My Salvador

My Salvador
Eps.163 Otw Jepang



Indonesia


Pukul. 05.30 Pagi


Minggu


Selepas sahur tadi .Nathan langsung kembali ke kamar untuk menunaikan kewajiban nya, juga mengemas sedikit barang-barang yang akan ia bawa ke Jepang .


Kini ia berjalan santai menuruni tangga rumah .Berpapasan dengan Panji yang tengah menaiki tangga."Ma Panji baru pulang?".


"Cepat bersiap kamu harus pergi ke pemakaman Tante Nini."


Membulat sempurna manik hitam lekat nya."Tante Nini?".


"Mas baru saja mendapatkan kabarnya dari Yudha ....Jangan pernah matikan ponsel mu .Dan setelah dari pemakaman langsung pulang. Mas sudah siapkan penerbangan untuk kamu pukul 10 siang ,nanti ."Setelah menyelesaikan ucapannya. Panji melanjutkan langkahnya.


"Tunggu mas ."Nathan memutar balik tubuhnya cepat ."Kemarin ada apa di kantor polisi?".


"Tidak ada apa-apa."


"Tidak mungkin tidak ada apa-apa. Sampai mas Panji pulang dini hari."


Tanpa merubah posisi membelakangi Nathan."Saya akan jelaskan nanti .Lebih baik sekarang kamu bersiap .Bantu Yudha mengurus pemakaman Tante Nini."


"Ya."Nathan mengikuti langkah kaki Panji.


++++++++


Baru saja sampai di dalam kamar .Nathan yang baru mengeluarkan kemeja hitam nya dari dalam lemari pakaian. Tiba-tiba .Tokk.....Tokk...Tokk....


"Astaga siap itu .Hemm...".Kesal Nathan menyampirkan asal .Kemeja hitamnya.


Nathan berjalan mendekati pintu kamarnya untuk membukakan pintu seseorang yang sejak tadi mengetuk-ngetuk pintu kamarnya .


"Lelet lu."Kenji yang menatap datar Nathan .


Memasang raut wajah lebih datar ."Gue sedang buru-buru .Lu jangan buat gue emosi ,gue libur emosi ."


"Siapa juga yang mau bikin lu emosi .Gue mau pinjem kemeja hitam .Mas Panji suruh gue ikut lu ."


"Merepotkan....".Nathan berlalu mendekati lemari pakaian nya .Melihat-lihat sampai mengambil kemeja hitam sama seperti yang akan ia kenakan ."Pakai nihh ".Menyodorkan kemeja hitam ini untuk Kenji .


Masih memperhatikan Kenji ."Loh asssiittt....lu mau ganti pakaian di sini....."Menjedah ucapannya."...Ganti baju di kamar lu sendiri ,Kecipir."


Menghentikan kegiatan melepaskan kaos yang ia kenakan."Yelelah tinggal ganti atasan saja harus ke kamar ."


Menatap datar. Nathan membuang nafasnya berlahan mengatur emosinya ."Untung gue puasa ,ihhhh."


++


Sesaat kemudian. Selesai mengenakan pakaian sebah hitam .Nathan dan Kenji menuruni tangga rumah untuk pergi ke lantai bawah .


Di tengah-tengah perjalanan."Mas Panji tidak ikut?".


"Tidak .Dia langsung pergi setelah memberitahu gue."


+++


Di lantai satu rumah. Nathan langsung berlalu keluar rumah di ikuti oleh Kenji. Kedua pergi ke garasi .


Di depan garasi Nathan dan Kenji melihat pak Tedi yang tengah mengelap mobil .Pak Tedi yang menyadari kedatangan majikan nya ."Sudah bersih den ."


"Maaf pak .Saya akan mengunakan motor saja ,biar cepat sampainya ."


"oh."


"Permisi pak ,saya buru-buru."


"Iya ,den ."


Nathan bergegas masuk ke dalam garasi untuk mengambil motor Vario miliknya .Ia menaiki motor itu yang di susul oleh Kenji yang duduk di boncengan belakang.


Sebelum berlalu meninggalkan garasi .Kenji berucap."Nat ."


"Apa?".Nathan yang sudah menyalahkan mesin motornya.


"Hiro dan yang lain tidak bisa gue hubungi. Dari semalam gue khawatir, mau bilang ke lu. Lu sudah tidur ."


Nathan langsung mematikan kembali mesin motornya."Yuki kan selalu aktif ponselnya .Kenapa tidak bisa di hubungi?Lu sudah coba hubungi lagi?".


"Sudah. Hasilnya sama tidak ada yang menjawab telfon gue". Hening sesaat sibuk dengan isi kepalanya masing-masing.


"Ahh yasudahlah kita urus nanti .Kita harus segera ke pemakaman."Nathan langsung tancap gas meninggalkan garasi rumah.


"Kami pamit pak .Assalamu'alaikum."Pamit Nathan tanpa menghentikan motornya kepada pak Tedi.


"Wallaikum'salam. Pelan-pelan Den .Jangan ngebut ."Belas pak Tedi di akhir kalimat sedikit berteriak.


