My Salvador

My Salvador
Eps.240



Menenteng jas nya dengan langkah malas lelah Nathan melangkah masuk ke dalam rumah. Yang di lakukan Nathan jauh berbeda dari Ezawa kakak iparnya yang masih terlihat rapi dengan setelan jas kerjanya.


Di dalam rumah di ruang tengah. Nathan dan Ezawa di sambut oleh Riska dan Noemi. Dan ada yang aneh dari mereka berdua. Riska tersenyum sangat sulit di artikan.


"Sayang ada apa?".


Nathan yang mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Kakak iparnya nya rasanya sangat ingin muntah. Alhasil alis sebelah Nathan terangkat,"Noemi."Seru Nathan.


"Hm?".


"Buat makan malam apa?".


"Ada banyak."


"Kalau gitu harus cepat mandi dan isi perut."Nathan hendak berlalu. Akan tetapi dengan cepat Riska menarik pergelangan tangan Nathan kasar.


"Aaa....".Kaget Nathan.


Melihat tingkah kasar Riska,"Ada apa sayang?".


Masih dengan senyum lebar nya. Riska menunjukkan sesuatu pada mereka sebuah amplop.


Ezawa menerima surat itu dan langsung membuka dan membaca isinya. Fokusnya langsung tertuju pada Riska,"Kamu hamil!?".


Terkejut sekaligus bahagia Nathan langsung merebut surat itu,"Wahh....aku bakal dari om Noemi."Nathan langsung memeluk erat Noemi.


Sementara Ezawa masih terpaku dengan sudut mata yang sedikit berair bahagia. Riska langsung meloncat memeluk erat Ezawa.


Saat itu adalah kabar yang sangat bahagia untuk keluarga Salvador. Karena sejak saat itu Baik Ezawa, Nathan, dan Noemi memperlakukan Riska dengan sangat baik agar sang calon keluarga Salvador lahir dengan sehat. Tidak hanya itu, sejak mendengar kabar kalau menantunya tengah hamil. Kakek Mamoto juga langsung tebang ke Korsel agar bisa mendengarkan langsung kabar bahagia itu.


+++++++


+++++++++++++


Sudah lama sejak kabar bahagia itu terdengar. Di bulan ini, dan hari ini adalah hari tujuh bulanan kehamilan Riska.


Keluarga Salvador hanya mengadakan acara kecil-kecil seperti hanya mengadakan makan malam bersama keluarga Kenji, Jovan, dan anggota keluarga Salvador saja. Sementara sisanya Nathan dan Ezawa memberikan Donasi ke beberapa panti asuhan dan pantai Jompo.


Makan malam di hari ini berjalan sangat baik, di tambah lagi. Dengan kehadiran Kalisa istri Kenji yang tengah hamil juga. Iya, Kalisa tengah hamil 5 bulan lebih mudah dari usia kehamilan Riska.


"Jovan kapan nyusul?".Tanya ejek Kenji.


Fokus menikmati menu makan malam,"Tidak ada nyusul-nyusul gue santuy."Balas enteng Jovan tidak terlalu memperdulikan soal kapan ia harus menikah.


"Iya pelan-pelan saja jangan sampai salah memilihnya."Saut Riska membela Jovan .


Tersenyum haru,"Siap kak."


Next.....


Selepas makan malam dan berberes-beres. Keluarga Salvador langsung beristirahat di kamarnya masih di kala hari juga sudah menjalang sangat larut malam. Mereka juga harus mencemaskan kesehatan Kakek Mamoto yang sudah tidak muda lagi.


"Noemi."Seru Nathan.


"Apa mas?".


"Kamu jadi beli apa buat bayi kak Riska?".


Nathan yang duduk di pinggir tempat tidur, tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.


Melihat suaminya yang malah tertawa,"Mas kenapa tertawa?".


"Kenapa sangat lucu?".


"Apanya?".


Mengatur posisi untuk tidur,"Matikan lampunya lekas istirahat."Kata Nathan yang sudah rebahan.


"Hem."


Tek....Lampu ruang kamar lemah mati. Noemi segera menyusul suami berbaring di atas tempat tidur.


Nathan merangkul Noemi dari belakang, menenggelamkan wajahnya ke dalam punggung Noemi,"Mas."Noemi mendorong dada Nathan dengan sikunya pelan. Saat ia merasakan remahan pada dadanya.


Menghentikan kegiatan. Nathan beralih posisi menindih Noemi yang langsung menatap jengkal manik mata hitam lekat di depannya. Cukup lama Nathan terpaku di sana menatap dalam manik mata indah yang selalu ia lihat setiap hari.


Menyungging senyum tipis,"Wajah kamu sangat tegang Noemi. Ini bukan pertama kalinya kita melakukan."Ucapan Nathan membuat Noemi semakin terpaku.


Nathan mendekat wajah pada Noemi, semakin mendekat sampai hembusan hangat itu dapat Nathan rasakan. Ia mencium sekilas bibi pink itu,"Tunggu."Noemi membungkam mulut Nathan dengan telapak tangan nya. Berpaling ke arah lain,"Aku kundur mas."


Brak....Nathan membanting tubuhnya berbaring kembali di samping istirnya.


Noemi mengubah posisi miring ke suaminya,"Mas."


"Sutt....cepat tidur."Kata Nathan dengan kedua mata yang sudah terpejam.


Next....


Keesokan paginya. Nathan yang baru selesai mandi dan berganti pakaian kantor. Melangkahkan kakinya turun ke lantai bawah rumah.


Di bawah sudah ada Noemi yang sibuk menata makanan di meja makan di bantu oleh satu pembantu rumah.


Riska yang duduk tidak jauh dari Kakek Mamoto,"Kalau sudah melahirkan aku akan segera membantu mu, kau sangat meratukan ku Noemi. Jujur aku sangat tidak suka."


"Tapi aku senang. Kan yang aku lakukan yang terbaik."Kata Noemi,"Lagian aku juga tetap jadi ratu di sini."Di susul tawa kecil.


Ikut menikmati kesenangan,"Kedua memantu ku. Aku jadi betah di sini karena kalian berdua."Kata Kakek Mamoto,"Jujur awalnya Kakek takut sekali kalian akan bermusuhan, dan tidak akur seperti di film-film. Kakek benar-benar takut sekali."Lanjutnya.


"Kakek."Seru Ezawa yang baru ikut bergabung. Sesaat kemudian di susul oleh Nathan.


Sarapan pagi berjalan dalam hening seperti tata Krama yang sudah biasa di lakukan keluarga Salvador tanpa ada yang membuka obrolan saat makan.


Next....


"Mas nanti pulang malam?".Tanya Noemi pada Nathan.


"Tidak."


Mendapatkan balasan yang singkat,"Mas marah sama aku."


"Tidak Noemi. Aku berangkat dulu Ezawa menunggu di depan."Nathan berlalu pergi setelah mencium kening Noemi sekilas.