
Osaka
Pukul 06.20 Pagi
Rabu
Sang Surya masih tertutup awan abu-abu di atas sana, membuat suasana di pagi ini terasa masih sangat gelap .Seakan masih menjelang malam suasana di luaran sana .
Sementara di dalam salah satu rumah elit di daerah ini .Di dalam rumah seorang pemuda yang sudah mengenakan pakaian seragam sekolah lengkap yang tengah terduduk di ruang makan .
Duduk seorang diri dengan menikmati beberapa potong roti sandwich ,dan segelas susu yang masih utuh tersedia di atas meja makan .
Sembaring menghabiskan makan pagi nya .Pemuda ini juga tegah terfokus membaca buku sekolah .
Iya, seperti yang di bicarakan kemarin .Hari ini ia akan mulai mengejar mata pelajaran yang tertinggal ,agar ia tidak sampai tinggal kelas.
++++++++++
Sesaat kemudian ,selesai membersihkan bekas makannya .Pemuda ini segera membereskan buku-bukunya untuk ia masukkan ke dalam tas ransel nya .
Ia bawa tas ransel sekolah ini pergi meninggalkan ruang makan .Untuk berganti posisi ke ruang tengah .
Di ruang tengah ,pemuda ini menaruh tas nya di atas sova .Ia berganti berjalan ke sisi lain ruangan ini ,untuk mengambil sepatu sekolah nya .
Ia bawa sepasang sepatu ini kembali ke sova .Sembaring terduduk nyaman ,pemuda ini mulai mengenakan sepatu sekolah .Bersamaan dengan itu ponselnya tiba-tiba berbunyi .Pemuda ini segera mengambil ponsel yang tergeletak di dalam saku celana panjangnya. Lalu ia nyalakan layar benda pipih ini.
Kak Riska.
*Pagi ,dik .Jangan lupa sarapan dulu sebelum berangkat sekolah ,jaga kesehatan baik-baik di sana .Jangan terlalu memaksakan diri, jika capek istirahat saja. Jangan sekolah dulu."
Isi pesan notifikasi Chat yang dikirim kakaknya untuk pemuda ini .
^^^Balas Nathan .^^^
^^^*Siap ,kak Riska ."^^^
^^^*Kak Riska juga jangan telat makan ,jangan sampai sakit lagi ."^^^
Kak Riska
*Iya ,semangat sekolah nya."
^^^Balas Nathan .^^^
^^^*Siyap ,bos."^^^
^^^Dengan emot memberi hormat .^^^
Selesai mengakhiri percakapan pesan singkat ini .Nathan segera bergegas beranjak dari sana ,karena ia sudah siap dan rapi untuk segera berangkat ke sekolah .
Tidak lupa pemuda ini ,mengenakan jaket hitam polos untuk melindungi tubuh dari udara dingin di luar sana .
Tanpa menutup resleting jaket hitam polos nya .Pemuda ini langsung saja beranjak keluar rumah .Ia buka pintu rumah nya ,tak lupa ia kunci kembali sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan kediaman nya .Seperti saat keluar pintu depan rumahnya, ia juga melakukan hal yang sama saat keluar gerbang depan rumahnya .
Namun di saat terfokus mengunci pintu gerbang depan rumahnya kembali ."Lelet lu ,Cebong!".Suara yang tidak asing terdengar ini membuat Nathan langsung menengok melihat sang sumber suara yang menatap nya malas .
Nathan yang selesai mengunci pintu gerbang rumah nya ."Siapa suruh lu jemput gue."Ucap sewot Nathan .
Masih dengan ekspresi wajah datar nya."Cuma mau pastikan lu tidak pingsan seperti kemarin."
"Bidih."Menjinjing miring bibir yang julid ."......Gue sakit kemarin juga karena lu ."Membalas menatap malas .
Menatap tajam ."Ko jadi salah gue ,ya salah lu sendiri Bodo .Siapa suruh lu loncat ke dalam jurang .SIAPA?SIAPA? SIAPA?".Kenji meninggikan nada suaranya di akhir kalimat.
Menenteng badannya mencampakkan tinggi badan Kenji .Yang emangnya tinggi badan Nathan sudah hampir sama dengan Kenji ."Gue ,tapi siapa suruh lu ikut loncat?".
Mendorong kening Nathan dengan kasar ."Gue loncat karena nolong elu ,be**go! Tidak terima kasih malah marah-marah."
"Gue tidak minta lu nolong gue."
Kenji yang sudah emosi langsung saja menarik kerah baju belakang Nathan sampai tubuh ini sedikit terangkat."DIEM LU CEBONG CEREWET."Gertaknya .
Membalas memukul wajah Kenji tidak terlalu keras dengan kepalan tangannya. Beruk.....Sampai wajah Kenji sedikit menengok paksa .
Kenji langsung menetap tajam Nathan kembali .Yang di tatapan justru memasang ekspresi wajah julid tanpa rasa takut di geprek .
Kenji yang kesal langsung memberikan bogem mentah pelan pada perut Nathan . Bugk....
Walaupun sedikit pelan .Nathan tetap membungkukkan badannya sedikit, sembaring menggenggam perut ratanya dengan kedua tangannya .Ia meringis menahan sakit .
Tanpa memperdulikan itu .Kenji justru fokus mengelus-elus pinggir bibir nya yang seperti sedikit ada luka sobek di sana .Yang dapat ia rasakan rasa perih nya .
