My Salvador

My Salvador
Eps.109 Apa?



Osaka


Pukul. 08.35 Pagi menjelang siang.


Senin


Akhirnya setelah sibuk membereskan seisi rumah Nathan yang tidak terlalu menguras tenaga nya .Rumah yang selalu Nathan bersihkan membuat Yoshi tidak terlalu bekerja keras untuk membersihkan. Membuat nya hanya membereskan ruang keluarga yang berantakan ,juga menyapu dan mengepel beberapa ruangan saja .


Dan kini tanpa merasa capek, ia langsung pergi ke dapur untuk membuat makanan. Yoshi yang sudah terbiasa dengan peralatan dapur, dengan cekatan ia secepat memulai memasak.


*Iya, sejak kepergian mendiang sang istri tujuh tahun yang lalu. Ia sudah mulai belajar mengantikan posisi istri untuk merawat Kenji .Yoshi berusaha sebisa mungkin menjadi seorang ayah sekaligus seorang ibu untuk Kenji yang di masa itu sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu.


Walaupun semenjak kepergian ibunya tujuh tahun yang lalu Kenji banyak berubah. Dari si kecil jahil yang ceria, menjadi si dingin sebongkah es. Sebelum akhirnya berubah menjadi pribadi yang lumayan baik sejak bertemu Nathan. Namun terkadang ia masih menjadi sebongkah es.*


Next kembali lagi....


Dua jam lamanya ia sibuk membuat membuat makanan di dapur, sampai menata semua makanan yang sudah jadi di meja makan.


Yoshi yang melihat semuanya sudah siap makan bergegas berlalu pergi untuk membangunkan Nathan dan Kenji. Belum juga naik ia mengurungkan niatnya, di kala ia lupa untuk mengecilkan api sup daging buatan.


Sembaring mengecilkan api kompor "Aduh, lupa menggoreng ini."Yoshi melihat beberapa potong tempe kesukaan Kenji yang belum ia goreng.


+++


Di lain tempat .


Kenji tengah sibuk mencari gelang tali hitam pemberian ibu nya. Ia memberantakan seisi rumah Nathan .


Berjam-jam ia mencari di segala sudah rumah Nathan. Namun belum kunjung ketemu.


Sampai sebuah suara tidak asing telinga nya dengar. Berkata."Kamu sudah menghilangkan pemberian Okaa-san, Kenchii."Seketika Kenji menengok paksa ke sumber suara.


"Okaa-san, Otuo-san."Kenji melihat keduanya sekaligus yang tengah berdiri di ujung bawah tangga.


Terlihat ibu nya di sana, juga ayah nya yang berdiri sejajar.


"Otou-san ikut Okaa-san mulai hari ini."


"Sayonara, Kenchii."Ucap Yoshi menyebut nama putranya dengan nama kasih sayang.


"Maksudnya?".Kenji semakin fokus menatap ke sana.


Namun tidak ada jawaban dari keduanya sekalian senyum manis yang keduanya tampilkan.


Kanji secepat mungkin berjalan mendekati ketiga butiran kecil cahaya memakan tubuh kedua orang tua nya."Tunggu! Saya tidak bisa, sudah cukup saya melihat Okaa-san pergi. Saya tidak ingin melihat hal yang sama pada Otuo-san."


"..... Okaa-san tidak boleh membawa Otuo-san pergi."Kenji sedikit meninggikan nada bicaranya.


Tersenyum manis."Gomen'nasai, Kenchii. Otou-san akan ikut Okaa-san. Kamu sudah menghilangkan gelang pemberian nya, Kenchii. Sebagai gantinya Otou-san akan ikut Okaa-san untuk menemaninya."Jelas Yoshi sebelum lenyap termakan cahaya.


Ingin Kenji meraihnya, tapi gagal keningnya justru terbentuk tangga cukup kuat. Berokk......".Aaarrggghh.....".Erang Kenji menahan sakit di kaki kirinya.


"Kenapa gue bisa pindah ke sini, Otou-san ,Otou-san, dia....".Kenji secepatnya bangkit dari tempat nya jatuh .


