
Seoul
Pukul. 06.00 Pagi
Kamis .
Sudah berganti hari ,tanpa terasa sudah hari Kamis .Padahal hari-hari kemarin masih rabu ,hari yang sangat panjang sekali .Bagaimana tidak panjang .
Hari kemarin adalah hari tersulit dan tersuram untuk pemuda ini .Namun tidak ,itu hanya masalah biasa yang di alami setia manusia yang masih hidup .Bukan!!.
Sayup-sayup mata indah pemuda ini berlahan terbuka cepat .Iya ,pemuda ini langsung meloncat bangun .Sesosok orang di sana bahkan sampai terkejut bukan main karena ulah pemuda ini .
Pemuda yang awalnya tertidur pulas di atas sova ini ,tiba-tiba langsung meloncat bangun dan berlari secepat nya mendekati brankar pesakitan rumah sakit yang sudah kosong .Bukan main ,wajah pemuda ini langsung berusaha pucat seketika saat melihat itu.
Sesosok manusia yang awalnya terdiam mematung ini akhirnya membuka suara ."Ada apa Tuan?".
"Ka-kakak saya dimana?".Tanya gugup Nathan tanpa menatap sang sumber suara .
Kembali terfokus membereskan wadah bekas makan ini ."Nona tadi sedang bersiap akan keluar ,Tuan .Saat saya mengantar makanan pagi tadi ."Jelas perawat pengantar makanan pasien ini .
Baru berpaling melihat sang sumber suara ."Jam berapa sekarang?".Tanya Nathan .
Mengangkat wadah kotor bekas makan ."Jam 8 ,tuan ."Balas perawat ini ."Saya permisi ,tuan ."Lanjut nya beranjak pergi meninggalkan kamar rawat inap ini .
Selepas kepergian perawat pengantar makanan itu .Nathan ,pemuda yang terdiam loading lama ini akhirnya tersadar sesaat kemudian .Kalau dia harus segera menghubungi kakak nya .
Ia beranjak berjalan kembali ke tempat semula untuk mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja dekat sova ini .Secepat mungkin ia segera memainkan layar benda pipih yang sudah menyelesaikan ini sampai tersambung.
Ting.....Ting ....Tul.....tul....nenene......
Mendengar suara itu ."Aahhhh sial!".Umpat pemuda ini sembaring mengacak-acak rambut nya frustasi .Dikarena ponsel milik kakak nya tertinggal di sini .Ponsel yang barusan saja berbunyi itu tergeletak di atas meja dekat brankar tempat tidur rumah sakit yang sudah tertata rapi ini.
Masih mengacak-acak rambut kepala ,pemuda ini masih terfokus memainkan layar benda pipih ini .Bersamaan dengan itu ,tiba-tiba pintu kamar rawat inap ini di buka paksa dari luar berlahan ."Selama pagi ,nak Nathan."Sapa Bi Yong-see yang masih berdiri di ambang pintu masuk ruang rawat inap ini.
"Pagi ,Bibi ."Antesi Nathan yang kini sudah terfokus melihat kedatangan Bi Yong-see."....Bi Yong-see tahu kak Riska kemana?". Sambungnya cepat.
"Nak Nathan belum tahu .Hari ini kan hari pemakaman Nyonya Kim Chil-sul .Nona Riska dan Tuan Baek Dae-hyun hari ini pergi ke sana."Bi Yong-see yang menjelaskan.
"Ah iya Bi ,saya lupa".Nathan memasang wajah sedikit masam ."Sial!".Umpatnya dalam batin.
"Oy iya ,tadi kakak nak Nathan telfon bibi pakek ponsel Tuan Dae-hyun ."Ucap Bi Yong-see yang kini bola mata nya sudah terfokus dengan lawan bicaranya."Nona Riska bilang nak Nathan pulang saja ,dan beristirahat di rumah .Nanti Nona biar bibi yang jagain di sini ."
