My Salvador

My Salvador
Eps.35 Sedikit melupakan



Osaka


pukul, 08.01


Minggu


Kedua pemuda yang tengah bergulat di salah satu kamar rawat inap rumah sakit ini ,tidak kunjung berhenti. Tidak heran, sesekali tubuh Nathan sampai sedikit terangkat keatas oleh Benji .Sementara Benji kemejanya sudah lungset karena ulah Nathan yang mengacak-acak kemeja yang di kenakan Benji.


Pria dengan perawakan yang mulai menua, melangkah masuk ke dalam kamar rawat inap itu tanpa di sadari oleh ke tiga pemuda yang tengah asik bercanda di dalam .Tidak terkecuali Kenji ,yang terduduk di atas brankar, di buat tertawa kecil dengan ulah Nathan yang terus melawan tenaga Benji yang jelas-jelas tenaganya lebih besar darinya .


"Ada apa ini?".Ucap Yoshi yang menyungging senyumnya .


Yoshi sedikit merasa senang bisa melihat putranya kembali tertawa tanpa beban.


Mereka bertiga langsung menengok ke arah sumber suara .


Benji langsung melepas tangannya dari tubuh Nathan ,begitu juga yang Nathan lakukan .


Yoshi memberikan kantung plastik kepada Nathan."Ambil Nak Nathan ,kamu makan sama Benjiro."


".....Kamu tenang saja ,tadi saya belinya di rumah makan halal."Lanjutnya yang di sambut senyum hangat oleh Nathan .


Nathan menerima makanan itu."Arigato, Oji-san."Ucap Nathan .


(Terimakasih paman)


"Yasudah sudah, kamu makan bersama Benjiro."Yoshi yang masih terfokus melihat dua pemuda di depannya .


"Paman tidak ikut makan?".Tanya Nathan .


"Saya sudah makan di rumah ."


Nathan mengangguk ringan ."Terimakasih untuk makanannya,om .Kami akan memakannya ."Saut Benji sembaring menyungging senyum tipisnya.


Paman Yoshi membalas senyum ramahnya ,melihat kedua pemuda itu berlalu untuk duduk di sova yang tersedia di sana.


Kini manik hitamnya terfokus melihat putranya."Kamu mau makan, ayah sudah buatkan bubur kesukaan kamu tadi ."


"......Jadi maaf ,ayah sedikit terlambat datang kesini ."Lanjutnya .


Kenji masih di posisi yang sama, hanya terdiam sembaring mengangguk ringan. Yoshi yang melihat itu segera mendorong Overbed table(meja makan pasien yang tersedia di sana ) .


Yoshi menata makanan bubur ayah telur yang di makan putranya di atas overbed table. Sesudah itu ,Kenji masih di posisi terduduk di atas brankar .Mulai mengambil sendok makannya untuk mulai menyuap sedikit demi sedikit bubur kesukaan itu ke dalam mulutnya .


Sembaring menunggu putranya dan ke dua pemuda tadi yang masih fokus memakan makanannya .Yoshi berjalan mendekati jendela kamar rawat inap putranya .Ia buka gorden penutup jendela itu ,agar cahaya matahari dapat menerobos masuk ke dalam kamar .


Ia juga memindahkan kursi kecil yang tersedia di sana ke sisi lain brankar pesakitan putranya .Lalu ia dudukkan pantatnya di sana sembaring menemani putranya yang sedang makan .


Belum lama kemudian, dokter pria yang kemarin malam menangani Kenji kembali datang ke kamar inap Kenji .


Dokter Yuta .Nama dokter pria yang menangani penyakit Kenji.


Beranjak masuk ke dalam."Permisi tuan-tuan. Ohayogozaimasu."Dr.Yuta dengan menyungging senyum ramahnya.


Yoshi segera beranjak dari tempat duduknya ,ia berbalik menyambut kedatangan dokter itu .


Dengan berjalan lebih mendekat ."Sedang makan-makan pagi ini."Ucap dokter itu kembali .


