My Salvador

My Salvador
Eps.34 Tertawa-Laugh



Osaka


Pukul, 04.10 , menjelang pagi


Minggu


Nathan yang sudah ada di lantai bawah rumah sakit segera beranjak keluar lobi rumah sakit .Nathan memberi hormat kepada salah seorang sekuriti yang berjaga di sana sekilas sebelum ia beranjak masuk ke dalam mobil .


Ia yang sudah ada di dalam mobil menyalahkan mesin mobilnya kembali ,ia injak gasnya berlahan untuk pergi ke parkiran mobil yang tersedia di rumah sakit tersebut .


*Kalian pasti bertanya-tanya bagaimana Nathan bisa mengendarai mobil .Iya ,dulu Nathan pernah belajar menyetir mobil bersama kakeknya. Ia juga sudah pernah mengendarai mobil sendirian tanpa sepengetahuan kakeknya. Akan tetapi tidak butuh waktu lama kakak perempuan Nathan mengetahui hal itu.


Alhasil ,Kak Riska langsung membiri omelan Nathan habis-habisan, karna di usianya yang masih belum cukup umur memang masih terlalu berbahaya jika harus mengendarai mobil sendirian tanpa pendamping. Sejak saat itu Nathan memutuskan untuk tidak menyetir mobil sendirian lagi .Walaupun terkadang dia tetap diam-diam menyetir mobil sendirian seperti sekarang ini .*


Selesai memarkir mobilnya. Nathan kembali berjalan ke pintu utama masuk gedung rumah sakit tadi .Di ambang pintu itu juga ,Nathan berpapasan dengan paman Yoshi .


Nathan yang kini manik hitam lekatnya terfokus melihat paman Yoshi."Paman mau kemana?".


"Saya pergi sebentar Nak ,saya titip Kenji sebentar. Tolong jaga Kenji ,Nak. Sya akan segera kembali ."Kata Paman Yoshi beranjak pergi.


Nathan hanya mengangguk ringan sembaring menatap punggung paman Yoshi yang berlalu pergi dari sana .


Masih dengan penglihatan Nathan ,ia melihat paman Yoshi mengambil motor di dalam parkiran .Sebelum semakin berlalu pergi menjauh dari sana .


Nathan segera mengambil ponselnya yang ada di saku celana panjangnya .Ia segera menghubungi nomer seseorang di sana .


Tersambung!!


*Hallo bang ,saya boleh minta bantuannya?".


Benji di seberang sana dengan setengah sadar khas orang bangun tidur mendengarkan perkataan Nathan di dalam ponselnya .


*Bantuan apa Nat?".Nada suara berat serak nya.


*Tolong cari tahu di mana paman Yoshi sekarang, bang .Tadi beliau di rumah sakit sama saya ,tapi katanya dia mau pergi sebentar .Paman sangat kacau bang ,saya takut terjadi apa-apa sama paman ."


*Saya akan mencari om Yoshi ,kamu sendiri di mana?".


*Masih di rumah sakit .Kenji belum siuman bang."


*Okeh Nat ,saya pergi dulu ."


*Iya ,maaf bang mengganggu waktu tidurnya ."


*Santai, Nat ."


*Yasudah bang."


Panggil berakhir.


Selepas mengakhiri panggilan telepon. Nathan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana panjangnya .Ia melangkahkan kakinya jengkalnya kembali berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit .


+++++++++


Pukul 04.19


Di jam yang hampir sama ,akan tetapi berlainan tempat .Benji ,pemuda yang tengah bergantian pakaian di dalam kamarnya .Ia hanya tinggal mengenakan kemeja hitamnya sebagai penutup kaos hitam pendek yang ia kenakan. Selesai mengenakan kemeja hitamnya .Ia beranjak ke pintu keluar kamar tidurnya .


Cekele.....clek.....clekk...


Ia yang mencoba membuka pintu kamarnya ,akan tetapi tidak kunjung terbuka."Sial!!Di kunci dari luar ."


".......Pria sialan."Umpatnya .


Benji sangat kesal dengan sikap ayahnya yang selalu mengekang dirinya .Masih dengan posisi yang sama .Benji yang masih mencoba berpikir tenang ,ia alihkan perhatian ke sekeliling kamar tidurnya .


