
Osaka
Pukul, 14.39 .Menjelang sore
Selasa
Masih di hari yang sama ,pemuda dengan pakaian yang masih sama baru saja keluar dari dalam kantor guru. Pemuda ini menghampiri temannya yang tengah menunggu di seberang sana.
Ryo, pemuda yang tengah tersandar di tiang gedung dengan perhatiannya melihat halaman luar gedung sekolah.
Sampai seseorang pemuda."Benji tadi langsung pulang?".Tanya Hiroyuki yang sudah berdiri di samping Ryo .
Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Hem."
"......... Seperti dia bertengkar lagi dengan Bokap-nya."Lanjutnya yang masih diposisi yang sama .
"Ayo pulang ,gue harus ke bengkel paman Yoshi."Ajak Hiroyuki kepada Ryo .
Ryo mengangguk ringan membalas perkataan Hiroyuki, sembaring mengikuti langkah kakinya Hiroyuki yang mulai beranjak pergi dari sana .
++++++++++
Sedangkan di jam yang sama akan tetapi berlainan gedung. Hanam pemuda yang tengah terduduk fokus dengan beberapa siswa lain yang melakukan hal sama seperti yang sedang ia lakukan.
Membaca buku, dengan mengerjakan beberapa tugas hukumannya. Yang di berikan oleh guru Matematikanya tadi .
Iya karena melanggar aturan. Hanam di hukum mengerjakan tiga lembar soal Matematika yang harus sudah selesai, besok. Siap untuk di kumpulkan besok di meja kantor guru Matematika. Jika ia terlambat mengumpulkan, maka selama seminggu ini ia akan menjadi asisten pribadi guru Matematika. Yaitu membantu mengerjakan soal di depan kelas, berserta menjelaskan cara kerja soalnya kepada teman-teman nanti.
Olah karena itu ,di hari ini juga Hanam memilih untuk pulang terlambat dari pada harus di hukum menjadi asisten guru matematika selama seminggu.
++++
Sedikit Dena .
Perpustakaan sekolah SMA Sanshain, memiliki gedung tersendiri .Perpustakaannya terletak di depan gedung kelas 12 yang sedikit berdekatan dengan pintu gerbang ke dua ,tempat para guru-guru biasa pulang pergi.
Oh ya ,kalian pasti belum tau dena gedung sekolah SMA Sanshain.
SMA Sanshain memiliki dua gedung sekolah, dan satu gedung perpustakaan. Gedung pertama memiliki ukuran yang lebih besar dari gedung kedua ,karena gedung pertama di tempat anak-anak angkatan kelas 10 dan 11. Yang jumlah ruang kelasnya lebih banyak, belum juga di tambah dengan ruang latihan praktek. Dan gedung pertema yang menghadap ke depan gerbang utama sekolah .
Sedangkan untuk gedung kedua ada di samping gedung pertama. Akan tetapi gedung pertama lebih terlihat mengarah ke gerbang kedua sekolah yang dekat dengan gedung perpustakaan.
Gedung pertama ini tidak terlalu besar ,karena hanya di tempati anak-anak senior saja .Selain kelas, di gedung senior ini juga tersedia aula latihan olahraga ,juga ada beberapa ruang praktek ,dan ruang para guru di lantai bawah yang berbatasan langsung dengan jalan menyebrang ke gedung pertama.
Sedangkan untuk gedung perpustakaan, memiliki ukuran yang cukup luas juga buku-buku dengan beragam judul tersedia di sana .
Oiya , hampir lupa. Dibelakang kedua gedung ada gedung yang tidak terlalu tinggi ,gedung ini digunakan untuk aula sekolah tempat anak berkumpul entah untuk berdoa bersama atau rapat .
++++++++
Back to Story
Hanam berkali-kali mengacak-acak rambutnya ,seakan sudah depresi berat. Sampai seseorang perempuan tiba-tiba duduk di depannya. Zivanna, perempuan yang tengah duduk di depan Hanam .
Zivanna yang tengah memperhatikan buku-buku di atas meja ."Tugas matematika, Onii-san."
Belum juga di jawab ."........Onii-san sedang kena hukum ya!". Lanjut menebak-nebak.
"Hem."Dehem Hanam tanpa melihat wajah Zivanna.
"Oh, mau di bantu?".Tawar Zivanna kepada Hanam .
Kini Hanam yang sudah menatap manik biru perempuan didepannya."Kamu tidak pulang?Nanti kalau kamu pulang kemalaman bahaya ,Zivan ."
"Umm."
"........Ayah belum jemput, katanya masih ada tugas di kantor ."Balasnya .
Masih di tempat yang sama."Onii-san, sendiri. Why aren't you home yet?. Zivanna yang kembali bertanya.
Hanam melanjutkan fokus dengan tugas hukumannya."Banyak tugas ."
