
Osaka
Pukul ,09.19 menjelang siang .
Selasa
Sudah hampir menjelang siang .Namun sang Surya semakin tidak menunjukkan wujudnya. Matahari ini semakin menghilang tertutup awan abu-abu di atas sana .
Angin yang berhembus sepoi-sepoi ini masih terasa sedikit mendingin menusuk kulit .Yang membuat beberapa orang di sana mengenakan pakaian hangat yang tidak terlalu tebal untuk melindungi suhu tubuh mereka.
Di tengah pergantian cuaca ini ,pemuda yang mengenakan pakaian piyama rumah sakit ini .Masih setia terduduk di salah satu kursi panjang yang tersedia di sana seorang diri .Dan untuk melindungi tubuh dari hawa dingin ,ia hanya menggunakan syal pemberian perawatan yang mengantarkannya ke taman ini tadi.
Lama pemuda ini berdiam diri sendirian di sini .Sembaring menikmati hembusan hawa dingin yang sangat menenangkan, untuknya.
Bahkan untuk ke beberapa kalinya ,pemuda ini membuang nafasnya dengan berlahan-lahan setelah selesai menghirup segarnya udara yang tidak terlalu dingin ini .
"Sumimasen, tuan ."Suara yang membuat pemuda ini langsung berpaling melihat sumber suara.
Kini manik hitamnya yang sudah terfokus dengan seseorang di depannya ."Ne!?".
Seseorang wanita muda yang duduk di atas kursi roda ini ,menatap balik manik hitam lekat pemuda di depannya."Dame ,bisanya saya duduk di sini .Namun sudah ada anda ,saya akan permisi mencari tempat lain. "Ucap wanita muda ini .
"Matte ,matte .Kamu di sini saja ,saya yang akan pergi ."Nathan membalas dengan cepat sebelum wanita muda ini berlalu pergi .
"Shinai .Bagaimana kalau saya di sini saja ,tapi anda jangan pergi .Jika diperbolehkan saya ingin berbagi tempat duduk dengan anda?."Ucap wanita muda ini sekali lagi .
"Hem tentu ,silakan ."Nathan yang mempersilakan wanita ini untuk mendekatkan kursi rodanya .
Wanita muda ini hanya mengangguk ringan ,dengan senyum manisnya. Dikala ia berhasil menggerakkan kursinya untuk lebih dekat dengan kursi panjang yang di duduki Nathan .Wanita muda ini segera berubah untuk beranjak dan berpindah tempat duduk.
Nathan yang memperhatikan sejak tadi pun segera beranjak membantu wanita muda ini berpindah tempat duduk .
Di kala sudah terduduk di kursi panjang ."Arigatogozaimashita ,tuan ."Ucap wanita muda itu .
Menyungging senyum ramahnya membalas perkataan wanita muda yang tengah duduk di samping ,dengan berucap ."Sama-sama."
Selepas percakapan singkat berakhir ,wanita muda ini hanya terdiam sembaring membaca sebuah buku yang dibawanya .
Nathan sesekali mencuri perhatian memperhatikan wanita muda di samping."E ,kamu sakit apa?".Tanya Nathan .
"Hem ."Dengan membalikan perhatian melihat Nathan ."Kangker darah Multiple myeloma."Balasnya .
Selepas mendengar jelas."H!?".Nathan yang sedikit membulatkan manik hitam lekatnya sempurna menatap wanita di depannya.
*Sedikit info .
Multiple myeloma merupakan kanker yang menyerang plasmosit, yaitu bagian dari sel darah putih yang bertugas memproduksi antibodi guna mengatasi infeksi. Ketika produksi antibodi terganggu, penderita rentan mengalami infeksi.
Multiple myeloma terjadi ketika sel plasma yang tidak normal muncul di sumsum tulang dan berkembang dengan cepat. Sel-sel tidak normal ini terus memproduksi antibodi yang menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti tulang dan ginjal.*
Masih diposisi yang sama .Namun perhatian melihat ke arah lain ."Anda pasti jijik dengan saya?".
Mendengar itu Nathan langsung membalas dengan cepat ."Dame ,dame ,dame ,saya tidak jijik sama sekali ."Berpaling melihat ke arah lain .".......Saya kaget ,wanita semuda anda sudah memiliki penyakit separah ini ."Lanjutnya.