Baik Nathan ,dan Kenji mengangguk ringan ,kecuali Benji yang badannya tertutup sova .Oleh karna itu, ia memutuskan untuk melanjutkan makanannya saja.


Dr.Yuta yang kini manik coklatnya terfokus kepada Kenji ."Tadi makan pagi Kenji belum datang?".Tanya yang fokus melihat Yoshi yang tengah berdiri di depan brankar pesakitan .


"Belum datang, dok."Balas Yoshi .


"Wah pasti pelayan makanan tidak tahu ,jika tuan Kenji sudah siuman .Jadi tidak mengirim makanan ke sini ."Kata Dr.Yuta .


".....nanti saya akan memberitahu pelayanan makanan ,biar nanti makan siangnya di antar ."Lanjutnya .


Kini manik coklatnya kembali terfokus melihat Kenji."Tuan Kenji mau makan apa?".


Kenji hanya terdiam , sembaring terfokus melihat ayahnya .Seakan seperti memberikan pesan melalui pikiran tak terlihat.


"Bubur saja dokter."Balas Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus melihat dokter itu .


"Baiklah, kalau gitu saya meminta waktu sebentar untuk memeriksa kesehatan kamu ."Dr.Yuta yang mulai melakukan pekerjaan untuk memeriksa keadaan pasien .


Dari mulai memeriksa tekanan darah Kenji."Masih pusing kepalanya?".


Kenji hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya.


"101 tekanan darahnya ."Ucap dokter Yuta melepas alat pemeriksanya dari lengan Kenji.


"Perutnya masih mual?".


"Sudah tidak dokter. Perut saya hanya akan mual, jika kepala saya sedang sakit saja. Dada saya juga terkadang sedikit sesak, jika kepala saya sedang sakit ."Kenji yang mulai membuka suara .


"Kamu sering kesulitan tidur?".Tanya dokter Yuta kembali .


"Iya."Balas Kenji menundukkan kepalanya.


"Kenji tidak perlu terlalu menghawatirkan sesuatu, ataupun memikirkan sesuatu secara berlebihan. Nanti saya akan datang lagi ,untuk memeriksa keadaan Kenji."Ucap Dokter itu sembaring menyungging senyum tipisnya.


".........Kenji juga tidak sakit parah ko, beberapa hari lagi juga boleh pulang ."


Sesaat kemudian, selesai memeriksa keadaan Kenji .Dokter Yuta mulai membereskan kembali peralatan pemeriksaannya. Bersamaan dengan itu ,perawat wanita datang ke kamar rawat inap Kenji .Dengan membawa meja dorong berisikan macam-macam obat di sana .


Perawat itu membereskan peralatan pemeriksaan dokter Yuta ,sementara itu dokter Yuta terfokus mengambil beberapa jenis obat di sana .


Kini manik hitamnya terfokus kembali kepada Kenji ,dengan menaruh tiga macam obat di atas overbed table tempat makan Kenji."Jangan lupa di minum selepas makan ,Kenji."


"Yasudah di lanjutkan lagi makanan .


"....Tuan Yoshi bisa minta waktu anda sebentar."Lanjutnya yang di balas anggukan kepala ringan dari Yoshi .


Yoshi dan Dr.Yuta juga perawat tadi berlalu pergi keluar ruang rawat.


Kenji yang menatap kepergian ayahnya terselip kegelisahan didalam tatapan matanya .


+++++++++


Pukul,08.58


Cukup lama Yoshi tidak kunjung kembali ,itu membuat Kenji semakin gelisah .Bahkan Nathan dan Benji pun sampai sudah selesai makan ,dan juga selesai membereskan bekas makan mereka .


Kini Nathan dan Benji sudah ada di dekat brankar Kenji berbaring .Nathan duduk di kursi kecil ,dan Benji yang duduk di tepi brankar pesakitan .


"Kenapa Om Yoshi lama sekali?".Benji yang manik hitamnya menatap pintu kamar inap yang tertutup.