"Hemm, sebenarnya tadi ayah suruh saya buat pulang bareng kak Hanam. Soalnya kata ayah ,dia akan terlambat sekali menjemput saya ke sekolah."Zivanna dengan perhatian melihat sekitar perpustakaan tanpa berpaling melihat Hanam sedikit pun .
Hanam langsung membuang nafasnya dengan kasar ."Eehmm, tadi kalau tau gitu kenapa tidak bawah sepeda sendiri saja?".
"........Kan mudah pulangnya, bareng teman-teman kamu."
Tanpa menatap lawan bicaranya."Masalah sepeda Zivanna......Rusak!".
"..........rate nya nyangkut, ayah tadi mau perbaiki tapi buru-buru ke kantor .Jadi saya di suruh mama buat ikut ayah saja sekalian ,nebeng berangkat sekolah sekali."Jelasnya .
Hanam yang mendengar itu menatap malas."Astaga nih bocah ngerepotin idup gue dari lahir ."Batinnya menatap asam .
Berbeda dengan Zivanna yang memamerkan lesung pipi ,dan gigi gingsul nya sebagai permohonan .Menatap Hanam yang menatapnya balik dengan kesal .
Hanam membereskan buku-bukunya ,ia masukkan ke dalam tas ."Saya antar pulang."Ucapnya tanpa melihat wajah Zivanna.
"Heyy ,makasih Onii-san."Zivanna yang kesenangan sampai lupa kalau dia sedang ada di dalam perpustakaan yang di jelas terlihat di peraturannya di larang berbicara atau membuat suara yang keras dan berisik .
Alhasil, beberapa orang di sana langsung ."Suuttt!!". Sebagai hanya menatap saja .
Zivanna langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sembaring mengangguk-angguk ringan memberi hormat permintaan maaf .Hanam yang sudah selesai berkemas, hanya menahan tawa kecilnya memperhatikan adik kecil yang banyak tingkah .
+++
Hanam pergi ke penjaga perpustakaan untuk meminjam dua buku yang tadi ia ambil .Sembaring menunggu penjaga perpustakaan mencatat .Ryuga yang masih di sana ,tengah menata beberapa buku."Sudah selesai lu?". Memperlihatkan ekspresi kagetnya ."....Cepat sekali!".
"Belum, gue mau antar bocil pulang dulu ."Hanam yang melirik ke arah Zivanna yang tengah berdiri di belakang punggungnya .
Zivanna yang merasa terpanggil, sedikit menyodorkan tubuhnya ke depan ."Hy, kak Ryuga!".Dengan mengangkat tangan kanannya .
"Oh , Zivanna."Ryuga dengan menahan tawa kecilnya.
"Onii-san ,kenapa kak Ryuga tertawa?". Zivanna yang menatap heran Ryuga .
Hanam mengabaikan pertanyaan Zivanna.Ia yang sudah mendapatkan ijin meminjam buku ."Terima kasih, Sensei."Dengan mengambil bukunya kembali .
"Sama-sama ."
".........Kamu sama Zivanna bersaudara?".Tanya penjaga perpustakaan.
Belum juga menjawab .Ryuga langsung menyaut."Bukan saudara, Sensei. Hanam adalah ayahnya, Zivanna ."
Hanam langsung menatap tajam ke Ryuga."Mata**mu!!". Mengumpat dalam hati ."Bukan, Sensei. Zivanna ini anak adik ayah saya."Ucapnya .
"Oh ,misanan .Saudara dekat."Ucap penjaga perpustakaan,yang di balas anggukan ringan dari Hanam .
"Saya permisi, Sensei."Pamit Hanam berlalu pergi sana meninggalkan. Ryuga masih menertawakan dirinya dengan tawa kecilnya.
Untung tidak keras coba Ryuga tertawa keras .Mungkin akan langsung di gantung hidup-hidup.
++++++
Di luar ,Hanam berhenti sejenak untuk memasukkan dua buku tadi ke dalam tas slim bag sekolahnya .
"Onii-san, misanan itu apa?". Zivanna yang memasang wajah polosnya.
Hanam yang sudah selesai menutup tasnya kembali ,menyentil kening Zivanna."Cepat jalan ke buru ketinggalan kereta."Ucapnya.
Zivanna memayungkan bibirnya sembaring mengelus keningnya. Hanam menyungging senyum tipisnya, lalu merangkul bahu Zivanna. Yang ukuran tinggi badannya jauh dari tinggi badannya .
Eh bukan, Hanam tidak merangkul bahu Zivanna. Tapi menaruh lengannya di atas kepala Zivanna. Sembaring berjalan beriringan.
Zivanna yang sudah kesal sejak tadi langsung menepis tangan Hanam dari atas kepalanya."Ei ,Ei , mentang-mentang saya pendek, Onii-san jadi seenaknya."
