My Salvador

My Salvador
Eps.37 Gay!?



Osaka


Pukul, 06.30 .Pagi


Senin


Pemuda dengan pakaian yang sama dengan pakaian yang ia kenakan semalam ,masih setia tidur terlentang di atas tempat tidur. Dengan sebagai tubuhnya yang hampir tertutup selimut tebal berwarna abu-abu .


Nathan, pemuda yang tengah terbaring sakit tidak enak badan ini."Sial, kenapa harus sakit di saat begitu."Gumamnya dalam balutan selimut tebalnya.


"Kak Riska."Nathan dengan raut wajah masamnya.


+++++++++


Pukul,06.34


Di jam yang hampir sama akan tetapi berlainan tempat .Pemuda berseragam sekolah rapi ,dengan model rambut panjang sebahu yang di kuncit sebagai ini, tengah bejalan dengan langkah santainya memasuki halaman depan sekolah SMA Sanshain.


Benji pemuda berpostur tinggi badan 180 ini, tengah berjalan masuk ke dalam gedung sekolah SMA Sanshain tempatnya bersekolah. Dengan langkah cepat, namun tetap terlihat santai .


Pemuda itu masuk ke dalam gedung sekolah ,ia berganti sepatunya dengan sepatu khusus sekolah. Sampai pemuda bertubuh poster tinggi badan169cm. Mengusiknya ."BENJI."Panggil Ryo pemuda yang baru saja sampai di dalam gedung sekolah.


Dengan terfokus berganti sepatu."Di mana Nathan?".


"Tidak masuk."Balas Benji sembaring beranjak berlalu pergi ,tanpa menunggu Ryo yang belum selesai berganti sepatu .


Ryo segera mempercepat berganti sepatu ,selepas selesai .Ia langsung berlari kecil mengejar Benji yang sudah berjalan jauh dari dirinya.


Kini ia yang langkah sudah sama dengan Benji."Kenapa Nathan tidak masuk?".


"Sakit."Balas Benji dengan tetap berjalan tanpa menoleh ke Ryo yang berjalan di di sampingnya.


Ryo ingin membuka percakapan kembali ,akan tetapi Benji dengan cepat menyahut."Tadi pagi-pagi sekali gue telfon dia ,buat kasih tahu kalau gue tidak bisa berangkat bersama. Tetapi dia malah bilang duluan kalau tidak bisa masuk sekolah. Badannya kurang sehat, kata dia."Jelasnya .


"Oh!".


Benji hanya menoleh sekilas ke Ryo ,sebelum ia berlalu pergi untuk segera masuk ke dalam kelasnya .


++++++++


Sementara itu di kelas 10 C .Hiroyuki tengah terduduk, berhadap-hadapan dengan Mika. Wakil ketua kelas. Mereka terduduk dengan fokus melihat jurnal buku yang memiliki pola sulit.


Mika yang kesal langsung menutup Jurnal itu dengan kasar ."Sudah Hiro ,gue akan kerjakan nanti."


".........Jika sudah selesai besok gue kasih ke elu."


Hiroyuki hanya menatap Mika dengan mengacung jarinya membentuk huruf O .Untuk menyetujui perkataan Mika .


Mika langsung beranjak dari bangku yang ia duduki .Ia beranjak dan berjalan ke bangkunya sendiri dengan membawa jurnal kelas tadi.


Selepas kepergian Mika dari hadapannya. Hiroyuki menengok ke bangku belakangnya yang kosong. Ia buang nafasnya dengan kasar."Mereka berdua ,musuhan berdua, sakit pun berdua."Batinnya .


Iya, Hiroyuki baru saja mendapatkan notifikasi Chat dari Benji yang memberitahukan ,kalau Nathan tidak bisa mengikuti pelajaran hari ini karena kurang enak badan .


Itu juga menjadi sebab, Hiroyuki menjadi sedikit kesepian .Toh, siapa lagi yang mau di ajak ngobrol sama dia kalau bukan Nathan atau Kenji .Teman-teman sekelas Hiroyuki tidak ada yang mau di ajak ngobrol, mereka terlalu takut dengan Hiroyuki .Hiroyuki yang lebih sering menunjukkan sisi tegas dan galaknya saat menjadi ketua kelas .Membuat mereka tidak ingin mencari gara-gara ,atau terikat masalah dengan Hiroyuki.


