My Salvador

My Salvador
Eps.132 Apa yang di sembunyikan?



Osaka


Pukul. 15.37 Sore .


Kamis


Jam pulang sekolah telah selesai sejak tadi .Akan tetapi dua pemuda ini masih asik di dalam kelas .Asik dengan topik obrolan serius keduanya sembaring menunggu kedatangan Ryo yang katanya akan menyusul ke kelas MIPA C.


"Gue tidak mengerti lagi dengan apa yang pikirkan Hiro .Iya....apa benar iya bersekutu dengan CB....Tidak, tidak mungkin ."Kenji yang tetap berusaha percaya dengan Hiroyuki setelah semua bukti yang ia lihat menunjukkan .Bahwa Hiroyuki mengikuti kelompok CB.


Nathan yang berdiri di samping jendela kelas samping bangkunya .Jendela yang langsung mengarahkan ke lapangan depan sekolah .Ia terfokus pada pemandangan di luar jendela itu .Tanpa memiliki keinginan untuk merespon ucapan-ucapan Kenji .Mungkin ia sudah lelah dengan ocehan Kenji sejak tadi .


"Maaf telat ."Ryo melangkah masuk ke dalam kelas ini .


Nathan yang sudah terfokus pada Ryo yang baru datang."Jadi bagaimana, bisa terus lanjut?".


"Ya....gue baru saja dapat notifikasi chat dari Hiro. Kalau dia akan menunggu Rikka di jembatan sungai Aoi Mizu ,nanti sore ."


"Baiklah, yok pulang."Ajak Nathan melengos pergi lebih dulu .


"Gue baru sampai lu ajak cabut .Turun tangga lagi!". Ekspresi wajah kelelahan Ryo tidak di gubris oleh Kenji ataupun Nathan yang sudah berlalu cukup jauh meninggalkan ruang kelas .


Ryo hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar, sebelum akhirnya menyusul dua makhluk cuek jelmaan bumi .


++++++


Pukul. 17.00 Sore


Ryo sudah berganti penampilan menjadi Rikka .Sekarang ia tengah berjalan ke santai ke arah jembatan sungai Aoi Mizu untuk menemui Hiroyuki .


Melihat Hiroyuki dari kejauhan."OI...ONII-SAN..".Teriak Rikka dengan berlari kecil ke arah Hiroyuki .


"Jangan berlari Rikka, bahaya."Hiroyuki menegur dengan nada suara cukup tegas .


Rikka yang sudah dekat dengan Hiroyuki berdiri."Maaf... Onii-san."


Hiroyuki menyungging senyum tipisnya."Yuk."Ajaknya berjalan lebih dulu .


"Ehm."Rikka mengikuti langkah Hiroyuki. Untuk berjalan beriringan .


Di sisi lain Nathan dan Kenji yang mengawasi dari kejauhan tanpa merubah penampilan mereka seperti Ryo .


Nathan yang mengunakan Teropong monocular(Teropong untuk melihat objek jarak jauh) untuk mengawasi Ryo dari kejauhan. Dan ia yang saat ini tengah menggunakan Teropong monocular ."Akting Ryo bagus banget ,Kecipir .Lihat Yuki tidak curiga sama sekali ....Yaelah kita jadikan perempuan saja Ryo ."Ucap Nathan tanpa melepas fokusnya dari Ryo .


Kenji mendorong pelan pelipis kepala Nathan bersamaan dengan mengambil alih Teropong monocular ini."Tol**ol!".


"Waa..".Pelan namun cukup mampu membuat tubuh Nathan tergoyahkan dari jongkok nya sampai berakhir dengan ia duduk atas tanah."Baka!".


"Yasudahlah o'on ,ayo jalan."Ajak Kenji melengos lebih dulu tanpa memperdulikan perbuatan nya barusan yang membuat celana panjang Nathan sedikit kotor .


Next...


Fokus melihat Hiroyuki sekilas."Hari ini mau kemana dulu, Onii-san?".Tanya Rikka tanpa menghentikan langkahnya.


Begitu juga Hiroyuki."Ke Chikurin .Ada seseorang yang harus saya temui di sana ."Masih di langkah yang beriringan."......Rikka tidak papa pulang terlambat....Saya takut kedua kakak mu akan marah."


Tertawa renyah."Ahhh....santai Onii-san. Kak Ju dan Kak Jo tidak akan marah.... Karena mereka berdua percaya Rikka akan aman bersama kak Hiroyuki."


"Emang kakak mau menemui siapa?".


"Seseorang maklum yang paling galak di dunia ini."


Dalam hati ."Bang**sat! Jangan-jangan Hiro mau ketemu ketua CB. Anjing hancur leburrrrr." Sampai tanpa sengaja ."Hancur!".Ucapan batin Rikka benar-benar terucap .Sampai dapat Hiroyuki dengar dengan jelas .


Hiroyuki yang sudah fokus pada Rikka ."Apanya yang hancur?".


