My Salvador

My Salvador
Eps.225



Italia


Di salah satu ruangan pemeriksaan rumah sakit spesialis tulang dan otot.


"Ada sedikit keretakan tulang di pergelangan kaki Nyonya."


"Saya sudah membalutnya dengan pembalut luka khusus. Dua hari sekali Nyonya harus kembali ke sini untuk melakukan pemeriksaan dan beberapa terapi. Dan selama itu saya harap Tuan benar-benar memastikan Nyonya tidak melakukan kegiatan yang berat-berat agar cideranya tidak semakin parah."Jelas dokter ini.


"Baik Dokter .Terimakasih."


"Sama-sama Tuan."


"Ti-tidak. Saya ingin mengunakan kursi roda saja."Kata Noemi fokus pada kursi roda tidak fokus pada lawan bicaranya Nathan.


Nathan mengikuti saja, ia mengambil kursi roda itu untuk Noemi.


Apa yang di lakukan Noemi. Mungkin karena sejak awal datang sampai masuk ruangan pemeriksaan Nathan menggendong Noemi. Jelas itu membuat Noemi malu sekaligus tidak enak.


Next.....


Dalam perjalanan kembali ke Villa. Nathan tiba-tiba mendapat panggilan telepon dari salah satu bodyguard. Alhasil ia segera mengangkat panggilan telepon itu.


Nathan menepi kan mobil untuk mengangkat nada sambung telfon yang masuk.


Tidak butuh waktu lama setelah itu Nathan kembali tancap gas melanjutkan perjalanan.


"Jika seandainya kakak mu benar meninggalkan mu. Apa tujuan mu selanjutnya?".Tanya Nathan yang masih fokus mengemudikan mobil.


Noemi hanya terdiam menundukkan pandangan nya.


"Kakak saya ingin bertemu dengan kamu. Kamu mau ikut dengan saya, bertemu dengan kakak saya?".Tanya Nathan sembaring berpaling sekilas melihat Noemi.


Masih lurus melihat ke depan,"Saya pikirkan dulu. Saya tidak bisa meninggalkan kakak saya".


"Hanya itu?".


Diam Noemi menjelaskan semuanya."Kamu berhak memilih kehidupan mu sendiri. Saya tau dia kakak mu, keluarga satu-satunya yang kamu punya. Tapi setiap kehidupan pasti akan ada saatnya kita harus di pisahkan. Entah itu dengan kematian atau dengan alasan yang lain. Sudah jelas bukan, jika kehidupan mengajari untuk menjadi dua bagiab individu dan sosial."


"Sekarang semua keputusan ada di tangan mu sendiri. Mau lanjut melangkah keluar dari zona nyaman, atau tetap di sini mengenang masa lalu."


Next.....


"Tidak Tuan, saya akan istirahat di kamar biasanya saja."


"Saya tidak suka penolakan."Tegas Nathan berlalu meninggalkan Noemi yang masih duduk di Sova ruang tamu.


Nathan pergi menghampiri Edoardo dan rekan-rekan yang lain yang tengah menunggu nya. Di ruangan khusus Villa ini. Di sini sudah tidak ada paman Dante yang tengah di tugaskan ke wilayah lain negara ini.


Next.....


"Dia sudah tiada Tuan."Kata Edoardo.


"Kalian urus kematian nya. Besok saya akan ajak Noemi."


"Baik Tuan, permisi ."Edoardo dan rekan-rekan nya berlalu pergi meninggalkan Nathan.


Next......


Nathan kembali lagi ke tempat Noemi yang hendak berlalu pergi meninggalkan ruang tamu."Bibi."Panggil Nathan kepada ketua pembantu.


Melihat pembantu itu."Antar Noemi ke sebelah kamar kosong sampai kamar saya."


"Baik Tuan."Bibi ini yang menuntun jalan Noemi.


Next.....


Sesaat kemudian Nathan yang sudah ada di depan kamar Noemi mengetuk pintu itu sekilas sebelum akhirnya ia berlalu masuk ke dalam kamar.


Nathan yang membawa nampan makanan menaruh nampan itu di meja kecil sampai tempat tidur."Jangan lupa di makan dan minum obat mu."Kata Nathan.


"Besok pagi-pagi sekali ikut saya."Kata Nathan yang masih fokus pada lawan bicaranya."Setelah makan istirahat jangan tidur larut malam."Pesannya sebelum berlalu meninggalkan kamar tidur Noemi .


Noemi hanya manggut-manggut, sebelum akhirnya ia terdiam memperhatikan makanan yang di bawakan majikannya.


"Apakah harus berusaha, meninggalkan kakak sendirian di luaran sana. Apakah pantas jika saya tidak memperdulikan nya lagi?".Gumam Noemi bimbang dengan tujuan hidup nya selanjutnya. Keputusan hidupnya selanjutnya.