++++++++


"Yudha."Seru Nathan yang sudah ada di dekat Yudha .Seorang pemuda yang saat ini tengah mengenakan pakaian sebah hitam sana seperti nya .


Yudha yang sudah fokus pada sumber suara."Tante Nini ,Nathan!".


Ikut tertunduk muram."Jadi kemarin Tante Nini berpamitan bukan untuk istirahat sebentar melainkan istirahat selamanya ."Ucap Nathan dengan nada suara rendah ."Mobil ambulans nya belum sampai?".Berusaha kembali tegar .


"Belum .Setelah menyolatkan jenazah Tante Nini ,gue langsung kesini duluan ."


"Itu ambulans nya?".Tanya Kenji yang melihat kedatangan mobil berwarna putih memasuki area pemakaman.


Acara pemakaman segera di mulai .Dan hanya sedikit orang yang menghadiri pemakaman Tante Nini. Dikala Tante ini hanya seorang wanita sebatang kara .Walaupun begitu, anak-anak tempat Tante Nini di besarkan di panti asuhan ikut serta menghadiri pemakaman Tante Nini .Walau hanya sebagian dari mereka saja yang menghadiri.


Beberapa menit berlalu. Pemakaman Tante Nini telah usia .Tanggal 7 Agustus 2021 .Nini Bramasta telah berpulang kepada sang pencipta.


Next...


Nathan dan Kenji menunggu Yudha di parkiran motornya tadi .Yudha yang baru usai mengantar kepergian keluarga Tante Nini menghampiri Nathan dan Kenji.


Yudha langsung meraih helm miliknya yang ia taruh di atas motor miliknya."Gue langsung ke rumah sakit."


"Sebelum itu gue juga mau pamit, Yud. Gue harus kembali ke Osaka nanti .Maaf tidak bisa membantu lu ."


"Santai saja Nat .Gue yakin sebentar lagi Asta sembuh ,dan gue yakin dia mau pulang bersama gue ke rumah."


Nathan mengangguk cepat ."Aminn."


"Lu hati-hati, jaga diri baik-baik di sana .....Kenji gue titip Nathan ."


"Siap."


"Kayak anak kecil saja gue di titip-titipkan ."


"Hhhhh.......gue pamit. Wassalamu'alaikum."


"Wallaikum'salam."


Motor Yudha secepatnya tancap gas meninggalkan pemakaman untuk secepatnya kembali ke rumah sakit . Menemani Ayah ,Ibu ,dan Alyah yang tengah menunggu operasi donor ginjal Asta .


++++++


Di sisi lain tengah terjadi kerenggangan menanti operasi donor ginjal Asta usai .Tidak jauh berbeda di tempat ini .Di mana Nathan dan Kenji yang tengah dalam perjalanan pulang ke rumah.


Nathan yang tengah fokus mengemudikan motor ."Lu mau cari oleh-oleh lagi?Mumpung lagi di luar gue antar ."


"Tidak Nat langsung pulang saja."


"Okay."


++++++++


Pukul. 09.00 Siang


Nathan dan Kenji sudah mulai berkemas memasukkan barang-barang Kenji yang sangat banyak sampai meminjam koper milik Nathan .Nathan yang seharusnya hanya membawa tas ransel tidak terlalu besar ,jadi membawa satu koper akibat barang oleh-oleh Kenji .


Sempat tersulut emosi sebentar. Dan tidak Nathan lanjut menuruti emosi. Nathan memilih sabar dan memberikan bantuan dengan meminjami koper tadi.


"Kami pamit Bi .Jaga kesehatan baik-baik ,bi .Kalau ada waktu libur lagi saya akan pulang ke sini ."Ucap Nathan yang sudah memeluk Bi Rani yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya.


"Aden juga jaga kesehatan. Jangan telat makan ,istirahat yang cukup ,jangan bergadang main game terus ."Pesan Bi Rani.


"Iya ,bi. Cerewet dahh game kan hobi setiap pria ."


"Hobi gue baca komik tuh ,bukan main game ."Saut Nathan.


"Ehh, Kecipir kering ."


"Den sudah waktunya berangkat."Kata Pak Tedi.


"iya ,pak .Kami pamit Bi .Assalamu'alaikum."Nathan cepat beranjak masuk ke dalam mobil yang di ikuti oleh Kenji.


"Wallaikum'salam."Balas Bi Rani dengan nada suara rendah . Menyungging senyum hangat menatap kepergian mobil keluarga yang Nathan tumpangi berlahan-lahan meninggalkan pekarangan rumah.


+++


"Pak .Mas Panji kemana?".


Pak Tedi yang fokus menyetir mobil."Tidak tahu Den .Setelah memberikan saya tugas mengantarkan den Nathan ke bandara. Mas Panji langsung pergi ."


"Ada apa Nat?".


"Nomer mas Panji tidak bisa di hubungi."


"Mungkin dia lagi sibuk ."


"Jangan-jangan dia sibuk ngurusin kasus kemarin ."Kata Nathan meninggikan sedikit nada bicaranya. Duduk tenang kembali .Nathan kembali berkata ."Tapi yasudahlah, jelas kak Riska tidak akan mengijinkan saya ikut terlibat lebih jauh dengan kasus ini ."