"Sebentar lagi juga selesai bang, mungkin paman mampir beli sesuatu dulu."Saut Nathan yang menyadari rasa gelisah yang sedang di rasakan Kenji .


Cekele.......


Pintu rawat inap Kenji dibuka berlahan dari luar .Terlihat di sana paman Yoshi yang sedang ada di ambang pintu dengan membawa satu kantong kain berwarna putih .


Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus melihat ke tiga pemuda yang tengah memperhatikan kedatangannya ."Nak Nathan dan Benjiro sudah mau pulang?".


Nathan yang kini sudah beranjak berdiri, dan Benji mengangguk ringan membalas pertanyaan Yoshi .


Yoshi yang sudah ada di dekat brankar putranya. Menaruh kantung kain berwarna putih tadi atas lemari kecil dekat sana .


"Kalau gitu kami mau pamit pulang paman."Ucap Nathan sembaring menyungging senyum ramahnya.


"Tidak mau makan buah dulu, saya tadi sudah beli buah buat kalian."


"Lain kali saja om ,kalau kami mampir pasti kami makan ."


".......Kami pamit pulang om."Lanjut Benji sedikit membungkuk memberi hormat.


Kini manik hitamnya terfokus kepada Kenji yang tengah berbaring."Cepat sembuh Ken, biar biasa main sama-sama lagi."Ucapnya sembaring memberikan senyum hangat kepada Kenji .


Kenji membalas perkataan Benji dengan senyum tipisnya .


Nathan dengan menyungging senyum ramahnya."Paman, saya pamit pulang .Nanti saya akan mampir kesini lagi buat jenguk Kenji."


Akhirnya kedua pemuda resek itu berlalu pergi dari sana ,meninggalkan anak dan ayah berduaan di dalam ruangan itu.


Kini manik hitamnya yang terfokus menatap putranya."Mau per ,biar ayah kupaskan?".Tawar Yoshi .


Kenji sembaring terdiam ,ia mengangguk ringan membalas perkataan ayahnya .


+++++++++


Kedua pemuda resek ,kini tengah berdiri di parkiran mobil yang tersedia di rumah sakit tersebut .Nathan fokus membuka isi tasnya untuk mencari keberadaan kunci mobilnya .


Sedangkan Benji sedikit di buat bingung ,kenapa Nathan mengajaknya kesini .Sementara di sini hanya ada mobil yang jelas-jelas mereka berdua tidak bisa menyetir mobil .


Mengeluarkan kunci mobilnya."Dapat juga kau!."Nathan yang memulai menekan tombol kecil yang tergantung bersama kunci mobilnya.


Titutt..


Nathan yang sudah mendapatkan keberadaan mobilnya."Itu mobilnya!Ayo ke sana, bang."Ajak Nathan beranjak pergi lebih dulu .


"Tunggu!!".Benji berteriak dengan suara lantangnya.


"Siapa yang akan menyetir mobil, gue tidak bisa ."Ucapnya yang kini terfokus melihat Nathan .


"Gue bang ,siapa lagi ."Balas Nathan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi .


Dengan kaki jengkelnya Benji segera menyusul langkah kaki Nathan ."Lu bisa nyetir mobil?".Tanyanya yang masih ragu .


Tanpa melihat lawan bicaranya."Hem."Dehem Nathan yang tetep fokus berjalan .


"SERIUS LU!?".Benji yang masih meragukan kemampuan Nathan dalan menyetir mobil.


"......gue tidak mau mati muda ya."Lanjutnya mulai ngelawak.


Entah lucu atau tidak ,Nathan yang sudah berdiri tepat di belakang mobilnya di buat tertawa terbahak-bahak sampai hampir terjungkal, karna kalimat akhir yang di ucapkan Benji .


Benji membuat ukiran kecil di keningnya, memperhatikan tingkah Nathan yang tertawa-tawa di depannya.