Selepas itu ,Hiroyuki tanpa beranjak dari tempat duduknya memanggil Mika yang tengah tertidur di atas mejanya ."MIKA!".


Dengan ekspresi wajah kaget Mika langsung bangun dari tidur, ia menengok melihat sekeliling mencari seseorang yang memanggil namanya. Dengan mata beloknya yang masih berhias di sana.


"Mika."Hiroyuki kembali dengan menyanggah wajahnya dengan telapak tangan kirinya .


Mika yang menyadari itu segera menengok kebelakang dengan raut wajah malasnya."Apa?".


"Tulis di jurnal absen yang kemaren gue kasih ke lu. Nathan tidak masuk."


Membalas dengan menunjukkan kedua jari yang berdiri sejajar nya .Untuk menyetujui perkataan Hiroyuki .


Sesaat setelah itu ,guru jam pelajaran jam pertama masuk ke dalam kelas 10 C .Semua murid mulai merapikan cara duduk mereka ,menata buku materi di atas meja .


+++++++++


pukul, 08.45


Nathan yang sudah mengenakan jaketnya, juga celana panjang .Segera menggantungkan tas selempang-nya di tubuhnya untuk ia bawah pergi.


Di hari menjelang siang ini ,Nathan hendak pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya .Sebelum ini ,ia juga sudah memesan taksi online untuk ia mengantarkannya ke rumah sakit .


Tadinya ia ingin meminta bantuan pamannya ,untuk mengantarnya ke rumah sakit. Akan tetapi ia ingat ,jika paman Yoshi pasti sedang sibuk merawat Kenji di rumah sakit. Karena tidak ingin mengganggu ,akhirnya. Di hari menjelang siang ini ,ia memutuskan untuk pergi ke dokter sendirian dengan di antar taksi online yang sudah ia pesan.


Nathan menunggu kedatangan taksi itu didepan gerbang rumahnya .Tidak terlalu lama ia menunggu, taksi online pesanannya sudah tiba di jalanan depan rumahnya.


Selepas taksi itu berhenti. Nathan segera beranjak masuk ke dalam mobil taksi .


Ia yang sudah duduk dengan benar di dalam kursi tengah mobil taksi ."Ke rumah sakit B, paman."


"Okey ,mas."Supir mobil taksi itu mulai menyalakan mesin mobilnya kembali ,dan segera menancap gas mobilnya berlahan .


Mobil itu berlalu pergi dari sana ,dengan kecepatan di atas rata-rata melewati jalanan perumahan.


+++++++


Beberapa jam berlalu, tibalah mobil taksi itu di salah satu rumah sakit terdekat di sana .Rumah sakit yang tidak terlalu besar ,akan tetapi tetap besar bagi Nathan dengan gedung rumah sakit yang sedikit menjulang tinggi ini .


"Tunggu di sini ,paman ."Ucap Nathan beranjak pergi selepas mendapatkan anggukan kepala dari supir taksi tersebut .


Nathan berjalan sangat pelan masuk ke dalam gedung rumah sakit ,seakan dirinya habis berkuda tadi malam .


Di dalam selesai mendaftarkan dirinya di resepsionis bergilir pemeriksaan. Setelah mendapatkan kartu urutan gilirannya di periksa. Ia pun duduk di kursi panjang tralis besi sambil menunggu dirinya di panggil ke ruang pemeriksaan dokter .


Sedikit lebih lama ia menunggu ,akhirnya tibalah giliran namanya di panggil .Nathan segera beranjak dari tempat duduknya ,dengan kaki jengkelnya dan jangka kecilnya ia masuk ke dalam ruang yang telah di beritahu untuk ia masuki tadi.


"Permisi, dok."Ucapnya sembaring berjalan masuk kedalam ruangan dokter itu .


