
Osaka
Pukul. 09.30 Pagi
Rabu
...Kalimat mengikhlaskan tidak pernah gagal menorehkan luka sakit dalam ulu batin.Tapi tidak semua kalimat mengikhlaskan ,melukai ulu batin orang itu....
Nathan tengah fokus-fokusnya dengan materi pelajaran hari ini .Iya ,karena hari ini ujian susulan yang ia jalani dengan Kenji cuma hanya satu mata pelajaran membuat dirinya dan Kenji dapat mengikuti sedikit belajar-mengajar di kelas pagi .
Di antara dua orang ini dan semua siswa yang hadir di kelas .Hanya Hiroyuki yang hari ini tidak ikut belajar mengajar .
Entah apa alasannya Hiroyuki tidak hadir kali ini .Karena ia tidak meninggalkan surat ijin sama sekali kepada temannya untuk di berikan kepada guru pembimbing.
Olah karena itu .Baik Nathan ataupun Kenji tidak mengetahui sama sekali alasan kenapa Hiroyuki tidak hadir sekolah hari ini .
Waktu berlalu sangat cepat .Kini kedua pemuda ini tengah membereskan buku-buku mereka sebelum beranjak pergi ke kantin untuk mengisi perut .
Baik Nathan ataupun Kenji yang sama-sama tengah beres hening .Didekati oleh Mika .
"Hy!Kalian berdua."Seru Mika kepada dua pemuda ini .
Nathan hanya terdiam sementara Kenji masih membalas dengan dheman pelan.
"Hiro kemana?Kenapa dia tidak izin sama sekali .Seakan dia bukan Hiroyuki."Mika yang melanjutkan ucapannya.
Mengedipkan kedua bahu."Entah!Gue dari kemarin tidak bersama dengan Hiro."Balas Kenji .
Menjinjing sebelah alisnya. Mika yang sudah terfokus pada Kenji."Kalian bertengkar?".
Beranjak dari tempat duduknya."Tidak."Saut balas Nathan cuek ."Yok ke kantin."Ajaknya melengos lebih dulu. Yang di ikuti oleh Kenji .
Mika yang masih berdiri di tempat yang sama."Mereka pasti bertengkar lagi."
"Mungkin saja tidak Mika. Mungkin Hiro sedang sibuk jadi tidak sempat bertemu dengan mereka."Jelas Kalisa dengan nada suara lembutnya.
"Aahh..... yasudahlah yok ke taman makan bekal kita ."Ajak Mika kepada Kalisa .
++++++
Pukul. 11.10 Siang
Nathan, Kenji, dan Ryo sudah berkumpul menjadi satu di salah satu meja kantin .Duduk menikmati menu makan siang tanpa kehadiran dua sahabat dekat mereka bertiga. Benji dan Hiroyuki.
Iya .Hari ini Benji juga tidak masuk sekolah .Entah karena apa karena Ryo sebagai teman satu kelas Benji pun tidak mendapatkan kabar apa-apa tentang Benji .
Sejak pulang sekolah kemarin .Benji sama terdiam dengan Nathan. Karena yang di lihat Nathan kemarin di ruang kesehatan sekolah .Benji juga melihat nya .
Next.....
Selesai makan siang .Ketiganya masih duduk saling diam tanpa ada yang terlebih dahulu membuka suara .Terutama untuk si ekstrover Ryo .
"Nanti bisa langsung melanjutkan kemarin."Ucap Nathan yang sudah dapat di fahami dengan mudah oleh Kenji dan Ryo .
"Tentu......karena ini harus secepatnya selesai."Ryo melihat Nathan dan Kenji berganti .
"Gue punya ide bagus. Nanti kita coba lakukan rencana ku."Kata Kenji .
"Oky."Balas bersamaan Nathan dan Kenji .
++++++++++++
Singkat cerita .Jam pulang sekolah telah usai .Namun Nathan dan Kenji belum kunjung keluar gedung sekolah .