"Sakit ,baka .Lu mau isi perut gue keluar."Bentak Nathan menatap kesal .
Yang di tatap tidak perduli ,namun berkata ."Lu pikir gue perduli ."Balas nya santai .".......bibir cantik gue lebih berharga dari pada lu."Sambungnya yang ketus .
Nathan yang mendengar itu menjadi kesal dan ingin memukul kembali .Namun ia urungkan karena ada seorang nenek-nenek lewat di jalanan ini ,sembaring menyapa nya dan Kenji ."Ohayo ."Sapa nenek ini dengan senyum ramahnya.
Yang di sapa membalas dengan senyuman ramah saja ,tanpa membalas perkataan nenek tadi .Yang sudah pergi sedikit jauh dari sini .
Bersamaan dengan itu .Nathan beranjak pergi meninggalkan Kenji .Kenji yang menyadari itu ,langsung menyusul langkah Nathan tanpa protes-protes lagi .
Keduanya akhirnya berangkat sekolah .Namun jika saja nenek tadi tidak lewat di depan jalan tadi dan tidak menyapa keduanya .Mungkin keduanya sekarang masih melanjutkan keributan ,tanpa perduli dengan jam telat masuk sekolah.
++++++
Kedua makhluk resek ini berjalan beriringan ,tanpa membuka obrolan sama sekali. Keduanya fokus dengan dunianya masing-masing .
Nathan yang fokus melihat sekeliling nya .Yang terlihat masih sunyi ,hanya ada beberapa orang saja yang tengah berlalu lalang .
Juga melihat-lihat beberapa pohon maple yang sudah tidak memiliki dedaunan momiji kembali .Itu mungkin pertanda jika musim dingin akan segera tiba lebih awal di bulan ini .
Sedangkan Kenji .Pemuda ini hanya terfokus melihat satu tujuan ,dan hal yang sama .Yaitu pohon maple ,yang sudah tidak memiliki dedaunan .Hanya terlihat beberapa daun di sana ,bahkan ada pohon yang sudah tidak memiliki daun sama sekali .Jadi yang terlihat hanyalah sebuah ranting-ranting pohon yang bercabang-cabang berwarna coklat tua ,muda .
++++++++
Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Perempuan dress biru dengan cardinga yang tengah ia kenakan sebagai penghangat tubuh nya ini .Tengah berdiri tegak di jendela kaca yang hanya terbuka sedikit ini .
Mata perempuan ini terpejam ,menikmati sembuh angin sepoi-sepoi pagi yang dingin menerpa wajah cantik yang terlihat pucat ini .
Dengan sesekali membuang dan menghembuskan nafas nya berlahan .Untuk menambah ketenangan dirinya yang tengah menikmati hawa dingin di pagi hari ini .
"Kenapa di buka jendela ,nanti kamu masuk angin di luar dingin sekali."Kata sesosok perempuan setengah paru baya yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat inap ini .
Iya ,perempuan ini tengah ada di salah satu ruang rawat inap kamar rumah sakit di daerah ini .Perempuan ini tengah dalam perawatan dokter yang membuat nya harus di rawat di rumah sakit ini.
Menengok ke sumber suara ."Tidak papa ,Ma .Saya cuma bosan saja jika musim dingin datang ."Kata Perempuan ini memperlihatkan ekspresi wajah sedikit muram sedih .
Wanita paru baya ini mendekati putrinya. "Kan ada mama ,apa kamu bosen sama mama terus?".
Menjawab cepat ."Tidak-tidak ,ma ."
"Yasudah istirahat ,mama akan tutup gorden ini agar kamu tidak kedinginan."Kata wanita setengah paru baya ini tersenyum manis .Dalam guritan raut wajah yang mulai menua .Yang tetap terlihat manis juga memenangkan di dalam arti senyuman nya .
+++++++++++
Pukul 07.47 Pagi
Pagi ini ,kelas 10 MIPA C sudah mulai menjalankan aktivitas belajar mengajar nya .Dari empat kelas 10 MIPA ini sudah sama-sama melakukan belajar mengajar .
Bahkan kelas lain pun juga sama .Yang kini membuat suasana lorong sekolah ini menjadi sunyi sepi ,hanya beberapa guru saja yang berlalu lalang .Sementara siswa siswi tidak ada ,karena tengah terfokus mengikuti belajar mengajar di kelasnya masing-masing .
Belajar mengajar ini berlangsung selama empat jam setengah .Di jam akhir bel istirahat akhirnya berbunyi ,membuat beberapa siswa siswi tersenyum seneng .
Namun tidak dengan pemuda yang satu ini ,karena setelah jam istirahat berbunyi .Pemuda ini segera bersiap-siap pergi ke kantor untuk menemui beberapa guru wali kelas nyA .Karena ia sudah konsultasi soal mata pelajaran tertinggal dengan walikelas nya .Dan dia di suruh wali kelas untuk datang langsung ke kantor untuk mengambil tugas yang sudah di ambil walikelas yang akan mempermudah pemuda ini agar tidak perlu bertanya-tanya soal mata pelajaran yang tertinggal kepada guru-guru pengajar kelas nya .