Benji melangkahkan kaki jengkelnya ke jendela balkon kamarnya .Ia buka jendela kaca besar itu ,lalu melangkah keluar kamar tidur. Benji ingat ,bukankah dia sering melompat keluar lewat balkon kamarnya .Toh kamar tidurnya juga hanya dilantai tiga .


Benji mulai turun berlahan melewati ,beberapa pijakan dinding di sana .Di saat sudah sedikit redah ia melompat turun dengan berlahan .


Sesudah itu ia kembali beranjak naik ke pagar rumahnya yang tidak terlalu tinggi itu ,untuk keluar dari pekarangan rumahnya .


Benji yang kini sudah berhasil keluar dari halaman depan rumahnya .Segera mempercepat langkahnya berlalu pergi dari sana .


+++++


Belum juga ia selangkah dari depan rumahnya, tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dari belakang.


Alhasil Benji segera membalikkan posisi badannya."Bang Hanam."Serunya .


"Kamu ngapain?Mau kabur dari rumah lagi."Ucap Hanam yang sudah terbiasa melihat Benji keluar diam-diam dari dalam rumahnya sendiri .


Benji menggeleng ringan ."Saya mau cari om Yoshi."Ucapnya .


Masih dengan posisi yang sama."Paman Yoshi kemana?".


"Om Yoshi pergi dari rumah sakit ,dia pergi dengan keadaan yang sangat kacau .Nathan takut om Yoshi melakukan hal yang aneh-aneh ,jadi ia meminta tolong saya untuk mencari Om Yoshi."Jelas Benji .


Benji sudah di anggap seperti adik kandung sendiri oleh Hanam ,jadi tidak heran jika ia sedikit lebih akrab dengan Hanam .Tidak heran juga ,jika Hanam sering ngerti apa yang di alami Benji.


Hanam terkadang juga menawarkan tempat tinggal sementara untuk Benji ,jika Benji sedang kabur dari rumah .


Hanam yang tengah mendengarkan penjelasan dari Benji. "Mau cari di mana?".


"Di tempat biasa mungkin, Bang ."


"Barengan sama saya saja ,saya juga akan pergi ke stasiun jemput ibu saya. Jalannya searah kan?."Ucap Hanam yang masih di posisi yang sama .


Benji mengangguk ringan membalas ajakan Hanam .


Bagai adik dan kakak .Hanam dan Benji berjalan bersamaan berlalu pergi dari sana .


++++++++++


Pukul ,05.12


Sudah hampir menjelang pagi ,akan tetapi pemuda berjaket hitam ini masih setia mendatangi beberapa tempat di sekitar daerah tersebut. Daerah yang sedikit jauh dari perumahan elit ,tempat kediamannya berdiri .


Benji ,ia adalah pemuda sekarang tengah terduduk di tepi jalan khusus di lalui pejalan kaki dan pesepeda angin .Ia duduk di atas kursi Ikea Falster Bench, kursi panjang sederhana yang tersedia di sana .


Ia atur nafasnya sembaring menegak beberapa air putih dalam botol yang sempat ia beli tadi ."Cari di mana lagi hampir semua tempat cafe yang masih buka atau tempat-tempat yang terkadang di kunjungi om Yoshi ,semua sudah ku kunjungi tapi saya tidak menemukannya ."Gumamnya .


Kembali menegak air putihnya ."Dimana om Yoshi?".Gumamnya kembali .


Sedikit lebih lama ia duduk di sana untuk menghilangkan penatnya .Dan akhirnya ia mendapat nada sambung telfon dari seseorang di seberang sana .


Benji segera mengambil ponselnya yang ada di saku celana panjangnya .


Tersambung .


*Saya tidak bisa menemukan Om Yoshi, saya sudah mencarinya kemana .Toh kota ini luas ,Nat. Tidak kecil."


Ucap Benji yang berbicara dalam telfon dengan Nathan di seberang sana .


*Iya maaf bang ,iya emang kota ini luas ."


Benji membuang nafasnya dengan kasar.


*Saya baru saja mendapatkan telfon dari supir taksi yang mengunakan ponsel paman. Katanya paman Yoshi tadi mabuk berat. Sekarang paman Yoshi sudah di rumah, saya meminta tolong supir taksi tadi mengantar paman sampai di rumah."