"Silakan masuk ,tuan."Balas dokter pria itu mempersiapkan Nathan untuk masuk ke dalam ruang kerjanya .


Nathan dudukkan pantatnya di kursi yang tersedia di meja kerja dokter itu .Dokter itu bertanya-tanya sedikit tentang biodata dan keluhan sakit Nathan.


Selesai dengan itu ,dokter itu beranjak dari tempat duduknya .Ia ambil alat untuk memeriksa tekanan darah ,suhu tubuh Nathan .


"Tekanan darah kamu normal."Kata dokter itu sembaring merapikan alat pemeriksa tekanan darah.


Mengambil termometer pengecek suhu tubuh yang terpasang di mulut Nathan ."Saya ambil ya."Ucap dokter itu .


Dengan perhatian melihat termometer yang tengah ia pegang."Suhu tubuh kamu 38derajat ,cukup tinggi Tuan ."


Fokus mencatat sesuatu di atas lembar kertas."Perbanyak istirahat ,juga minum air putih,Tuan."


"......Jaga pola makan juga .Seperti beberapa hari ini kamu kurang istirahat, sehingga ketahan tubuh kamu drop(menurun) ."


Memberikan lemparan kertas yang sudah berisikan resep obat yang harus Nathan tebus."Saya sudah tulis resep obat yang harus kamu minum ,berserta cara minuman ."


"Semoga lekas membaik ,tuan ."


"Terimakasih, dokter."Ucap Nathan beranjak dari sana.


Dengan langkah yang sama ia berjalan ke pintu keluar ruang kerja dokter itu .


Dokter itu yang melihat cara jalan Nathan yang terlalu pelan."Tuan!".


Nathan menghentikan langkahnya sejenak ,dan membalikan badannya kembali menatap dokter pria tadi .


"Tuan, masih ada yang sakit."Ucap Dokter pria itu .".....Mungkin ada yang kelewat saat saya memeriksa keadaan,tuan ."


Nathan mengerutkan keningnya."Nani!? Saya tidak ada yang sakit lagi ."


"......Ehm ,ini pasti dari cara jalan saya yang aneh. Soalnya dari tadi banyak yang membicarakan cara jalan saya di luar ."Lanjutnya sedikit merenggut kan keningnya .


"Maaf tuan ,karena cara jalan tuan seperti pria yang habis melakukan hubungan dengan sesama pria."Ucap dokter pria yang hampir lanjut usia ini menatap manik hitam lekat Nathan .


"What!? Nani!?".Ujar Nathan dengan suara lantangnya merenggut kedua alisnya.


"Dokter jangan mengada-ada. Saya jalan pelan karena pinggang saya sakit, dokter. Kaki saya yang tergilir, karena jatuh dari sepeda kemarin lusa ,pun masih sakit ."


Yang membuat dokter itu jadi menjadi merasa kasihan. Akhirnya dokter itu menghampiri Nathan, dan memeluk tubuh Nathan."Yang sabar, tuan."Dengan mengelus punggung Nathan.


Nathan yang baru tersadar di peluk dokter pria ini, langsung mendorong pelan tubuh dokter itu agar menjauh darinya .Dan menjauhkan dengan menjaga jarak aman."Dahlah ,saya pamit dok."Ucapnya berlalu pergi. Dengan langkah seperti kakek-kakek yang baru saja terserang encok(sakit pinggang).


"Mau di antar?".Tawar dokter itu .


"Tidak perlu repot-repot ,saya akan jalan dengan sisa tenaga saya sendiri ."Nathan beranjak pergi dari sana .


Selepas kepergian Nathan dari ruang kerja pribadinya. Dokter itu menggeleng-geleng melihat tingkah laku Nathan .


+++++++++


Selesai menebus obatnya ,dan mendapatkan obat. Nathan segera, beranjak pergi dari sana. Kali ini ia sedikit mempercepat langkahnya, karena tiba-tiba kepalanya terasa sedikit sakit.


Di luar ia segera mencari mobil taksi yang ia naiki tadi .Ia yang sudah melihat mobil taksi yang ia naiki di awal tadi .Segera menghampiri mobil taksi itu.