Pemuda ini pergi ke kantor bersama dengan Hiroyuki yang juga akan pergi ke kantor untuk menaruh tumpukan buku tugas ini di meja guru pengajar yang baru saja mengajar kelas nya .
Berjalan beriringan ."Bang Benji di rawat di rumah sakit mana?".Tanya Nathan.
"Sama seperti rumah yang dulu lu dirawat."Balas Hiroyuki .".....Lu mau ke sana?".Lanjutnya berganti bertanya .
"Iya .Lu juga mau ke sana?".
Melihat lawan bicaranya sekilas ."Tidak ,gue ada banyak pekerjaan di bengkel ,gue juga harus jemput dua adik gue .Tapi kalau lu mau ke sana ,sama Kenji, Ryo saja ."
"Tidak hari ini kayaknya ,gue harus mengebut belajar dulu biar cepat beres .Gue akan telfon bang Benji saja ,mungkin dengan ngobrol di telfon juga sama saja ."
"Yehh ,emang lu mau ngebut pelajaran yang banyak itu sekarang?".
"Iya ,gitu."
"Jangan terlalu memaksakan diri ,kalau lu capek istirahat saja .Minta saja bantu ke Kenji ,tuh anak juga pinter kayak lu ."
"Beres itu ."Balas Nathan sembaring mengacung-acungkan jari jempol kepada Hiroyuki.
Sesampainya di dalam kantor ,Hiroyuki langsung berpisah dengan Nathan yang bedan tujuan meja guru .
Selepas menaruh buku-buku ini di atas meja .Hiroyuki langsung saja beranjak pergi meninggalkan kantor guru tanpa harus menunggu Nathan yang jelas-jelas akan sedikit lebih lama di sini .
Sementara itu ,Nathan yang tengah berdiri di samping meja guru wali kelasnya ini tengah terdiam mendengar guru nya yang tengah menjelaskan satu persatu tugas yang harus Nathan kerjakan .
Selesai menjelaskan tiga tugas dengan mata pelajaran yang berbeda kepada Nathan ."Kamu kerjakan yang ini dulu .Yang ini saja sudah sangat banyak ,jika sudah selesai kamu datang lagi saja ke saya sekalian kumpulkan tugas ini ."Kata Tuan Hajime.
Menjaga jarak pandang untuk kesopanan .Nathan menjawab."Baik ,Sensei ."
"Terima kasih sudah membantu ,Sensei."Sambung Nathan mengambil berlembar-lembar tumpukan kertas-kertas tugas ini .
Tuan Hajime mengangguk ringan sembaring berucap ."Selamat mengerjakan .Dan jangan terlalu memaksakan diri, jika capek istirahat saja .Waktu pengumpulan semua tugas masih kurang tiga Minggu lagi ."
"Iya ,Sensei .Permisi ."Pamit Nathan beranjak pergi dari sana .
Keluar dari kantor guru ini .Nathan langsung berjalan kembali ke kelasnya ,karena kurang beberapa menit lagi bel masuk akan berbunyi.
Di tengah perjalanan nya ini .Ia beberapa berpapasan dengan tiga pemuda yang menatap dirinya dengan dingin seakan tidak suka dengan kehadiran Nathan .Sementara yang di tatap justru terlihat tenang berpaling melihat kearah lain mengabaikan ketiga pemuda yang akan berjalan berpasangan dengannya .
Bugrk........Nathan tersungkur ke lantai lorong sekolah ini karena salah seorang pemuda sengaja menjegal kakinya. Melihat itu, beberapa sepasang mata langsung berpaling menatap nya .Bahkan sebagian sudah tertawa-tawa melihat nya .
Kertas-kertas tugas yang Nathan bawa berserakan di atas lantai .Untung saja tugas pelajaran yang ia bawa ini sudah di staples ,jika tidak mungkin akan campur aduk dengan tugas lainnya yang akan membuat nya semakin bingung.
Tanpa perduli dirinya menjadi pusat perhatian .Nathan segera bangkit ,ia berjongkok dan mulai memungut kembali kertas-kertas tugas ini .
Sementara itu ketiga pemuda ini masih tertawa-tawa di belakang nya ."Hhhhhhh......lemah lu anjing ,jika seperti ini lu seperti anak anjing yang tengah memungut sisa sampah."Hina salah seorang pemuda kepada Nathan .
Tetap bersikap acuh .Nathan justru masih terfokus memungut kertas-kertas tugas nya ,karena menurut nya tugas-tugas ini lebih penting dari ocehan lidah tak bertulang di depan nya .Sampai di saat ia ingin beranjak ,sebuah uluran tangan terulur di depannya .
Pemuda yang mengulurkan tangannya untuk membantu Nathan berdiri ini .Hanya terdiam ,dengan fokusnya menatap lurus ke depan.Tatapan tidak melihat Nathan sama sekali .
Nathan yang melihat itu langsung saja menerima uluran tangan ini dan segera beranjak berdiri tegak kembali .Ia yang sudah berdiri segera membereskan seragamnya sedikit berantakan.
Sedangkan pemuda yang menolong Nathan masih terfokus menatap lulus ke dapan .Ketiga pemuda ini hanya terdiam ,lalu berlalu pergi begitu saja meninggalkan tempat ini .
Selepas kepergian ketiga pemuda tadi .Beberapa sepasang mata yang awalnya memperhatikan Nathan juga ikut berpaling melihat ke arah lain ,seakan mereka tidak pernah melihat kejadian barusan .