*Saya harus ke rumahnya?".


*Tidak perlu bang ,biarkan paman istirahat ."


*....Makasih bang, sudah bantu mencari paman ."


*Sama-sama ."


*Kamu ada dimana?".


*Di rumah sakit ."


*Kirimkan alamat kamar Kenji saya akan ke sana ."


Panggilan di akhiri oleh Benji sepihak .


Belum lama ia mengakhiri panggilan teleponnya ia mendapat pesan dari Nathan yang mengirim alamat rumah sakit di mana Kenji di rawat.


Benji segera berjalan kembali .Ia berlalu pergi dari sana untuk pergi ke alamat rumah sakit yang Nathan kirim melalui SMS .


+++++++++


Pukul, 06.20


Sudah menjelang pagi ,akan tetapi Kenji masih setia memejamkan matanya .Begitu juga Nathan yang memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya di atas sova yang tersedia di dalam kamar rawat inap ini .


Tok...tokk.....


Suara ketukan pintu mengusik tidurnya ,alhasil Nathan terbangun dari tidurnya .Ia mengerjapkan matanya berlahan untuk menghilangkan pandangan kabur .


Nathan bangkit dari tempat duduknya, ia tinggalkan tasnya tergeletak di atas meja .


Tidak perlu membuka pintu ."Masuk, bang ."Ucapnya yang melihat dari kaca yang berukuran tidak terlalu kecil .ia lihat, Benji tengah berdiri diri luar pintu.


Benji beranjak masuk ke dalam dengan langkah berlahan ."Kenji belum bangun?".


Nathan menggeleng ringan membalas pertanyaan Benji .


Benji berlalu mendudukkan pantatnya di atas sova .Nathan ikut menyusul duduk di sana .


Kedua pemuda itu sama-sama hening .Nathan yang terfokus melihat layar ponselnya . Sementara Benji yang terduduk dengan kepala yang mendongak ke atas ,dan mata terpejam nya.


Ting.....


...Notifikasi Chat...


^^^Nathan.^^^


^^^*Maaf mengganggu waktu kerjanya ,kak Riska."^^^


^^^*Kak ,saya boleh ambil uang 51juta .Nathan membutuhkan uang itu hari ini ."^^^


^^^*Kak Riska tidak perlu transfer uang Nathan lagi juga tidak papa ko. Nathan juga tidak akan minta transfer uang beberapa bulan ke depan ."^^^


Kak Riska.


*Emang mau buat apa uang sebanyak itu?".


*Uang sebanyak itu tidak sedikit ,dik."


^^^Nathan.^^^


^^^*Tidak boleh ya, kak."^^^


Kak Riska


*Bukan tidak boleh ,kakak hanya ingin tahu buat apa dulu ."


*Mau kamu apakan uang itu?".


^^^Nathan.^^^


^^^*Untuk bayar rumah sakit anak paman Yoshi .Putranya sedang di rawat rumah sakit ."^^^


^^^*Paman Yoshi seperti keluarga kita kan ,jadi bolehkah Nathan membantu?".^^^


Kak Riska .


*Iya boleh ."


*Nanti kakak transfer kamu uang lagi ."


^^^Nathan.^^^


^^^*Eh ,uang Nathan tidak akan habis kak .Nathan kan cuma ambil 51juta ."^^^


^^^*Sementara itu, kak Riska selalu transfer uang ke rekening Nathan 100juta perbulan. "^^^


kak Riska .


*Tidak papa dik ."


*Kakak akan memberimu uang terus ,selama kamu bijak mengunakan uang itu .Kakak tidak akan ragu untuk transfer uang banyak ke rekening kamu."


^^^Nathan.^^^


^^^*Ummm kak Riska .Makasih kak .Kakak Riska memang kakak terbaik ."^^^


^^^*Nathan janji akan gunakan uang ini untuk hal-hal yang baik ."^^^


Kak Riska


*Sudah dulu dik ,kakak harus berangkat kerja. "


^^^Nathan.^^^


^^^*Okeh ,kak".^^^


Selesai mengakhiri berbalas chat dengan kakaknya Nathan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya .Ia alihkan pandangan melihat Benji untuk bermaksud mengajaknya mengobrol .Akan tetapi ,Benji sudah kehilangan kesadarannya .Iya ,Benji tertidur pulas di atas sova tadi .