Perlu kalian tahu, jika Kenji jatuh dari atas tempat tidur bukan tangga.


Dengan ekspresi panik, juga khawatir Kenji jalan cepat tertatih-tati keluar dari dalam bilik kamarnya .Keluarnya ia dari dalam bilik kamar bersamaan dengan Nathan. Yang juga memiliki ekspresi wajah hampir sama dengan Kenji.


Nathan langsung melesat pergi meninggalkan Kenji yang berusaha lari dengan kaki tergilir nya.


"Tidak akan terjadi, tidak akan terjadi."Kalimat yang terus Nathan ulang-ulang. Sampai di lantai bawah ,ia yang mencium aroma masakan bergegas ke dapur.


Di dapur."Oji-san."Tegasnya membuat Yoshi kaget ,benar-benar kaget sampai hampir melempar goreng panas ini .


Yoshi taruh goreng ini dengan benar, sebelum ia berpaling menatap pemuda yang mengejutkan dirinya dengan suara tinggi beratnya."Ada apa, Nak?Kamu hampir saja membuat saya menumpahkan goreng ini."Kata Yoshi .


"Oji-san tidak akan meninggalkan saya kan .Kasihan Kenji, Oji-san. Oji-san jangan pergi ya ,Kenji cuma punya Oji-san."Kata Nathan dengan tatapan memohon.


Belum juga berucap."Otuo-san, Otou-san."Kenji berjalan cepat tertatih-tati mendekati Ayahnya dan Nathan di dapur .


Tanpa mengatur nafas."Otou-san kenapa mau meninggalkan Kenji. Kenji banyak salah sama Otou-san, kalau ada maafkan Kenji. Tapi tolong jangan pernah meninggalkan Kenji, apalagi untuk selamanya. Kenji tidak ingin melihat Otou-san pergi seperti Okaa-san."Kenji sedikit merendahkan nada bicaranya di akhir kalimat.


Merasa ada yang tidak benar dari kedua pemuda di depannya. Yoshi mengerutkan keningnya."Kalian ini kenapa. Turun-turun tidak mandi dulu, malah ngoceh tidak jelas seperti ini. Kalian kenapa?".


"Saya khawatir sama Oji-san yang mau pergi jauh."Kata Nathan .


Terfokus pada Nathan."Pergi jauh kemana, nak Nathan."


".....Tidak mungkin saya pergi jauh tanpa membawa kalian berdua."Sambungnya .


Melihat berganti kedua pemuda di depannya."Sudah cepat mandi. Lihat kalian berdua sangat kacau."


Sudah terfokus kepada Nathan ."Terutama nak Nathan. Celana kamu itu kenapa, kenapa basah .Kamu pipih di celana?".Tanya terang-terangan Yoshi.


Nathan langsung menunduk perhatian."Ti-tidak saya tidak pipih di celana, Oji-san."


"Lalu!?".Yoshi menatap menunggu balasan Nathan yang kebingungan berkata dari mana.


"Sudah Kenji, kamu juga sama saja."Kata Yoshi yang sudah terfokus kepada putranya."Lihat wajah kamu, kamu habis produksi air putih berapa botol .Sampai nempel gitu bekas air nya."


Memiliki luang untuk membalas."Biasa Oji-san ,kecipir kering kan butuh minyak banyak."Kata Nathan.


"Ho!!". Kenji menatap kesal Nathan .


"Sudah-sudah, cepat pergi bersihkan diri kalian .Setelah itu cepat turun ayo makan bersama ,saya sudah buatkan banyak makanan."Kata Yoshi.


"Baik Oji-san."


"Iya, Otou-san."


Keduanya berlalu pergi meninggalkan dapur .Nathan yang masih marah dengan Kenji .Membiarkan Kenji berjalan sendiri dengan bantuan tenaganya sendiri. Sementara Nathan melesat pergi tanpa menengok ke belakang di mana Kenji kesulitan berjalan.


Memperhatikan itu Yoshi hanya geleng-geleng kepala."Yang satu di bantu jelas di tolak, yang satunya suka....aahh tidak ada bedanya."Gumamnya.