Mungkin mereka takut dengan pemuda ini ,pemuda yang masih berdiri di sini bersama dengan Nathan .
"Siapa mereka ,bang?".Tanya Nathan kepada pemuda ini .
Menatap datar ."Mereka anggota Monsutafaia ,gangster yang memusuhi anggota geng Hiryonji yang kamu ikuti ."Jelas singkat pemuda ini ,yang tak lain adalah Hanam .Hanam yang masih di posisi yang sama ."Lu tidak papa?".
Memiringkan kepala sedikit ."Tidak papa ,no lecet-lecet."Balas Nathan .
"Balik kapan lu?".
"Tadi malam ."Balas Nathan yang masih dengan nada suara santainya .
"Oh ,kertas apa itu?".
"Biasa bang ,masak tak tahu?".
"Tugas untuk kejar nilai ."
"Yes."Nathan dengan mengangkat jarinya membentuk huruf O.
"Pantas saat saya ke kelas kamu ,kamu tidak ada di kelas .Ambil tugas toh."Kata Hanam berganti berucap dengan mengunakan bahasa Indonesia .Ia bermaksud agar tidak ada yang memahami obrolan nya dengan Nathan .
"Weeww ,indo ."Ujar Nathan .
".....Emang Abang mau apa ,cari saya?".Sambungnya bertanya dalam bahasa Indonesia.
"Kasih bekal makanan ,tadi nenek saya titip buat kamu .Gara-gara kemarin nenek tidak sengaja mendengarkan ngobrol saya sama kak Riska di telfon ,soal kamu .Jadi nenek tahu kamu sudah pulang ke sini ,dan dia nitip bekal makan siang untuk kamu."Jelas Hanam kepada Nathan dengan bahasa Indonesia .
"Oh ."
".....Terus mana bang?".Masih dengan bahasa Indonesia.
"Di kelas ,tadi saya titipkan sama Kenji ."
"Oh."
"Mau di bantu kerjakan tugasnya?". Menawarkan diri dengan mengunakan bahasa Indonesia.
"Tidak dulu ,nanti kalau butuh pasti minta ."Masih di posisi yang sama .".......Duluan ,bang keburu masuk nanti belum sempat nyicipin masakan nenek bang Hanam juga ."
Mengakhiri percakapan bahasa Indonesia kedua nya."Okeh."Balas Hanam beranjak pergi dari sana ,bersamaan dengan Nathan berjalan berlawanan arah .
Hanam berjalan lurus ke depan untuk turun berpindah gedung sekolah .Sementara Nathan berjalan lurus untuk naik ke atas ,di mana kelasnya berada .
+++++++++
Di dalam kelas .Nathan langsung duduk di bangku nya ."Ken ,bekal tadi mana?".
Masih di posisi yang sama ,wajah tertutup dengan lengan tangan yang belum silang di atas meja ."Loker meja ."Balas nya .
Nathan sedikit membungkukkan tubuhnya mengambil bekal makan yang ada di loker mejanya .Ia ambil dan ia buka kota makan ini .Terlihat di kotak makan ini makan sederhana dengan lauk sederhana yang terlihat enak untuk segera masuk dan berselancar di dalam lambung.
Nathan makan bekal ini sembaring menunggu jam masuk yang kurang hitungan menit lagi .
+++++++++++
Pukul 14.59 menjelang sore .
Semua siswa tengah bersiap-siap untuk pulang dari sekolah ini .Tak terkecuali Nathan ,yang tengah membereskan beberapa bukunya.
Kenji yang sudah selesai lebih dulu ."Lu beneran tidak pulang lebih dulu?".
"Tidak ,Ken .Gue harus ke perpustakaan dulu kerjakan ini ,sekalian pinjem beberapa buku ."Balas Nathan yang sudah selesai beberes.
"Hem."
"Ayo turun ."Ajak Kenji kepada Nathan .
Berjalan beriringan ."Eh ,Yuki ta....". Memotong kalimat Nathan ."Dia sudah pulang lebih dulu karena harus datang lebih awal ke bengkel."Ucap Kenji.
"Oh."
"Musim dingin sebentar lagi lu bisa keluar?".
"Mau apa?".
"Jawab dulu ,cebong cerewet".
"Iya ,bisa saja."
"Oh."
"Lu jawab pertanyaan gue, be***go".
"Gue tidak tahu mau kemana .Hiro belum bilang dengan pasti ."Balas enteng Kenji terfokus melihat jalan di depannya.
"Weww, jadi ini buka rencana lu?".
Yang di ajak bicara hanya terdiam ,dengan tetap berjalan .
Setibanya di lantai bawah .Nathan berbisa dengan Kenji .Kenji yang langsung pulang ,sementara Nathan mampir lebih dulu ke perpustakaan di dekat sini .
Nathan berjalan lewat depan gedung senior kelasnya .Sebelum ia sampai di perpustakaan ,ia memang harus lewat sini .Karena ini jalan tercepat sampai di perpustakaan yang tersedia untuk sekolah juga umum ini .
Baru saja ia di pertengahan jalan .Dua kakak kelas langsung menghadang jalannya .
Oh iya ,walau kelas 10 dan 11 sudah pulang .Kelas 12 terkadang masih ada di kelas ,karena terkadang ada pelajaran tambahan yang harus di pelajari untuk persiapan ujian kelulusan .
