
Osaka
Pukul ,06.27 pagi
Senin
Walaupun sudah menjelang pagi. Awan sirup masih mendominasi di jalanan setapak ini ,membuat semua terasa sangat gelap .Bahkan untuk jarak pandang ,tidak bisa melihat terlalu jauh .Tidak hanya itu hawa dingin menusuk kulit pun masih sangat terasa .Apa mungkin musim dingin sudah tiba ?.
Begitulah yang Kenji alami saat ini ,pemuda yang kini sedang melewati jalan setapak ini .Jalanan yang masih terlalu sunyi dengan banyaknya orang-orang beraktivitas .Hanya ada beberapa orang saja yang berlalu lalang ,berpapasan dengan Kenji .
Kenji berjalan ke stasiun terdekat di daerahnya untuk pergi ke kediaman rumah Nathan .Iya, sesuai rencananya tadi malam .Hari ini ia memutuskan untuk berangkat sekolah bersama dengan Nathan .Toh ada beberapa hal ingin ia obrolkan dengan Nathan .Walau beberapa hal itu tidak terlalu penting .
Setibanya di stasiun kereta ,ia segera beranjak naik ke dalam kereta .Kebetulan setibanya ia di sana kereta yang ia naiki juga sudah sampai di sana .Kenji yang sudah duduk di salah satu kursi di dalam kereta pun meluangkan waktunya untuk mendengarkan musik sejenak sembaring melepas penat .
"Selamat pagi ,untuk tujuan daerah sekitar .Dipersilahkan anda bersiap-siap untuk segera masuk kedalam kereta .Kereta akan segera berangkat dalam 5 detik ."Suara speaker pengumuman jadwal keberangkatan.
Beberapa detik setelah suara pemberitahuan tadi .Pintu-pintu kereta mulai tertutup secara otomatis .Secara berlahan kereta mulai berjalan meninggalkan area stasiun.
Kini suara mesin kereta yang bergerak ,dan suara-suara gumaman percakapan beberapa orang mendominasi di dalam kereta .Namun suara mesin kereta lah yang paling mendominasi di bandingkan dengan suara-suara percakapan orang-orang di dalam kereta .Iya bagaimana lagi ,di dalam kereta lebih banyak orang berdiam diri ,membaca ,mendengarkan musik ,bahkan ada yang tertidur .
Mungkin masih terlalu pagi untuk beraktivitas sehingga ,ada beberapa orang yang sampai tertidur di dalam kereta .Atau mungkin mereka terlalu lelah. Tapi entah lah ,dunia selalu menyimpan rahasia!?.
Jrukk....tuh......
Suara mesin kereta kembali terdengar setelah beberapa menit berjalan lebih keras dari di awal perjalanan .Eh ternyata kereta sudah sampai di stasiun berikutnya .
Pemuda yang awalnya duduk terdiam ini segera melepaskan headset yang menyumbat kedua lubang telinganya .Ia segera memasukkan ponselnya ke dalam saku celana panjangnya ,sebelum ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar kereta yang masih tertutup.
Tidak lama pemuda ini berdiri di depan pintu keluar kereta ,setelah kereta sudah berhasil berhenti dengan baik .Pintu otomatis ini berlahan terbuka lebar .
Pintu di depannya sudah terbuka lebar ,pemuda yang mengenakan segera sekolah lengkap ini segera beranjak turun dari sana bersamaan dengan beberapa orang mengikuti langkah kakinya .Di luar kereta ,pemuda ini segera beranjak berlalu pergi dari stasiun .
Ia yang sudah berhasil keluar dari dalam stasiun .Kembali berjalan ,untuk melanjutkan perjalanan pergi ke rumah temannya.
Suasana di perjalanan kaki keduanya ini ,terasa sedikit ramai dengan beberapa orang yang akan memulai beraktivitas .
