, Yah. Saya hanya ingin berangkat lebih pagi saja ."
"Nanti malam saya pasti akan menghabis semua makan malam yang ayah buatkan. Kenji berjanji."Lanjutnya membalas hangat tatapan ayahnya yang terlihat khawatir dengan keadaannya .
"Saya berangkat dulu ."Pamitnya beranjak pergi meninggalkan ayahnya .
Yoshi hanya terdiam sembaring memperhatikan putranya yang membuka pintu rumah ,sampai putranya menghilang dari perhatiannya .Ia masih setia terdiam di depan pintu rumahnya yang sudah kembali tertutup.
"Semoga tidak ada yang kamu sembunyi dari ayah ,Kenji." Ucap seduh Yoshi .
++++++++++
Pukul 06.10
Nathan mulai beranjak meninggalkan pekarangan rumahnya untuk segera berangkat sekolah .
Pagi hari ini .Nathan berangkat dengan berjalan kaki ,mengingat sepedanya kemarin yang masih kotor terkena lumpur .
Ia berjalan berlahan menjauh dari depan rumahnya ,sembaring merasakan kakinya yang sedikit nyeri jika di buat berjalan .Seperti biasa di perempat jalan ia berhenti sejenak .Ia lihat arah gang rumah Benji ,yang terlihat di sana Benji yang sudah dekat sedang berjalan kecil ke arahnya .
Menghentikan langkah kakinya di depan Nathan."Kenapa tidak bawa sepeda?".Tanya Benji yang kini fokus kepada lawan bicaranya.
"Sepeda kotor .Bang Benji lupa kita kemarin kenapa?."Kata Nathan tanpa menatap lawan bicaranya.
"Hahhhhh." Suara tawa Benji yang cukup keras.
"Lagi lu, di bonceng banyak tingkah." Ujarnya dengan tertawa lepas.
"Hem." Dehem Nathan yang mulai beranjak berjalan .
Memperhatikan langkah Nathan yang sedikit tertatih-tati. Benji segera mempercepat langkahnya menyusul Nathan.
Walaupun Nathan sudah berusaha untuk berjalan seperti biasanya, akan tetapi jalan tertatih-tati masih terlihat oleh Benji yang menyusul langkah dari belakang ."Kaki lu kenapa?".Tanya Benji yang sudah jalan beriringan dengan Nathan .
"Tidak perlu tanya." Balas ketus Nathan .
"Maaf Nat ,lagian kemarin tidak sepenuh salah gue."
"Iya-iya ,cepat jalan jika tidak ingin ketinggalan kereta ."
Kedua pemuda berseragam sekolah itu melanjutkan langkah mereka dengan hening dan hanya sesekali membuka percakapan singkat. Setibanya di stasiun kereta mereka langsung beranjak masuk ke dalam kereta ,karna saat itu kereta yang akan mereka naiki juga sudah sampai di stasiun .
Sesaat kemudian ,kedua pemuda yang berseragam sekolah yang sudah keluar dari kereta kini sedang berjalan kaki menunju sekolah mereka yang sudah dekat .
Di saat mereka berdua dengan berjalan santai memasuki halaman depan sekolah .Tiba-tiba wanita dengan mimik wajah panik berlari menghampiri mereka berdua .
"Ada apa Mika?". Tanya Benji yang mengenali perempuan yang tengah sedikit membungkukkan badannya mengatur nafasnya yang tidak beraturan.
"Ken-Kenji...." Ucap Mika yang masih ngos-ngosan mengatur nafasnya.
Mendengar nama Kenji yang tersebut."Kenapa?Kenapa dengan Kenji?". Kini giliran Nathan yang langsung ikut panik khawatir dengan keadaan Kenji .
"Kenji di hajar sama bang Hanam di kelas."Jelasnya dengan cepat dan lancar .
Nathan langsung mempercepat langkah kaki jengkalnya. Ia berlari secepat mungkin masuk ke dalam gedung sekolah .Ia bahkan sampai lupa untuk menganti sepatunya dengan sepatu khusus sekolah yang di gunakan saat ada di dalam gedung sekolah .
Benji yang menyadari itu langsung ikut menyusul Nathan yang sudah berlari jauh meninggalkannya .
++++++++++
Pukul 06.00
Sebelum kejadian .
Saat ini masih terlalu pagi untuk guru-guru datang ke sekolah .Bahkan untuk murid-muridnya. Namun tidak untuk Kenji ,ia berangkat terlalu awal ke sekolah yang masih terlihat sangat sunyi dari keramaian siswa-siswi atau guru-guru.