Nathan menghentikan langkahnya,lalu mendongak menatap ke dua pemuda yang tengah berdiri di hadapan nya ."Apa?".Tanga datar Nathan .
"Lu lewat sini ,yang berarti lu harus berusaha dengan kita. "Kata salah seorang pemuda ini .
Membuang nafas dengan kasar ."Emang ini jalan pribadi lu sampai gue tidak di perbolehkan lewat?".
"Gue tidak bilang begitu ,tapi gue tidak suka lu lewat sini ."
Ia yang tidak ingin membuat keributan."Oh ."Nathan yang berbalik badan bermaksud berpindah jalur jalan untuk pergi ke perpustakaan.
Menarik kerah jas sekolah Nathan ."Baka ,mau kemana lu?".
Menatap malas ."Puter jalan ."
"Lu sudah ada urusan dengan kita ,be**go .Lu tidak bisa pergi begitu saja ."
Melepas paksa tangan yang menarik kerah jas nya ."Oh ."
Nathan yang sudah kembali menatap malas kedua pemuda ini."Kalian mau apa?".
"Gue mau lu bertekuk lutut di depan kita ,dan lu cium sepatu kita sebanyak lima kali ."Kata pemuda ini .
Nathan mendengar ini langsung mencengkram kuat telapak tangannya .Dengan sorot mata hitam lekat nya yang menatap tajam ke arah dua pemuda ini .Ia berusaha untuk tetap terlihat tenang.
"AYO ,BAKA!!".Bentak salah seorang pemuda.
Nathan mulai membungkuk badannya berlahan .Dan salah seorang pemuda mendorong paksa kepala Nathan agar lekas membungkuk .Nathan yang merasakan itu langsung mencengkram kuat tangan pemuda ini ,ia langsung menarik tangan pemuda ini agar tubuh nya sedikit lebih dekat .Lalu langsung mengangkat sedikit tubuh pemuda ini ,sebelum akhirnya ia banting keras ke jalan paving ini dengan kuat .
Pemuda ini langsung menggeliat merintih kesakitan merasakan sakit yang hebat di tulang belakang nya .
Sementara itu Nathan kembali berdiri tegak sembaring merapikan baju seragam nya yang sedikit berantakan ,yang emang sudah berantakan sejak awal .Heheh.....
Menatap santai pemuda yang tengah membantu temannya untuk berdiri kembali .Nathan memilih langsung beranjak pergi ,dari pada ia hanya terdiam di sini menunggu masalah lain menghampiri dirinya .
Tibanya ia di dalam perpustakaan ia segera menulis daftar isi resepsionis perpustakaan ini ,sebelum akhirnya ia masuk ke dalam perpustakaan .Di dalam perpustakaan ini ,Nathan segera berlari ke bagian fisika biologi untuk mencari beberapa buku yang tengah ia butuhkan .
"Buset lengkap banget buku-buku di sini."Ujar Nathan terfokus melihat sejajar buku-buku yang tertata rapi di depan samping kanan dan kirinya ini ."Jika begini lebih baik gue kesini tiap hari lah ,an***jir!". Tersenyum senang .
Berhasil mendapatkan buku yang ia butuhkan .Nathan segera berjalan mencari kursi duduk yang nyaman untuknya duduk .
Mendapatkan tempat duduk di pojokan ,dekat penghangat ruangan .Nathan segera duduk tenang di sana untuk segera memulai mengerjakan tugas sekolahnya ini .
Hari ini ,Nathan bermaksud mengerjakan tugas fisika biologi terlebih dahulu sebelum ia berlanjut mengerjakan tugas bahasa .
Mulai mengerjakan beberapa soal ."Syukur Matematika belum di kasih tadi ."Gumaman nya yang terfokus mengerjakan soal fisika ini .
++++++++++++
Pukul 17.20 Sore
Menjelang sore ini .Kenji yang berpakaian bebas ,tengah mengayun sepeda anginnya melewati jalanan yang ramai dengan perjalan kaki .Berlahan-lahan ,namun ia tetap mengayunkan medal sepeda nya .Karena di sore hari ini ,ia bermaksud untuk pergi ke bengkel ayah untuk mengantar beberapa berkas kerja ayah nya yang tertinggal di rumah.
Sebenarnya ayah tadi bermaksud untuk mengambil sendiri .Akan tetapi Kenji memaksa untuk pergi sendiri mengantar berkas ini ke sana .Dengan alasan tidak ada hal menyibukkan dirinya ,yang membuat nya lebih baik keluar rumah seperti sekarang bukan .Mencari kesibukan dengan mengantar berkas kerja ayahnya ,yang mungkin akan membuat nya sedikit bergerak .
Selang beberapa waktu kemudian .Kenji yang sudah sampai di depan bengkel segera menarik sepeda anginnya di samping bengkel ini .Sebelum ia beranjak masuk ke dalam .
Kenji yang melihat Hiroyuki yang tengah membersihkan mesin mobil ."Hiro!".Sapanya tanpa menghentikan langkah kakinya .
Yang di sana hanya membalas dengan angkat tangannya sekilas .
Di dalam ,ia segera mengetuk pintu ruang kerja ayahnya .Tok....Tok....
"Masuk."Balasan dari dalam ruangan ini .