Sementara di atas sana ,langit-langit biru yang membentang luas juga suah mulai terlihat .Ah iya ,jangan lupa di bulan ini di daerah sekitar sini masih mengalami musim gugur .Walaupun Musin gugur akan segera berakhir ,namun beberapa pohon maple yang tumbuh di beberapa jalan masih mengugurkan daunnya .Daun momiji ,daun berwarna merah kecoklatan ini masih memenuhi sebagian jalan.
Kalian pasti berpikir kenapa tidak di bersihkan, sangat menggangu sekali? Hem ,petugas kebersihan sudah membersihkan pagi-pagi sekali .Namun namanya juga musim gugur daun dedaunan pohon maple yang belum habis ,ya otomatis akan tetap ada saja sampah daun momiji yang berguguran .
Tapi kalian tenang sana ,daun-daun momiji tidak terlihat seperti sampah .Daun-daun ini terlihat sangat cantik dengan warna-warna khasnya .Dan caranya yang berjatuhan seperti kelopak bunga sakura di musim semi yang tengah berguguran .Jadi tidak heran jika banyak orang-orang di negara ini yang mengagumi gugurnya daun momiji seperti gugurnya kelopak bunga sakura .Bahkan festival gugurnya daun momiji pun di adakan oleh beberapa daerah di negara ini .Sebagai festival turun temurun .
Contohnya seperti pemuda ini ,pemuda yang berseragam sekolah ini sempat menghentikan langkahnya menikmati gugurnya dedaunan momiji di bawah pohon maple yang tumbuh di dekat ia berjalan kaki saat ini .
Sempat ia tersenyum melihat angin sepoi-sepoi meniup dedaunan momiji ,dedaunan momiji berterbangan jatuh di atasnya ,kicauan burung teramat merdu membuat semua seakan sangat damai ,tenang .
Brguk.......
"Gumen'nasai ,mas ,gomen ."Ucap seseorang pria dewasa yang tanpa sengaja menabrak bahu pemuda berseragam sekolah ini .
Tersenyum tipis."Tidak papa ,paman ."Balas pemuda ini .
"Saya permisi, mas .Ohayo goyaimas ."Ucap pria dewasa berseragam kantor ini sebelum beranjak pergi .
Masih di posisi yang sama pemuda ini ."Oh ,saya harus bergegas ."Sembaring mempercepat langkahnya berlalu pergi dari sana .
+++++++++
pukul ,06.50
Pemuda berseragam sekolah ini tengah berdiri di depan rumah elit yang tidak terlalu besar .Ia mencoba membuka gerbang pagar rumah ini ,sebelum ia memencet tombol bel pagar rumah.
Dan benar saja dugaan pemuda ini ,pagar rumah elit ini tidak terkunci . Alhasil setelah pagar sedikit terbuka lebar ,ia segera beranjak masuk ke dalam pekarangan rumah elit ini .
Kini pemuda berseragam sekolah ini sudah berganti berdiri di depan pintu depan rumah ini .Ia pencet tombol bel yang tersedia di sana beberapa kali .Lalu ia terdiam sejenak, menunggu seseorang di dalam membuka pintu bila belum ada jawaban mungkin ia akan mengulangi lagi memencet tombol bel rumah ini .
Lama ia menunggu, namun belum ada jawaban dari dalam .Jari pemuda ini meraba-rabah tombol bel rumah ini kembali .Akan tetapi belum sempat ia memencet kembali ,suara kunci pintu rumah yang sedang di gunakan membuatnya mengurungkan niatnya.
Jengelek........
Suara pintu depan yang terbuka .Lalu keluarlah pemuda yang masih mengenakan pakaian santai di sana ,Pakaian kaos lengan panjang putih polos dengan celana pendek Adidas.
Maniknya menatap sayup dengan raut wajah datar sedikit memucat di sana ."Hemm."Dehem pemuda yang tengah berdiri di depan Kenji .Pemuda yang sudah berpakaian seragam sekolah lengkap.
Manik Kenji sudah terfokus melihat Nathan ,pemuda di depannya yang terlihat sangat lesung."Lu sakit!?".