Keduanya memutuskan untuk membantu Mika dan Kalisa terlebih dahulu membereskan beberapa buku tugas yang menumpuk .
Membawa tumpukan buku tidak terlalu berat."Gue heran sama Hiro. Iya itu kenapa?Sudah dua hari ini iya tidak mengurus kewajibannya sebagai ketua kelas dengan baik .Bahkan buku-buku tugas ini.....aaahhh guru pembimbing pasti akan marah besar kepada gue."Muram Mika melihat tumpukan buku tugas yang harusnya sudah di letakkan di meja guru sejak kemarin .Tapi Hiroyuki tidak meletakkan nya di sana sejak kemarin .
"Bir gue yang bicara nanti."Timpal Nathan yang fokus dengan langkah kakinya yang membawa banyaknya buku-buku tugas .
Sampai di ruang guru .Nathan, Kenji, dan Mika masuk ke dalam meninggalkan Kalisa seorang diri menunggu di luar ruangan .
Tadi Kalisa juga ingin membawa sedikit tumpukan buku seperti Mika .Tapi karena Kenji bersikeras membawa semuanya .Membuat Kalisa memilih terdiam dan mengikuti keinginan Kenji .
Next......
Selang beberapa waktu kemudian .Baik Nathan, Kenji ,dan Mika keluar bersama dari dalam ruang guru .
Mika yang sudah terfokus pada Nathan."Arigato ,Nathan. Arigato sudah membantu saya ."
"Hem."Nathan mengangguk ringan.
"Yasudah kami duluan. Sekali lagi Arigato Nathan ,Kenji."Mika sebelum mengajak beranjak pergi Kalisa dari sana.
Selepas kepergian Mika Nathan dan Kenji .Juga ikut berlalu menyusul pergi untuk segera turun dan ke parkiran sepeda di mana Ryo tengah menunggu kedatangan keduanya.
++++++++
Sesampainya di parkiran sepeda .Ryo sudah duduk seperti biasa sembaring memainkan kedua kakinya yang ia ayun-ayunkan .
"Akhirnya datang juga."Ucap Ryo melihat kedua sahabatnya ini ."......Tadi Okaa-san menyuruh untuk pulang lebih dulu....Kalian ikut gue bentar."
"Oke."Balas malas keduanya yang sama-sama seperti tidak memiliki tenaga lagi.
Kali ini Kenji yang membonceng Nathan mengikuti arah kemana sepeda angin yang di kendarai Ryo pergi .
++++
Sementara di sini sibuk melanjutkan perjalanan .Di lain tempat di jam yang sama .Hiroyuki tengah berkumpul bersama keluarga kecilnya di ruang tamu .
Ibunda Hiroyuki yang sudah terfokus kepada putra sulungnya ."Mau ada apa, Hiro?Ada masalah apa lagi?".
"Tidak ada apa-apa Okaa-san. Cuma beberapa hari ini ,kalian jangan keluar hari sudah menjelang malam."
Menggenggam telapak tangan putra sulungnya nya."Ada apa, Hiro?Jangan simpan semuanya sendiri, tidak semua bisa kamu selesaikan sendiri Hiroyuki."Tutur kata lembut sang ibunda .
Hiroyuki menyungging senyum tipisnya."Tidak ada apa-apa, Okaa-san .Hiro cuma khawatir dengan Okaa-san, dan Otōto . Karena sudah beberapa hari ini banyak sekali orang-orang di serang oleh sekelompok brandal .Hiro tidak mau Okaa-san dan adik-adik laki-laki Hiro juga ikut tersakiti."
"Baiklah jika itu kemauan mu. Kami akan diam di rumah, jika butuh sesuatu kami akan telfon kamu."
Beranjak dari tempat duduknya."Saya harus segera berangkat. Hiro pamit Okaa-san."
"Iya, hati-hati ."
Mengelus dua ubun-ubun kepala kedua adik laki-laki kembarnya ."Jaga Okaa-san baik-baik ,jangan nakal Kenichi."