Mendengar itu ,Kenji segera membuka pintu ini .Pintu yang sudah sedikit terbuka, ia segera beranjak masuk ke dalam .
Kenji taru berkas kerja ini di atas meja kerja ayahnya ,sembaring ia duduk di kursi kosong yang tersedia di depan meja kerja ayahnya .
"Otou-san bakal melihat-lihat mobil lagi?".Tanya Kenji .
Otou-san\=>Sebutan ayah dalam bhs Jepang.
Masih terfokus menulis ."Iya ."
"........Tapi Otou-san tidak akan pulang larut malam seperti kemarin ,kan Otou-san sudah janji akan makan malam bersama kamu ."Lanjutnya yang kini sudah menatap putra tunggalnya.
Kenji yang mendengar itu hanya membalas dengan senyum tipis nya .Sangat tipis .
"Gimana nak Nathan tadi ,jadi sekolah?".Kembali terfokus melanjutkan menulis sesuatu .
"Jadi."
"......Tapi kami tidak pulang bersama ,dia harus pergi ke perpustakaan dulu katanya ."
"Hemm ,mungkin nak Nathan sudah pulang sekarang .Jika tidak ada halangan di jalan ......".Yoshi sedikit menaikan nada bercanda nya dengan terkekeh pelan .
Yang mendengar justru menganggap itu seriusan .Alhasil Kenji segera beranjak dari tempat duduknya ."Kenji pergi dulu ,Otou-san. Nanti Kenji langsung ke resto ."Pamit Kenji berlalu pergi meninggalkan ruang kerja pribadi ayah nya .
Menatap heran kepergian sang putra ."Anak itu kenapa?". Gumamnya .
Di luar Kenji yang kembali melewati Hiroyuki ,langsung berlalu begitu saja mengabaikan Hiroyuki yang ingin mengajaknya mengobrol .
Hiroyuki yang melihat itu ,hanya memasang wajah herannya sekilas .Sebelum ia terfokus kembali dengan perkejaan nya .Karena sesaat lagi ,ia harus pamit pulang menjemput kedua adiknya .
++++++++
Pukul 18.08 malam
Sudah menjelang malam .Akan tetapi Nathan masih berseragam sekolah yang sama .Namun seragam ini sudah tertutup dengan jaket hitam polos nya .
Nathan seharusnya sudah sampai di rumah sejak tadi .Tapi karena ia memutuskan untuk berbelanja makanan lebih dulu di supermarket .Akhirnya ia belum sampai rumah hingga hari sudah menjelang gelap ini .
Dan kini ia tengah berjalan sendiri di atas trotoar pejalan kaki ,dengan menenteng satu kantung plastik besar barang belanjaannya.
Jalan pemuda ini santai ,tidak perduli dengan hari yang sudah gelap .Pemuda ini tetap berjalan santai tanpa ada rasa untuk buru-buru sampai di kediaman rumah yang masih sangat jauh dari tempat nya berjalan sekarang.
Karena hari semakin gelap .Nathan memutuskan untuk mengambil jalan pintas agar lekas sampai di kediaman rumahnya .Namun sepertinya jalan yang dia lalui Nathan adalah jalan buruk yang akan membawanya ke dalam masalah besar .
Walaupun sudah tau jalan ini adalah jalan di mana Kenji pernah di hajar ,dan jalan di mana tempat Hiroyuki pernah berkelahi .Nathan tetap memutuskan untuk lewat jalan ini ,karena untuk saat ini di dalam pikiran hanya ia harus segera sampai di kediaman rumah nya .Secepatnya ,hanya itu .
Dengan langkah kaki yang sama pemuda ini mulai memasuki gang ini seorang diri .Gang yang penerangan lampu nya tidak seterang dengan penerapan lampu di jalan-jalan sebelumnya .
+++++++++
Di dalam yang sunyi sepi ini .Pemuda yang tengah di berjalan seorang diri di dalam gang jalanan yang tak terlalu lebar ini.
Sampai di pertengahan jalan ,pemuda ini di hadapan oleh segerombolan pemuda berpakaian bebas ,namun hampir semua pemuda ini mengenakan warna selempang yang sama .Ada yang di pakai di leher ,ada yang di ikat di pinggang seperti mengenakan ikat pinggang ,ada yang hanya di sampirkan saja ,dan ada yang tak mengenakan .
Nathan ,pemuda ini melihat semua pemuda yang tengah menghadang jalannya. Terlihat ada sekitar 10 pemuda dalam kelompok ini .
Menatap menjulid."Lihat anak Anjing sampai di rumah nya, tanpa membuat kita bersusah payah mengundang nya."Ucap salah orang pemuda yang terlihat seperti seorang pemimpin di dalam kelompok ini .
Nathan menatap datar kepada sang sumber suara ."Ada urusan apa sama gue?".
Melihat beberapa teman berganti ."Mau apa Hoy ,apa?Coba jelaskan ,bro?".Ucap pemuda tadi yang tak lain adalah Taka . Kapten ketiga geng Monsutafaia.
Pemuda yang tengah memimpin kelompok ini .Pemuda yang akan bermaksud jahat kepada Nathan .
"HAJAR LU ,BE***GO ."Saut balas serentak kelompok ini .
Masih di ekspresi wajah tenangnya .Nathan melepas tas ransel nya ,untuk ia taru di jalanan ini bersama dengan kantung plastik belanjaannya.
