My Salvador

My Salvador
Eps.133 Kecewa



Osaka


Pukul. 20.09 Malam


Kamis


Mika banyak memberi masukan untuk Hiroyuki .Akan tetapi Hiroyuki justru mengabaikan masukan yang di berikan Mika untuknya .Iya justru mengajak Mika untuk pulang .Membuat Mika hanya bisa menelan nafas sabarnya menghadapi sifat keras kepala Hiroyuki .


Kini Hiroyuki, dan Rikka yang akan mengantar Mika pulang ke rumah.


"Maaf, Mika .Tapi saya beneran tidak ingin mereka tau. Saya juga tidak ingin kamu ikut terlibat dalam urusan ini."Hiroyuki yang menyadari betul diamnya Mika sepanjang perjalanan.


Bahkan sesampainya di kediaman rumah nenek Mika .Mika tetap terdiam dalam kekecewaan dengan keputusan Hiroyuki. Yang mengambil dan menanggung semua sendirian tanpa memperdulikan ada seseorang yang tengah sangat mengkhawatirkan keadaan nya. Bisa terbilang Hiroyuki sedikit egois.


Mika yang hanya terfokus pada Rikka."Saya masuk duluan .Kalian hati-hati di jalan ."Pesannya sebelum berlalu masuk ke dalam rumah. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi kepada Hiroyuki.


Rikka membalas dengan anggukan kepala ringan .Sedangkan Hiroyuki terpaku diam memperhatikan Mika yang mulai hilang dari pandangan matanya.


"Kak Hiro sayang banget sama kak Mika?".Rikka dengan mimik wajah polos menatap dalam sepasang manik mata ini.


Hiroyuki tersenyum tipis ."Hemm...ayo pulang".Hiroyuki berjalan lebih dulu meninggalkan depan rumah Mika .


"Kedua kakak kamu pasti akan marah besar kepada saya."


Rikka yang sudah menyamakan langkah kaki Hiroyuki ."Kenapa marah?".


"Saya membawa kau terlalu lama ,sampai pulang kelamaan."Hiroyuki menghentikan langkahnya tiba-tiba lalu menatap Rikka .Cukup lama Hiroyuki menatap Rikka dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan."Kamu mirip..".


Namun dengan mimik wajah judes."Mirip siapa?Rikka yang paling cantik dan comel, kak Hiro .Jadi jangan pernah bermimpi Rikka mirip siapapun."


Hiroyuki tertawa terbahak-bahak dengan ucapan Rikka ."Hhhhhhaahhh.....ya ya maaf.. soalnya kamu mirip sekali dengan salah satu teman saya."


"Ehm."Rikka memasang ekspresi ngambek ."Hampir saja ,anjay."Batin Ryo bernafas lega dalam diri Rikka .


Menyudahi gelak tawanya."Yasudah ayo...atau kita akan ketinggalan kereta."


"Umm."Rikka mengangguk ringan.


++++++


Pukul. 22.04 Malam


Sudah kembali ke daerah asal .Kini keduanya yang sudah sampai di sebuah gang perumahan .Rikka dan Hiroyuki yang sudah menghentikan langkah kaki.


Rikka terus bersikukuh untuk pulang seorang diri tanpa harus Hiroyuki antar .Sementara Hiroyuki terus bersikukuh mengantar Rikka sampai depan rumah. Dengan alasan untuk meminta maaf juga kepada kedua kakak Rikka dan kedua orang tua Rikka ,karena terlalu lama mengajak Rikka jalan-jalan sampai larut malam .


Di sisi lain Hiroyuki yang terus memaksa untuk mengantar Rikka sampai depan rumah. Di lain tempat. Nathan secepat kilat berlari pulang meninggalkan Kenji seorang diri di tempat Hiroyuki dan Rikka .Namun dengan jarak yang cukup jauh, karena Kenji masih di zona membuntuti .


Nathan mengambil jalan pintas .Berlari sana sini melewati gang-gang untuk menunju rumah nya .Ia bahkan hampir salah jalan .Namun ia terselamatkan oleh seorang nenek yang terkadang tiap pagi menyapa dirinya, tengah berjalan masuk ke dalam gang kompleks elit .Dengan cepat Nathan segera berputar arah."Selamat malam ,nek".Sapa Nathan tanpa menghentikan lari jangka panjang nya .