Rikka yang ikut menghentikan langkahnya."Umm...em..itu...tadi apa ya....itu Rikka ingat soal piring yang tanpa sengaja Kak Jo pecahkan."Mengangkat lalu menaik turunkan kedua tangannya."Piyarrr.....hancur."


Melihat tingkah lucu Rikka yang menjadikan dirinya sebagai piring yang pecah."Hhhhh......kamu memperagakan bagaimana piring itu pecah?". Hiroyuki yang menahan gelak tawanya .


Tertawa geli dengan tingkah nya sendiri."Heheh....iya ."


"Yasudahlah, ayo."Ajak Hiroyuki kembali untuk melanjutkan perjalanan.


Sementara Nathan dan Kenji yang masih membuntuti keduanya dari kejauhan.


"Ryo mau di ajak kemana, o'on....Gue belum siap apa yang harus gue lakukan, jika Ryo benar-benar ketemu ketua CB sekarang."


Pekkk....menimpuk bahu Nathan."Ba**go! Lu minta rencana ini di percepat, tapi lu....waah....baji**ngan."


"Bukan gitu, baka!".


"....Gue tetap ada rencana."


"Apa?".


"Rencana dadakan ."Nathan yang melengos melanjutkan perjalanan membuntuti Ryo dan Hiroyuki .Ups!Rikka dan Hiroyuki .


+++++


Next....


Selang beberapa waktu berjalan kaki .Kini sampailah Hiroyuki dan Rikka di stasiun kereta api. Transportasi umum kota ini .


Rikka di persilakan Hiroyuki untuk masuk lebih dulu ke dalam kereta .Sementara ia menyusul masuk ke dalam .


Di dalam Rikka segera duduk di tempat yang masih kosong .Begitu juga Hiroyuki yang ikut menyusul duduk di samping nya .


Sementara kedua orang ini sudah duduk dengan baik .Nathan dan Kenji yang hampir ketinggalan kereta .Langsung melesat masuk begitu saja menerabas pintu kereta yang hampir tertutup rapat. Sampai membuat sedikit keributan karena Kenji tanpa sengaja menabrak beberapa penumpang sampai hampir jatuh.


Hiroyuki yang melihat ke ributan dari kejauhan .Memiliki keinginan untuk mendekati keributan itu .Akan tetapi Rikka tiba-tiba menyandarkan kepalanya pada bahu Hiroyuki .Membuat Hiroyuki mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat duduk.


++++++


Pukul. 18.30 Malam


Kereta ini sampai di daerah Chikurin. Hiroyuki segera membangunkan Rikka yang tertidur pulas di bahunya.


"Bangun, sudah sampai...",beranjak dari tempat duduknya "..Ayo turun ."Hiroyuki mengulurkan tangannya untuk membantu Rikka yang masih setengah sadar .


Sudah keluar dari stasiun. Hiroyuki dan Rikka langsung melanjutkan perjalanan berjalan kaki .Untuk sampai di tempat tujuan yang tidak terlalu jauh dari sini .


Di sisi lain Nathan dan Kenji.


Nathan yang sudah sangat kelelahan sejak tadi jalan terus ."Capek, capek o'on. Masih lama sampainya?".


"Kalau tujuannya ke Chikurin....", berpaling pada Nathan dengan mimik wajah tersenyum manis yang berganti datar dengan cepat ."...Lama".


"Hhaaa...gue mau heran kaki kalian terbuat dari apa?Tidak mengerti kah kalian dengan kata capek ...Sudah berjalan sejauh ini tanpa istirahat....naik transportasi umum....astagfirullah hallazimmmm .....Jika di kampung halaman gue....lebih baik bermacet-macetan lama-lama dengan kendaraan dari pada harus membuang tenaga berjalan kaki berdesak-desakan di dalam transportasi umum....Aaa."Keluh kesah sang sultan.


Kenji yang tetap melanjutkan perjalanan."Cerewet...mirip cebong beneran....berisik lah."


Next.....


Selain beberapa menit kemudian . Sampailah Hiroyuki di taman Chikurin .Akan tetapi Hiroyuki masih mengajak Rikka berkeliling untuk mencari seseorang yang akan Hiroyuki temui.


Sampai di pertengahan taman ."Itu dia."Ucap Hiroyuki yang sudah terfokus pada wanita muda yang mengenakan dress bermotif bunga .



Melihat sosok perempuan yang tidak asing itu."Ho!Mika."Batin Ryo dalam diri Rikka .


Hiroyuki mengajak lebih mendekat lagi ke arah Mika yang tengah terduduk seorang diri di kursi bambu panjang .


"Maaf menunggu lama."Hiroyuki berucap dengan nada suara rendah tidak seperti suara aslinya.


"Santai. Lagian gue baru sampai."Balas Mika dengan senyum manisnya. Tidak sama seperti bagian biasa Mika yang selalu menunjukkan wajah kesal murka nya kepada Hiroyuki.


Melihat seseorang perempuan kecil yang tengah bersama dengan Hiroyuki."Dia siapa?".


