My Salvador

My Salvador
Eps.188 Rancangan



Osaka


Pukul. 10.30 siang


Minggu


Tiga bulan telah berlalu .Musim dingin telah tiba .Musim tanah-tanah yang tertutup hamparan salju putih pada telah datang .


Karena awal musim dingin. Anak-anak yang tengah bersekolah di liburkan .Begitu juga dengan sekolah Shanghai tempat Nathan bersekolah.


Karena libur musim dingin ini cukup panjang .Nathan sejak awal libur sekolah terus menghubungi kakak perempuan nya untuk meminta izin kembali ke Indonesia. Terus berusaha namun belum ada satupun pesan ataupun panggilan telepon seluler yang masuk di balas oleh kakak perempuan nya .


Next......


"Woy."Melempar kadar bantal sofa ke arah Nathan.


Walaupun tengah melamun Nathan tetap bisa menangkap bantal itu dengan satu tangan kanannya.


"Lu masih memikirkan cara kembali ke Indonesia?".


"Hem."


"Bagaimana jika lu terbang saja diam-diam ke Indonesia tanpa sepengetahuan ayah gue dan kakak lu."


"Gimana caranya Paspor gue di pegang ayah lu ,milik lu juga kan ."


"G ,Paspor gue pegang sendiri ."


"Hem."


"Gue ada rencana. Lu siap-siap saja untuk terbang Indonesia besok ."


"Terus lu?".


"Gue ikut ,tidak mungkin gue di marahin ayah gue sendirian di sini karena ulah lu."


"Oky-oky ."Mengatur posisi duduk nya dengan baik ."Kalau gitu antar gue ambil uang bentar ."


"Mau buat apa?".


"Lu be**go?".


"Mulut lu kotor be***go ."


"Jangan sok suci .Mau atau tidak?". Memotong ucapan Kenji ."Mau atau tidak?".


"Iya, iya ."


Kenji sudah bersiap mengambil pakaian hangat .Namun Nathan tiba-tiba menghentikan langkahnya."Tunggu.....penjaga itu?".


"Gampang ."Kenji yang langsung nyelonong mendahului Nathan.


"Tidak seperti biasa otak kecipir kering encer ."Nathan sembaring beranjak menyusul Kenji .


++++++++


Bersujud di memohon-mohon agar di perbolehkan keluar."Tolong perbolehkan kami pergi keluar."


"Tolong lah paman Danzeo, tolong paman Iruka .Plisss ."Bahkan Kenji sampai mencium-cium punggung tangan paman Danzeo dan paman Iruka.


Lalu bagaimana dengan Nathan?Dia menutupi mukanya dengan telapak tangan kiri nya ."Jika cara lu begini gue tidak akan menyetujui nya ,kecipir kering." Batin Nathan menahan rasa malu yang luar biasa. Akibat dari perilaku melakukan Kenji yang seperti anak-anak meminta uang jajan yang tidak kunjung di berikan.


Nathan yang sudah lelah melihat drama memalukan ini ."Paman Danzeo, kami di izinkan keluar?".


"Tentu boleh tuan ."Balas Danzeo dengan mudahnya. Membuat mulut Kenji menganga .


Nathan yang nyelonong meninggalkan Kenji yang sudah membuat nya malu ."Ayo be**go ,lu kayak kecipir kering beneran."


Sementara kedua bodyguard ini ."Kenapa majikan kita berbeda?".Iruka tak bisa berpikir lagi .


"Syukurlah tuan kita tidak kejam seperti yang lain ."Saut Danzeo.


Next......


Nathan yang sudah memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantelnya hangat yang ia kenakan."Seharusnya kita tidak keluar dari kandang."Ucap Nathan dengan bibir memerah pink dingin .


Sama halnya dengan Nathan ."Gue seharusnya pakai sarung tangan."Melihat tangannya yang berusaha warna menjadi pink kemerah-merahan.


"Ayo lebih cepat lagi jalannya .Salju akan turun lagi ."Nathan yang lebih mempercepat lagi langkah kakinya.


Mendengar ucapan Nathan .Kenji langsung mendongak ke atas melihat langit-langit siang ."Ha!!Mendung."


++++++


Selesai mengambil uang tunai .Nathan kembali menghampiri Kenji yang tengah menunggu nya selesai mengambil uang .


"Ayo pulang ."


"Cari teh atau kopi dulu Nat . Tenggorokan gue membeku ."


"Banyak alasan lu ."


"Gue serius Nathan."Kenji beranjak dari tempat duduknya."Lagian lu kan baru ambil uang tunai ."


Menatap serius Kenji. Nathan berkata."Gue ambil uang buat beli tiket pesawat. Katanya lu bisa bantu gue ."


Meringis ."Ahhh...".


"Sampai lu gagal gue anggap lu berotak kecipir.....pahit ."


"Anjing......Baiklah-baiklah ."


"Yok cari kedai coffee."


"Hem."


Next......


Sudah dekat dengan kedai kopi yang Kenji maksud .Nathan justru menghentikan langkahnya tiba-tiba.


Fokus Nathan melihat ke seberang jalan ."Kamu belum tahu .Zarina adik perempuan Vito ."Ucap Kenji yang ikut memperhatikan apa yang membuat langkah Nathan terhenti.


Tanpa membalas ucapan Kenji .Nathan nyelonong berjalan masuk ke dalam kedai kopi .Yang baru di ikuti oleh Kenji .


Meminum sedikit demi sedikit coffee yang ia pesan untuk menghangatkan tubuh. Itu yang tengah Nathan lakukan .


Tidak jauh berbeda dengan apa yang di lakukan Nathan .Kenji pun sama-sama tengah menikmati coffee pesanan nya .Namun bedanya ,ia juga sesekali memperhatikan Nathan yang setelah melihat seseorang di seberang jalan tadi .Sikap Nathan jadi berubah dingin .


"Lu kenapa?".


Justru berbalik tanya."Gue kenapa?".


Mendengar balasan respon Nathan .Kenji langsung menyungging raut wajah datar .


"Gue hanya khawatir lu tidak bisa menepati janji membantu gue kembali ke Indonesia."


"Bisa-bisa khawatir sekali lu ."


"Iya, iya lah .Lu tidak bisa di percaya."


"Terserah lu ."Meminum sedikit kopi hangat nya ."Tapi kalau gue bener-benar bisa .Lu harus belikan gue rambutan yang banyak ."


"Tidak musim rambutan."


"Yasudah tidak jadi ."


"Kalau gitu rambutannya tidak jadi ."


"Hemm.....". Menyimpan fokus matanya.