My Salvador

My Salvador
Eps.33 Masih sakit



Osaka


Pukul ,01.15 Malam


Sabtu .


Hujan di sekitar daerah ini sudah sedikit mereda .Akan tetapi tidak dengan hawa dinginnya, hawa dinginnya semakin menusuk kedalam kulit.


Pemuda dengan pakaian yang masih sama ,berlarian kecil ke pintu depan rumah. Ia yang sudah ada di depan pintu rumahnya ,mulai membuka pintu itu berlahan dengan kunci rumahnya.


Nathan pemuda yang berhasil membuka pintu depan rumahnya."Malam Oji-san. Ada apa ,Oji-san?".Ucap Nathan kepada Yoshi ,pamannya yang tengah berdiri di depan pintu rumahnya.


Yoshi dengan ekspresi mimik wajahnya yang mulai menua itu, ia terlihat sangat kacau. Terlihat di sana ,ia sangat mencemaskan sesuatu, di tambah dengan pakaian yang di kenakan Yoshi sedikit basah ."Nathan ,Kenji tadi kesini?".


"........Kenji pergi dari rumah sakit ,Nak Nathan."


Basa basi nya."Emang tadi ada apa , Oji-san? Kenapa Kenji sampai pergi dari rumah sakit?".Nathan yang masih di posisi yang sama .


Yoshi terdiam sesaat ,ia tundukkan perhatiannya."Kenji sudah tahu semuanya."Mimik wajah dengan rasa bersalah yang sangat besar .


Nathan memang sudah menyadari, ia pun berkata."Paman tidak perlu khawatir. Kenji ada disini ,tapi saya memohon kepada paman untuk tidak menemui Kenji terlebih dahulu."


"........ Sepertinya Kenji membutuhkan waktu untuk sendiri, sementara waktu ."Lanjutnya .


Yoshi terdiam sesaat, ia mencerna kalimat yang terucap dari mulut Nathan .


Nathan yang manik hitam lekatnya terfokus dengan paman Yoshi."Paman tenang saja ,jika ada apa-apa saya akan langsung menghubungi Paman ."


"Bukan begitu Nathan ,saya cuma tidak ingin kamu jadi kerepotan dengan Kenji."Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus menatap lawan bicaranya.


Nathan segera membalas dengan cepat."Tidak!".


".....Tidak papa, paman .Saya tidak merasa direpotkan sama sekali dengan kehadiran Kenji di sini."Lanjutnya sembaring menyungging senyum tipisnya.


Yoshi mengangguk ringan ."Tolong jaga Kenji. Saya titipkan Kenji, Nak Nathan ."


Nathan mengangguk ringan membalas perkataan Kenji.


Yoshi dengan berat hati akhirnya berlalu pergi dari sana meninggalkan kediaman rumah Nathan .Ia memutuskan untuk membiarkan putranya tinggal sementara waktu di rumah Nathan ,karna ia juga sadar bahwa putranya pasti membuat waktu untuk untuk menenangkan diri juga untuk memaafkannya .


++++++


Nathan yang masih setia berdiri di depan pintu depan rumahnya .Memperhatikan punggung paman Yoshi yang makin menghilangkan dari hadapannya .


Ia yang sudah tidak bisa melihat punggung paman Yoshi kembali ,segera bergegas masuk ke dalam rumahnya .


Nathan mengunci kembali pintu depan rumahnya. Selesai mengunci kembali pintu depan rumahnya, ia membalikkan badannya untuk segera naik ke lantai atas rumahnya dan beristirahat di kamar tidurnya .


++++++++++++


Pukul 04.38 ,menjelang pagi


Minggu.


Sesaat lagi akan menjelang pagi ,tapi mata pemuda ini masih setia terbuka lebar .Pemuda yang tengah tidur terlentang di atas tempat tidurnya ini benar-benar kesulitan untuk tidur .


Pemuda yang tengah tidur terlentang itu merasakan sesuatu yang dingin membasahi bawah hidungnya. Ia segera beranjak dari tempatnya tidur ,ia dudukkan tubuhnya di atas tempat tidur .


