
Osaka
Pukul. 06.25 Pagi
Minggu
Minggu yang canggung untuk ketiga makhluk bumi yang tengah menikmati menu sarapan pagi mereka masing-masing.
Yoshi yang sibuk menikmati kopi hitam nya sembaring membaca koran yang ia genggam .Nathan dan Kenji yang duduk berhadapan-hadapan dengan perhatian sedikit tertunduk menikmati menu sarapan pagi masing-masing.
Bahkan Nathan yang biasanya tidak suka kecanggungan yang selalu membuka obrolan lebih dulu ,jika suasana seperti itu sampai tejadi. Kali ini ia justru sama terdiam nya seperti Kenji .
Sampai akhirnya Yoshi beranjak dari tempat duduknya."Selesai makan kalian berdua bersiaplah ,saya tunggu di ruang tamu."Yoshi yang terfokus membereskan bekas makannya .
Melihat itu."Ehm paman, biar saya saja yang bereskan."
"Hem."Dehem Yoshi berlalu pergi meninggalkan ruang makan dengan membawa koran pagi dalam genggaman tangan kanannya.
Selepas kepergian Yoshi keduanya masih bergeming di kursi masing-masing tanpa ada acara salah satu membuka obrolan lebih dulu. Bahkan sampai selesai sarapan pagi .Kedua pemuda ini masih saling terdiam .Keduanya saling membantu membereskan bekas makan ini tanpa membuka obrolan.
++++
Selang beberapa waktu kemudian. Nathan dan Kenji berjalan beriringan menuruni anak tangga dengan pakaian santai keduanya.
Karena musim salju sudah berlalu, berganti dengan musim semi. Makah kedua pemuda ini tidak perlu mengenakan pakaian hangat yang terlalu tebal kembali. Cukup keduanya mengenakan pakaian santai seperti biasa.
Next Cerita.
Di ruang tamu sesuai perkataan Yoshi tadi. Kini Yoshi tengah duduk di salah satu Sova menunggu kehadiran kedua pemuda ini .
Yoshi yang menyadari kehadiran dua pemuda yang tengah berjalan mendekat kepadanya. Ia lekas beranjak dari tempat duduknya."Langsung masuk mobil."Ucap Yoshi beranjak pergi .
Keduanya masih terdiam sembaring menuruti perintah Yoshi tanpa bantahan.
Baik Nathan ataupun Kenji segera beranjak masuk ke dalam mobil yang sudah siap berangkat ini .Kedua pemuda ini duduk di kursi tengah ,belakang kursi pengemudi yang di duduki Yoshi .
Tanpa mengatakan tujuan nya akan pergi kemana .Yoshi langsung tancap gas keluar dari pekarangan depan rumah Nathan .Menjalankan mobil ini dengan kecepatan sedang saat sudah di jalanan beraspal.
Karena letih kurang istirahat semalam. Nathan mengatur posisi tubuh agak tiduran agar lebih nyaman untuknya duduk beristirahat .Tidak lupa ia pejamkan kedua kelopak mata untuk merasakan ketenangan .
Sementara Kenji. Ia duduk melamun melihat keluar jendela dengan dagu yang disanggah punggung tangan kirinya yang bersandar di tepi jendela kaca mobil yang tertutup rapat ini.
Kedua pemuda ini masih belum membuka pertanyaan perihal tujuan mereka keluar. Kedua nya masih asik dengan dunianya masing-masing .Tanpa menyimpan rasa penasaran sedikit soal tujuan Yoshi mengajak keluar rumah.
++++++++
Pukul. 07.38 Pagi
Di jam yang hampir sama akan tetapi berlainan tempat .Di sebuah lapas remaja .Seorang pemuda dengan pakaian penjara tengah duduk di depan kaca cermin pembatas jarak dengan seseorang yang pemuda yang tengah mengunjunginya saat ini.
Pemuda yang duduk di luar ruangan yang berbeda dengan pemuda berpakaian lapas penjara ini .
Lama sekali keduanya saling terdiam. Sampai akhirnya pemuda yang mengunjunginya. Yaitu Hiroyuki berkata."Tidak perlu takut gue yakin lu bisa keluar dari sini."
Pemuda berpakaian lapas penjara ini menunduk .Hanaki tersenyum miring."Mata lu buta?Lu tidak lihat kejadian kemarin?".
"Gue tahu, gue lihat.Tapi gue yakin itu semua bukan sepenuhnya salah lu."
"Kalau lu datang ke sini hanya untuk basa-basi lebih baik lu pergi ."Hanaki beranjak dari tempat duduknya.
Melihat punggung sahabatnya."Gue akan berusaha agar lu keluar dari sini."Menjeda kalimatnya sesaat"...Maaf sudah membuat lu terlibat dalam masalah ini. Kita adalah sahabat dekat sejak kecil .Seharusnya gue bisa memahami lu ,tapi.....yasudahlah lu harus terus berjuang gue akan kembali lagi besok ."
Hanaki tetap pada posisi awalnya sebelum akhirnya berlalu meninggalkan Hiroyuki tanpa mengatakan sepatah kata pun .
Setibanya di luar .Hiroyuki langsung di sambut oleh Ryo dan Benji .Kedua pemuda yang awalnya duduk di kursi panjang ini segera beranjak menghampiri Hiroyuki .
