My Salvador

My Salvador
Eps.186 Akibat hujan



Osaka


Pukul. 16.39 Sore


Selasa


Tidak ada suasana matahari terbit. Hujan turun dengan deras sejak siang tadi .Dan tidak kunjung reda sampai menjelang sore hari .


Di sisi lain. Nathan justru terjebak di salah satu pondok taman yang lumayan jauh dari daerah tempat tinggal nya .Dan apesnya lagi ia lupa membawa ponsel.


"Sialan sekali ."Di barengi raut wajah lesung .Nathan yang masih terduduk di bawah pondok taman ini .


Melihat sekeliling nya yang semakin gelap juga semakin dingin .Nathan yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mendekap tubuhnya dengan jaket yang ia kenakan. Sembaring bersandar di tiang pondok ini .


"Aduh dingin ini dingin. Kenapa gue tadi pakek keluar kalau sudah tahu mendung be***go ."Gumam marah kepada diri sendiri Nathan menahan hawa dingin yang menusuk-nusuk kulit tubuhnya.


Tanpa di sadari Nathan pun tertidur dengan posisi terduduk mendekap tubuhnya. Sesaat saat ia terbangun. Nathan sudah melihat tubuhnya berbalut syal rajut merah .


Sayup-sayup khas orang bangun tidur Nathan melihat sekelilingnya."Zarina."


"Hanya kebetulan ,bukan?".Zarina menengok ke arah sumber suara.


Nathan yang sudah duduk dengan benar ."Jam berapa sekarang?".


"Sembilan malam ."


"H?."Mengerutkan keningnya."Sudah empat lima jam saja disini ."Ujarnya sedikit terkejut."Kira-kira gimana ya paniknya paman ,Kenji ,dan dua bodyguard itu ."Batin Nathan sembaring membayangkan kepanikan orang rumah saat mengetahui dirinya pulang terlambat .


++


Dan itu benar-benar terjadi .


*Otou-san. Di rumah makanan biasanya juga tidak ada ."Kenji yang melakukan panggilan telepon seluler di seberang sini dengan ayahnya di seberang sana .


*Cari ke tempat lain ."Balas Yoshi yang langsung mematikan panggilan telepon seluler nya. .


Menyimpan kasar ponselnya."Jih...sialan cebong cerewet menyusahkan."Umpat Kenji kesal sembaring mulai berlalu berkeliling kembali .


Tidak jauh berbeda dengan Danzeo dan Iruka yang juga berpencar berkeliling mencari keberadaan Nathan .Namun tidak dengan Yoshi yang masih ada di dalam kantornya .Ia tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Alhasil ia hanya bisa berharap dan menyerahkan semuanya kepada putranya dan kedua orang kepercayaan nya .


++++++


Next.....


"Kenapa kesini malam-malam. Masih hujan juga ,kenapa tidak langsung pulang?".Tanya beruntun yang Nathan lontarkan untuk Zarina .


"Haduh cerewet sekali lu."Ucap kesal Zarina ."Gue memang sering kesini ,hanya saja bedanya saat ini turun hujan ."


"Hem."


"Lu sendiri kenapa di sini?".


"Maunya pulang dari tadi ,tapi tidak ada payung."


Hening sesaat."Mau nebeng pulang ."Tawar Zarina yang sudah mulai beranjak dari tempat duduknya.


"Tidak perlu, nanti lu pulang akan kejauhan."


"Ada transportasi umum.....Mau tidak."


Diamnya Nathan yang masih berpikir. Justru membuat Zarina geram .Alhasil Zarina langsung menarik pergelangan tangan Nathan."Tinggal bilang iya sulit banget ."


Nathan hanya terdiam mengikuti langkah kaki Zarina ."Bisa bawakan payung nya ."


"Em..iya."Nathan menerima pegangan payung milik Zarina .


Keduanya berjalan beriringan di bawah payung yang melindungi keduanya dari derasnya air hujan yang berjatuhan.


"Uhh...".Zarina menghembuskan pelan nafas berasap dingin miliknya .


Menyadari itu. Nathan yang sempat melirik sekilas ke arah Zarina .Berinisiatif melepas syal rajut merah tadi dengan tangannya yang terbebas tidak memegang pegangan payung .Nathan melepas syal itu dan memberikan Syal itu kepada sang pemilik sebenarnya."Pakai ini ,lu lebih membutuhkan dari pada gue ."


Menyadari dirinya sendiri memang tengah menggigil kedinginan. Alhasil Zarina menerima syal miliknya kembali tanpa penolakan.


Perjalanan panjang masih berlanjut. Masih kurang beberapa menit lagi untuk bisa sampai di kediaman rumah Nathan .


+++++


Berbicara dengan seseorang di seberang sana .


*Paman Danzeo pulang saja .Paman Iruka masuk angin .Kami juga akan segera pulang ."Kata Kenji diseberang sini .


*Iya ,Tuan Kenji ."


Panggilan telepon seluler yang di akhir sepihak oleh Kenji di seberang sini .


Selesai memasukkan ponselnya ke dalam saku celana panjangnya. Kenji kembali menghampiri Paman Iruka yang tengah terduduk menahan mual .


Paman Iruka yang sudah tidak bisa berbasa-basi banyak .Hanya diam saja mengikuti keinginan Kenji .


Di tengah-tengah berada di posisi seperti ini adalah suatu keberuntungan untuk Iruka. Karena jika saja paman Iruka tidak bertemu dengan Kenji .Mungkin nasibnya akan berbeda .Kurang lebih ia akan merepotkan rekan kerjanya yang lain .


Next.....