++++++++


Pukul. 09.29 Siang


Akhirnya setelah saling menunggu. Kini semua sudah berkumpul di ruang makan. Makan-makan pun sudah di mulai dengan hening tanpa ada yang membuka suara.


Di dalam ruang makan hanya terdengar suara benturan peralatan makan yang tengah di gunakan.


Sesaat kemudian setelah selesai makan. Semua masih duduk di tempat nya masing-masing.


Yang awalnya hening tanpa suara obrolan, langsung berubah tegang saat Yoshi tiba-tiba menanyakan ini.


Menunjukkan selembar kertas lungset bertuliskan .Kalimat undangan kemarin malam."Dari siapa surat ini? Dan kenapa isi suratnya seperti ini?".Tanya nada dingin Yoshi.


Keduanya langsung membulat manik hitam masing-masing melihat Yoshi.


Dalam bisu, batin Nathan berucap."Be**go sekali gue, kenapa lupa buang."


Dalam membisu, batin Kenji berucap."O'on kenapa lupa buang ceroboh."


Kedua nya saling mengalahkan diri sendiri. Membuat kedua nya sama-sama terdiam.


Yoshi yang awalnya terdiam menunggu penjelasan yang tidak kunjung ia dapatkan."Nak Nathan ,Kenchii. Kalian harus menjelaskan ini sekarang, sebelum nona Riska sendiri yang akan bertanya ini kepada kalian."


Secepat kilat Nathan berucap."Oji-san sudah bilang ke kak Riska?".Menatap serius pamannya.


Yoshi tersenyum tipis membuat Nathan membuang nafas kasar nya ."Tidak, selama kalian mau bicara jujur sekarang."Berpaling melihat putranya."....Terutama kamu, Kenchii."


"Jelaskan sekarang apa maksud surat ini?."


"Jadi.....".Nathan menceritakan kejadian semalam ,tapi ia tidak sepenuhnya menceritakan kejadian semalam dengan benar .Banyak bagian dari cerita Nathan yang ia palsukan.


"Lain kali jangan ikuti apa kata surat dari pengirim misterius. Yang belum jelas siapa pengirimnya .Keselamatan kalian tidak akan terjamin, jika kalian terlalu lugu seperti ini. Saya harap kalian mengerti."Kata Yoshi .


Sudah terfokus pada ayah nya ."Saya boleh istirahat, Oji-san?".Tanya Kenji bersikap layaknya seorang anak kecil.


Nathan yang mendengar itu saja langsung mengerutkan keningnya. Tanpa tidak lupa dengan ekspresi wajah julid nya .


Sementara Yoshi sebagai ayah langsung beranjak membantu Kenji untuk pergi ke kamar.


Melihat itu Nathan segera berucap."Oji-san temani saja Kenji, biar saya yang membereskan ini."


Yoshi mengiyakan saja. Ia ingat beberapa hari ini, ia kurang dekat dengan putranya karena terlalu sibuknya dirinya dengan pekerjaan.


++++++++++


Nathan yang baru saja selesai beberes. Melangkah pergi meninggalkan dapur sembaring memainkan layar ponselnya untuk mengangkat panggilan telepon yang masuk.


Tersambung.


*Gimana, lu sama Kenji sudah baikan?".Tanya Hiroyuki di seberang sana .


*Semua aman."


*Yokatta."


*Mungkin nanti jika tidak ada halangan gue sama teman-teman bakal ke rumah lu."


*Yoi."


Panggilan di akhir Hiroyuki sepihak dari seberang sana .


Sembaring tadi sudah berjalan ke ruang keluarga .Nathan yang sudah sampai di sana ,langsung merebahkan tubuh letih nya di atas Sova panjang. Dengan fokusnya yang tetap memainkan layar ponselnya.


Nathan mencoba menghubungi salah satu nomer kontak di ponselnya, akan tetapi tidak kunjung tersambung. Ia yang sangat kesal berucap."Anjing ,Jovan seperti artis terkenal saja susah sekali dihubungi. Apa perlu membuat janji dulu baru di angkat."Ocehannya.


Sangat kesal. Nathan taruh saja ponsel di atas meja, dan ia tinggal beristirahat memejamkan kedua matanya.