Respon Nenek itu."Malam."Dengan sedikit terpaku dengan kehadiran Nathan yang cepat datang dan cepat menghilang melewati nya .


Sampai di rumah .Nathan segera mengganti pakaiannya dengan model pakaian Joan .Sat set wat wet...belum beberapa menit .Nathan sudah berubah penampilan menjadi Joan .


Penampilan sudah berubah .Nathan segera beranjak keluar kembali untuk kembali ke gang yang di tunjukkan Rikka sebagai gang rumah nya .


Nathan mengambil jalan memutar sesuai arahan Kenji yang sedikit-sedikit masih ia ingat .Agar ia terlihat baru keluar dari dalam rumah untuk mencari Rikka .


Settt....Hampir saja Nathan melewati gang di mana Hiroyuki dan Rikka berada .Dan hampir saja ia ketahui .


Nathan berhenti mengatur nafas .Dan sedikit merapikan pakaiannya .Lalu mulai berjalan santai keluar dari tikungan gang .Berlagak layaknya ia baru saja keluar rumah dan baru hendak mencari keberadaan Rikka .


"Oh itu kak Jo."Ujar Rikka melihat kehadiran kakak nya yang baru keluar dari ujung tikungan gang .


Saat Joan sudah dekat dengan Hiroyuki. Hiroyuki membungkuk kan badannya ."Maaf sudah mengantar Rikka terlalu larut malam."Meminta maaf dengan tulus.


"Angkat badan kamu, kak. Saya tidak akan marah selagi Rikka pulang dengan selamat."Ucap Joan tersenyum tipis .


Rikka berganti posisi berdiri di samping Joan kakaknya ."Ayo pulang...kak Ju tadi ngapain?".


"Kak Ju ada di luar cari buku."Balas Nathan kepada adiknya ."...Ayo pulang."


Kembali tersenyum kepada Hiroyuki ."Terima kasih Kak Hiro sudah menjaga Rikka dengan baik".


"Ehm.. sama-sama."


Joan dan Rikka berlalu meninggalkan Hiroyuki .Begitu juga Hiroyuki yang ikut berlalu pergi berlawanan arah dengan Joan dan Rikka .


Bersamaan dengan itu .Di pertigaan gang menuju gang rumah Nathan .Hiroyuki berpapasan dengan Kenji yang hendak pergi ke rumah Nathan .


Dingin .Tanpa menyapa ataupun sekedar menatap Kenji sebentar saja tidak Hiroyuki lakukan .Ia berlalu begitu saja melewati Kenji .


Kenji hanya terdiam dengan senyum tipis sangat tipis. Melihat tidak ada respon sedikit pun yang Hiroyuki berikan kepadanya .Seakan Hiroyuki benar-benar sudah melupakan nya sebagai seorang sahabat dekat .


Kenji berjalan lurus ke depan tanpa berbelok ke arah gang Rikka dan Joan berjalan tadi .


+++++


Singkat cerita Joan dan Rikka. Bukan!Tapi Nathan dan Ryo telah sampai di teras depan rumah Nathan .


Nathan langsung mendudukkan bokong nya di kursi kayu yang tersedia di depan rumahnya .Untuk sedikit melepas penat, juga untuk menunggu kepulangan Kenji .


Ryo yang juga sudah duduk tenang di kursi depan Nathan ."Gue tidak tau harus bagaimana lagi .Hiroyuki melakukan ini bukan di sengaja, tapi memang iya sengaja untuk menjaga keselamatan kami."


"Mulai besok tidak perlu menjadi Rikka....besok giliran gue."Nathan yang masih di posisi mendorong melihat lampu gantung teras rumah nya .


"Maksud lu?".


"Besok kita ikut bang Hanam .Kita harus cari cara untuk tetap membuat Zivanna tetap bersama Bang Hanam dan kita ."Saut Kenji yang ternyata sudah berdiri di antara mereka berdua.


"Tapi apa yang lu lakukan?".


Beranjak dari tempat duduknya."Lihat saja besok."


"Sudah malam .Lu menginap lagi di sini?".Nathan mencari topik lain .


"Iya, lu lupa."Ryo menatap datar Nathan .


"Astaga iya, lu kan minta di ajarin bahasa Inggris."


"Hem. Untung gue butuh."


Sementara itu Kenji sudah nyelonong begitu saja masuk ke dalam rumah. Seakan rumah Nathan benar-benar sudah ia anggap seperti rumah nya sendiri .