Kenji berjalan berlahan masuk ke dalam gedung sekolah ,ia masukkan kaki panjangnya berjalan naik ke lantai atas gedung sekolah. Untuk pergi ke ruang kelas MIPA C .Kenji berjalan naik ke lantai atas di mana kelasnya berada .
Setibanya di sana ia langsung beranjak masuk ,ia taruh tasnya di atas meja kelasnya. Lalu ia dudukkan pantatnya di atas kursinya untuk ia segera memejamkan matanya yang mulai terasa berat untuk diajak membuka mata.
Belum lama ia memejamkan matanya, tiba-tiba seseorang dari pintu belakang kelas .Membuka paksa pintu itu .
Oya ,kelas Nathan memiliki dua pintu ,satu pintu ada di depan dekat meja guru .Dan pintu yang kedua ada di belakang dekat lemari loker tempat biasa murid-murid menaruh buku-buku atau barang bawaan lain .
Brak.....
Walaupun Kenji mendengar jelas suara pintu yang dibuka paksa. Ia tetap setia memejamkan matanya karena kepalanya mulai terasa sedikit pusing. Mungkin ini akibat ia semalam tidur terlalu larut malam .
Akan tetapi tiba-tiba kepalanya dipaksa mendongak ke atas ,karna rambut kepalanya di tarik paksa ."BU**DEK LU?!".Umpat pemuda yang menarik kuat rambut kepala Kenji sampai kepala Kenji mendongak paksa ke atas .
Kenji berusaha menepis tangan pemuda didepannya dengan paksa .
Saya harap pemuda itu segera melepas genggamnya ,karna apa yang di lakukan pemuda itu membuat kepala Kenji semakin terasa sakit .
Brguk....
Satu pukulan keras mendarat tepat di wajah Kenji .
Kenji langsung tersungkur ke lantai karna kursi yang ia duduki ikut terdorong paksa ke sampai. Tidak hanya sakit di tubuhnya, ia juga merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya .
Ia berusaha untuk cepat-cepat bangkit .Akan tetapi pemuda yang tadi menarik kerah baju Kenji sampai badannya sedikit terangkat .
"Buat lu menderita!". Balas Pemuda didepan Kenji menatapnya tidak kalah tajam .
Bergkk......
Brugk.....
Brugk......
Pemuda itu terus melayangkan pukulannya kepada Kenji ,sampai Kenji kewalahan dengan tindakan brutal pemuda didepannya.
Walupun Kenji berhasil menghindar dari beberapa pukulan pemuda didepannya ,ia tetap terkena hantaman pukulan.
Dengan keadaan tubuhnya yang sebagai tertindih oleh tubuh pemuda didepannya yang ukuran badannya lebih besar dari Kenji .Itu juga yang membuat Kenji sedikit kesulitan untuk menghindar .
Sementara itu ke tiga teman pemuda yang menghajar Kenji ,hanya tertawa lepas sambil memperhatikan perkelahian didepannya .
Mungkin itu terlihat lucu bagi ketiga pemuda ini. Tapi tidak untuk saya. Kenji begitu sangat kalap akan kesakitan .Ia benar-benar butuh pertolongan untuk saat ini.
Menahan sakit di kepalanya yang semakin menyerang ,juga dirinya yang dipaksa untuk tetap fokus melawan pemuda didepannya yang terus menghajar dirinya dengan memberinya pukulan-pukulan yang dilayangkan kepada dirinya.
Kenji mencengkram kuat salah satu tangan pemuda didepannya ,ia tatap pemuda itu dengan tatapan memohon untuk berhenti menghajarnya.Ia sudah sanggup lagi hidung kembali mimisan ,mengalirkan darah segar. Akan tetapi itu tidak berhasil meluluhkan hati pemuda didepannya yang terus menghajar dirinya tanpa henti .
Melihat seragam yang dikenakan Kenji sudah acakan penuh dengan beberapa bekas darah dan melihat Kenji yang sudah tergolek lemah tidak berdaya.
Hanam ,pemuda yang menghajar Kenji habis-habisan itu lantas beranjak dari atas tubuh Kenji .
Dengan sisa tenaga Kenji berusaha bangkit .Akan tetapi dengan cepat Hanam kembali menarik rambut kepala Kenji sampai kepalanya mendongak paksa menatap kearahnya.