Wanita tertawa kecil sembaring berucap ."Beginilah permainan hidup, tuan."
Berpaling melihat wanita muda yang duduk di samping."Namae wai ,nani? Rasanya tidak enak ,jika tidak saling mengenal."Ucap Nathan sembaring menyungging senyum ramahnya.
Wanita muda ini menyungging senyum tipisnya."Harumi Yuriko ,kamu?".Ucap wanita muda ini.
"Nathan Salvador .Panggil saja ,Nathan ."Ucap Nathan membalas pertanyaan wanita muda di depannya.
"Nathan ,nama yang bagus seperti sang pemilik ."Ucap Yuriko ,nama wanita muda ini.
Masih di posisi yang sama ."Saya panggil anda ,Yuriko .Nama yang cantik seperti sang pemilik."Ucap Nathan sembaring menyungging senyum ramahnya ."Hemm ....". Dehemnya melihat ke arah lain ."......Yuriko yang semangat .Apapun pasti bisa sembuh, jika kita semangat berjuang."Lanjut berucap .
"Terima kasih ,mungkin saya akan lebih semangat lagi menjalani pengobatan panjang ini ."Yuriko memperhatikan ke arah lain ."Kamu sendiri sakit apa?".
Melihat lawan bicaranya."Saya hanya kelelahan bertengkar dengan teman saya."
"Hem, jika saya bisa .Saya sangat ingin sekali memiliki teman seumur dengan saya ."Yuriko sedikit memperlihatkan senyum tipisnya memperhatikan ke arah lain.
*Harumi Yuriko ,wanita muda yang tengah sakit kanker darah .Wanita cantik ini terlihat seumuran dengan Kenji atau Nathan .Namun wanita ini terlihat lebih kurus dari wanita-wanita muda lain yang seumuran dengannya .*
"Bagaimana jika besok sepulang sekolah saya mampir ke sini .Saya akan mengajak teman saya ,agar kita bersama bisa mengobrol bersama-sama."Ucap Nathan yang antusias.
Sedikit menunduk perhatiannya ."Besok saya tidak bisa ,saya besok ada cuci darah yang mengharuskan saya untuk beristirahat seharian ."Ucap Yuriko.
Lama tidak ada jawaban dari Nathan ."Kamu punya ponsel?".
"Tidak."
"......Jika kamu ingin menemui saya ,datang saja ke kamar C di lantai empat."Lanjutnya .
"Permisi ."Ucap perawat wanita tadi .
"......Sudah waktu anda istirahat ,tuan."Lanjut berucap perawat wanita ini , sembaring menatap Yuriko ."Nona sebentar lagi akan di jemput untuk beristirahat .Tunggu sebentar ,nona Yuriko ."
Beranjak dari tempat duduknya ."Suster antar ,Yuriko saja .Saya akan kembali ke kamar saya sendiri ."Melihat Yuriko ."Yuriko harus segera beristirahat kan."Ucapnya kembali .
"Baiklah ,tuan."Balas perawat ini membantu Yuriko .
Sementara perawat ini sibuk membantu Yuriko .Di saat yang bersamaan Yuriko ingin mengucapkan terimakasih ,akan tetapi Nathan sudah tidak terlihat lagi di sana .
+++++++
Pemuda yang masih mengenakan piyama rumah sakit ini ,berjalan dengan langkah santai menyusuri lorong rumah sakit ini untuk kembali ke di mana kamar rawat inapnya tadi .
Sesampainya di dalam ."Eh!?".Nathan melihat brankar pesakitan samping tempat tidur sudah ada yang menepati .
Dua orang lanjut usia ada di sana .Seorang kakek-kakek yang tengah menemani istrinya yang tengah sakit berbaring di atas tempat tidur rumah sakit .
Nathan hanya mengangguk canggung memberi hormat ,sembaring berjalan melewati brankar pesakitan tempatnya nenek ini sakit. Selepas sudah di dekat brankar nya tidur. Nathan langsung beranjak naik ke atas untuk merehab kan tubuhnya yang sedikit letih.
Walaupun sudah terbaring ,Nathan sempat mencuri perhatian melihat ke tirai di samping yang tertutup .Tirai yang memisahkan brankar tidur ,dengan brankar nenek yang sakit di sampingnya .