Masih di posisi yang sama ."Terus siapa yang ngurus perusahaan kalau saya di suruh kakak istirahat ."Nathan yang memasang wajah tanpa ekspresi.
"Sudah ada Tuan Kim Yong-dae yang menggantikan nak Nathan untuk sementara ."
"Umm."Memayungkan bibi depannya ."Yasudah Bi .Saya pulang sebentar ,nanti saya kembali lagi ."Pamitnya sembaring terfokus mengambil jaket nya yang tergeletak di atas sova .
Kini manik hitam lekatnya yang terfokus melihat Bi Yong-see."Bi Yong-see tidak papa di tinggal sendirian di sini ?".
"Tidak papa ,nak ."Bi Yong-see tersenyum ramah."....Santai saja ,nak .Nak Nathan pulang saja dan beristirahat .Tadi Bi Yun dengan Nyonya Yo-min sudah siapkan makan yang enak-enak buah Nak Nathan."Lanjut berucap Bi Yong-see.
"Aduh Bi ,gemuk nanti saya."Dengan lucunya Nathan memperagakan gerakan kesal lucunya.Terlihat Kiyowok hehehe....Udh2 lanjut....
Bi Yong-see melihat itu hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah kekanak-kanakkan sang majikan .Ya emang masih anak-anak sih hehe...
"Yasudahlah Bi ,saya pergi dulu ."Nathan berlalu pergi meninggalkan kamar rawat inap ini .
+++++++
Di perjalanan ke lantai bawah aula rumah sakit .Nathan yang belum setengah jalan ini ,terpaksa harus berhenti sejenak di kala ponselnya tiba-tiba berdering .
Melihat benda pipi yang dalam genggaman nya ."Hem Jovan!".Serunya menggeser gagang telfon yang bergetar ini .
Panggilan Videocoll dengan Jovan di seberang sana tersambung .
*Anjing lu lama banget angkat nya ,tinggal geser-geser apa sulit sih ,be**go!".
Nathan yang tanpa sengaja menekan tombol spiker suara menjadi panik sendiri .Sesegera mungkin ia mengecilkan volume juga segera memasang satu Handset di telinga kirinya untuk menyalurkan suara ini ke dalam gendang saluran pendengaran terlihat nya .
Selepas itu ia lihat sekeliling nya sembaring membungkuk sekilas sebagai bertanda maafnya ke pada beberapa orang yang sedikit tergantung oleh kecerobohan hanya tadi .Yang membiarkan suara Guntur Jovan non resep .
Sementara itu Jovan yang sembaring tadi memperhatikan tingkah Nathan di dalam layar ponselnya.
*Gini nih kalau kebanyakan minum Galon impor."Ujar nya tanpa rasa bersalah di seberang sana .Yang justru memasang wajah betek .
Serasa sudah sedikit jauh dari sedikit keramaian tadi .
*Mata***mu a Jov .Lu tidak lihat sekeliling gue apa?".
Bentak Nathan sangat kesal dengan Jovan di seberang sana .Sembaring ia memperlihatkan Vc nya bergerak-gerakkan melihat sekeliling.
*Anjing ,lu ngapain di rumah sakit?".
Nada tanya gegas Jovan di seberang sana .Sembaring menatap lurus Nathan dari layar ponselnya .
*Lu sakit apa Jir .Lu ko bisa sakit jir ,ko bisa?".
Memasang wajah datarnya .
*Lu pikir gue manusia apaan sampai tidak bisa sakit !?."
Bantah Nathan ,pemuda yang tetap melanjutkan perjalanan nya sembaring terus melanjutkan nada obrolannya melalu layar ponselnya ini .
*Sejenis jin ."
*Matamu ,lu ngapain telfon gue? ."
*....Kalau tidak ada keperluan gue matikan!".
Nathan sudah terbawa emosi di sini .
*Tenang-tenang beb ,lu lagi PMS?".