"Gue belum puas bodoh!Kenapa lu sudah mau pingsan?". Ucapnya yang tidak perduli dengan keadaan Kenji saat ini .
Brugk.....
Tubuh Kenji terbanting cukup keras ke lantai kelasnya .Hanam ,orang yang menarik rambut kepala Kenji dengan paksa lalu membanting tubuh Kenji kelantai .
Tidak sampai di situ .Kenji tergeletak di lantai, merintih kesakitan merasakan sakit di kepalanya yang semakin menjadi-jadi ,di tambah dengan rasa sakit akan tangannya sedikit tergilir ,akan tetapi ia justru mendapatkan tendangan yang cukup kuat mendarat di perutnya .
Berkali-kali berulang ia mendapatkan tendangan itu .Sampai mulutnya memuntahkan cairan bening ,akan tetapi Hanam tidak memperdulikannya .Ia tetapi melanjutkan aktivitas .
"HOh lu akan membunuhnya, Hanam." Ucap salah satu pemuda di sana yang menatap malas tanpa beranjak dari tempat duduknya membantu Kenji yang sudah tergolek lemas .
Hanam kembali menarik kerah baju Kenji sampai tubuhnya terangkat."Manusia tidak akan mati semudah itu. Benar kan baji**ngan?."Ucapnya menatap sinis ke Kenji .
Kenji memasang tatapan memohon, memohon untuk menghentikan menendang perutnya. Perutnya benar-benar terasa sangat sakit ,kepalanya juga terasa semakin sakit saat ini .Ia benar-benar ingin memuntahkan semua seisi perutnya ,tapi apa yang dimuntahkan ia bahkan tidak memakan apa-apa tadi pagi.
Ia hanya memuntahkan cairan bening dari dalam mulutnya .
"Baji**ngan ,jorok tol**ol."Umpat Hanam.
Hanam yang mengetahui Kenji muntah mengenai celananya, langsung kembali membanting tubuh Kenji sampai membentur kuat ke lemari yang ada di belakang kelas .
Berak...
Brugk....
Bersamaan dengan itu pemuda dengan sorot manik hitam lekat yang membulat sempurna membuka paksa pintu belakang kelas .
"Ken." Ujar pemuda itu yang tidak lain adalah Nathan .
Nathan segera mempercepat langkahnya mendekati Kenji yang sudah tergolek lemah .
"Kenji kamu tidak papa kan?". Uhm pertanyaan basah basi Nathan .Nathan seharunya tidak bertanya seperti itu melihat keadaan Kenji yang sudah tidak baik-baik saja .
Nathan mencoba membantu Kenji berdiri ,akan tetapi dengan cepat Kenji menepis tangan Nathan dengan kasar .
Hanam yang melihat itu tersenyum miring."Lu bod*oh ,dia sudah jelas-jelas menolak bantuan lu .Kenapa lu masih membantu pria beban kayak dia?".
"Kamu jangan keras kepala Kenji .Saya tidak perduli kamu membenci diri saya sebesar apa. Untuk saat ini saja Kenji, terima bantuan saya .Kamu tidak kasihan dengan ayah kamu .Ayah kamu akan sangat sedih, jika melihat kondisi kamu seperti ini Kenji ."Tutur kata Nathan beruntum tanpa jedah kalimat membujuk Kenji yang keras kepala.
Bruk....
Hanam menendang tubuh Nathan yang berjongkok di depan Kenji sampai terbentur ke lantai cukup kuat .
Tidak perduli dengan Nathan. Hanam langsung menarik kerah baju Kenji kembali ,sampai tubuhnya kembali sedikit terangkat. Kenji saat ini benar-benar sangat lemah ,ia benar-benar kehabisan energi untuk melawan .Ia tidak berdaya lagi dengan tubuh lemahnya ,ia hanya terdiam menerima perilaku Hanam yang kembali membentur-benturkan kepalanya ke lemari yang ada di sana .
Sampai membuat kepala Kenji mengeluarkan sedikit darah segar dari sisi-sisi rambut kepalanya .
Brugk......
Nathan menendang tubuh Hanam sampai terlempar membentur dinding kelas .Tidak sampai di situ Nathan kembali mendekati Hanam yang belum sempat bangkit itu .
Lalu dengan seperti monster Nathan menarik kerah baju Hanam yang ukuran badannya lebih besar dari dirinya itu ,sampai tubuh Hanam sedikit terangkat ke atas .