Bugruk........
"Nathan ,Nat lu jangan pingsan di...."Kenji yang mencoba membangun Nathan yang sudah tidak sadarkan diri di dalam pelukannya.
Kenji pegangan kening Nathan ."Astaga panas sekali Nathan."Ujarnya.
Nathan masih di dalam pelukan Kenji .Sementara Kenji merogoh kantong celana panjangnya untuk mengambil benda pipih di dalam sana .Setelah ia mendapat benda pipih itu ,segera ia menghubungi ayahnya di seberang sana .
Sesaat setelah selesai menghubungi ayahnya .Kenji mengendong tubuh Nathan yang tidak sadarkan diri ke dalam rumah .Di dalam rumah ,Kenji baringkan tubuh Nathan di atas sova yang tersedia di ruang tamu .Sesudah itu ia berlari kecil ke belakang untuk mengambil sesuatu yang dapat ia gunakan untuk menurunkan demam .
Setelah mendapatkan baskom yang sudah berisi air dingin ,juga handuk kecil .Kenji kembali mempercepat langkah kaki jengkelnya kembali ke ruang tamu.
Ia taruh baskom berisi kan air dingin dan handuk kecil itu di atas meja .Ia yang sudah berjongkok di depan sova tempat Nathan terbaring pun segera mengambil handuk itu dari dalam baskom dan memerasnya sampai tidak terlalu banyak air .Lalu ia taruh handuk yang tidak terlalu basah ini di atas kening Nathan ."Lu ko bisa sakit ,Nat?."Gumamnya .
Manik hitamnya yang masih terfokus melihat Nathan ."Mungkin karena kemarin .Lagian siapa suruh Nat ,lu loncat demi ponsel masuk ke dalam jurang ."Ceramah Kenji seperti seorang emak-emak yang tengah mengomel kepada anaknya yang nakal .
Lama Nathan pisang ,bahkan sampai sekarang ia belum membuka matanya sedikit pun .Namun Kenji masih setia di sini ,setia membasahi handuk kembali dan mengompres kan kembali di kening Nathan yang masih setia memejamkan matanya.
"Kenji."Seru seseorang yang memanggil nama Kenji .
Kenji yang mendengar jelas segera berpaling melihat seseorang itu yang tidak lain ada ayahnya yang baru saja sampai di kediaman rumahnya Nathan .
Yoshi yang sudah ada di dekat Nathan dan Kenji ."Nak Nathan belum bangun sama sekali?".
"Belum ,ayah."
"Kita bawa nak Nathan ke rumah sakit ."Ucap Yoshi yang bersiap ingin mengangkat tubuh Nathan .
Namun Kenji segera menghentikan itu ."Biar Kenji saja ,Yah .Yang mengendong Nathan ke mobil ."Ucap Kenji yang manik fokus melihat ayahnya ."........Saya tidak mau sakit punggung ayah kambuh kembali ."Lanjutnya .
"Baiklah ,ayah akan ambil kunci mobil sebentar."Yoshi beranjak pergi ke sisi lain ruangan .
Ia pergi ke lemari sepatu ,yang di salah satu lemari itu terdapat kunci mobil milik keluarga Nathan .Setelah mendapatkan kunci mobil ,ia paling wajah melihat putranya ."Ayo Kenji ."Ucapnya sembaring beranjak pergi keluar .
Yoshi segera beranjak keluar ,ia membuka pintu gerbang rumah ini sedikit lebar sebelum ia beralih membuka pintu garasi untuk mengeluarkan mobil.
Ia panaskan mesin mobil ,di sana yang bersamaan putranya keluar dengan membawa Nathan dalam gendongannya .Yoshi membantu ,putranya memasukkan Nathan ke dalam mobil dengan membukakan pintu tengah mobil .
"Kamu duduk saja bersama nak Nathan."Ucap Yoshi kepada putranya .