"Sudah ku duga mereka ."


"HOY BANG**SAT ."Kenji yang langsung secepat kilat mendekati Nathan .Brugkk......"Uhukk.....".Nathan yang langsung membungkuk paksa karena pukulan kuat yang ia terima di perut .


Menjinjing kasar kerah pakaian Nathan."DARI MANA SAJA BANG**SAT?".Kenji yang penuh amarah. Karena terlalu Emosi, ia sampai melupakan keadaan Paman Iruka yang ia tinggalkan kehujanan.


Bahkan Zarina yang menyadari paman Iruka tengah sakit pun .Ikut turun tangan datang membantu Iruka yang berusaha bangkit dengan kaki lemahnya .


"Oji-san. Oji-san tidak papa."Zarina membantu Iruka bangkit dari tempat nya jatuh .


Sementara Kenji masih sibuk mengomel kepada Nathan yang memasang ekspresi wajah pasrah saja dengan posisi yang di berikan .Seakan sudah siap mendengarkan Omelan Kenji .


"HOY!!!".Teriak Zarina yang masih berusaha memapah tubuh Paman Iruka yang sudah tidak sadarkan diri(pingsan).


Keduanya langsung terpaku berpaling ke arah sumber suara menggelegar itu ."BANTU PAMAN INI .DIA PINGSAN .APA KALIAN TIDAK PUNYA HATI."Kini giliran Zarina yang marah-marah dengan nada tinggi bicaranya.


"Ho, lu sih Ken ."Nathan yang langsung menyingkirkan kasar tangan Kenji yang mencengkram kerah pakaiannya. Karena ia secepat mungkin mendekati Zarina dan paman Iruka untuk membawa paman Iruka secepatnya masuk ke dalam rumah .


Nathan yang di bantu oleh Kenji dan Zarina yang mengikuti keduanya. Membawa Paman Iruka ke kamar lantai bawah dekat ruang tamu. Yang sering di tempati paman Iruka dan Paman Danzeo .


"Ada minyak?".Tanya Zarina .


"Ada-ada."Balas Kenji cepat.


Melihat Kenji yang hendak berlalu mengambil minyak ."Tunggu. Sekalian buatkan minuman hangat ."


"Biar saya buatkan."Saut Nathan .


Kenji dan Nathan meninggalkan Zarina seorang diri bersama Paman Iruka yang masih pingsan .


Sesaat setelah melakukan perawatan kecil kepada Paman Iruka .Nathan ,Kenji ,dan Zarina keluar dari kamar istirahat Paman Iruka .Membiarkan Paman Iruka beristirahat dengan tenang .


Bersamaan dengan itu paman Danzeo yang baru saja sampai di kediaman rumah Nathan .


"Tuan Nathan."


"Paman Iruka masuk angin paman .Sekarang paman sedang beristirahat di kamarnya ."Kata Kenji kepada paman Danzeo .


"Ehem Terimakasih sudah mambantu paman Iruka.....saya permisi ."Paman Danzeo yang berlalu pergi untuk melihat keadaan rekan kerjanya.


"Zarina ."Seru Nathan kepada Zarina yang masih fokus menatap kepergian paman Danzeo .


"Iya?".


"Lebih baik kamu juga ganti pakaian. Seragam sekolah kamu juga basah ."Kata Nathan .


"Hem?".


"Maksud gue bukan itu iya. Gue suruh lu ganti pakaian supaya lu tidak bernasib sama seperti paman Iruka ."Kata Nathan kembali memperjelas maksud ucapannya dengan bermaksud agar Zarina tidak salah faham .


"Lu pikir gue sekolah liburan sampai repot-repot bawa pakaian ganti ."Nada bicaranya sewot Zarina.


"Lu bisa pakek bajunya Kenji ."


"Ho!Ya kebesaran be**go ."Sang pemilik yang tidak terima di bawah-bawah.


"Yaelah lu .Kan lebih baik besar dari pada kekecilan. "


"Hem."Kenji menatap tajam Nathan .


"Hey, hey, hey kalian berdua."


"Yasudahlah lu ganti pakek pakaian gue saja ."Nathan yang langsung menarik pergelangan tangan Zarina tanpa memperdulikan, jika Zarina itu seorang perempuan yang mungkin akan bersikap tidak tenang dengan perlakuan ini .


Berusaha menghentikan pergerakan Nathan."Hey ,Nat-Nathan ."Zarina dibarengi menghentikan langkah kakinya .


Menghentikan langkah kakinya. Nathan berpaling melihat Zarina yang sudah tertunduk. Menyadari apa yang sedang Zarina pikirkan. Nathan langsung melepaskan genggaman."Maaf ,maafkan saya .Seharusnya saya tidak bersikap seperti ini ."


"Saya hanya ingin meminjamkan pakaian milik saya ,hanya itu .Jadi saya harap kamu tidak berpikir yang aneh-aneh. Saya bukan seperti yang kamu pikirkan."Di susul menggosok-gosok Surai rambut belakang kepalanya.


"Kamu ikuti saya saja."


Zarina hanya terdiam mengikuti langkah kaki Nathan .Nathan mengambil satu set atasan dan bawahan pakaian miliknya untuk ia berikan kepada Zarina .


Memberikan pakaian miliknya kepada Zarina ."Saya tambah jaket agar tidak tembus dinginnya .....Kamu juga bisa ganti pakaian di dalam kamar mandi ,jika takut pintu kamarnya di buka tiba-tiba."


"Iya , Arigato."


Mengangguk ringan ."Saya tunggu di bawah ."Nathan berlalu meninggalkan kamar tidurnya.