*Hem." Dehem Nathan memperlihatkan tatapan dingin .
*Yaeleh lu ,sorry Nat ,gitu saja marah ."
*Terus lu mau apa VC gue ,Dugong ?".
*Mau ngobrol gue mager anjing!".
*Siapa suruh lu mager."
*Hemm."
Teringat bahwa hari ini belum hari Minggu.
*Jov sekarang kan masih Kamis .Lu tidak sekolah?".
Jovan yang mendengar itu justru memalingkan perhatian nya ke arah lain seolah-olah mengabaikan pertanyaan Nathan .
Setelah sama-sama terdiam sesaat akhirnya Jovan membuka suara .
*Lu sendiri kenapa tidak sekolah dan siapa yang sakit?".
*Gue lagi di Seoul nemenin kak Riska yang sakit ."
Mendekatkan wajahnya ke kamera .
*Kak Riska sakit apa? Lu tidak menjaga jodoh gue dengan baik ,Dugong ?".
*MATA**MU!! JODOH-JODOH MATA**MU ."
Bahasa ngegas teman-teman Surabaya an .
*.......Gue tidak akan merestui ."
Lanjut Nathan sembaring memayungkan bibirnya .
Jovan yang melihat itu justru tertawa-tawa kecil di seberang sana .
*Be**go!Muka lu lecet anjing."
Masang wajah serius .
*Lu dimana ,Jov ?".
*.......Lu mau gue bunuh tidak menjawab pertanyaan gue."
Ancam Nathan memasang wajah yang kini sudah berganti menatap dingin .
Jovan masih terdiam di seberang sana .Namun jika Nathan boleh jujur sahabat yang satu ini sangat tidak pandai menyembunyikan rasa sedih nya .Nathan dapat melihat itu ,mata Jovan memerah namun pemuda yang tengah melakukan VedioColl dengan dirinya ini benar-benar menyembunyikan semua ,dan berusaha untuk tetap tertawa renyah .Tanpa perduli dengan masalah nya .
*Jov!".
*......Lu jangan tertawa-tawa ,lu mau masuk rumah jiwa?."
Panggil Nathan , melihat tatapan Jovan yang tidak berani menatap layar kamera ini lagi .
*Santai saja ,Nat .Gue bolos seperti biasa ,Nat .Lu serius amat kayak belum tahu gue saja ."
Jovan yang baru saja merespon .
Kini Nathan masih menatap terdiam ,sorot mata yang masih tajam ke arah layar ponselnya ini.
Tanpa memperdulikan itu ,ia yang sudah di depan pintu liv segera menekan tombol yang Liv yang tersedia.
Tidak terlalu menunggu pintu liv ini akhirnya terbuka lebar .Pemuda yang masih melakukan panggilan Videocoll ini beranjak masuk ke dalam liv .Di dalam ia langsung saja menekan tombol lantai bawah rumah sakit ini .
Kembali terfokus dengan layar ponselnya.
*Lu bertengkar lagi sama bokap nyokap lu?".
*A..."
*Jujur lu ,tidak jujur gue santet lu dari sini ."
*hhhhh.....".
*.....Galak benar lu ,Nat ."
Tanpa memperdulikan tawa renyah Jovan di seberang sana .
*Hem ."
*Gue baik-baik saja ,Nat .Nyokap sama bokap gue sudah kayak dulu lagi .Walau terkadang juga marah-marah ya wajar lah, kan gue yang salah .Adik gue juga sudah lebih baik dari biasanya ."
*.........Gue seneng lihat nya ."
Jovan yang memperlihatkan ekspresi tersenyum tipis nya di seberang sana .
*Lu tanya kabar gue muluk .Kabar lu sendiri gimana?".
Ujarnya bertanya di seberang sana .
*Yaa gini-gini amat ,kurus kering ,non seksi ,non aduhai, dada rata ,non menonjol ."