Kenji membalas mengangguk ringan ,sembaring beranjak masuk ke dalam mobil .Yoshi segera menutup pintu depan rumah Nathan yang belum sempat tertutup sebelum ia berlari kecil masuk ke dalam mobil .
Dengan berlahan ia mulai menancap gas untuk berusaha keluar dari pekarangan rumah ini .Berhasil keluar dari halaman depan rumah Nathan. Yoshi kembali menancap gas untuk berlalu pergi dari sana .
Mobil yang di kendarai Yoshi memulai perjalanan dengan kecepatan di atas rata-rata .Melewati jalan-jalan beraspal di daerah ini untuk segera pergi ke rumah sakit terdekat.
Sesaat setelah menempuh perjalanan tidak terlalu jauh dari perumahan elit ini, akhirnya mobil ini sampai di depan rumah sakit elit yang masih satu daerah dengan perumahan elit di sekitar sini .Mobil yang sudah berhenti dengan baik ,pintu otomatis mobil yang juga sudah terbuka lebar .Kenji segera membantu menurunkan Nathan .Kenji kembali mengendong tubuh tidak sadarkan diri Nathan .
Sedangkan Yoshi segera mencari bantuan perawat medis di sana ."Tolong ,tolong keponakan saya ."
"Cepat tolong ."Yoshi sedikit meninggikan nada suaranya .
Perawat medis bergegas mengambil brankar di sana .Kenji yang di bantu salah satu perawat di sana membaringkan tubuh lemah Nathan di atas brankar.
Setelah Nathan sudah tiduran terlentang di atas brankar pesakitan .Beberapa perawat langsung mendorong brankar pesakitan itu ke ruang IGD .Tempat dimana Nathan cepat mendapatkan perawatan .
Oh iya ,rumah sakit tempat Nathan di rawat saat ini adalah rumah sakit elit yang masih satu wilayah dengan perumahan elit di daerah ini .Rumah sakit sama di mana Kenji di rawat.
Terlalu malam menunggu akhirnya dokter yang memeriksa keadaan Nathan di dalam pun keluar dari dalam ruang IGD.
Kenji dan Yoshi bersemangat langsung beranjak menghampiri Dokter pria tersebut.
"Bagaimana keadaan keponakan saya?".Tanya Yoshi yang kini fokus menatap lawan bicaranya.
"Dia mengalami demam tinggi ,imun dalam tubuhnya juga menurun .Putra anda memiliki anemia .Apakah itu benar?".Ucap dokter pria ini yang kini fokus menatap dua orang di depannya.
"Saya tidak tahu soal itu ,tapi sakit keponakan saya tidak parah kan dok?".Yoshi yang masih di posisi yang sama.
"Tidak ,iya hanya butuh istirahat yang cukup ."Balas Dokter pria ini ."....Saya akan memindahkannya ke ruang rawat agar anda dapat menjenguknya ."Lanjutnya berlalu pergi .
++++++++++
Pukul ,07.02 pagi
Di dalam kelas yang tidak terlalu ramai ini ,pemuda yang tengah duduk diam di bangku kelasnya .Tiba-tiba terusik dengan suara ponselnya yang tengah bergetar .Ia ambil ponselnya yang ada di saku celananya panjangnya.
Pesan Chat Kenji
*Hiro ijinkan gue sama Nathan ,gue tidak masuk sekolah dulu .Gue harus jaga Nathan di rumah sakit ."
^^^Balas Hiroyuki^^^
Pesan Kenji
*Iya ."
*Rumah sakit elit di Daerah Hikari ."
^^^Balas Hiroyuki^^^
^^^*Okeh nanti gue ke sana sepulang sekolah ."^^^
Pesan berakhir.
Selepas mematikan layar ponselnya .Bersamaan dengan itu guru kelasnya masuk kedalam kelas MIPA C ini untuk memulai jam pelajaran di jam pertama.