Ia yang sudah dekat dengan mobil taksi itu ,segera beranjak masuk ke dalam .Nathan yang sudah terduduk di kursi tengah penumpang."Paman yang tadi kan?".


"Iya mas."Balas supir mobil taksi tersebut .


"........ Langsung pulang, mas?".Lanjutnya bertanya dengan melihat kaca yang tergantung di atasnya.


"Iya ,paman ."Nathan yang sudah terduduk santai dengan perhatian yang terfokus melihat layar ponselnya.


Bersamaan dengan jalanan mobil taksi yang berlalu pergi dari parkiran rumah sakit. Nathan mendapatkan nada sambung telfon dari kakak perempuannya di seberang sana .


Tersambung .


*Hallo kak."


*Dik kamu sakit? Kenapa tidak kasih tahu kakak."


Oce Riska di seberang sana .


*Kata kak Riska ,saya tidak boleh telfon duluan."


*.....Kak Riska ko tahu Nathan sakit. Dari mana?".


Sambungannya bertanya-tanya .


*Iya kakak lupa .Mulai besok kamu bisa telfon kakak lagi ,kalau kamu membutuhkan sesuatu. Kakak juga sudah selesai pekerjaannya ."


"Permisi ,Nona .Sekedar jam meeting sebentar lagi. Nona sudah di tunggu di ruang meeting."Ucap salah seseorang di seberang sana dengan mengunakan bahasa Mandarin yang terdengar oleh telinga Nathan .


"Iya ,sebentar lagi saya akan menyusul."Balas Riska kepada seseorang itu yang kembali terdengar oleh Nathan .


*Hallo dik."


*Kak Riska sedang tidak di Seoul?."


*Tidak ,saya ada di China ."


*Urusan kerja!?".


*Kamu sejak kapan sakit?".


*Baru kemarin malam kak. Kak Riska tidak perlu terlalu mengkhawatirkan Nathan .Tadi saya sudah pergi ke dokter, besok juga akan membaik ."


*.....Nathan juga tidak suka kalau lama-lama libur sekolah ."


Lanjut Nathan dengan di susul tawa kecilnya .


*Kalau gitu jangan lupa minum obatnya. Maaf Kakak tidak bisa merawat kamu ."


*Hem ,tidak papa kak .Kakak fokus kerja saja,nanti kalau sudah membaik Nathan .Saya akan langsung telfon kak Riska .Nathan janji ."


*Iya ,yasudah cepat istirahat ."


*Siap kak."


Panggilan telepon di akhir oleh Riska sepihak di sana .


Nathan menyungging senyum tipisnya, sembaring mematikan layar ponselnya .Ia masukkan kembali ponsel miliknya ke dalam saku jaketnya.


"AAARrgghh, SIAL!!".Umpat Nathan yang merintih kesakitan juga kaget saat mobil taksi yang ia naiki melewati lubang yang membuat mobil itu sedikit tergoncang cukup keras.


Supir mobil taksi itu yang masih tetep terfokus menyetir jalan ."Maaf-maaf ,tuan ."


Nathan yang tangannya mengelus pinggangnya yang sakit karena jatuh kemarin."Yyy ,lanjutkan saja jalanan ,paman ."Ucapnya tanpa melihat lawan bicaranya.


Masih dengan posisi yang sama ."Tuan sakit apa?".Tanya supir mobil taksi itu .


Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Flu."Balas Nathan singkat.


Sesaat, kedua orang dalam mobil taksi ini sama-sama terdiam .Sampai pembuka percakapan kembali di mulai .


"Mas pria gay!?".Tanya supir mobil taksi itu yang langsung membuat posisi duduk Nathan menjadi tegak sempurna.


Dengan manik hitam lekatnya yang membesar sempurna ."What!?".


Supir mobil taksi itu sedikit terkekeh pelan melihat ekspresi wajah Nathan."Maaf mas ,saya tidak bermaksud demikian ."