Bahkan anak kecil yang baru saja melewati mereka berdua, dengan di gandengan ibunya pun berkata."Bunda ,kakak itu kenapa?".


"....Kenapa seperti orang gila."


Ibu anak itu langsung mempercepat langkahnya mengandeng anaknya tanpa menjawab pertanyaan anaknya terlebih dahulu.


Nathan sedikit lebih puas setelah tertawa-tawa."Sudah selesai?".Tanpa Ketua Benji dengan raut wajah datarnya.


Dengan mengangkat telapak tangan kirinya."Udah."


"Sudah cepat masuk ,Bang .Gue sudah lapar lagi."Lanjutnya beranjak pergi .


Nathan mulai membuka pintu mobilnya.Ia yang masih di ambang pintu masuk mobil melihat Benji yang masih ragu-ragu untuk masuk .


Dengan menyungging senyum jahilnya."Masuk bang ,lu tidak akan mati hanya karena gue yang nyetir mobil."Nathan yang langsung beranjak masuk ke dalam mobil .


Selepas Nathan masuk ke dalam mobil, akhirnya dengan berat hati Benji pun ikut masuk ke dalam mobil .Ia duduk di kursi penumpang dekat kursi pengemudi yang di duduki Nathan .


Selesai memakai sabuk pengaman. Nathan mulai menyalakan mesin mobilnya .Ia yang sudah mulai memainkan setir pengemudi, melirik sekilas melihat Benji yang duduk di sampingnya."Pakai sabuknya ,bang. Nanti kalau kecelakaan tidak akan terluka parah ."Ucap Nathan yang perhatian fokus menyetir .


"Ehm."Dehem Benji sembaring mengenakan sabuk pengaman yang tersedia di sana .


Mobil Nathan berhasil keluar dari parkiran mobil.Ia mulai melaju di jalanan beraspal ,dengan kecepatan di atas rata-rata .


Nathan yang fokus menyetir mobil."Kira-kira kalau lewat jalan ini ada pemeriksaan kepolisian tidak ya?".


Nathan masih fokus menyetir,ia yang merasa di abaikan perkataannya oleh Benji."WEEWW!!".Teriaknya


Benji yang tengah fokus melihat layar ponselnya. Sampai dibuat terkejut, dan hampir membuat ponselnya terlempar. Tapi syukurlah tidak terjadi, karna kaca jendela mobil tertutup .


Benji langsung memberikan tatapan tajam Nathan."Apa, APA!??".Benji yang kesal .


Masih dengan fokus yang sama."Lewat jalan ini tidak ada pemeriksaan kepolisian apa? Karena di negara saya anak di bawah umur di larang bawa mobil sendiri. Dan jika ada, akan langsung diberhentikan dan tilang ."Jelas Nathan yang juga ikut emosi.


"Tidak ada kayaknya."


"......Sudah jalan saja ,kalau tertangkap kita tanggung bersama ."Lanjutnya berucap dengan entengnya .


"Hemm."Dehem Nathan .


+++++++++++++


Pukul. 09.31


Akhirnya sampai juga mobil Nathan di halaman depan rumahnya .Karena kemarin malam Nathan tidak sempat menutup gerbang rumahnya kembali .Disiang ini, saat ia kembali .Ia bisa langsung menyetir mobilnya masuk ke dalam garasi langsung ,tanpa harus susah-susah membuka gerbang rumah terlebih dahulu.


Dan ,iya .Ditengah perjalanan tadi Benji tertidur di dalam mobil Nathan .Bahkan saat di perempatan jalan tadi ,Nathan sempat mencoba membangun Benji . Karena barang kali Benji ingin turun di depan gang rumahnya .


Tapi ternyata, ia yang sudah susah payah membangunkan justru diabaikan oleh Benji yang tertidur terlalu pulas .


Dan mau tidak mau. Nathan membiarkan Benji tidur di dalam mobil dan ia melanjutkan perjalanan menyetir mobilnya sampai ke kediaman rumahnya sekarang .