Nathan yang mulai dengan lantunan ayat-ayat aneh nya .
*Anjing lu ,jirr astaga sejak kapan gue kenal lu jirr .Auah ."
Jovan di seberang sana di buat frustasi dengan ucapan Nathan .
Sementara Nathan yang memperhatikan itu .
*Kenapa Dugong?".
*Lu tidak waras ."
*Sudah tau tanya ."
"Bang Jovan ada di balkon?".Suara hangat yang terdengar tenang masuk ke dalam suara speaker yang tersalurkan ke Nathan di seberang sini .
"Hemm, sini dik ."Balas Jovan berpaling melihat ke arah di pintu kaca balkon kamar nya .
Pemuda berbadan kurus berkulit putih menggeser pintu kaca ini berlahan .Dengan langkah pelan pemuda ini berjalan mendekati sang kakak yang masih terduduk tenang di tempat nya .
Menepuk kursi kosong di samping nya duduk ."Duduk sini ,Abang lagi VC sama Nathan .Mungkin Richard juga mau ikut ngobrol-ngobrol ."
Pemuda bertubuh kurus ini hanya mengangguk ringan , menuruti keinginan sang Abang .Ia duduk di kursi kosong yang tersedia di samping Abang nya .
*Hoy ,Rich gimana sehat kan?Sehat dong masa ogk."
Sapa Nathan yang kini sudah dapat melihat wajah pemuda bertubuh kurus ini di dalam layar ponselnya .
Pemuda ini memang terlihat kurus ,namun senyum manis nya tetap menjadi candu .Walaupun senyum tipis yang menyimpan banyak kesedihan .Senyum tipis ini tetap terlihat hangat jika di lihat .
Contoh ya Nathan ini yang meleyok-leyok tidak jelas .Yang tidak perduli bahwa diri nya menjadi pusat perhatian sembaring tadi .
*Ajir jangan senyum ,aduh jantung ku ."
*Kumat ,kumat ,kumat ."
*Santai bro!". Sembaring menjinjing aslinya .
Richard yang melihat tingkah kedua makhluk hidup ini membuat sedikit tertawa kecil .
*Bang Jovan dan Bang Nathan sama-sama bobrok ."Sembaring tersenyum geli melihat keakraban dua pemuda ini.
*Jahat benar lu ,an**jir ."
*Beb sakit, sakit gue."Nathan berekspresi mengadu di Jovan .
Membuang muka nya dengan kasar .
*Oh ba......".Ucap Nathan terhenti dengan perhatian yang tak melihat layar ponselnya kembali .
*Loh Bang ,bang Nathan kenapa ?". Richard yang masih setia memperhatikan layar benda pipih yang di genggaman Abangnya .
*Malu tuh dih ,dia malu ."Jovan berucap sembaring menahan tawa melihat tingkah aneh Nathan yang kembali terulang .
Kedua pemuda ini terus memperhatikan layar ponselnya yang masih tersambung dengan panggilan Videocoll ini .
Dengan sesekali mengalihkan perhatian dengan membuka percakapan kecil . Sembaring menunggu Nathan di sana yang masih fokus dengan perjalanan .
"Kamu tadi sudah makan?".Jovan yang kini manik terfokus menatap manik berbintang pemuda didepannya.
"Udah bang ."
".....Abang yang belum makan ."
*Udah dulu ,gue malu ajir .Gue kayak orang gila yang pada dasar ....".Saut Jovan memotong perkataan Nathan .*Dasarnya sudah gila ,emang ."
*Hemm."
Panggilan di akhiri oleh Nathan sepihak di seberang sini .
Sementara di seberang sana .Jovan kembali melanjutkan percakapan nya dengan adik nya .
"Abang makan sana ,bibi tadi sudah masak makanan yang enak-enak ."Richard di susul senyum hangatnya .