+++++++++
Pukul ,08.10
Di sini lah ayah dan anak tadi .Keduanya sama-sama terdiam memperhatikan Nathan yang masih setia memejamkan matanya di sana.
Sementara itu pemuda yang tengah terbaring ini ,berlahan-lahan mulai membuka matanya .Sayup-sayup ia lihat sekelilingnya yang pandangan masih sedikit kabur .
Kenji yang pertama kali menyadari itu ."Yah ,Nathan sudah bangun ."Ujarnya tersenyum tipis.
Paman Yoshi segera berpaling melihat pemuda yang tengah berbaring di atas brankar pesakitan dekat dirinya terduduk ."Cepat panggil dokter ,Kenji ."Suruhnya kepada putra tunggalnya .
Kenji berlarian kecil keluar dari kamar ruang rawat inap ini .
Nathan yang sudah sadar dengan baik ."Paman ,saya ada di rumah sakit?".
Yoshi mengangguk ringan ."Iya ,kamu istirahat saja .Paman dan Kenji akan menjaga kamu di sini ."Ucap Yoshi.
Nathan tanpa melihat lawan bicaranya."Paman sudah telfon kakak saya?".
"Belum ."
Sebelum paman Yoshi berucap kembali Nathan langsung berucap ."Jangan telfon kakak ,Paman .Jika kak Riska tahu saya sakit ,dia pasti sangat khawatir .Kak Riska sudah sangat khawatir dengan keadaan saya yang tinggal seorang diri di sini ,jadi tolong jangan kasih tahu kakak ,paman .Kalau saya sedang sakit dan di rawat di rumah sakit ."
Yoshi menyungging senyum hangat ."Baiklah ,jika itu mau kamu .Paman tidak akan telfon nona Riska."
Sesaat dengan percakapan singkat ini .Kenji kembali ke kamar inap rawat Nathan bersama dengan dokter pria tadi .
Dokter itu masuk ke dalam kamar rawat inap Nathan ,ia beranjak masuk bersama dengan Kenji .Yoshi beranjak dari tempat duduknya untuk mempersilakan Dokter ini memeriksa keadaan Nathan .
Selesai dengan beberapa pemeriksaan yang dokter ini lakukan."Keadaan anda sudah sedikit stabil .Saya akan suruh perawatan membawa makanan untuk anda ."Ucap Dokter pria ini dengan ramah .
"Nanti makan secukupnya saja tidak perlu banyak-banyak .Selesai makan nanti di minum obatnya .Saya akan taruh resep obatnya di sana nanti ."Ucap dokter pria ini kembali ."Baiklah saya permisi ,semoga lekas sembuh tuan Nathan ."Menyungging senyum ramahnya menatap Nathan ,Kenji ,dan Yoshi berganti sebelum ia berlalu pergi dari sini.
++++++++
Pukul ,08.59
Pemuda yang tengah terduduk di atas brankar pesakitan rumah sakit ini baru saja selesai makan dan meminum beberapa obat yang sudah di anjurkan rumah sakit untuk ia minum .
Pemuda yang masih terduduk ini menatap punggung paman Yoshi yang tengah merapikan bekas makanannya."Paman tidak kerja?".
Tanpa berpaling melihat siapa yang bersuara ."Tidak ,paman akan menemani kamu di sini."
"Lebih baik paman bekerja saja ,di sini juga sudah ada Kenji yang menemani saya ."Ucap Nathan ."......Saya juga sudah lebih baik. Jadi tidak papa kalau seandainya paman tinggalkan."Lanjutnya .
Yoshi membuang nafasnya sedikit kasar ."Baiklah ."Berpaling melihat putranya yang tengah memperhatikan ke luar jendela rumah sakit."Kenji ". Panggilnya .
Kenji yang awal tengah melihat keluar jendela kamar rawat inap ini ,segera berpaling melihat ayahnya yang memanggil namanya ."Ayah akan berangkat kerja ,kamu di sini saja .Temani Nathan ."Ucap Yoshi yang kini Fokusnya menatap manik hitam putranya.