"Siap."Semangat Kenichi mengacungkan jempol mungilnya.
Setelah mengakhiri percakapan itu .Hiroyuki segera berlalu meninggalkan rumahnya .Entah akan pergi kemana di sore-sore hari ini .
+++++
Pukul. 16.00 Sore
Nathan menepuk-nepuk bahu Kenji teman yang membonceng nya ."KEN ,CHOTTO MATTE, KEN, KENJI, CHOTTO MATTE ,CHOTTO MATTE!".
Seketika Kenji langsung menghentikan mendadak sepeda angin ini .Karena triak panik Nathan ."Ada apa bang**sat?".
Nathan langsung beranjak turun dari boncengan."Lu duluan saja, gue mau ketemu sama orang tua Yuriko ."
"H?Dimana?".
"Di rumah situ.....cepat lu jalan Ryo akan kebingungan mencari lu."
"Yeh."Kenji melanjutkan mengayunkan medal sepeda meninggalkan Nathan seorang diri di jalan ini .
Selepas kepergian Kenji .Nathan segera pergi ke arah rumah yang tidak terlalu besar ia lewati tadi.
Sudah di depan rumah Keluarga Harumi .Nathan menekan tombol bel rumah yang tersedia di depan sini .
Ting,.....Tung....Ting...Tung....
Jeglek.......
Seorang pria kecil membukakan pintu yang lebih besar dari tubuhnya ini."Emm.....Onii-san siapa?".
"Jeon ada siapa di luar?".Suara seorang perempuan yang tidak asing untuk Nathan dengar .
"TIDAK TAU MA, TIDAK KENAL."Balas triak Jeon .Nama pria kecil ini.
Suara langkah mendekat ke arah pintu depan rumah ini ."Oh...Nathan."
Menyungging senyum ramahnya ."Selamat sore Tante ."Sapa Nathan .
"Sore.....mari masuk ."Ibunda Yuriko mempersilahkan Nathan untuk masuk ke dalam rumah .
"Silakan duduk, Tante akan ambilkan minum ."Ucap Ibunda Yuriko berlalu meninggalkan ruang tamu menyisakan pria kecil tadi .
Nathan yang sudah duduk dengan baik di Sova."Onii-san, namanya siapa?".
"Nathan....kalau otuoto-san?".
"Sokatau Jeon ."
"Adik nya Yuriko."
"Ehm."Anak kecil ini mengangguk ringan.
"Sudah bicara apa saja ini?".Ibunda Yuriko datang dengan membawa nampan berisi kan minuman di sana .Ia taruh minum ini di atas meja sebelum ikut duduk di Sova depan Nathan ."Silakan di minum."
"Iya, Tante ."
Nathan yang sudah terfokus dengan lawan bicaranya."Tante soal Yuriko.....Saya minta maaf tidak bisa menepati janji saya."
"Janji apa?".
"Saya sudah berjanji akan sering berkunjung selama musim dingin.Tapi saat musim dingin saya tidak berkunjung sama sekali."
"Tidak papa Nathan .Harumi sudah tenang di sana .Saya sudah mengikhlaskan kepergian nya....saya tidak ingin Harumi sedih karena saya ikut sedih karena kepergian nya."
"O..silakan di minum....Tante tidak sedia makanan apapun."
"Tidak papa Tante. Minta-minta yang aneh-aneh cari cara mau di usir Tante apa."Nathan meminum sedikit kopi hitam ini .
Ibunda Yuriko hanya menyungging senyum hangatnya.
Kini fokusnya yang sudah terfokus kepada Jeon kembali ."Jeon umur berapa?".
"Lima."Menunjukkan lima jari kecil miliknya ."Sudah sekolah lohh... Onii-san."
"Benarkah...wah pinter dong Jeon."
"Ya kan Jeon emang pinter seperti one-chan."
"Hhh......".Ibunda Yuriko tertawa kecil memperhatikan tingkah putra bungsunya ini.