Tidak bermaksud menjawab atau merespon perkataan adiknya .Jovan justru merebahkan dirinya agar lebih rileks lagi di atas kursi yang sedikit lebar panjang ini .
Tanpa melihat adiknya nya ,dengan mata terpejam."Nanti saja ."Balas Jovan ."...Kamu istirahat saja ,setelah ini Abang antar ke dokter."
"Hem."Dehem Richard sedikit menunduk perhatian muram .
Melihat adiknya sekilas ."Tidak perlu merasa jadi beban ,dik .Kamu cukup sempurna dengan diri kamu yang sekarang .Dan kakak suka itu ,tetap bersama kakak ,jadilah juru pengingat kakak untuk makan hehehe.......".Jovan tertawa kecil di akhir kalimat .
"Hemm."Mematung bibirnya yang tak besar ini .".....Percuma ingetin Abang .Sekarang saja bang Jovan tidak mau makan ,padahal udah di ingetin .Nanti kata akhirnya tidak jadi ,katanya udah dingin makannya lah ,capek lah ,nanggung main game lah ,keburu janji sama temen lah ."Oceh Adiknya .
"Hhhhhh....".Jovan tertawa kecil di berang sini karena ulah adiknya .
Setelah sudah lebih redah tawanya ."Udah-udah ayo makan ,temani kakak ."Ajak Jovan beranjak dari tempat duduknya .
Richard mengangguk ringan sembaring beranjak dari tempat duduknya .Belum juga kakinya melangkah beberapa langkah .
Dep.....
Jovan langsung bergerak cepat mengunakan tubuhnya sebagai penyangga tubuh adiknya yang akan tumbang .Richard yang kini berada di dalam pelukan kakak nya ."Pusing ya ,seharusnya tadi istirahat dulu tidak perlu ke kamar abang ."Jovan langsung menggendong tubuh adiknya untuk masuk ke dalam .
Dengan wajah sedikit memucat nya ."Heheh...tidak papa bang ,saya jalan saja ."Dengan tawa kecil nya ."Lagian sudah lama saya di kamar terus .Kamar rumah ,kamar rumah sakit ."Sedikit menundukkan perhatiannya."...... Richard lelah bang."Sambungnya .
Masih di posisi berjalan dengan adiknya yang masih dalam gendongan nya ."Huss , Richard kan tiap hari sama Abang. Kamu bosen sama Abang?."Jovan.
"Eh?Tidak, tidak, tidak."Richard menggeleng-geleng cepat.
Sementara Jovan hanya senyum-senyum tipis.
Setibanya di depan kamar adiknya .Jovan langsung saja beranjak masuk ,ia dudukkan tubuh adiknya di atas tempat tidur .
Richard yang sudah terduduk di atas tempat tidurnya ."Bang Jovan makan gihh ,nanti sakit siapa yang akan ngerawat Abang?".
"....... Jaga-jaga kesehatan bang ,kalau sudah sakit kayak Richard gini susah sembuhnya .Bakal nyusahin banyak orang juga ,rasa nya tidak enak bang .Bang Jovan makan gihh ,bentar lagi mama juga akan pulang .Abang tidak perlu khawatir jagain saya terus ."Richard sembaring menyungging senyum tipisnya.
Jovan membuang nafas dengan kasar ."Okeh ,Abang tinggal makan bentar .Kamu jangan keluar-keluar ,kalau mau ambil apa-apa di luar panggil bibi saja atau telfon bang Jovan di bawah ."Pesan panjang lebar Jovan yang hanya di balas anggukan ringan oleh Richard .
Beranjak dari tempat duduknya nya ."Abang pergi."Berlalu meninggalkan kamar adiknya.
Masih di posisi yang sama .Richard masih setia menatap punggung Abang nya yang hampir menghilang dari pandangannya."Maafkan Richard bang .Richard banyak menyusahkan bang Jovan ."Wajahnya yang merenung meratapi nasibnya.