Karena merasa kurang nyaman ,Nathan pun mendudukkan dirinya sendiri .Dengan tetap bersandar di bantalnya .Ia main-mainkan layar ponselnya yang tidak ada hal menarik di sana .
Sampai waktu terus berputar ,dan hari menjelang sore mulai tiba .Langit-langit yang mendung ini semakin sore semakin mengelap ,seakan hujan akan segera turun sebentar lagi .
Nathan ,pemuda ini juga sudah tidak menegakkan alat-alat infus cairan terpasang di tubuhnya .Karena sebelum menjalang sore ini ,dokter pria yang memeriksanya datang kembali ke ruang rawatnya untuk memeriksa keadaannya .Dokter itu bilang ,jika Nathan akan segera di perbolehkan untuk segera pulang .
Selang beberapa menit bersamaan dengan itu langkahkan kaki yang berjalan masuk terdengar oleh Nathan yang belum memejamkan matanya dengan baik kembali ini.
"Nak Nathan."Nathan yang mendengar itu sayup-sayup ia buka matanya ,ia lihat pria dewasa di samping brankar nya tidur ."Ayo bersiap ,kamu sudah di perbolehkan pulang hari ini ."Kata Yoshi yang sudah menatap manik hitam lekat Nathan.
"Benarkah paman?".Nathan yang menatap dengan penuh semangat .
Yoshi mengangguk ."Iya ,sudah cepat ganti baju kamu ."Dengan memberikan tas ransel kepada Nathan .
Nathan segera beranjak turun ,lalu berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi yang tersedia di kamar rawat inap ini .
Sesaat kemudian .Nathan sudah mengenakan pakaian yang berbeda .Yoshi juga sudah selesai berkemas .Alhasil keduanya langsung beranjak berlalu pergi dari sana untuk segera mengurus semuanya di resepsionis rumah sakit ,lalu kembali pulang .
++++++++++
Pukul ,16.59 menjelang malam
Pemuda yang duduk di kursi penumpang tegah ini segera beranjak turun di kala pintu mobil sudah terbuka lebar. Pemuda ini langsung berangkat masuk ke dalam rumah ,untuk segera mendukung tubuhnya di sova yang tersedia di ruang tamu.
Sesaat setelah itu ,Yoshi mengikuti Nathan masuk ke dalam rumah .Yoshi tarus kunci mobil dan rumah Nathan di atas meja yang tersedia di ruang tamu .Sebelum ia ikut duduk di salah satu sova di sana .
Nathan yang masih di posisi yang sama."Maaf paman tidak bisa membuatkan minuman."Ucap Nathan .
"Tidak papa ,Nak Nathan .Saya juga harus segera kembali ke bengkel ."Balas Yoshi ."......Jika boleh ,nanti Kenji akan tidur di sini menemani Nak Nathan?".Lanjutnya bertanya.
"Boleh paman ,jika itu tidak merepotkan Kenji."
Beranjak dari tempat duduknya."Baiklah nanti paman kasih tahu Kenji .Paman pamit ,jika ada apa-apa segera telfon paman ."Ucap Yoshi yang di balas anggukan ringan dari Nathan .
Yoshi beranjak pergi meninggalkan kediaman rumah Nathan dengan menaikkan motornya yang terparkir di depan garasi tadi .
Lama selepas kepergian ,Yoshi .Nathan pun segera beranjak dari tempat duduknya .Ia pergi ke pintu depan untuk kembali menutup pintu depan rumahnya. Tidak lupa ia juga mengunci pintu depan rumahnya.
Selesai dengan itu ,ia berbalik dan kembali berjalan masuk untuk menaiki tangga rumahnya .Tangga di mana jalannya untuk pergi ke kamar tidurnya .
Setelah perjalanan lamanya menaiki tangga ,dan berjalan sedikit setibanya di lantai dua rumahnya .Nathan yang kini sudah ada di dalam kamar langsung saja menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur ternyaman .Tanpa menutup kembali pintu kamarnya ,Nathan langsung saja memejamkan kedua matanya untuk segera berselancar di dalam dunia mimpi.
+++++++++++
++++++
Seoul
Pukul ,16.59 . Menjelang malam
Wanita berparas cantik ini ,mempercepat langkah kaki kecilnya berjalan melewati jalanan rumah yang tidak terlalu besar berdiri di depannya.
