
Peluh keringat membasahi seluruh tubuh kedua manusia ini. Rebahan di atas matras mengatur nafas yang ngos-ngosan lelah. Itulah yang tengah Nathan dan Fadil lakukan setelah melakukan duel silat selama 10 jam lamanya.
"Makasih mas."Ucap Fadil,"Makasih sudah mau berduel dengan ku. Ya walaupun setelah sekian lama mencoba aku tetap menang satu kali."
Mengambil topik lain,"Apa rencana mu setelah lulus sekolah?".Tanya Nathan beranjak duduk di atas matras.
Masih di posisi rebahan masih terlalu lelah untuk bangun,"Aku akan kuliah sambil kerja, membantu ayah di perusahaan."
"Jika membutuhkan bantuan langsung telfon mas. Tidak perlu merasa tidak enak."Kata Nathan,"Insyaallah jika aku bisa membantu akan langsung aku bantu."
Sudah duduk dengan baik,"Hem, terima kasih."
Beranjak bangun,"Ayo balik sudah larut malam."
"Iya."
Next....
Dalam perjalanan pulang dari tempat latihan.Nathan yang masih satu mobil dengan Fadil, karena harus mengantarkan Fadil pulang lebih dulu.
"Sudah 7 hari selepas kepergian bang Jovan. Setelah ini mas akan kemana?".
"Aku akan kembali ke Korsel tinggal dan menetap di sana."
Sudah sampai di kediaman rumah Fadil. Nathan yang sudah menurunkan Fadil dengan selamat.
"Mas Nathan tidak mampir dulu?".
"Titip salam saja buat om Tante. Assalamualaikum."Tancap gas meninggalkan pekarangan rumah Fadil.
Joen yang ternyata belum istirahat mengagetkan Fadil yang baru menginjak kaki ke dalam rumah.
"Jam berapa sekarang?".
"Astaga pa."
"Dari mana kamu, pulang sekolah tidak langsung pulang malah kelayapan."
"Tadi...".
"Masih berani menjawab."
"Papa."Panggil Tian melerai keributan ini. Berjalan mendekat,"Fadil udah izin ke mama. Maaf mama lupa bilang ke papa. Dia tadi langsung pergi latihan karate sama Nathan."
"Dan kamu Fadil kenapa pulang nya jam segini."
"Maaf buat khawatir mama dan papa. Tapi Fadil beneran latihan sama Mas Nathan. Lihat nih bekas pukulan nya."
"Loh Nathan berani memukul mu."
"Wajar pa anak laki-laki babak belur. Lagian ini juga atas kemauan Fadil."Kata Fadil berlahan menunduk kepalanya,"Sebenarnya Fadil mau duwel nya sama Bang Jovan, tapi..Abang mengantikan dirinya dengan mas Nathan,"Mengangkat pandangan kembali,"Aku sih terima saja soal mas Nathan sama jagonya kayak bang Jovan."
Mengelus Surai rambut ubun-ubun putranya sebelum akhirnya mempersilahkan putranya untuk memeluk dirinya,"Ih bau apa ini."
Melepas pelukan nya,"Iya bau Fadil pa."
"Eehh...Sana mandi dan lekas istirahat."
"Siap pa, selamat malam."Fadil berlalu pergi dari sana meninggalkan kedua orang tua nya.
Merangkul pinggang istrinya,"Tuhan begitu baik kepada kita sayang."
Menyungging senyum bahagia melihat putranya bahagia,"Iya."Tian yang membalas rangkulan suaminya.
++++++
++++++++
Pagi-pagi sekali Nathan langsung tebang ke Korsel. Dan siang harinya ia mendarat di bandara internasional Korsel.
Kumpul bersama kakeknya di ruang keluarga,"Kek."Panggil Yohan pada kakeknya yang duduk tenang di atas kursi sementara dirinya di bawah di atas karpet.
Kakek Mamoto langsung terfokus melihat cicitnya,"Kenapa?".
"Om Nathan ko belum vc ya. Katanya kalau belum bisa pulang akan terus vc Yohan, tapi kenapa sejak tadi malam om Nathan tidak vc Yohan sama sekali."
"Mungkin om masih sibuk dengan pekerjaan nya."
"Umm."
"Assalamualaikum."Salam suara seseorang membuat Yohan langsung terfokus pada pintu masuk ruang keluarga,"Wallaikumsalam...Om Nathan."Bergembira langsung beranjak melompat ke dalam pelukan om nya.
"Jalan-jalan yuk."
"Tidak kerja?".Tanya Kakek Mamoto.
"Untuk hari ini sengaja cuti untuk Yohan."
"Yasudah hati-hati di jalan-jalan nya."Kata kakek Mamoto.
"Kakek tidak ikut?".
Berdiri mengelus menunjukkan punggung tuanya,"Kakek gak kuat udah tua."
"Kakek udah min...,"Memotong ucapan Nathan,"..Sutt, tanpa di ingatkan pun kakek akan menjaga kesehatan Kakek dengan baik. Kakek masih ingin hidup lebih lama untuk menjaga kalian berdua."
"Dan kakek mau tidur siang."Kakek Mamoto berlalu pergi dari sana.
"Ayo om."
"Bentar, om mau ganti pakaian sekalian menaruh barang-barang om dulu di atas."
"Baiklah, aku tunggu di sini saja. Aku mau bereskan mainan ini dulu bentar."
"Om tinggal bentar."
Next....
Selang beberapa menit kemudian. Nathan dan Yohan sudah dalam perjalanan berjalan-jalan ke taman bermain dan dll. Intinya hari ini Nathan ingin seharian full mengisi waktunya hanya untuk kebahagiaan Yohan.