"Wah sudah tidur saja!".Ujarnya .


".... Mungkin bang Benji kecapean."Batinnya mengeluarkan ponselnya kembali .


Nathan memilih untuk fokus bermain game di dalam ponselnya .Toh ia juga tidak sedang melakukan apa-apa .


+++++++++


Pukul ,07.29


Nathan pemuda yang tengah sibuk dengan permainan game dalam ponselnya, tiba-tiba langsung beranjak dari atas tempat duduknya di kala mendengar sesuatu terjatuh .


Pyaar......


Nathan segera memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya ,ia melangkah cepat mendekati brankar pesakitan Kenji .


Iya,Kenji mencoba untuk turun dari atas brankar pesakitan .Akan tetapi tangannya tanpa sengaja menyenggol vas bunga di atas lemari kabinet kecil dekat tempat tidur rumah sakitnya. Alhasil bunyi pecahan vas itu langsung membuat Nathan tersadar dan langsung beranjak dari tempat duduknya.


Nathan yang sekarang sudah ada di dekat Kenji ."Mau kemana Ken?Kenapa tidak panggil saya saja jika kamu ingin turun ."Ucap Nathan membantu Kenji untuk terduduk kembali di atas tempat tidur rumah sakitnya.


Kenji yang masih dengan wajah datarnya ."Di mana ayah?".


"Ayah!?".


".....Em ,ayah kamu belum ke sini. Mungkin sebentar lagi paman Yoshi akan kesini ."Nathan masih setia berdiri di sana .


Kenji berusaha melepas selang infus yang menempel di lengannya ,akan tetapi dengan cepat Nathan menepis pegerakan tangan Kenji.


"Mau apa kamu!?".Ujarnya menatap tajam ke arah Kenji .


"Saya harus pulang."Balas Kenji singkat tanpa membalas menatap Nathan .


"...Lagian buat apa saya di sini .Lebih saya istirahat di rumah ."


"....Biaya uang rumah sakit juga pasti mahal. Saya tidak ingin ayah saya semakin sibuk dengan pekerjaannya ."


Ucap Kenji menatap dingin ke Nathan.


Nathan terdiam ,Kenji kembali melakukan hal yang sama .Alhasil Nathan yang sudah geram menggenggam tangan Kenji dengan kuat ."KAMU INI KENAPA, KEN?".


".....Kamu sudah gila ,ini akan membuat keadaan kamu semakin memburuk Kenji ."Nathan dengan nada suara yang sedikit meninggi .


Benji yang awalnya masih tertidur pulas pun ,akhirnya terbangun karena mendengar suara keributan .Ia mengerjapkan matanya dengan menggosok berlahan untuk menghilangkan pandangan kaburnya.


Ia yang kesadaran sudah membaik segera beranjak dari tempat duduknya .


Masih dengan posisi yang sana ."Sudah cukup Ken, kamu istirahat kembali .Saya ingin kamu lekas sembuh ."Ucap Nathan membantu Kenji tiduran kembali di atas tempat tidur rumah sakitnya.


Masih dengan posisi yang sama ."SAYA TIDAK SUKA MENDENGAR PERINTAH SAYA DI BANTAH."Tegas Nathan.


"Nani!?".


"Siapa Lu? Memerintah gue ."


"Keluarga!".Balasnya singkat tanpa menatap raut wajah Kenji .


Nathan mengambil kursi kecil yang tersedia di sana ,ia pindahkan kursi itu ke sisi lain tempat tidur rumah sakit .Kini ia terduduk di depan jendela ,dengan menghadap brankar Kenji berbaring terlentang.


Nathan yang sudah sedikit meredakan emosi."Kamu mau makan?".


Kenji hanya terdiam ,ia mengabaikan tawaran Nathan kepadanya .


Nathan membuang nafasnya dengan kasar.Lalu ia berucap tanpa berpaling melihat Kenji."Jadi orang sakit memang tidak enak ,berbaring seharian di tempat tidur tanpa melakukan apa-apa. Terkadang juga harus sendirian di dalam ruangan, tidak ada yang di ajak ngobrol atau berbincang kecil ."Nathan yang berbasa-basi.


