
Osaka
Pukul. 22.20 Malam
Rabu
Sudah jam 10 malam .Namun Nathan dan Kenji masih belum kembali pulang ke rumah .Keduanya masih luntang-lantung keliling jalanan setapak pejalan kaki kota. Tanpa tujuan yang jelas .
Iya, setelah mengantar Nathan mencari makan untuk buka puasa. Nathan dan Kenji menjadi dua pemuda tanpa tujuan. Awalnya mereka berdua ingin pulang ke rumah setelah makan .Tapi entah kenapa sampai sekarang Nathan dan Kenji belum sampai di rumah.
"Untung bawa jaket ."Kenji yang sedikit menggigil kedinginan.
Nathan yang melihat sekilas Kenji ."Masih musim panas dan kau sudah menggigil .Lemah."
"Lu mau gue flu ngikutin cara berpakaian lu ."Melihat Nathan yang hanya mengenakan kemeja putih sekolah. Sementara jas sekolah nya Nathan ter lipat tersampir di tas ransel nya .
Menghentikan langkahnya."Btw kenapa makin jauh dari rumah?".
"Jalan ini memang semakin jauh dari rumah ,be**go."
"Oh!Salah jalan ."Ucap enteng Nathan ."Terus gimana caranya balik ke rumah dengan cepat?."
Kenji yang melihat jarum jam tangannya."Sepertinya tidak bisa cepat sampai rumah....,"menjedah ucapannya,"....Daerah ini jauh dari stasiun kereta ataupun halte bus ."
Nathan yang sudah fokus pada lawan bicaranya."Baka ,terus kita pulang naik apa?".
Merapatkan kedua tangan masuk ke dalam saku jaket .Kenji berucap."Jalan kaki."
"What?Why didn't you stop me earlier ,bit***ch".Ucap Nathan yang sangat marah .Padahal permasalahan ini karena ulahnya sendiri.
(Kenapa kau tidak menghentikan ku sejak tadi ,baji***ngan)
"Woy, kenapa jadi gue yang salah .Gue cuma ngikutin lu dari tadi , o'on."Kenji yang tidak kala marah .Karena di salah untuk perbuatan yang tidak ia lakukan.
Mengacak-acak surai rambut frustasi."Sial".umpat Nathan .
"Yasudah ayo jalan atau kita benar-benar sampai tengah malam di rumah."Kenji memulai perjalanan lebih dulu dari Nathan .
Next......
Jam 11 malam .Nathan dan Kenji masih cukup jauh dari kediaman rumah Nathan. Masih membutuhkan waktu beberapa manit lagi untuk sampai di kediaman rumah Nathan.
Berugkkk....."Dasar pecundang."Berugkkk.....Seorang pemuda dalam kerumunan yang tengah menghajar pemuda yang terlihat sudah sangat babak belur .
Dari kejauhan Nathan yang memperhatikan itu ."Kenji."Serunya dengan atensi mata yang fokus pada kerumunan itu .
"Jangan ikut campur Nat .Ayo jalan lagi."Kenji baru saja akan melanjutkan perjalanan. Namun langkah terhenti oleh kehadiran Nathan yang sudah tidak ada di samping lagi .
Nathan berjalan mendekati kerumunan itu .Sampai Kenji menghembuskan nafas kasarnya bergegas menyusul Nathan."Aduh Nathan."Gumamnya .
Mencengkram kuat kerah pakaian pemuda tidak berdaya ini."SHINJIMAE."Bentak seorang pemuda yang menghajar.
(Pergilah ke neraka)
"Ini ada apa? Tolong lepaskan pemuda itu .Salah apa dia sampai kalian menghajarnya seperti ini?".Ucap nada suara polos Nathan .Yang padahal sudah sangat jelas ia tengah berhadapan dengan siapa .
Kenji yang baru saja ikut bergabung ."Aduh, aduh, Otou-san telfon gue ,kita harus bergegas pulang ."Berusaha membawa Nathan pergi dalam situasi ini .
Menepis tangan Kenji yang menghalangi pandangan nya ."Baka damare. "
"Aduh lu jangan cari gara-gara bang***sat .Lu mau terbelit masalah lagi?."Omel Kenji kepada Nathan .
"OI, OI... URUSAI BAJI***NGAN ."Bentak nada suara tinggi pemuda yang mengeroyok pemuda tak berdaya ini.
Fokus pada Kenji ."Lu tega meninggalkan dia sendirian."Ucap Nathan yang beralih fokus pada pemuda yang tergeletak di jalan beraspal ini.
"Tapi lu akan dalam masalah jika ikut campur dengan mereka ."Balas Kenji.
Sett..... Brugkk....Nathan menarik paksa lengan Kenji . Menghindari pukulan tiba-tiba dari Nangki .Salah satu anggota terkuat CB .Pemuda yang bersikap brutal menghajar pemuda tak berdaya ini.
Karena Kenji berhasil menghindari serangan itu .Nathan yang jadi tameng justru yang kena sasaran bogem mentah itu .Ia sampai membungkukkan badan paksa .Saking kuatnya tinjuan Nangki .
"Jihh...".Nathan meludah bekas darah dari sudut bibir yang sedikit sobek .Ia kembali bangkit ,menatap tajam Nangki."Gue tidak mau berkelahi, gue cuma mau hentikan lu menghajar pemuda ini. Biarkan dia pergi ."Kata Nathan yang masih bersikap tenang.