Hanam terkekeh pelan ."Sudah cepat jalan, Zivan."Ucapnya bersamaan dengan menepuk ubun-ubun kepala Zivanna.
Di perjalanan pulang, mereka berdua yang masih berjalan sejajar .
"Hem."
"Siapa namanya ,Benji kelihatan senang sekali kalau ada di dekat tempat barunya. Zivanna jadi seneng ,Benji tidak kelihatan sedih lagi ."
"Nathan namanya. Emeng Benji biasanya seperti apa kalau di kelas?".Hanam seperti seorang kakak yang bertanya-tanya kepada adik kecilnya.
"Pendiam, dingin, jutek, cuek .Serem, mukanya kalau udah gitu!".
Hanam tertawa kecil mendengar jawaban Zivanna."Lalu kenapa kamu masih mau berteman sama dia?".
"Umm...Hemm....Tidak tau kenapa."
"........... Mungkin karena Benji orangnya baik ."
"Jadi Benji tidak sama dengan yang kamu ucapkan tadi ."
"Eh!".
"Yasudah cepat jalan bocil!".Hanam yang mengalihkan pembicaraan ke arah lain .
Zivanna hanya mengangguk ringan, mengikut langkah kaki Hanam
+++++++++++++
Pukul ,17.26
Sudah hampir menjelang malam ,dan perempuan ini tengah di sibukkan bergelut dengan peralatan masak di dapurnya .
Riska, perempuan yang tengah sibuk membuat menu makan malamnya dan adiknya .Ditengah kesibukan kakaknya di dapur. Nathan justru masih setia tidur terlentang di atas tempat tidur .Ia memang sudah bangun dari tidurnya ,akan tetapi tubuhnya sangat malas untuk di ajak beranjak dari atas tempat tidur .
Padahal hari ini sudah hampir menjelang malam, yang seharusnya ia sudah harus bebersih diri dan berganti pakaian. Namun tidak terlaksana, karena tubuhnya begitu sangat malas untuk bergerak meninggalkan tempat tidur.
++++
Bahkan sampai Riska selesai membuat makan malam, adiknya masih belum kunjung turun .Alhasil ia pun beranjak naik ke lantai atas ,untuk membangunkan adiknya .
Riska yang sudah ada di depan pintu kamar tidur adiknya, membuka pintu itu berlahan .Setelah pintu itu terbuka, Riska mendapati adiknya yang masih tidur terlentang di atas tempat tidur.
Riska berjalan masuk ke dalam kamar ."Dik tidak bangun?Makan malam sudah jadi."Ucap Riska yang kini sudah di dekat tempat tidur adiknya .
Nathan beranjak bangun untuk duduk di atas tempat tidur."Saya mandi dulu, kak."
"Mau makan di sini saja ,biar kakak antar kalau kamu masih tidak enak badan ."Ucap Riska yang langsung mendapatkan balasan cepat dari adiknya."Tidak perlu kak. Nathan akan turun saja."
"Baiklah, kakak tunggu di bawah."Riska sembaring beranjak pergi setelah mendapatkan anggukan ringan dari adiknya.
Selepas kepergian kakaknya. Nathan bergegas masuk ke dalam kamar mandi, untuk segera membersihkan dirinya .
+++++++++
Pukul ,18.01
Nathan yang sudah selesai mandi ,dan berganti pakaian .Kini tengah menuruni tangga rumahnya untuk pergi ke ruang makan di mana kakaknya sudah menunggu di sana .
Riska tengah di sibukkan memindahkan buah pir keatas ranjang buah yang kosong .Nathan yang baru saja sampai melihat apa yang tengah di lakukan kakaknya pun bertanya."Kak Riska beli pir?".
Tanpa berpaling melihat adiknya ."Tidak ,tadi Kenji kesini kasih ini sekalian sama mau ketemu kamu.Tapi kamu masih mandi ."
Dengan berjalan ke salah satu kursi makan."Kakak suruh tunggu sebentar dia tidak mau ,katanya dia harus pulang cepat .Kakak mengiyakan saja ,kan Kenji sendiri katanya baru keluar dari rumah sakit. Kakak takutnya nanti kesehatannya drop lagi ."
"......Udara di luar dingin sekali."
"Hemm, kalau gitu besok saya akan menemuinya."Kata Nathan .
"Yasudah ayo makan, nanti keburu dingin ."Riska yang mempersilakan adiknya untuk segera makan .
Nathan yang sudah di tengah mengambil ikan."Dingin-dingin juga tetap enak ,kak Riska ."
++++++++++
Selesai makan dan membereskan bekas makan .Kini kedua kakak beradik ini tengah duduk santai di ruang keluarga .Nathan yang duduk dibawah fokus dengan game online di ponselnya. Sedangkan kakaknya duduk di atas sova ,fokus melihat acara tv juga dengan sepiring buah pir yang sudah terpotong-potong dadu.