Iya, Sebenarnya sakit paru-paru TBC nya sudah lebih membaik atau akan segera sembuh .Akan tetapi sebulan setelah mendapatkan kabar baik itu ,dokter mendiagnosa penyakit baru untuk nya .Sakit yang mustahil untuk di sembuhkan .
Jantung lemah (Gagal jantung) ,penyakit ini membuat semua aktivitas nya benar-benar berhenti total .
Bahkan sudah lebih dari tiga Minggu ini ,pemuda ini tidak masuk sekolah .Karena dadanya terasa sangat sesak ,sulit bernafas ,panas, juga rasa sakit yang menusuk-nusuk dada kiri nya sangat menyiksanya beberapa dari hari ini .
Kilas info
Pneumonia adalah peradangan yang menyebabkan paru-paru dipenuhi oleh cairan atau nanah dan membuat penderitanya sulit bernapas. Sementara itu, TBC adalah infeksi yang tidak hanya terjadi di paru-paru, tetapi juga menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti otak, kelenjar getah bening, dan tulang belakang.
Namun yang di alami ,Richard sejenak bakteri biasa yang mengendap di paru-paru nya .Sehingga ia hanya membutuhkan pengobatan rawat jalan dan rajin kontrol .Transfusi darah karena ia juga mengalami masalah bada sel darah merah nya yang membuat diri harus melakukan suntik tiap satu hari sekali .
Sedangkan untuk penyakit gagal jantung atau Heart failure adalah kondisi saat pompa jantung melemah, sehingga tidak mampu mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah gagal jantung kongestif. Gagal jantung dapat disebabkan oleh hipertensi, anemia, dan penyakit jantung.
Ini yang menyebabkan Richard sering kesulitan untuk bernafas ,dengan baik .Juga rasa pusing yang hebat karena kelainan pada darah merah nya .
Info ini belum terlalu jelas dan benar ,tpi semoga membantu sedikit pengalaman kalian :)
Pemuda yang sudah terduduk tersandar di atas tempat tidur ini ,tanpa terasa meneteskan buih bening Nya .
Mungkin rasanya sangat sakit sekali ,sudah lama ia menjalin pengobatan dengan berharap sakit paru-paru ini akan sembuh .Namun setelah sakit ini sembuh penyakit lain justru menyarankan tubuh lemah nya ini .
Hruk...hreuk.....hukkk...hukk....
Richard yang tiba-tiba terbatuk-batuk ,wajah nya yang awal nya memucat menjadi semakin pucat .Ia genggam lehernya yang tenggorokan terasa sangat kering .Semakin lama batuk ini tidak semakin berhenti namun semakin menjadi-jadi .
Darah segar mulai keluar dari mulut nya ,ia segera mengambil tisu yang tersedia tidak terlalu jauh dari nya .Segera ia dekap mulutnya dengan tisu itu .Di sisi lain dada kirinya juga ikut menusuk-nusuk sakit sekali.
Memukul-mukul kecil dadanya ."Aduh kenapa sakit sih, be**go!". Rintihan nya .
Jovan yang tengah dalam perjalanan kembali ke kamar adiknya ,ia yang mendengar jelas suara itu segera berlari secepat mungkin ke arah kamar adiknya .Ia buka paksa pintu kamar ini ,sesegera mungkin ia mendekati adiknya .
Jovan elus punggung adiknya ."Kita ke rumah sakit ."Jovan tanpa menunggu jawaban dari adiknya ia langsung saja mengendong tubuh ringan adiknya keluar dari kamar ini .
Tidak perduli, ia yang hanya berpakaian kaus dan celana panjang selutut ini .Jovan tetap berlari kecil keluar dari rumah .Dalam pikiran nya saat ini adalah ia harus secepatnya membawa adiknya ke rumah sakit .
Terlihat di sana wajah Jovan yang sangat memucat panik .Walaupun dia bukan adik kandung akan tetapi ia tetap adik terbaik untuk nya .Jovan akan berusaha secepat nya membawa adiknya ke rumah sakit .