"Tidak semudah itu, baji**ngan Aaaaa....."Nangki yang langsung menyerang Nathan .Yang mau tidak mau Nathan harus melayani perkelahian ini .Melawan Nangki yang sangat mahir melakukan silat .
Setelah beberapa jam bermain-main melayani permainan Nangki. Berugkkk.....Tanpa basa basi Nathan langsung melayangkan tendangan sekuat mungkin ke perut Nangki membuat tubuh Nangki terpental beberapa meter .
Buukk....Nangki yang tergeletak dengan sekali serangan dari Nathan .
"Ayo bantu pemuda itu Ken .Kita harus bawa di ke rumah sakit."Ajak Nathan yang langsung berlalu menolong pemuda ini .
Dengan menggendong pemuda ini di atas punggung nya .Kenji berlari masuk ke dalam gedung rumah sakit. Sementara Nathan langsung berlari menghampiri salah seorang perawat ."Dokter, dokter tolong anak ini ,dok ."
Dokter di sana bergegas .Menangani pemuda ini, membawa pemuda ini secepatnya ke ruang pemeriksaan.
Sementara Nathan dan Kenji setelah menitip beberapa pesan .Dan melunasi pembayaran rumah sakit untuk pemuda ini .Kedua pemuda ini langsung berlalu meninggalkan rumah sakit .
++++++
Pukul. 01.08 Malam
"Akhirnya sampai rumah."Sorak gembira Kenji yang langsung berlari secepat kilas naik ke lantai atas rumah. Meninggalkan Nathan yang masih sibuk mengunci pintu depan rumah.
Selesai mengunci pintu. Ia hendak pergi ke lantai atas untuk pergi ke kamarnya .Namun langkah terhenti oleh getaran dari benda pipih di saku celana panjangnya.
Melihat layar ponselnya cukup lama .Akhirnya Nathan menggeser gagang telepon yang bergetar-getar itu .
...Tersambung....
*Hallo!Ada apa?".Tanya Nathan di seberang sini dengan seseorang orang di seberang sana .
*Ada salah satu materi yang tidak gue mengerti .Gue mau lu menjelaskan nya sekarang."Balas Zarina, seseorang yang menelfon Nathan larut malam .
*Besok saja .Akan jauh lebih baik lu tidur sekarang. Ini sudah larut malam ,tidak baik untuk kesehatan tidur larut malam ."
Nathan mematikan sepihak panggilan telepon ini .
Next.....
Selesai mandi. Nathan langsung mematikan lampu kamarnya ,untuk langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur .Bbukk....Merai ponsel yang tergeletak di meja kecil di dekat tempat tidur .Nathan menyalahkan layar ponselnya cukup lama .Seakan ia tengah menunggu seseorang untuk menghubungi nya .Itu sudah menjadi rutinitas baru Nathan sejak tiga hari kemarin .
Cukup lama menatap layar ponsel yang menyalah sampai mati kembali .Akhirnya Nathan meletakkan ponsel nya di samping bantalnya tidur .Sebelum akhirnya ia memejamkan kedua kelopak matanya .
Namun sudah beberapa menit ia berusaha untuk tidur .Nathan yang tidak kunjung bisa tidur pun .Memilih untuk kembali bangun .Mendudukkan dirinya sembaring memainkan layar ponselnya.
Sampai akhirnya panggilan telepon tersambung dengan seseorang di seberang sana .
...Tersambung....
*NATHAN!!!".Suara kencang Jovan di seberang sana membuat Nathan menjauh ponsel dari gendang telinga nya .
*Sudah malam Jovan .Kecilkan suara lu."
*Habisnya gue seneng saja lu telfon gue .Gue sibuk banget ngurusin pekerjaan, sampai tidak ada waktu menikmati liburan sekolah."
*Siapa suruh kerja ."
*Sudah terlanjur, lumayan uangnya nanti bisa untuk pensiun. "Ucap Jovan di seberang sana .*Lu kenapa belum tidur?".
Tidak ada balasan dari Nathan .*Tidur Nat ,besok lu kan harus sekolah, lu juga masih menjalani puasa .Lu butuh stamina yang baik ,biar tidak sampai sakit ."
*Bawel aji**m .Gue sulit kesulitan tidur ."
*Iya dipaksa ."
*Hem.....Enak-enak kalau gini tuh duduk di tepi sungai terus bakar-bakar sebatang atau lima batang ."
*Gue sudah berhenti merokok. Lu jangan berulah Nat .Gue berhenti ngikutin keinginan nyokap dan lu yang cerewet ."
*Tidak ,gue cuma keinget ." Nada suara Nathan yang berlahan mengecil.
*Ada masalah apa?".
*Hanya kepikiran dengan kak Riska .Sudah satu Minggu sejak gue kembali ke Jepang. Kakak belum telfon gue sama sekali .Gue telfon balik juga tidak di angkat ."
*Mungkin kak Riska sedang sibuk dengan pekerjaan. Tidak mungkin Nat ,kak Riska sengaja mengabaikan panggilan telepon lu ."
*Iya."
*Yasudah lu tidur gihh."
*Main game bentar Jov .Dua ronde gue tidur ."
*Oky ,gue juga butuh hiburan."
Tanpa mematikan panggilan telepon nya .Nathan beranjak dari tempat duduknya pergi ke meja belajar untuk menyalahkan layar laptop untuk bermain game online bersama Jovan di seberang sana .
Yang katanya bermain sebentar. Akan tetapi sampai jam 2 pagi .Nathan masih sibuk bermain game dengan Jovan di seberang sana .