"Gimana?Hanaki baik-baik saja kan?".Ryo dengan ekspresi menahan rasa kekhawatiran nya.
Hiroyuki menampilkan senyum tipis."Dia baik-baik saja."Berjalan melewati kedua sahabatnya."Yuk pulang."Ajak nya berjalan lebih dulu.
Berjalan seirama dengan Hiroyuki."Lu serius ,Hiro?".Tanya Benji tiba-tiba.
"Hem."
"Hanaki hanya butuh waktu untuk sendiri. Gue percaya Nathan bisa mengeluarkan nya besok."Hiroyuki tersenyum manis melihat Benji yang datar .
++++++++
Pukul 09.00
Akhirnya setelah perjalanan yang lumayan lama .Kini sampailah mobil keluarga Lexus LM hitam ini di depan pekarangan rumah bernuansa rumah tradisional Jepang.
Baik Nathan ataupun Kenji segera beranjak turun dari dalam mobil. Saat mobil ini sudah terparkir dengan baik .
Kedua pemuda ini mengekor jalan Yoshi yang berjalan lebih dulu di depan kedua Nathan dan Kenji .Setibanya di depan pintu depan rumah ,kedua penjaga rumah ini langsung membuka pintu. Mempersilakan Yoshi ,Nathan ,dan Kenji untuk masuk ke dalam .
Di ruang tengah, lebih tepatnya ruang tamu rumah ini. Yoshi, Nathan ,dan Kenji sudah di nantikan kehadirannya nya oleh pemilik rumah ini .
Sang pemilik rumah langsung beranjak dari tempat duduknya dan menyambut kedatangan tamu nya dengan sangat ramah.
Berbeda dengan Nathan yang justru menampilkan raut wajah datar dingin saat melihat sekeliling ruangan rumah ini sekilas .Entah pemandangan apa yang sudah merusak mood pemuda ini .Sampai bisa berubah secepat kilat seperti ini.
Berbeda dengan Kenji yang masih menampilkan sedikit senyum tipis yang sangat tipis sekali.
Di sinilah obrolan di mulai.
"Sebenarnya masalah apa yang bisa saya bantu?".Tanya Mamoto ,sang pemilik rumah mewah bernuansa rumah tradisional Jepang ini.
Menatap berganti kedua pemuda ini ."Saya ingin anda membantu saya ,untuk mengeluarkan teman majikan saya keluar dari lapas remaja."
"Bukankah ini cucu Tamana ."Tebak Mamoto tersenyum manis kepada Nathan yang berekspresi mimik datar.
*Hanasui Mamoto atau kakek Mamoto .Beliau adalah sahabat dekat Kakek Tamana .Almarhum kakek Nathan .Yang berarti kakek Mamoto adalah bagian dari sebuah organisasi Yakuza (mafia gelap) .*
Tertawa kencang."Aahhhhhh....kau sangat mirip dengan ayah mu anak muda."
"Pria dingin itu sangat beruntung mendapatkan ibu mu yang berhati lembut ."Sambung mengusap bui bening bahagia yang tanpa sengaja keluar.
Lama hening karena yang tidak di ajak bercanda tidak merespon sedikit pun .Sampai akhirnya Kakek Mamoto kembali berucap."Saya sudah tau permasalahan sahabat mu. Saya akan membantu mu, mengeluarkan nya sekarang."Kakek Mamoto beranjak dari tempat duduknya.
"Sudah kuduga akan semudah ini."Gumam datar Nathan tanpa mengeluarkan nada suara keras.
++++++
Di sini Kakek Mamoto langsung mengajak ketempat di mana lapas penjara remaja yang di tempat oleh Hanaki .
Dan benar saja sesuai dugaan Nathan .Sesampainya di lapas penjara remaja .Dengan mudahnya Kakek Mamoto dapat mengeluarkan Hanaki dari dalam lapar penjara remaja ini tanpa ada sedikit pun hambatan. Tentu mustahil akan ada hambatan, toh Kakek Mamoto adalah salah satu seseorang yang paling berpengaruh di sini. Jadi tidak heran banyak orang menghormati kehadiran nya .
Selesai dengan urusan kakek Mamoto langsung bersiap pergi .Beliau berjalan di depan Nathan sembaring mengelus pucuk surai rambut Nathan."Kapan-kapan bermainlah ke rumah kakek mu ini."Ucapnya bersiap pergi ."Jaga kedua cucu ku Yoshi."Sambungnya tanpa menghentikan langkah kakinya.
"Idih!Kakek gue cuma satu." Batin Nathan menatap kesal memperbaiki surai rambut yang berantakan ini.
Yoshi, Nathan, dan Kenji menunggu Hanaki di ruang tunggu lapar penjara remaja ini. Sampai akhirnya Hanaki keluar bukan dengan pakaian penjara lagi. Hanaki melangkah mendekat kepada ketiga orang yang tengah menunggu kedatangan nya sejak tadi .
Yoshi yang sudah beranjak langsung merangkul bahu Hanaki lesung ini."Menginap lah di rumah Nathan untuk sementara."Memperlihatkan senyum hangatnya."Ayo pulang."