Nathan yang teringat ingin mengatakan sesuatu kepada kakaknya ."Kak."Ia yang kini terfokus menatap lawan bicaranya.
"Ya!?".Riska yang tetep terfokus melihat acara tv .
Masih dengan posisi yang sama."Kak Riska tadi bicara apa saja dengan Yasuhiro?".
Riska yang berpaling menatap adiknya."Yasuhiro?".
"Yang kak Riska ajak bicara di lapangan tadi ,itu namanya Yasuhiro."Jelas Nathan .
"Oh ,tidak bicara apa-apa ."
".......Kakak hanya meminta dia untuk tidak menggangu kamu lagi .Untuk kamu ,dik .Juga jangan ikut campur urusan dia lagi ."
Masih dengan posisi yang sama ."Kakak tidak ingin kamu menjadi salah pergaulan. Atau sekolah kamu sampai terganggu dengan itu ."
".......Kamu sudah dewasa dik ,harus pandai-pandai memilih mana yang baik untuk kamu dan mana yang tidak baik untuk kamu ."
"......Di umur emas seperti kamu ini ,sangat mudah terkena masalah yang akan datang dari mana saja. Entah masalah luka fisik ,entah masalah luka mental .Oleh karna itu ,di umur kamu ini di sebut umur emas .Umur yang sangat berharga, dan harus di jaga baik-baik ."
Nathan yang tertarik dengan percakapan kakaknya."Bagaimana dengan anak-anak seumurku yang sedang menghadapi masalah di hidup, di luar sana?".
Riska menyungging senyum tipisnya."Mereka harus kuat mental ,berani ,banyak-banyak berpikir positif ,dan yang terpenting mereka harus percaya kepada dirinya sendiri bukan kata orang .Jangan takut gagal ,kalau gagal ya istirahat sebentar terus trek lagi .Apapun masalah pasti kalimat itu yang sering mereka ucapkan .Untuk membuat diri mereka bangkit lagi ,dan trek lagi ."
"..... Karena apapun yang kita mau ,kita harapkan ,kita inginkan tidak akan datang menjemput. Melainkan kita yang harus datang menjemputnya."
Masih dengan posisi yang sama ."Setiap anak pasti membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya.Tapi, bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki dukungan sama sekali dari orang sekitar?Atau orang di sekitar justru mencemoohnya ."
"Kita memang selalu membutuhkan bantuan orang lain ,terkadang juga harus mempercayai mereka. Tapi tidak semua ,dik .Tidak semuanya kita harus mengikuti mereka ,kita juga harus percaya kepada diri sendiri. Karena apapun masalahnya hanya diri sendiri yang bisa memahami masalah kita ."
"....... Terutama saat seseorang dalam masalah yang sangat terpuruk ,posisi terbawah dalam hidup. Apa mungkin akan ada seseorang langsung datang membantunya ,bahkan terkadang keluarga dekatnya sendiri pun akan menjauhnya .Saat sudah seperti itu ,siapa yang akan kita percayai?".
"Diri sendiri."Balas Nathan .
"Dan!?".Riska yang masih terfokus menatap Nathan .
Nathan terdiam berpikir menjawab apa."Mempercayai kepercayaan agama yang kita anut, banyak-banyak berdoa ."
Nathan menggaruk-garuk rambut kepalanya yang tidak terasa gatal ."Hehehe lupa ."
"..........Tapi kak ,kalau benar-benar sendirian. Apakah dia bisa bertahan sampai cita-cita terwujud?."
"Apapun akan menjadi mungkin, jika dia berani bangkit dari zona nyaman dan berusaha."
"Hemm."
"Itu berarti Nathan sangat beruntung kan ,kak .Nathan terlahir di keluarga yang apapun yang Nathan minta tinggal beli .Walaupun ada yang kurang ."
"Kurang apa, dik? Uang yang kemarin sudah kakak transfer kan."
Menyenggol kaki kakaknya ."Iiittss ,kakak .Bukan itu ."
Mengelus rambut kepalanya adiknya. Riska yang sudah sadar apa yang maksud perkataan adiknya."Jika nanti kamu libur kenaikan kelas ,kakak janji akan ajak kamu ke makam bunda dan ayah ."
"Serius!?".
Riska mengangguk ringan membalas perkataan adiknya .
"Sekalian nanti reunian sama teman-teman di Indonesia."Nathan yang memperlihatkan ekspresi wajah bahagianya .
"Ingat dengan kata kakak tadi kan?".
".......Jangan ikut campur urusan mereka lagi ."
Nathan mengangguk ringan ,membalas perkataan kakaknya .