Ia usap bawah hidungnya dengan telapak tangannya .Manik matanya langsung terfokus melihat bekas darah di telapak tangannya ."Mimisan."Batinnya .


Kenji pemuda itu ,ia segera beranjak dari atas tempat tidurnya .Dengan berjalan sempoyongan menahan keseimbangan tubuhnya yang melemah, ia berjalan berlahan ke dalam kamar mandi .


Darah mimisannya semakin mengalir dengan lancar di bawah hidung Kenji .Kenji yang belum sampai di dalam kamar mandi, tiba-tiba terjatuh di depan pintu kamar mandi .


Ia tersungkur di sana ,lututnya membentur lantai dengan sangat keras .Tidak ,ia tidak merasakan sakit di lututnya. Melainkan di kepalanya, kepalanya tiba-tiba terasa sangat sakit(penih). Seakan sesuatu benda tajam tengah menusuk-nusuk kepalanya berkali-kali dengan cepat.


Kenji yang masih tersungkur tertunduk di atas lantai depan kamar mandi, mencengkram kepalanya dengan salah satu tangannya .Ia mencoba terduduk ,dan menghapus darah segar yang masih setia mengalir di bawah hidungnya.


Sampai tiba-tiba pintu kamarnya di buka dengan paksa dari luar ."KENJI!!."Seru Nathan langsung mempercepat langkahnya mendekati Kenji .


Seperti orang yang kehilangan kesadaran ,Kenji hanya terdiam dengan meremas rambut kepalanya dengan ke dua tangannya.


Nathan menggenggam tengkuk belakang punggung Kenji ."Kamu kenapa, Ken?".Tanyanya sembaring terfokus melihat Kenji yang tidak menyadari kehadiran sama sekali(Seperti orang linglung)."Ayo bangun, Kenji."Nathan yang mencoba untuk membantu Kenji bangkit .


Kenji masih terdiam, ia masih meremas rambut kepalanya.


Nathan yang melihat mencoba melepas kedua tangan Kenji dari aktivitas."Kenji jangan lakukan ini ,ini akan melukai kulit kepala kamu ."


Di abaikan ,Kenji lagi-lagi mengabaikan kehadiran Nathan .


Nathan yang sudah emosi dengan Kenji yang terus saja melakukan hal yang sama."KENJI!."Bentak Nathan dengan suara lantangnya."CUKUP KENJI ,STOP INI AKAN MELUKAI KEPALA KAMU ."Masih dengan nada suara yang meninggi .


Masih dengan posisi yang sama."Sakit ,sakit Nat ,sakit ."


"......LU TIDAK NGERTI!Kepala gue sakit Nat ,sakit."Lanjutnya merintih kesakitan.


"Ayo bangun saya antar kamu ke rumah sakit ."Ucap Nathan membantu Kenji.


Kenji yang masih merintih kesakitan."Tidak Nat ,sakit. Saya tidak kuat, Nat."Ucapnya dengan nada suara bergetar merintih kesakitan.


Tubuh Kenji juga mulai mengeluarkan keringat dinginnya, tubuhnya bergetar ketakutan .Nathan yang menyadari itu semakin di buat panik .


"Bentar, tunggu di sini ."Nathan langsung berlalu pergi dari dalam kamar itu .


Nathan berlarian ke sana-kemari mengambil sesuatu .Selepas mengambil semua barang yang di butuhkan ,ia dengan tas selempang yang menggantung di tubuhnya segera berlari kembali ke kamar tadi .


Nathan berjongkok membelakangi Kenji."Cepat naik ."Ucapnya .


"Tap....."Ucap Kenji yang langsung terputus."CEPAT KEN!Kamu tidak lihat diri kamu semakin melemah."Ucap Nathan yang tidak ingin mendengar tolakan apapun .


Dengan tubuh lemahnya Kenji berusaha bangkit dan naik ke atas punggung Nathan. Walaupun ukuran tubuh Kenji lebih besar dari Nathan .Nathan masih cukup ampuh menggendong Kenji di atas punggung .Toh akhir-akhir ini berat badan Kenji juga banyak menurun .


Nathan yang sudah menggendong Kenji di atas punggung segera berlari kecil untuk segera turun ke lantai bawah .