Kenji mengangguk ringan ."Iya ,Yah ."Balasnya .
Mengambil jaketnya yang tergeletak di atas brankar bagian bawah kaki Nathan ."Saya akan pergi ,jika ada apa-apa kalian berdua harus segera menghubungi saya .Kenji ,Nathan ."Pesan Yoshi.
Keduanya sama-sama mengangguk ringan membalas perkataan Yoshi ,pria yang sudah mulai menua tua ini .
Selepas kepergian ayah Kenji .Kenji kembali berpaling melihat keluar jendela ,seakan di luar sana ada sesuatu yang sangat menarik perhatiannya.
Nathan yang masih terduduk di atas brankar."Lu lagi apa ,Kecipir kering?".
Masih di posisi yang sama."Itu di bawah .Ada wanita muda tengah berjemur ."
"Apa yang salah? wanita itu hanya berjemur."Ucap Nathan kembali.
"Bukan itu ,dia itu terlihat sangat kurus ,dia bahkan duduk di atas kursi roda .Tapi .......".Ucapnya terhenti.".....Tapi dia selalu memperlihatkan senyum ramahnya ,lihat banyak anak-anak yang suka dengannya sampai wanita ini senang di ajak bermain .Bahkan tadi wanita ini seperti sedang membacakan cerita untuk anak-anak itu ."Ucap Kenji panjang lebar .
"Hemm."Dehem Nathan sembaring mengatur posisi untuk tiduran kembali .
Kenji yang masih melihat keluar jendela."Kira-kira sakit apa wanita ini?".Merasa tidak ada jawaban ,Kenji berpaling melihat lawan bicaranya."Nat...".
"Eh sudah tidur ."Gumamnya sembaring berjalan mendekat ke brankar pesakitan Nathan untuk memperbaiki selimut Nathan yang belum menutup tubuh Nathan dengan baik .
Selesai dengan itu Kenji memutuskan berjalan ke sova yang tersedia di ruangan ini .Karena kebetulan ruang rawat inap Nathan tersedia untuk dua pasien .Akan tetapi saat ini hanya Nathan seorang saja menepati kamar rawat inap ini .Alhasil Kenji menjadi sedikit lebih nyaman ,jika ia ingin istirahat sejenak di sova ini tanpa harus berbagi terlebih dahulu .
Kenji mendudukkan pantatnya di atas sova panjang ini .Tidak lupa ia melepas sepatunya sebelum ia membaringkan tubuhnya di atas sova panjang ini .
Lama ia berbaring di atas sova panjang ini ,dan tanpa terasa juga kedua matanya mulai memejam .Terhanjut ke dalam duni mimpi .
++++++++++++
Pukul ,13.48
Ke empat pemuda ,dengan tiga pemuda yang masih mengenakan seragam sekolah dan satu pemuda yang sudah mengenakan pakaian bisa .Ini tengah berjalan masuk ke dalam rumah sakit elit di daerah tersebut .
Mereka adalah ,Hiroyuki ,Benjiro ,dan Ryo pemuda yang masih mengenakan seragam sekolah dan Hanaki pemuda yang sudah berpakaian bebas .
Keempatnya yang sudah ada di dalam rumah sakit langsung menghampiri resepsionis untuk menayangkan di mana kamar inap Nathan .Setelah mengetahui tempatnya ,keempatnya segera beranjak pergi dari sana untuk segera melanjutkan perjalanan ke kamar inap Nathan yang tidak terlalu jauh dari lobi rumah sakit ini.
Sesampainya di depan pintu kamar rawat inap Nathan ,Hiroyuki yang berdiri paling depan mengetuk-ngetuk terlebih dahulu pintu kamar inap Nathan berlahan .Dan tidak butuh waktu lama seseorang pria dewasa membukakan pintu ini .
Hiroyuki yang melihat itu ."Selamat siang ,paman."Sapanya kepada Yoshi .
