My Salvador

My Salvador
Eps.103 Tugas Tokyo



Kenji menghembuskan nafas kasar."Aaahh...Gue tidak tertarik dengan lu. Dan jangan menjadi wanita seperti ini lagi, keluar lah dari sini dan hiduplah seperti wanita-wanita normal pada umumnya. Jangan seperti ini yang akan merusak tubuh lu secara berlahan-lahan."Tutur kata Kenji.


Wanita ini duduk tumpu di depan Kenji."Tidak akan rusak, kan saya hanya berhubungan dengan mu saja."Ucap santai ini membuat Kenji kewalahan harus menyusun kata-kata bagaimana lagi untuk ia ucapkan.


Di sini Kenji kesulitan menghadapi wanita gila nafsu ini. Di seberang sana .Nathan tengah frustasi dengan keadaan Kenji yang tidak kunjung ada kabar.


Dari mulai ponsel yang sulit di hubungi, keberadaan yang sudah di cari kemana-mana tetap saja tidak ketemu."Kenapa selalu ada masalah ,kecipir ,kecipir."Gumam Nathan tersenyum kecut .


Langkah Nathan terhenti tepat di depan rumah elit yang berdiri megah. Di tengah hentinya langkah kakinya di depan gerbang ini. Tiba-tiba saja gerbang ini di buka dari dalam oleh dua penjaga rumah ini.


Melihat itu Nathan segera menepi. Setelah mobil itu keluar dan berlalu menjauh. Nathan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda .Akan tetapi kembali tertunduk saat dua penjaga yang akan menutup kembali gerbang rumah ini berkata."Wanita itu mendapat pemuda lagi."Yang di akhir dengan tertutup rapat nya dua gerbang ini.


Mendengar itu, firasat akan keberadaan Kenji yang ada di dalam sini. Membuat Nathan memiliki tekat untuk menyelinap masuk dan memastikan langsung apakah firasatnya benar atau tidak .Karena perlu kali tahu, jika rasa penasaran Nathan sudah timbul. Pintu yang terbuka dari tembaga pun akan Nathan terobos demi menuruti rasa penasaran nya.


+++++


++++++++++


Osaka


Pukul. 02.39 Malam


Kamis


Nathan dengan penutup kepala jaket yang sudah terpasang rapi menutup seluruh bagian rambut nya, dan dengan sapu tangan yang sengaja ia lipat untuk menutupi sebagian wajahnya (untuk masker). Ia berdiri di depan tembok besar yang menjulang tinggi ke atas.


Di sana Nathan mengambil ancang-ancang untuk melompat meraih atas tembok untuk menjadi pegangan ia naik ke atas.


Dua kali percobaan gagal karena tinggi badan nya yang sulit di atur. Sampai di percobaan terakhir ia berhasil, dan langsung meloncat naik ke atas dinding pagar.


Berhasil masuk tanpa di ketahui. Nathan segera mengendap-endap lebih masuk lagi ke dalam rumah.


Belum juga masuk ke dalam rumah, sorot manik hitam lekat Nathan tiba-tiba terfokus pada balkon kamar lantai tiga rumah ini yang masih menyalah .Entah karena ikatan batin yang kuat antara Kenji atau apa. Hati kecil Nathan berkeinginan kuat untuk naik ke atas untuk melihat langsung ada acara di lantai itu.


Nathan memanjat dinding rumah dengan berpijak pada sisi-sisi jendela dan tralis besi pembatas balkon.


Sesaat setelah lama berjuang naik ke lantai tiga balkon ini. Nathan mencoba lebih mendekat ke pintu kaca balkon yang tertutup tebalnya gorden .Ia melakukan itu untuk mendengarkan sedikit suara yang ada di balkon ini.


Mendengar suara di dalam, Nathan langsung membungkam mulut nya."Anjing bulldog."Batinnya membulat sempurna manik hitam lekat miliknya.


Namun karena keceplosan berucap, akhirnya Nathan ketahuan. Dan langsung buru-buru kabur dari rumah ini sebelum dirinya tertangkap yang akan membuat urusan semakin rumit.


++++++


Berhasil keluar dari halaman rumah ini. Nathan terdiam sejenak untuk mengatur nafasnya.


Sesaat kemudian .Merasa sudah baik, Nathan segera pergi ke rumah yang ia lihat Kenji ada di dalamnya tadi.


Dengan penuh amanah Nathan menekan-nekan kasar bel rumah ini. Sampai keluar sesosok pria penjaga rumah ini yang membukakan pintu depan.


"Cari siapa mas?".Tanya penjaga rumah ini .


"Pemilik rumah."Balas dingin Nathan.


"Maaf ma...".Brukk...Nathan mendorong paksa pintu ini untuk memaksa masuk kedalam.


Di dalam Nathan langsung berlari menaiki tangga rumah untuk pergi ke lantai perkiraan Nathan Kenji ada di sini.


"BERHENTI!!".Pria dewasa ini berhenti tepat di depan Nathan. Membuat Nathan terpaksa menghentikan langkahnya.


Nathan tatap langsung manik tajam di depan tanpa rasa takut."Mau apa kamu?".


"Justru saya yang harus tanya kepada anda .Dimana anda menyekap teman saya?".Tegas Nathan menatap tidak kalah dingin.


Di luar ada ketegangan. Di dalam kamar Kenji terus berusaha menghindar sebisa mungkin dari wanita ganas di depan.


Walaupun ada beberapa usahanya yang gagal membuat dirinya kini hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan.


Atasan kemeja Kenji sudah lenyap, karena ulah wanita ini yang membuka paksa pakaian Kenji.


Mentok di pojokan."Sial!!".Umpat Kenji mendapati situasi nya yang tidak dapat kemana-mana lagi dengan keadaan seperti ini. Di tambah dengan pergerakan nya yang terkunci di pojokan.


Wanita ini semakin mendekati Kenji. Sampai berhasil menindih tubuh Kenji. Dengan wanita ini duduk atas perut rata Kenji .


Kenji menelan saliva nya paksa."Apakah ini akhir dunia ku." Batinnya menatap masam wanita di depan nya.