Wanita ini terdiam di depan pintu rumah ini. Ia tekan tombol bel rumah berkali-kali dengan kasar .Sampai sesosok pria dewasa keluar dari dalam rumah ini .
Riska ,wanita ini menatap dingin kepada pria sang sudah hampir lanjut usia di depannya."Apa mau anda?".Ucapnya membuka percakapan.
Dengan tersenyum miring ,pria ini menjawab ."Saya ingin kamu mengembalikan nama perusahaan menjadi atas nama saya kembali ."
Tanpa berekspresi apapun selain berwajah datar nan dingin ."Jika tidak?".Riska yang justru kembali bertanya .
Mendekati Riska dan menarik kerah kemeja Riska sampai tubuh kecilnya sedikit terangkat ke atas."Saya akan terus teror perusahaan kamu ,sampai perusahaan kamu hancur ."Ancam pria ini berbicara tepat di depan wajah Riska .
Masih dengan manik mata yang dingin ."Apapun rencana anda ,selama ada saya perusahaan ini akan baik-baik saja .Tuan Hyun Jun-su ."
Dengan raut wajah marah ,Hyun Jun-su .Pria ini langsung mendorong tubuh Riska sampai membentur salah satu tiang rumah ini .
Riska merintih kesakitan ,namun ia tetap tegar .Ia tetap berdiri sempurna menatap pria yang tengah marah di depannya .
Sampai Riska hampir saja mendapatkan bogem mentah ,akan tetapi dengan cepat ia berhasil menggalakan itu. Ia kunci tubuh Hyun Jun-su ,dan menekan kepalanya cukup kuat ke kaca jendela rumah ini sampai terlihat sedikit retakan kaca di sana .
Dan ,dengan posisi yang masih sama ."Saya memberikan anda satu kesempatan lagi untuk segera mengakhiri ini ."Ucap Riska .
Riska lepaskan Hyun Jun-su . Lalu ia beranjak berlalu pergi dari sana .Ia naiki mobil Buggatti La Voiture Noire warna hitamnya untuk segera tancap gas dari halaman depan rumah ini .
Kalian pasti bingung kenapa Riska begitu sangat marah dan sampai berani mendatangi kediaman rumah Hyun Jun-su seorang diri.
Itu karena ,Hyun Jun-su hampir saja memperalat istri Baek Dae-hyun untuk melawannya .Namun itu semua gagal di kala Baek Dae-hyun berhasil menolong istrinya yang hampir saja di culik .Lalu bagaimana Riska bisa tahu?
Riska tahu dari salah satu anak buahnya (bodyguard) .Awalnya ia memang tidak tahu apa-apa ,akan tetapi karena salah satu anak buahnya akhirnya ia tahu semuanya .Riska langsung menyuruh keluarga paman Dae-hyun untuk menginap di rumahnya untuk beberapa hari sampai masalah ini mereda .Ia melakukan ini juga demi keselamatan orang-orang terdekat agar tidak sampai ada korban hanya karena ulah Hyun Jun-su yang gila harta .
Kalian juga pasti berpikir kenapa tidak lapor polisi?Polisi tidak akan bertindak hanya dengan bukti omong saja. Oleh karena itu saat ini Riska masih berusaha sendiri untuk melawan kelicikan Hyun Jun-su.
Sesampainya mobil Buggatti La Voiture Noire hitam ini di dalam pekarangan depan rumah mewah ini .Riska yang baru saja ingin beranjak keluar setelah selesai memarkirkan mobilnya dirinya langsung di sambut oleh Baek Dae-hyun.
Paman Dae-hyun yang kini tengah berdiri di dekat mobil pribadi Riska ."Agassi ,Riska Agassi baik-baik saja ?".
"Saya baik-baik saja .Bagaimana keadaan bibi dan putri paman ,sudah baikan?".Riska yang justru bertanya balik .
"Sudah baikan ,Nona ."Balas Baek Dae-hyun.
Riska hanya tersenyum tipis sembaring beranjak pergi dari sana ,untuk segera masuk ke dalam rumahnya .
Di dalam rumah ,Riska mendapati istri dan putri paman Dae-hyun masih terduduk di ruang tamu .Alhasil Riska segera melangkah mendekat ,istri dan putri paman Dae-hyun yang menyadari itu segera beranjak dari tempatnya duduk .