"Oh...dia Rikka ."


Rikka mengulurkan tangannya."Rikka ,salam kenal One-san ."


"Salam kenal ,saya Mika."Mika menerima uluran tangan itu .


Mika yang sudah terfokus pada Hiroyuki. Ia yang hanya memberi kode mengedipkan kedua bahunya sekilas .


"Ehm...Rikka .Kamu berani jalan-jalan atau tinggalkan kami berdua sebentar saja."Hiroyuki yang sudah terfokus pada Rikka .


Rikka menunjukkan gigi kecil rapinya ."Hehe....Rikka takut Onii-san."


"Kalau gitu Rikka duduk saja di bangku sana .Kami masih bisa mengawasi Rikka dari sini...mau kan?".Kini giliran Mika .


Rikka hanya mengangguk sama lalu berlalu pergi untuk duduk di kursi yang baru saja di tunjukkan Mika.


Di sisi kepergian Rikka yang menjauh .Nathan dan Kenji yang masih membuntuti harus memutar otak kembali .Untuk mencari cara bisa lebih dekat dengan Hiroyuki dan Mika agar bisa mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


Baru saja Mika akan memulai obrolan .Rikka tiba-tiba saja berteriak ."ONII-SAN ,ONEE-SAN."Membuat penglihatan Hiroyuki dan Mika terfokus pada Rikka .


"JANGAN LAMA-LAMA RIKKA TAKUT SUDAH MALAM."Teriak Rikka di tempat yang sama .Jika mau tau itu adalah alibi Rikka untuk memberi ruang Nathan dan Kenji mengendap-endap mendekati Hiroyuki dan Mika dengan bersembunyi di dalam semak-semak bambu belakang kursi keduanya duduk .


"IYA."Balas Hiroyuki .


"Dia keponakan lu?".


"Bukan. Dia adik teman gue."


"Ummm."


"Jadi mau ngomong apa?...Em tunggu..tadi kenapa buru-buru pulang?".


"Gue harus ke Chikurin secepat nya. Karena harus mengurus surat perpindahan rumah nenek."


"Nenek lu jadi tinggal sama lu."


"Ehmm."


Hening sesaat. Samapi akhirnya Mika membuka topik kembali dengan ucapan kalimat normal(sopan)."Kamu masih belum membicarakan masalah ini dengan mereka?".


"Belum...saya tidak mau mereka ikut terjerat masalah .Toh bentar lagi ujian kenaikan kelas...saya tidak mau ujian mereka terganggu."


"Tapi mau bagaimana pun mereka tetap lah sahabat dekat kamu....Tidak baik untuk mu menyangga beban sahabat mu seorang diri ,Hiroyuki. Kamu juga punya keluarga....jika kamu selesaikan ini seorang diri dan kamu terkena masalah lalu terancam di keluarkan dari sekolah...Pikirkan keluarga mu ,Hiro....Kamu satu-satunya harapan mereka .Harap untuk adik-adik mu.....Kazuo dan Kenchii sudah besar ,Hiro .Mereka berdua sangat membutuhkan biaya banyak untuk melanjutkan hidup .Jangan biarkan mereka menderita Hiro ."Tutur kata lembut Mika kepada Hiroyuki yang tertunduk lesung.


Tidak ada balasan dari Hiroyuki .Mika mengelus lembut tengkuk punggung Hiroyuki."Bilang kepada mereka Hiro. Jangan seperti ini.....masalah ini sangat berat Hiro...Bahkan nyawa keluarga kamu ikut terancam bukan."


Hiroyuki mengangkat pandangan nya .Ia tatap lama sepasang manik mata di depan cukup lama dan dalam. Sampai akhirnya ia mencari topik lain untuk mengabadikan topik tadi."Ayo saya antar pulang .Kasihan Rikka sudah malam."


Hiroyuki bangkit dari tempat duduknya ."Rikka Ayo."


"OK."Rikka berlari kecil ke arah Hiroyuki dan Mika .


"Antar Onee-san dulu. Rikka mau?".


"Mau...yokk...".Rikka berjalan lebih dulu .


"Sini jangan jauh-jauh. Emang Rikka tau rumah kak Mika?". Hiroyuki yang berjalan di belakang Rikka .


Rikka menoleh dengan terkekeh kecil."Heheh....tidak ."


"Kalau gitu sini."Ajak Mika membawa Rikka berada di antara dirinya dan Hiroyuki."Jangan bersama-sama ."


++++++


Sementara Nathan dan Kenji yang berlahan-lahan mulai keluar dari dalam semak-semak.


"Mau tidak mau besok kita harus paksa Hiroyuki untuk mengakui semuanya."Ucap Kenji.


"Jangan gegabah tol**ol.....", merapikan pakaian yang sedikit kotor ini."...santai dulu, kita tunggu rencana selanjutnya."


Lalu Nathan memulai perjalanan lagi menyusul ketiga manusia tadi yang sudah hampir hilang dari pandangan matanya .