Dan kini ia yang tengah menyetir mobil ."Ambil nafas pelan-pelan dik ,kamu yang kuat sebentar lagi kita sampai .Yang kuat dik sebentar lagi sampai."Masih fokus menyetir mobil dengan kecepatan di atas normal .
Meremas baju yang ia kenakan ."AAARrgghh sa..kit bang ,sesak sekali ,saaahhhrr......". Semakin meremas pakaian yang ia kenakan .Keringan dingin mulai bercucuran membasahi tubuhnya .Wajahnya yang juga semakin memucat .
"Tarik nafas dik ,pelan-pelan ."
"Udah bang ,makin sak....". Richard semakin memukul-mukul dada kirinya berharap rasa sakit ini menghilang .
Mencoba menepis pergerakan tangan adiknya dengan satu tangan yang terbebas menyetir mobil ."Stop dik!".Bentak Jovan .
"....Ini akan membuat kamu semakin sakit".Lanjutnya .
Richard semakin mengerang kesakitan ,nafasnya sudah putus-putus .Badannya semakin mendingin ,pakaian yang ia kenakan kini sudah basah dengan keringat dingin nya .
Jovan yang tengah menyetir mobil ini di buat semakin panik .Membuat pemuda ini sedikit kehilangan fokus dalam mengendarai mobil nya.
Masih di posisi sedikit tertelungkup mendekap tubuhnya. "BANG!!".Terik Richard dengan sisa tenaga nya .
Jovan yang melihat itu langsung membanting setir ke arah lain ,yang membuat salah masuk jalur .Mobil milik nya langsung di layani oleh truk besar yang berlawanan arah dari mobilnya yang salah jauh demi menghindari kecelakaan satunya .
Seruttt.......
BERAKKKKKKK............
Mobil ini terguling-guling beberapa meter sampai akhirnya berhenti dengan keadaan mobil yang sudah sangat hancur sebagian .
+++++++++++
+++++++
Seoul
10.39 Siang
Kamis
Masih di hari yang sama ,pemuda dengan rambut klimis (basah ) ini dengan handuk yang masih menutupi sebagian kepalanya .Pemuda ini berjalan kecil menghampiri tempat tidurnya .
Ia ambil benda pipih yang tergeletak di atas tempat tidur nya ini .Ia main kan layar ponselnya untuk menghubungkan VedioColl kembali dengan seseorang di seberang sana .
Merasa tidak ada jawaban ."Eh Dugong kemana?Tidak biasanya tidak mengangkat panggilan telepon ku ."Mulai merasa tidak enak hati setelah melakukan dua kali panggilan tidak terjawab ."Mungkin ngebo ,yasudah lah ."Pemuda ini memilih mematikan layar ponselnya dan memasukkan nya kembali ke dalam kantung celana panjangnya .
Pemuda ini berlanjut ,melanjutkan kegiatan lainnya .Seperti sedikit mengeringkan rambut kepala nya sebelum akhirnya ia beranjak keluar kamar nya .
Belum juga selangkah berjalan ,ponselnya yang ada di dalam kantung celana nya berdering .Alhasil pemuda ini segera meraih benda pipih itu dengan raut wajah sumringah .Tanpa melihat nama nya ,ia langsung menggeser gagang telfon yang bergetar ini.
Tersambung Panggil telfon .
*Lu kemana Jov?".
*Ini gue Nat. Kevin bukan Jovan ."
*Heh sorry, gue tadi pagi vc sama dia ,tapi karena gue dalam perjalanan gue matikan lanjut nanti ."
*.......Btw Jovan kemana ,gue telfon tidak di angkat?".
Mendengar tidak ada jawaban .
*Vin lu masih di situ kan ?".
*Masih ."
*Hemm."
*Nat ,Jovan ,Nat ."
