
Osaka
Pukul. 07.33
Minggu
Dua hari telah berlalu. Hari Minggu libur sekolah telah tiba .Namun sekolah Nathan dan Kenji tetap masuk sekolah. Di tambah lagi keduanya salah satu anggota panita penyelenggara kegiatan akhir musim panas. Yang mengharuskan untuk tetap masuk sekolah.
Nathan, Kenji, dan Ryuichi di tugaskan untuk berkeliling memeriksa persiapan kelas lain juga keamanan selama kegiatan berlangsung.
Nathan yang biasanya tidak suka suasana hening. Justru menjadi yang paling diam di kelompok ini .Ryuichi dan Kenji sama-sama pemuda dingin dan cuek .Seharusnya kedua gunung es ini bisa mencari oleh kehadiran Nathan .Namun salah salah besar .Karena Nathan justru yang paling Bodoamat sini .Ia hanya diam dengan ekspresi wajah datar sepanjang perjalanan berkeliling gedung sekolah.
"Oi, Nat."Panggil Ryo yang baru saja keluar dari kelas Bahasa asing nya .
Menghentikan langkahnya tanpa membalas panggilan dari Ryo. Ryo yang sudah dekat dengan tiga pemuda ini ."An**jay dingin sekali ."
Benji yang baru saja ikut bergabung."An**jay makin dingin ."
Menarik kerah belakang pakaian Ryo ."Ayo kerja o'on."Membuat Ryo tertarik paksa masuk ke dalam ruang kelas kembali.
Sementara tiga pemuda ini hanya terdiam memperhatikan tanpa minat untuk ikut bergabung."Senpai."Panggilan seseorang dari arah belakang ketiga pemuda ini berdiri .
"Apa?".Tanya Nathan dengan nada suara dingin .
"Ada yang jatuh di kelas IPS ."Ucap wanita yang tengah mengatur nafasnya selepas berlari.
"Hem."Gumam Nathan.
Mendorong kasar lengan Nathan ."Bantu o'on."Ucap Ryuichi.
Nathan yang baru saja langsung berucap ."Antara kan kami ke sana ."
"Mari ."Perempuan ini berlari lebih dulu menunjukkan jalan untuk Nathan, Kenji, dan Ryuichi.
Next.....
"Hiroyuki."Seru Mika kepada Hiroyuki yang tengah sibuk mengemas beberapa kotak hadiah.
"Hem?".Dehem Hiroyuki tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.
"Mereka bertiga melakukan tugasnya dengan baik kan?".Mika yang tiba-tiba khawatir dengan tiga gunung es tadi .
"Gue takut dengan Nathan dan Kenji ."Saut Azura yang baru saja ikut bergabung.
"Percaya saja sama mereka bertiga."Hiroyuki bangkit dari tempat nya duduk ."Yang disini sudah selesai .Selanjutnya apa lagi?".Atensi mata yang sudah fokus pada Mika .
Mika membuka lembaran kertas yang ia bawa ."Sudah semua hanya tinggal menyebar kertas pendaftaran ini ke semua kelas ."
"Um, surat untuk nama perwakilan lomba ."Ujar Hiroyuki.
Sampai panggilan dari ponsel Mika berdering .Secepat Mika langsung mengangkat panggilan telepon itu .
Sesaat setelah panggilan telepon berakhir."Ada siswi IPS yang terluka ."Ucap Mika ."Gue akan pergi ke ruang kesehatan untuk memeriksa .Kalian bertiga bagi tugas menyebarkan kertas pendaftaran ini."Mika bergegas berlalu meninggalkan ruangan ini.
"Cocok juga Mika jadi ketua panitia."Kata Azura yang terlihat terpesona dengan sikap cekatan Mika .
Brugkk..."Hati-hati dengan ucapan lu."Suara serak berat Hiroyuki .
"Gue hanya memuji ,Aaa... salahkan."Azuma menahan sedikit sakit dengan rangkulan meremukkan tulang-tulang Hiroyuki.