Sementara itu ,keadaan Kenji semakin memburuk rasa sakit di kepalanya menurun ke perutnya yang juga ikut terasa mulai perih dan mual kembali .


Masih dengan meremas rambut kepalanya."Kenapa ini sa-sakit sekali!?".Rintihannya.


Nathan semakin mempercepat langkahnya, setibanya di lantai bawah ia segera membuka pintu rumah yang sudah tidak terkunci lagi tadi .


iya, Nathan tadi sempat berlari keluar untuk membuka pintu depan rumahnya dan membuka pintu garasi mobil rumahnya .


Dengan langkah kaki jengkelnya Nathan masuk ke dalam garasi mobil .Ia buka pintu depan mobilnya .Nathan bantu Kenji masuk kedalam mobil .


Selepas itu ia menyusul Kenji masuk ke dalam mobil ,dan duduk di kursi pengemudi dekat Kenji terduduk tertelungkup mengerang kesakitan .


Nathan yang mulai menyalahkan mesin mobilnya ."Yang kuat Ken ,kita akan segera pergi ke rumah sakit."Dengan mulai fokus menyetir mengeluarkan mobil dari dalam garasi dengan berlahan .


Nathan berhasil mengeluarkan mobil keluarganya dari dalam pekarangan rumahnya dengan baik. Ia tancap gas mobil ini untuk berlalu pergi dari sana. Dengan kecepatan di atas rata-rata ia memulai perjalanan pergi ke rumah sakit terdekat di sekitar perumahan elit di sana .


Kenji semakin meremas rambut kepalanya sampai mengeluarkan sedikit darah segara dari selah selah pelipis rambut kepalanya .Ia juga merapatkan kedua kakinya ke atas kursi mobil untuk mengurangi rasa sakit yang timbul dari dalam perut.


Nathan yang masih fokus menyetir."Yang kuat Ken, kita sebentar lagi sampai ."Ucapnya .


Masih dengan posisi yang sama ."Sss-sakit Nat ,sa-saya sekali."Ucapnya bergetar merintih sangat kesakitan .


"Jangan gitu Ken ,kamu pasti kuat .Kita sebentar lagi sampai."Masih dengan fokus menyetir mobilnya.


++++++++++


Pukul ,02.10


Akhirnya tibalah Nathan di salah satu rumah sakit elit di daerah tersebut .Nathan langsung menghentikan mobilnya di depan pintu masuk rumah sakit .


Ia yang panik langsung berlari ke sisi lain pintu mobil ,untuk membukakan pintu mobil untuk Kenji. Dengan menggendong Kenji kembali di atas punggungnya. Nathan berlarian kecil masuk ke dalam rumah sakit .


Di dalam Nathan langsung di sambut dengan beberapa perawat yang berjaga malam di sana .Kenji langsung di ambilkan brankar pesakitan untuknya berbaring .


Brankar pesakitan itu langsung di dorong dengan beberapa perawat ke salah satu ruangan di sana .Nathan yang masih di sana ,masih setia mengikuti kemana brankar pesakitan itu di bawah pergi .


"Tunggu di luar ,Tuan."Ucap Perawat pria itu langsung menutup dua pintu ruang IGD dari dalam.


Nathan mengangguk ringan ,selepas dua pintu ruang IGD tertutup rapat ia tidak henti-hentinya berjalan ke sana-kemari ,raut wajahnya sangat cemas bahkan untuk pakaian yang ia kenakan juga sangat berantakan(kacau) .


++++++++


Sudah beberapa menit berlalu tapi pintu ruang IGD belum juga terbuka. Bahkan paman Yoshi, ayah Kenji pun juga sudah tiba di sana .


Iya, sesaat yang lalu paman Yoshi datang ke rumah sakit dimana putranya di rawat sesuai dengan alamat yang di kirimkan melalui SMS oleh Nathan.


Di tengah kekhawatiran kedua pria yang ada di luar pintu IGD akhirnya salah seorang dokter keluar dari dalam ruang IGD .


Baik Nathan ataupun Yoshi langsung antusias beranjak mendekati Dokter pria itu.