Tidak hanya mencengkram kuat kerah baju Hanam .Nathan juga langsung melayangkan pukulan-pukulan keras yang mendarat di wajah mulus Hanam berkali-kali tanpa jedah istirahat .
Ketiga pemuda yang menyaksikan itu hanya bisa terdiam mematung melihat sifat brutal Nathan yang menghajar Hanam .
Sedangkan Kenji yang tergolek lemah dengan samar-samar ia melihat bagaimana Nathan menghajar Hanam habis-habisan sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya.
Benji yang baru sampai di sana,langsung membulatkan manik coklatnya sempurna.Ia segera berlari masuk ke dalam kelas ,ia rangkul pinggang Nathan untuknya ia tarik menjauh dari Hanam yang tergolek bersimbah darah .
Dengan menarik paksa tubuh Nathan menjauh dari Hanam."Nat berhenti ,Nat ." Ucap Benji yang di abaikan oleh Nathan yang masih memberontak.
"Nat berhenti, sudah cukup Nat ,hentikan."Ucapnya kembali yang masih di abaikan dengan Nathan yang tetap memberontak untuk menghajar Hanam kembali .
"WOY kalian ,BODOH!". Bentak Benji kepada ketiga pemuda yang hanya terdiam tercengang memperhatikan perkelahian didepannya.
Ketiga pemuda itu langsung tersadar ,dan menengok ke arah Benji bersamaan."CEPAT BAWA BRENG***SEK INI KELUAR!".Teriak Benji yang sudah emosi dengan situasinya saat ini.
Walaupun Benji lebih muda dari ketiga pemuda tadi .Layaknya seorang majikan yang menyuruh anjingnya membuang sampah. Ketiga pemuda itu langsung menurut membantu Hanam berdiri dan membantu Hanam keluar dari kelas tersebut .
"LU JUGA NAT!SUDAH HENTIKAN!LU LIHAT KENJI ." Benji dengan nada suara yang sudah tidak bersahabat lagi .
Nathan segera terdiam ,ia berpaling melihat Kenji yang sudah tidak sadarkan diri tergeletak di sana .
Benji segera melepaskan kedua tangannya yang melingkar di pinggang Nathan .Sementara itu .Nathan sudah lebih tenang kini manik hitam lekatnya terfokus kepada Kenji ,ia segera beranjak mendekat ke tempat Kenji .
Ia pangku kepala Kenji dalam pangkuannya."Ken bangun ,Kenji bagun, Ken."Ucapnya bergetar menampar pelan pipi Kenji berkali-kali.
Melihat kondisi Kenji yang sangat memperhatikan."Kita bawa Kenji ke rumah sakit." Sarah Benji .
"Iya-iya ." Nathan dengan wajah khawatir.
"Bantu gue ,angkat tubuh Kenji ke atas punggung gue .Biar gue yang gendong."Nathan membaringkan tubuh Kenji kembali ke lantai .
Benji mengangguk ringan membalas perkataan Nathan .
Benji mengangkat tubuh Kenji naik ke atas punggung Nathan yang sudah berjongkok siap untuk mengendong .
Dengan mengendong tubuh yang tidak sadarkan diri Kenji .Nathan dan Benji langsung berlari keluar kelas dengan langkah kaki jengkal mereka berdua .Tidak lupa sebelum mengikuti langkah Nathan .Benji memungut tas Nathan dan Kenji .Ia bawa kedua tas itu bersamanya.
Di lantai bawah yang mulai ramai dengan beberapa murid yang berdatang berangkat sekolah ,tidak menyulitkan langkah kedua pemuda itu untuk terus mempercepat langkahnya .
Nathan berlari-lari keluar gedung sekolah tanpa memperdulikan berpapasan dengan siapa, dan bagaimana ia diperhatikan oleh beberapa pasang mata.
Benji yang langkahnya di hentikan oleh Hiroyuki yang baru saja berpapasan jalan dengan Nathan yang mengabaikannya .
"Kenapa Kenji di gendong dengan Nathan ,ada apa?". Tanya Hiroyuki yang ikut khawatir .
Tanpa menghentikan langkahnya."Nanti gue jelaskan ,gue harus nyusul Nathan .Tolong ijinkan kita bertiga tidak mengikuti kelas untuk hari ini ."Kata Benji yang melanjutkan larinya menyusul Nathan .
"Ka-....".Hiroyuki yang perkataan terputus dengan kalimat Benji .
Dari kejauhan."TOLONG HIRO, IJINKAN KITA BERTIGA."Teriknya dengan suara lantang .