"Eh...Au..kita harus segera menyebar brosur ini sebelum Mika kembali. Mika bisa marah jika melihat brosur ini belum di bagikan."Ucap Kalisa berusaha menenangkan suasana.
Next.....
Sesampainya di dalam Mika bisa bernafas sedikit lega .Karena Nathan sudah menyelesaikan tugas dengan benar .Nathan yang mengerti sedikit cara mengobati pergelangan kaki keseleo .Menerapkan sedikit keahlian nya kepada perempuan yang cidera di pergelangan kakinya .
Melihat perban lu di dalam kotak obat telah habis."Ken ."Seru Nathan menatap datar Kenji ."Ambilkan perban aasummm...".Hampir membuat Nathan keceplosan bicara kotor .
Berlalu meninggalkan perban luka yang baru .Tanpa menanggapi ucapan Nathan yang hampir melesat.
Sesaat kemudian. Nathan yang sudah selesai mengobati."Sudah selesai. Akan tetapi kamu tidak di perbolehkan melakukan kegiatan yang berat-berat. Kamu harus tetap beristirahat saja di sini."
"Tapi teman-teman saya membuat bantuan saya ."Siswi ini yang ingin beranjak turun dari ranjang pesakitan.
Mengangkat tangan kanannya. Menaruh tangan mengepal itu di atas kasur samping siswi ini terduduk .Nathan menatap lekat kedua manik coklat siswa perempuan di depannya."Saya tidak suka di bantah ,tetap disini atau saya patah lagi kaki mu ."Suara berat Nathan membuat siswa perempuan ini terdiam mematung.
Berugkk...."JAGA UCAPAN LU, BRENG***SEK ."Bentak Mika penuh amarah di barengi memukul ubun-ubun kepala Nathan.
Fokus melihat peristiwa."Uuwwo...benjol."Ujar Ryuichi terkejut .
Berbeda dengan Kenji berusaha menahan tawa .
Mengabaikan kehadiran Nathan yang mengelus-elus ubun-ubun kepala nya yang benjol."Kamu istirahat saja di sini .Tidak baik jika kamu memaksakan diri .Sakit kamu akan semakin parah nanti ,tentu itu akan membuat teman-teman sekelas kamu semakin khawatir."
"Baiklah saya tetap disini."
"Selamat beristirahat, kami Permisi."Mika berlalu meninggalkan UKS yang di susul oleh Nathan, Kenji, dan Ryuichi.
+++
Di luar ruangan."Kalian bertiga bisakah bersikap tidak terlalu dingin .Terutama lu, Nathan .....Sampai gue lihat sikap kalian bertiga masih saya ."Mengangkat tangan kanan yang mengepal kuat di depan ketiga pemuda ini."Korosu."
Heboh dengan tatapan membunuh Mika.
"Iya. iya.".
"Okay, okay."
"Baiklah, siap, siap."
Ketiga pemuda ini gelagapan mengucapkan kalimat. Dengan buru-buru ketiga berlalu meninggalkan Mika .
Mika yang masih memperhatikan punggung ketiga pemuda ini yang semakin menjauh dari pandangan."Dasar pria ."Umpatnya .
+++++++
Pukul. 12.39
"Mika sangat menakutkan, dan bagaimana bisa Yuki sangat menyukainya."Nathan yang terheran-heran mengingat-ingat jalan cinta kedua insan itu .
"Lebih baik diam Nathan. Dan tetap senyum."Ucap Kenji yang tidak mau berurusan lagi dengan amarah Mika .
Ryuichi yang berjalan di antara dua pemuda ini."Jalan satu-satunya untuk selamat adalah bersikap ramah ."
"What?".
"Ramah Nathan ."Mata Ryuichi seperti ingin menunjukkan sesuatu ke luar perhatian Nathan dan Kenji.
Menengok sekilas ke arah kode kotak mata Ryuichi."Anjing."Umpat Kenji .Bergegas melakukan tugasnya dengan sepenuh hati, juga tersenyum ramah hangat .
Ada apa?Ada Mika yang memperhatikan ketiga pemuda itu dari ujung bawah tangga lorong jelas ini .
Next......