"Ba-bagaimana keadaan putra saya?".Yoshi yang langsung membuka pertanyaan.


Manik hitam dokter itu terfokus melihat kedua pria di depannya."Keadaan putra anda tidak baik-baik saja .Putra anda mengalami sakit kepala primer yang menyebabkan hipotensi yang cukup parah dan menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat di bagian kepala."


"......Putra anda mengalami hipotensi .Akan tetapi untuk penyakit Migrain, juga sakit tension yang saya prediksi putra anda juga mengalami .Saya masih belum bisa memastikan dengan baik untuk penyakit yang ini."


".....Sakit lambung putra anda, seperti sering kambuh beberapa hari ini. Apakah itu benar?."


Yoshi mengangguk ringan .


"Jadi benar .Sepertinya sakit putra anda disebabkan ,karena ia kurang istirahat ,juga pola makan yang tidak teratur ,dan putra anda juga mengalami stres yang berat beberapa hari ini atau beberapa bulan ini yang anda tidak ketahui."Kata Dokter pria itu.


"........Mungkin putra anda mengalami tekan yang hebat beberapa hari ini yang menimbulkan dirinya menjadi sangat stres .Itu juga menjadi salah satu penyebab utama sakit yang di derita putra anda."


"Anda tenang saja tuan, saya akan memeriksanya kembali besok .Semoga saja dugaan tentang sakit kepala yang putra anda alami salah ."Ucap dokter itu kembali .


*Sakit kepala Kenji sudah menyebar ke penyakit kepala primer .Sakit kepala primer adalah keluhan yang di sebabkan akibat adanya gangguan pada bagian dari kepala,seperti otot , pembuluh darah,atau saraf .


Sakit kepala tengah(tension) hampir sama dengan sakit kepala migrain .Akan tetapi sakit kepala ini tidak menimbulkan mual atau muntah ,sakit kepala ini hanya menimbulkan sakit yang hebat di bagian kedua kepala, bekalang mata/leher .


Gejala migrain yakni berdenyut di sebagian kepala dan bisa berlangsung beberapa hari.Saking menderitanya, tak jarang penderita migrain sampai tak mampu menjalani aktivitas seperti biasa. Jika dipaksakan beraktivitas, serangan migrain bisa semakin intens.


Selain kepala berdenyut, gejala lain yang umum dirasakan yakni sensitif terhadap suara dan cahaya, pandangan berkunang-kunang, disertai mual dan muntah.


Serangan migrain mungkin saja dikaitkan dengan kondisi sistem saraf. Faktor yang turut berpengaruh memicu migrain seperti insomnia, dehidrasi, melewatkan makan, fluktuasi hormon, dan paparan bahan kimia. 


Kenji juga memiliki penyakit hipotensi , penyakit darah rendah . Meskipun tidak selalu menimbulkan gejala, kondisi hipotensi atau darah rendah akan berisiko menimbulkan gejala sebagai berikut:


Pusing.


Mual dan muntah.


Lemas.


Pandangan buram.


Konsentrasi berkurang.


Tubuh terasa tidak stabil.


Pingsan.


Sesak napas.*


Kedua pria di depannya hanya terdiam ,tidak terkecuali Yoshi ia semakin membungkam .Seakan mulutnya tersumpal tertampar .


Sedangkan Nathan masih mencoba untuk tetep berpikir tenang ,karena di situasi ini harus ada salah satu dari mereka yang berpikir tenang dengan kepala dingin .


"Saya akan pindahkan putranya anda ke ruang PICU agar mendapatkan perawat yang lebih baik sampai keadaan imun dalam tubuhnya membaik kembali ."Ucap dokter itu yang masih dengan posisi yang sama .


Yoshi yang terdiam mendengar semua penjelasan yang terucap dari mulut Dokter itu .Nathan yang sembaring tadi ikut menyimak berkata ."Lakukan yang terbaik untuk kesehatan teman saya, Dok."Manik matanya yang terfokus menatap dokter pria di depannya.


"Baiklah saya permisi tuan ,saya akan segera memindahkan pasien ke ruang PICU."Ucap dokter pria itu berlalu pergi dari sana .


Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus kepada Nathan ."Nak, ba-bagaimana saya akan membayar uang rumah sakit ini?."Dengan Mimik wajah amat sangat sedih di sana .


Nathan membalas tatapan paman Yoshi dengan hangat ."Paman tidak perlu khawatir, saya akan mengurus semuanya ."


".....Yang terpenting sekarang adalah paman fokus saja merawat Kenji sampai keadaan Kenji kembali sehat ,saya akan selalu membantu paman Yoshi."Lanjutnya .


Yoshi membungkuk hormat didepan Nathan. Nathan yang menyadari itu bergegas menggema bahu paman Yoshi untuk menghentikan apa yang paman Yoshi lakukan.


Masih dengan posisi yang sama ."Sudah paman hentikan ,saya tidak ingin melihat paman melakukan ini ."Paman Yoshi menghiraukan perkataan Nathan .


Akhirnya Nathan ikut membungkuk membalas tanda hormat paman Yoshi kepadanya ."Saya mohon paman hentikan ."Ucapnya yang sudah membungkuk hormat.


Paman Yoshi segera bangkit ,ia tersenyum tipis menatap Nathan .Nathan membalas senyuman itu dengan ramah .


Sesaat kemudian brankar pesakitan Kenji keluar dari dalam IGD .Brankar pesakitan Kenji akan segera di pindahkan ke kamar rawat inap di ruang PICU .


*PICU (Pediatric Intensive Care Unit ) adalah ruang rawat inap pasien khusus untuk anak-anak usian 1 bulan sampai 18 tahun yang memiliki penyakit parah dan harus di pantau oleh medis secara langsung .*


++++++++++


Pukul ,03.59 .menjelang malam


Minggu


Di sinilah dua pria itu sekarang .Di dalam salah satu ruang rawat inap pasien di salah satu ruang rawat inap PICU .


Yoshi pria yang mulai menua itu setia terduduk di kursi kecil dekat brankar pesakitan putranya yang tengah terbaring lemah dengan mata terpejam. Ia genggam telapak tangan putranya kedalam rangkulan ,ia ciuman punggung tangan putranya."Bangun Ken ,maafkan ayah ."


".....Jangan tinggalkan ayah sendiri Ken. Ayah sangat menyayangi kamu ,maafkan ayah Kenji."Lanjutnya terdengar sangat sedih.


Nathan mengelus tengkuk punggung paman Yoshi."Kenji akan baik-baik saja paman ,saya yakin Kenji akan segera sembuh ."


".......Kenji pria yang kuat ,paman."Lanjutnya yang masih dengan posisi yang sama .


Sampai suara ketukan pintu mengusik mereka berdua .


Tokk.....Tok.....


Nathan terdiam sesaat melihat pintu keluar kamar rawat inap .


"Masuk."Ucap Yoshi tanpa berpaling.


"Malam tuan-tuan ,maaf mengganggu ."


".......Mobil hitam di luar apakah milik salah satu dari anda?".Tanpa pria tua yang berpakaian seragam sekuriti .


"Itu mobil saya ."Balas Nathan .


"Anda perlu memindahkan mobil anda ke parkiran yang tersedia, karna sebentar lagi akan ada pasien lain yang akan datang ."Jelas sekuriti itu dengan ramah .


"Baik pak, saya akan segera turun."Balas Nathan .


"Baiklah tuan-tuan saya permisi ."Balasnya berlalu pergi.


Yang di balas anggukan ringan oleh paman Yoshi dan Nathan .


Manik hitam lekatnya kini terfokus menatap paman Yoshi."Saya permisi sebentar, paman."Pamit Nathan.


"Tunggu ."Ucap Yoshi yang kini terfokus melihat Nathan ."......Kamu bisa naik mobil?".Lanjutnya .


Nathan menyungging senyum tipisnya."Bisa paman, tapi paman jangan pernah ceritakan ini kepada kakak ya paman. Mohon??". Melihat itu Yoshi hanya mengangguk ringan.


Tersenyum manis."Saya pergi sebentar untuk memindahkan mobilnya ."Pamitnya.


"Iya."


Nathan kembali melanjutkan langkahnya untuk segera turun ke lantai bawah rumah sakit .