"Siang ,kalian ingin menjenguk Nathan?".Tanya Yoshi yang berdiri di ambang pintu masuk kamar rawat inap Nathan .
"Iya ,paman ."
"Nathan masih istirahat ,selepas minum obat tadi pagi sampai sekarang dia masih tidur ."
Memberikan sekeranjang buah ."Kalau gitu kami titip ini buat Nathan ,paman ."Yoshi menerima keranjang buah itu dengan tersenyum ramah ."Mungkin di lain waktu lagi kami akan datang kembali ke sini ."Ucap Hiroyuki.
"Iya ."Balas Yoshi .".....Jika kesini lagi tidak perlu bawa bawaan juga tidak papa ,toh melihat kalian menjenguknya saja Nathan pasti juga sudah sangat senang ."
Hiroyuki tersenyum ramah ."Baiklah paman ,kami permisi ."Mengangguk memberi hormat yang di ikuti yang lainnya juga sebelum berlalu pergi dari sana.
Keempatnya pemuda ini kembali berjalan ke lobi bawah rumah sakit .Di tengah perjalanan mereka ,mereka berpapasan dengan Kenji yang baru akan pergi ke kamar inap rawat Nathan .Kenji sudah mengenakan pakaian santai ,buka seragam sekolah kembali.
Melihat ke empat temannya."Eh , kalian sudah selesai menjenguk ?".
Hiroyuki yang sudah menghentikan langkahnya."Belum ,Nathan masih tidur ."
"Iya benar ,dari saya pulang tadi Nathan memang masih tidur ."Kenji yang fokusnya menatap ke empat temannya.".....Kalian tidak menunggu saja?".
"Tidak Kenji ,biarkan Nathan istirahat ."Balas Ryo ."....Nathan sakit karena kelahan?".
Kenji membalas dengan mengangguk ringan ."Iya."
"Kalau gitu kita pulang dulu ,sudah sore gue harus jemput adik-adik."Ucap Hiroyuki ."....Hem sekalian makasih Kenji ,gue banyak libur tapi gajih gue tidak terpotong."Lanjutnya menepuk salah satu bahu Kenji .
"Iya , sama-sama."Balas Kenji tersenyum tipis.
Keempatnya temannya berlalu pergi dari sana .Setelah punggung keempatnya sudah tidak terlihat oleh pandangan matanya .Kenji langsung beranjak pergi dari sana untuk segera masuk ke dalam kamar rawat inap Nathan.
+++
Di dalam kamar inap rawat ,sudah ada ayahnya yang tengah duduk santai di sova yang tersedia di dalam sini .
Yoshi yang menyadari kedatangan putranya ."Tadi teman-teman kalian datang ke sini ."Manik hitamnya yang sudah fokus melihat kedatangan putranya .
"Iya Yah ,tadi saya berpapasan diluar dengan mereka ."Balas Kenji yang mendudukkan pantatnya di salah satu sova yang masih kosong .
"Kamu sudah makan?".
"Belum .Ayah juga belum kan."Balas Kenji yang menatap lawan bicaranya.
"Kalau gitu ayah akan keluar membeli makanan untuk kamu ."Yoshi yang beranjak dari tempat duduknya .
"Tunggu Yah ,tidak perlu ."Kenji yang mencoba menghentikan ayahnya .
"Sudah tunggu saja ,jika Nathan sudah bangun kamu langsung suruh di untuk makan sesuatu .Mungkin buah atau bubur yang baru saja di antar kan perawat ke sini ."Yoshi yang bersiap beranjak pergi dari ruang kamar inap rawat ini .
Kenji hanya terdiam menatap kepergian ayahnya ,toh sudah percuma berkata lagi karena ayahnya tidak mungkin menuruti keinginannya .Itu mungkin karena ayahnya taku jika dirinya sakit kembali .Oleh sebab itu sejak ia keluar dari rumah sakit ayahnya benar-benar sangat menjaga pola makannya .