Riska yang melihat itu segera berucap ."Bibi duduk saja ,kenapa harus berdiri .Anggap saja rumah ini seperti rumah bibi ."Dengan tersenyum ramah.
"Bik Yong-see ,Bik Yun ."Panggil Riska kepada kedua pembantu rumahnya .
Belum lama Riska memanggil ,kedua pembantunya langsung datang ke ruang tamu .
Melihat kedua pembantu sudah di hadapannya."Bik Yong-see ,Bik Yun ,tolong antar kan bibi Yo-min dan putrinya ke kamar .Agar mereka bisa beristirahat ."Perintah Riska kepada kedua pembantu rumah.
Keduanya mengangguk ringan ,lalu segera beranjak mempersilakan bibi Yo-min dan putri untuk berjalan lebih dulu mengikuti Bik Yong-see yang menunjukkan jalan .
Sebelum pergi dari sana Bibi Yo-min sempat berkata ."Terimakasih ,Nona ."Yang hanya di balas senyum ramah oleh Riska .
Selepas kepergian istri dan putri Paman Dae-hyun .Riska langsung mempersilakan pamannya untuk duduk agar ia bisa memulai membahas rencana lain untuk membuat perlindungan perusahaannya dari kelicikan Hyun Jun-su.
Paman Dae-hyun yang sudah terduduk di salah satu sova yang tersedia di sana ."Nona terimakasih sudah memperlakukan keluarga saja dengan sangat baik ."
"Saya hanya melakukan ,selaku nya seorang keluarga memperlakukan keluarga dekatnya,paman Dae-hyun."Balas Riska yang kini terfokus melihat ke arah lain ."Paman ada rencana ,saya ingin mendengarkan rencana apa yang akan paman bua?".
Percakapan ini terus berlanjut sampai ke titik temu rencana terbaik .
+++++++++++++
+++++++++
Osaka
Pukul ,22.20 .Malam
Selasa .
Kembai ke negara ini .Daerah tempat dimana sekarang tengah di guyur hujan lebat .Hujan turun begitu deras di luar ,seakan yang memiliki langit sedang membersihkan kolam yang airnya di buang begitu saja ke bawah sini.
Di luar hujan deras ,di dalam salah satu rumah yang berdiri di daerah elit ini justru seperti tengah bergelut melawan kerasnya petir di luar .
Suara di dalam rumah ada berdebat antara dua makhluk resek ini ,dan di luar ada berdebat antara petir yang menyambar-Nyambar mencari tempat.
Tidak bisa di bayangkan betapa berisiknya di dalam rumah ini ,saat ini .Yang jelas-jelas salah satu dari pemuda ini tidak ada yang mengalah .
Kenji dan Nathan .Dua pemuda yang tengah ribut di dapur ini .Entah ada saja yang keduanya ributkan ,ribut dengan hal-hal kecil yang berujung besar.
"Baka ,baka ,BAKAAAAAA!! Diam Kenji diam!!! ,lu duduk saja biar gue yang masak .Lu sudah hancurkan dapur gue ,kecipir kering ."Bentak Nathan dengan kedua tangan yang tengah fokus mengaduk sesuatu yang tengah ia masak .
Sibuk mencuci piring ."Gue cuma cuci piring ,gue tidak akan sentuh apapun lagi ."Kenji yang terfokus membersihkan wadah kotor di wastafel.
Nathan yang masih sibuk memasak ."TIDAK SENTUHAN APAPUN!?."Masih di kegiatan yang sama.".....Lu sudah pecahkan dua piring dan lu bengkokkan sendok makan ke sayangan gue .Dahlah emosi juga percuma ."Lanjut Nathan yang mengoceh-ngoceh.
Selang beberapa waktu kemudian ,kedua pemuda ini sudah duduk berhadap-hadapan di kursi yang tersedia di dekat meja makan .Keduanya tengah fokus menikmati memakan menu makan malam yang sederhana ini .
Dan waktu ini juga akhirnya ada waktu keheningan di antara keduanya . Mungkin makan-makan ini sudah menyumpal pita suara keduanya sampai tidak ada sedikit suara yang terdengar dari dalam mulut keduanya .Yang sama-sama hening ,terdengar suara benturan alat makan saja yang tengah bertabrakan .Hanya suara itu yang mendominasi di ruangan ini .
+++++++++