".....Soalnya gelagat mas ,hampir sama dengan pelanggan-pelanggan saya bisanya, yang gay. Terkadang mereka ya kayak mas gini."Lanjut sedikit bercerita tentang pengalamannya dengan pelanggan pria gay yang pernah menaiki mobil taksinya.


Nathan yang masih di posisi yang sama."Saya bukan gay, paman. Saya pria normal ."


"Saya kayak gini karena kemarin saya terjepit pintu mobil. Dan iya ,jalan saya pelan karena kemarin lusanya saya habis jatuh dari sepeda ."


".......Kaki saya tergilir ,dan kemarin di tambah dengan punggung saya yang ikut sakit. Alhasil saya sangat menderita ."Nathan dengan ekspresi wajah yang sedikit tidak terima .


Iya yang sudah kembali duduk rilek."Gay ,gay .Emang semua orang bertingkah seperti saya berarti semalam habis melakukan apa?Maksud anda?".Nathan yang masih tidak bisa menerima.


Supir mobil taksi itu sedikit menyungging senyum."Maaf mas ,saya benar-benar tidak bermaksud demikian ."


"Iya ."Balas singkat Nathan tanpa melihat lawan bicaranya.


Selesai dengan perdebatan singkat itu .Ke dua orang dalam mobil taksi ini kembali sama-sama terdiam .Sampai di depan rumah Nathan .


Selepas membayar ongkos taksi ,Nathan bersiap untuk beranjak turun .Ia yang sudah membuka sedikit pintu mobil taksinya ."Mas ,saya benar-benar minta maaf soal yang tadi ."Ucap supir mobil taksi itu kembali.


"Iya ,paman .Saya sudah melupakannya."Nathan yang beranjak turun dari dalam mobil .


Mobil taksi itu segera tancap gas meninggalkan jalanan depan rumah Nathan .Nathan yang sudah ada di depan gerbang rumahnya, segera membuka gerbang rumahnya .


Dengan gerbang rumahnya yang terbuka tidak terlalu lebar. Nathan segera beranjak masuk ke dalam halaman depan rumahnya .Ia tutup kembali gerbang rumahnya, sebelum ia beranjak masuk ke dalam rumahnya .


+++++++


Pukul ,09.39


Nathan sudah ada di ruang keluarga, langsung melepas tas ,juga jaket yang ia kenakan,lalu membuangnya sembarangan ke atas sova .Ia pun beralih ke sova panjang yang lain ,ia rebahan tubuhnya dengan berlahan di sana ."Aa ,kenapa pinggang ku semakin sakit."Memasang saut wajah masamnya.


Nathan mencoba bangkit kembali dari tempat tidurnya dari atas sova .Ia berjalan mendekati lemari yang pintunya terbuat dari kaca berukuran sedikit besar, yang tidak terlalu jauh dari sana .


Ia membelakangi kaca itu, namun tatapan tetep menengok ke belakang sedikit melihat bayangan punggung di dalam kaca .


Nathan naikan bawahan kaos warna hitam yang ia kenakan."What ,ko bisa memar gini ."Ujarnya yang kaget melihat bekas memar memerah di pinggangnya .


"Perasaan kemarin jatuhnya tidak keras. Tapi kenapa memar gini ,oh pinggang ku yang mulus."Nathan merenggut masam .Dengan mengelus pinggangnya yang memar ,belum juga di elus."Aaa, sakit aji**mm."


Gorowuk.......


Berganti mengelus perut ratanya yang baru saja bergema ."Lapar ."


Berjalan berlalu pergi dari ruangan itu ."Masak dulu perut ,yang sabar ya ."Gumamnya sembaring mengelus perut ratanya.


Walaupun keadaan badan masih belum baik ,dan keadaan kepala juga masih terasa sedikit sakit .Nathan tetep di sibukkan di dapur untuk membuat makanan sederhana ,untuknya makan.


Lagian hanya dengan banyak istirahat saja ,tanpa makan juga tidak akan membuat keadaan badannya semakin membaik. Tubuh sakit juga perlu asupan makanan yang sehat, karena istirahat yang cukup saja tidak akan cukup tanpa ada asupan yang masuk. Jika ingin cepat membaik ,dan sehat kembali .