*Ada apa dengan Bebe ku hehehe......".
*Jovan kecelakaan ,Nat ."
*Hey Vin, bercanda lu garing Vin ."
*.......Sudah la....". Terpotong .
Saut Kevin memotong perkataan Nathan di seberang sini .
*SERIUS ,NAT ."Kevin membentak .
*....Gue baru saja dapat kabar dari om Lee kalau Jovan sekarang sudah ada di rumah sakit .Keadaan nya kritis ,Nat . Sedangkan Richard ,di.....".
*Richard kenapa ,Vin ."
*.....Dia selamat kan Vin?".
*Tidak ,Nat ."Dengan nada suara pelan .
*.... Richard meningal di tempat kecelakaan ,Nat ."
Nathan yang mendengar jelas itu langsung meremas leher belakang nya ,dengan ekspresi yang tidak dapat di jelaskan .Ia benar-benar tidak percaya ini ,tapi ini nyata .
*Udah dulu ,Nat .Gue harus masuk kelas .Kita doa kan saja Jovan baik-baik ."
Panggilan di akhiri oleh Kevin sepihak .
Nathan langsung beralih ke nomer kontak lain .Ia beralih menghubungi Om Lee di seberang sana ,ayah dari Jovan .
Lama menunggu jawaban akhirnya panggilan telfon tersambung .
Tersambung .
*Siang om ."Belum juga ada jawaban .
*......Om Jovan baik-baik saja kan Om?".
Panik Nathan di seberang sini .
*Ini dengan nak Nathan?".Dengan nada suara rendah .
*Iya om ,Jovan baik-baik kan ?".
*Jovan masih di ruang UGD nak ."
Panggilan di berakhir .
Tidak marah karena nada sambung telfon nya tiba-tiba di matikan sepihak."Ko bisa ,Astaga Jovan ."Nathan segera mempercepat langkahnya menuruti anak tangga rumahnya .
+++++++++++
Di kesedihan ,di tempat lain .Pemuda yang masih mengenakan serba hitam ini .Masih terdiam mematung di tempat yang sama .Di samping peristirahatan terakhir sang ibunda yang jazad nya baru saja di kremasi .
Pria ini tertekuk ,raut wajahnya masih sangat-sangat sedih dengan beberapa bekas luka masih terukir di sana .Bahkan ia masih belum bisa menerima ini ,apakah ini nyata .Tapi ini memang nyata .Kenyataan yang sangat pahit untuk nya.
Merangkul kesedihan nya seorang diri ,menjalani hari-hari hanya berdua dengan sang putra .Mungkin hal yang akan banyak pria ini lakukan .
"Turut berduka cita atas kepergian Bu Kim Chil-sul."Saut suara wanita yang tidak asing untuk di dengar pria ini .
Pria ini hanya terdiam ,tidak merespon .Berharap merespon, menoleh pun tidak pria ini lakukan untuk melihat siapa sesosok wanita ini .
Pria ini memilih beranjak pergi dari tempat ini ,toh pemakaian juga sudah selesai .
"Kamu marah dengan saya?".Buka suara wanita ini kembali .
Menghentikan langkahnya tanpa melihat lawan bicaranya."Kamu marah dengan saya?".Tanya wanita ini kembali dengan posisi yang masih sama .
"Tidak ,hanya saya tidak suka melihat wanita busuk seperti mu ."Balas dingin pria ini ."......Saya sudah mengurus surat perceraian kita ,kau juga tidak perlu repot-repot merawat anak kita .Hak asuh Zon-jun akan jatuh kepada saya ."Lanjut nya sesegera mungkin melanjutkan perjalanan tanpa menunggu jawaban dari wanita ini .
Wanita ini hanya terdiam menatap punggung pria yang berjalan semakin menjauhi nya."Maaf Ghie-hye ."Gumam pelan wanita berparas cantik ini berpakaian sebah hitam ini .