Bahkan setelah sampai di dalam garasi pun ,Benji masih setia terlelap dalam mimpi .


Nathan yang menyadari itu berkata."Buset tadi ragu-ragu dan takut aku yang nyetir mobil .Tapi sekarang ,bang Benji malah tidur."Gumamnya .


".......Tidak mau bangun pula."Lanjutnya .


Nathan terdiam sesaat melihat luar mobil melalui kaca depan mobil. Dan iya, kalian pasti tahu apa yang ada di dalam pikiran Nathan .Saat melihat beberapa tumpuk kalengan berbahan besi tipis yang berukuran sedikit besar di luar sana .Di tambah dengan sikat lantai yang bergagang panjang .


Nathan berlahan beranjak keluar dari dalam mobil ,ia bergegas keluar dari dalam mobil .Ia ambil satu kaleng berukuran sedikit besar itu ,juga tongkat singkat lantai .


Dengan pintu mobil yang masih terbuka. Nathan membanting kaleng tadi ke dinding dengan cukup keras.


Gmpray.......


Ia yang menyadari Benji sudah terbangun di dalam mobil .Langsung berlari masuk ke dalam mobil untuk menekan klakson mobil .


Tin......Tinn......


Beruk.......Melempar tongkat tadi keluar mobil sampai membentur tumpukan kaleng tadi .


"BANG Benji ,KITA NABRAK ORANG!!".Ujar Nathan dengan raut wajah paniknya khas orang baru saja menabrak orang beneran .


"ADUH GIMANA INI!!".


Benji yang sudah terbangun karna suara kaleng tadi yang cukup memecah gendang telinga .Dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna ,ia memegang kepalanya dengan kedua tangannya tanpa mengeluarkan suara apapun.Dan memberikan ekspresi wajah kaget dengan mata belok nya, khas mata orang bangun tidur .


Nathan yang sudah tidak bisa menahan tawanya,langsung tertawa terbahak-bahak.Dengan memukul setir mobil ."Hhhhhhhhh.....hhhhhhhh."


Benji yang melihat itu, jadi seperti orang linglung.Ia pun membuka pintu mobil ."NATHAN!". Bentaknya.


Sementara itu Nathan masih tertawa puas di sisi lain mobil .


Sampai terdengar suara yang cukup keras .


Berugk.....


Apa lagi kalau bukan Nathan terjatuh .Benji yang mendengar jelas langsung berlari ke sisi lain mobil .Dan mendapati tubuh Nathan yang sudah terjepit pintu mobil dengan kaki panjang yang masih menjulang ke atas .


Seketika itu juga tawa Nathan langsung berhenti, berganti dengan ekspresi wajah kagetnya .


Kini berganti dengan Benji yang tertawa terbahak-bahak .Sampai sujud membungkuk ,karna kakinya mati rasa ."Hhhhhh ,kar....karma.....Hhhhhh."


Nathan hanya terdiam dengan berusaha bangkit dari sana .Benji yang melihat itu ,dengan masih tertawa kecil pun beranjak membantu Nathan untuk bangkit dari sana .


Nathan yang kini sudah berdiri dengan badan sedikit membungkuk, dan tangan kanan yang mengelus pinggangnya."Aduh pinggang ku."Rintihannya .


"Nanti di kompres pakek air hangat ."Ucap Benji yang masih menahan tawa kecilnya .


Oce Nathan menutup pintu mobilnya kembali."Au lah ,kaki belum mendingan sekarang pinggang sakit ."Sembaring berjalan keluar garasi dengan memegang pinggangnya .


Benji yang melihat itu ingin sekali tertawa ,tapi juga kasihan .Akhirnya ia menahan tawanya ."Duduk saja Nat ,gue akan bereskan kerusuhan lu ."Ucap Benji masuk ke dalam garasi .


Nathan hanya terdiam sembaring terduduk di lantai teras rumahnya ,dengan melonggar otot-otot punggung , pinggangnya .