Bersiap melawan ."Jika itu mau kalian ,mari gue layani ."
"SOK KUAT LU ANJING!!!".Tarik Noritaka berlari bersiap memberikan pukulan keras pada Nathan .
Sementara di sini Nathan tengah berkelahi melawan sekelompok pemuda yang jauh beda jumlah nya dengannya .
Di lain tempat ,justru pemuda dengan ekspresi wajah tak teneng tengah berjalan berbalak-balik di depan sebuah gerbang rumah yang masih tertutup rapat .
Sudah tidak terhitung ke berapa kalinya pemuda ini berbolak-balik di depan gerbang rumah yang tertutup rapat ini .Yang jelas pemuda ini tidak berhenti melakukan nya .
Sampai akhirnya ia menghentikan langkahnya ,ia ambil benda pipi di dalam kantor celananya. Untuk segera menghubungi seseorang di seberang sana.
Tersambung.
*Hiro ,Lu sudah pulang kerja?".
*Sudah ,ini lagi antar adik gue pulang ke rumah."
*Nathan belum pulang ,Hiro ."
*H!! SERIUS!?".
*......Astaga!!Jangan sampai dia seperti Benji. "
Hiroyuki yang langsung berucap kaget di seberang sana .
*Lu dimana ,Ken ?".
*Depan rumah Nathan."
*Lu cari Nathan ,nanti gue nyusul setelah mengantar adik gue pulang."
*Ok."
Kenji yang langsung mematikan panggilan telfon nya .
Kenji langsung beranjak menaikkan sepeda angin kembali ,untuk segera tancap gas mencari keberadaan Nathan yang belum ia ketahui keberadaan nya .
+++++++
Di waktu yang sama akan tetapi berlainan tempat .Hiroyuki yang tengah berdiri bersama kedua adik laki-laki yang masih berusia lima tahun ini tiba-tiba harus terhenti karena ia harus mengangkat panggilan telepon.
Selesai mengangkat panggilan telepon ,salah seorang adiknya menarik kemeja yang ia kenakan."Onii-chan pergi saja ,apartemen juga sudah dekat dari sini kami bisa pulang sendiri."
Onii-chan\=>panggilan kakak cowok bhs Jepang.
Sedikit membungkuk untuk menatap lawan bicaranya."Tidak .Onii-chan antar kalian sampai rumah saja .Cuma sebentar saja ,ayo ."Ajak Hiroyuki mengandeng tangan ke dua adiknya kembali .
++++++++++
Pukul 18.59 Malam
Kenji sudah mengayun medal sepedanya ke beberapa jalan pulang yang biasa Nathan lalu .Namun ia belum juga menemukan kebenaran Nathan .
Sampai ia teringat dengan jalan tercepat untuk sampai di rumah Nathan .Ia berpikir mungkin Nathan lewat sana .Sembaring mengayun cepat medal sepedanya ."Baka!! Cebong cerewet itu pasti lewat sana ."Ujar Kenji memasang ekspresi wajah serius nya .
Menerabas hawa dingin menusuk kulit di tengah malam .Kenji tetap terfokus mengayunkan medal sepeda nya tanpa memperdulikan hawa dingin menusuk kulit ini .Karena tujuannya saat ini lebih penting dari pada harus segera pergi menghangatkan diri di perapian rumah.
+++++
Hiroyuki yang sudah selesai mengangkat kedua adiknya sampai di lorong tempat rumah apartemen berada .Ia langsung saja beranjak turun kembali dengan mengunakan Liv .
Sesaat setelah sampai di lantai bawah .Hiroyuki segera berlari ke pos satpam penjaga apartemen ini .
"Permisi Oji-san ,oyasuminasai ."Sapa Hiroyuki dengan senyum ramahnya .
"Oyasumi ,Hiro ."Balas paman ini tersenyum ramah ."....Mau pinjem sepeda?".Tanya paman ini yang sudah tau kebiasaan Hiroyuki.
"Iya paman ,saya bawa sepedanya ."Hiroyuki yang langsung saja menarik sepeda angin yang terparkir di depan kantor pos satpam ini .
Tanpa melihat lawan bicaranya."Iya ,hati-hati jangan nge.....".Melihat Hiroyuki yang sudah lenyap dari hadapannya .
Iya ,tanpa menunggu jawaban paman ini .Hiroyuki langsung tancap gas mengayun medal sepeda ini dengan sangat kencang meninggalkan pekarangan depan rumah apartemen ini .
Paman ini yang melihat Hiroyuki yang sudah jauh dari jarak nya ."Astaga pemuda itu ,mentang-mentang tenaganya masih strong."Gumam paman ini geleng-geleng kepala .
+++++++-++++
Pukul 19.29 malam
Malam semakin malam ,namun pemuda ini masih di kegiatan yang sama .Berkelahi melawan sekelompok pemuda yang kalah jumlah dengannya yang hanya seorang diri .
Nathan ,pemuda ini sudah hampir kehabisan tenaga .Namun lawan gelud nya tidak kunjung habis .Seakan selesai satu datang lagi satu ,selesai beberapa datang lagi beberapa .
Yang membuat nya sangat kewalahan dengan sekelompok pemuda yang mengeroyoknya dirinya. Namun jika ia hanya diam saja ,itu sama saja dengan dirinya menyerahkan dirinya untuk di hajar sampai babak belur .