".....Saya pernah mengalami koma ,entah berapa hari saya koma di rumah sakit .Kakak saya sangat sedih melihat saya terbaring lemah. Saya bisa mendengar setiap kalimat yang kakak saya ucapkan, kalimat yang sama. Menginginkan saya untuk segera membuka mata saya. Tapi sayang, mata juga tubuh saya tidak bisa bergerak sedikit pun ."


".......Lalu di dalam koma, saya berjanji kepada Tuhan saya ,jika saya bisa siuman dan sehat kembali .Saya tidak akan mengeluh kembali dengan kekurangan kebahagiaan yang tidak bisa saya dapatkan saat ini ."


Kenji mulai berpaling melihat Nathan ,ia mulai tertarik dengan cerita Nathan .Tidak terkecuali, Benji yang sudah di dekat sana juga ikut tertarik mendengarkan .Ia bahkan kini sudah terduduk di pojok tempat tidur rumah sakit tempat Kenji berbaring.


Nathan menyungging senyum tipisnya sekilas."Banyak yang bilang saya adalah anak yang sangat beruntung .Saya lahir di keluarga yang meninggal banyak warisan besar ,juga harta berlimpah. Dan menurut yang mereka lihat ,tidak ada kurang dalam hidup saya .Mereka anggap tidak ada ada ."


".......Mereka anggap saya orang yang paling berbahagia."


"......Tetapi jika saja mereka tahu ,kalau saya sangat iri dengan mereka .Kenapa saya tidak memiliki ayah seperti mereka? Kenapa ibuku pergi begitu cepat?Mengapa saya tidak memiliki orang tua?Dan kenapa saya harus sendirian?Saya terus mengelus tanpa sadar ,bahwa orang-orang di luar sana banyak yang ingin mengganti posisi saya .Banyak yang ingin menjalani hidup mewah seperti saya ."


"......Dari koma itulah saya sadar ,bahwa tidak semua manusia hidup dengan sempurna .Pasti ada saja masalah ,ada saja musibah ,kekurangan, dan kelebihannya ."


"Lalu!?".Ucap Kenji .


"Lalu apa?Sejak koma itu saya sudah belajar sedikit tentang hidup ,dan sekarang saya akan menjalani apa yang sudah menjadi takdir hidup saya .Tanpa harus banyak mengeluh."Balas Nathan .


"......Walaupun terkadang masih ."Lanjutnya menyungging senyum memperlihatkan giginya .


"Tunggu!".Ujar Kenji menatap Nathan .


"Jadi lu tidak punya ayah, ibu lagi."Ucap Kenji dan Benji bersamaan.


"Hem."


"Ada apa emang?".


"Jadi .....".


Nathan mengacungkan jari telunjuknya."Sshhuutt ,jangan ada kata maaf lagi."


".....Jika saya di suruh jujur, saya tidak suka mendengar kata maaf berulang-ulang kali ."Lanjutnya .


Benji dan Kenji langsung terdiam ,mereka berdua sama-sama tertunduk entah memikirkan apa .Nathan yang menyadari itu langsung membuka suara ."Eett kalian berdua jangan nangis disini ."


"Nani!?".


"......Gue tidak menangis ya."Lanjut Benji cepat dengan beranjak dari tempat duduknya.


"Ya itu air apaan?".Nathan yang menggoda Benji.


Benji langsung mengusap-usap matanya dengan cepat ."Mana tidak ada?".


Nathan tanpa rasa bersalah."Mau saja di kibulin."Ujarnya .


"NATHAN!"Geram Benji menarik jaket yang Nathan kenakan .


Benji jepit kepala Nathan di antara ketiaknya. Dengan salah satu tangan mengacak-acak rambut kepala Nathan .


Kenji yang memperhatikan itu sembaring tadi tertawa kecil melihat tingkah kedua pemuda di depannya .


Nathan yang masih di posisi yang sama."Aduh bang ,bau banget ketiak lu."Ujarnya .


Benji yang masih melakukan hal yang sama ."Baka san ,hirup sampai habis bau-bau sedap ini ."


Nathan meronta-ronta melawan tenaga Benji yang lebih besar dari tenaganya .


Kenji semakin tidak bisa menahan tawanya, ia tertawa-tawa kecil memperhatikan pemadaman dua pemuda di depannya yang seperti dua anak kecil sedang berkelahi.