Alhasil dengan sisa tengah .Nathan tetap berusaha bangkit dan tetap melawan sekelompok pemuda ini yang tak ada habisnya .
Bahkan seragam sekolah nya saat ini sudah tidak dapat di sebut rapi lagi. Kemeja yang sudah keluar ,kancing kemeja bagian atas kemeja nya beberapa sudah terbuka .Di tambah lagi dengan rambut klimis basah karena keringat tubuhnya yang sudah bercucuran .
Seperti yang saya kata di awal .Malam ini hawa dingin sangat menusuk kulit .Namun itu tidak berlaku pada pemuda ini .Karena keringat tubuhnya sudah bercucuran di mana-mana ,sampai rambut kepala ini menjadi basah .
Bergerak memukul dan menghindar .Nathan berkata ."Untung tadi gue makan siang ,coba tidak .BUSET BAKA LU ANJING!". Melotot manik hitam lekat nya .
Bruk......Suara seseorang yang baru saja tumbang tanpa Nathan pukul dari belakang tubuh .Yang membuat Nathan berpaling sekilas melihat sang pemukul .
Sesosok yang membuat pemuda ini tumbang,berkata."Jangan lengah ,O'on .Lihat belakang juga ."Ikut bergabung menyelesaikan perkelahian ini membantu Nathan .
Nathan terkekeh pelan ."Iya ,maaf gue sudah capek be***go."Ucapnya .
Sesosok yang sekarang ikut bergabung berkelahi membantu Nathan adalah Kenji .Pemuda yang akhirnya berhasil menemukan kebenaran Nathan .
Sesaat kemudian .Akhirnya selesai juga berkelahi ini .Kenji mendapatkan luka memar sedikit di bagian wajah .
Sementara Nathan ,tak ada luka memar .Namun ia langsung tumbang terduduk di jalanan ini .Untuk mengatur nafasnya yang terengah-engah ,sembaring melepas jaket hitam polos ini .Agar seragam sekolah basa akibat keringat nya ini sedikit mengering .
Sementara itu ,Kenji langsung mendekati sang sumber masalah .Noritaka ."Pemain apa yang di mainkan bos lu?".Tanya dingin Kenji menarik paksa rambut kepala Noritaka .
Yang di tanya ,hanya tersenyum miring memperlihatkan giginya yang penuh dengan darah .
Kenji yang geram langsung saja memberikan bogem mentah kepada wajah Noritaka berkali-kali .
Nathan yang masih di posisi yang sama ."Cukup ,Ken .Lu buang-buang tenaga."Kata Nathan sedikit berteriak .
BErek.....Kenji tidak berhenti ,dengan mengabaikan berkata Nathan .Kenji terus saja menghajar Noritaka .
Hiroyuki yang baru saja sampai langsung memarkir sembarangan sepeda nya. Bahkan tanpa ia jagang terlebih dahulu. Yang membuat sepedanya tergeletak begitu saja.
Ia langsung berjalan cepat mendekati Kenji yang terlihat brutal sekali ."Hentikan Kenji ,Yuki ."Nathan yang baru berusaha beranjak bangun .Dengan tangan kanan yang menggenggam punggung nya ."Sial sakit punggung gue kambuh."Batin Nathan merintih kesakitan .
Merangkul bahu Kenji ,menarik paksa tubuh Kenji agar menjauh dari Noritaka yang sudah tergeletak lemah ."BERHENTI ,KEN .LU MAU BUNUH DIA?Sudah berhenti ." Hiroyuki sedikit membentak .
Kenji menepis kasar tangan Hiroyuki .Ia langsung saja beranjak pergi menjauh tanpa berucap-ucap lagi .
Hiroyuki yang sudah terbiasa dengan sifat Kenji .Hanya terdiam sembaring mengikuti langkah Kenji .Namun langkah terhenti karena ."Baji***ngan kalian, seperti anak anjing ,akan gue habisin kalian semua ."Ancam Noritaka dengan suara pelan .
Kenji kembali berbalik,namun terhenti oleh Hiroyuki ."Ambilkan baji***ngan ini ,Ken .Lu hanya akan buang-buang tenaga lu ."Kata Hiroyuki menatap dingin .
Kenji hanya terdiam menatap dingin Noritaka yang tersenyum miring pada nya ."Ken ,ayo .Lu lihat tuh kakek-kakek kesakitan sama punggung nya ."
"GUE BISA DENGAR ,BE***GO!".Saut Nathan yang tengah mengelus-elus punggung belakang yang masih sedikit nyeri .
"Dia dengar ,Ken ."Ucap Hiroyuki menutup paksa mulut nya.
Yang di ajak ngobrol hanya terdiam memasang ekspresi wajah datar .
Selesai dengan itu .Ketiga nya memilih beranjak pergi dari sana meninggalkan pemuda-pemuda ini .Mereka bertiga bergegas pergi ,juga untuk menghindari anak-anak anggota Monsutafaia yang sewaktu-waktu bisa datang kembali ke sini dengan jumlah yang lebih banyak.
Mengingat Monsutafaia memiliki anggota geng yang cukup banyak juga .Itu juga membuat Hiroyuki bergegas mengajar kedua pemuda ini segera beranjak pergi dari sana .