
Osaka
Pukul. 20.35 Malam
Selasa
Tiga pemuda ini masih berjalan santai menyusuri jalanan beraspal yang mulai sepi dengan aktivitas manusia ini .Ya bagaimana tidak sepi .Karena sebentar lagi jam akan menunjukkan waktu istirahat(Tidur malam) .Namun tiga pemuda ini masih sibuk dengan kegiatan nya .
Bahkan di pertengahan jalan .Nathan, Kenji, dan Ryo tanpa sengaja berpapasan dengan Hanam dan Takumi yang terlihat seperti baru pulang dari tempat kerja.
Tapi karena ketiga pemuda ini mengenakan penampilan yang berbeda. Baik Hanam ataupun Takumi berlalu begitu saja mengabaikan ketiga pemuda ini .
Sudah berjarak cukup jauh dari Hanam dan Takumi. Ryo berpaling kebelakang sekilas."Itu tadi bang Hanam dan bang Takumi bukan."Tebaknya .
"Ya."Cuek Kenji .
"Mereka tidak kenal kita."Ryo merapi-rapikan rambut pirang terurai panjang nya .
Baik Nathan ataupun Kenji memilih diam, fokus dengan pelajaran .Membuat Ryo sebagai ekstrover sangat tidak nyaman .
Sampai di tempat tujuan .Nathan menghentikan langkahnya lebih dulu .Ia tatap lama Ryo .
Membuat Ryo menjadi salah tingkah."Woy bang**sat!Jangan pandangan gue seperti itu o'on ,gue berasa jadi wanita *********** beneran ."Kesal Ryo .
Kenji yang ikut penasaran apa yang tengah di perhatikan Nathan .Ia ikut memperhatikan Kenji dengan tatapan mata haus ingin menerkam.
Berubah mimik wajah menjadi datar."Hem!!Gini sekali."
Masih di fokus yang sama ."Tamashini Rikka....nama lu sekarang Rikka .Tamashini Rikka."Berpaling ke Kenji ."Dan lu?". Loading memikirkan nama untuk samaran Kenji .
"Shiniqua Juan .Menunjuk dirinya sendiri."....Shiniqua Joan." Menunjukkan Nathan .
Memotong pembicaraan."Kalian jadi anak kembar?".
"Ya gitu, tailalat kita samaaan ."Enteng Kenji mengedipkan bahunya .".....Lalu lu jadi adik kita."
Memotong pembicaraan kembali."Itu?".Ryo fokus dengan apa yang ia lihat di depannya.
Kenji dan Nathan segera mengikuti arah pandangan Ryo .Dan iya, mereka bertiga melihat Hiroyuki yang tengah berjalan masuk ke sebuah jalan arah bengkel tua dulu berdiri .
"Ingat-ingat nama kalian."Nathan mengingatkan kembali nama samaran yang akan mereka pakai .Sebelum ketiga berjalan santai mengikuti Hiroyuki layaknya kelompok anak muda yang akan jalan-jalan ke kota dengan arah jalan yang sama dengan Hiroyuki lalui .
Nama samaran sementara:
Nathan Salvador \=> Shiniqua Joan adik dari kembaran Shiniqua Juan ,Nama samaran Koya Kenji .
Takanori Ryo \=> Sebagai perempuan dengan nama samaran Tamashini Rikka .
Next....
Di sisi lain .Hiroyuki melangkah kan kakinya layaknya orang biasa .Bahkan ia sempat berpasangan dengan tiga orang ini yang mendahului langkahnya .
Hingga sampai di bengkel mobil tua .Sesuai dugaan ketiga pemuda yang menyamar ini .Tiga pemuda yang saat ini tertahan di dalam toko aksesoris depan gang bengkel tua.
"Sial!Kita tidak masuk."Ujar kesal Ryo .
Nathan dengan santainya."Lu bisa be**go!....Lihat perempuan itu."Nathan yang terfokus dengan beberapa perempuan yang tengah berjalan masuk ke arah gang bengkel mobil tua .
Melihat Nathan dan Kenji berganti an."Gue harus ikut mereka?!".Ryo sedikit meninggikan nada bicaranya.
Baik Nathan ataupun Kenji hanya terdiam fokus dengan Ryo .
"Oky."Dingin Ryo langsung melesat pergi ikut menyusul perempuan-perempuan tadi .
Baik Nathan ataupun Kenji tidak mengalihkan perhatian mereka melihat kepergian Ryo .
"Nat."
"Hem?".
"Ryo akan baik-baik saja kita tinggal sendirian?".
"Dia kan cowok masak tidak bisa nanganin masalahnya sendiri."
"Yaelahhh tol**ol lu!Dia kan sedang menyamar jadi Rikka .Kalau dia mengeluarkan tenaga Ryo kan jadi curiga mereka semua ."
Fokus dengan dua manik hitam lekat yang sudah membulat sempurna."Astaga!Kenapa gue tidak kepikiran sampai situ."
"Terus apa rencana selanjutnya?".
"Mau tidak mau kita juga harus menyelundupkan masuk ke dalam diam-diam .Sekadar memastikan keadaan Ryo...eh maksud ku Rikka ."
"Lewat mana?.....semua jalan pasti ada penjaga nya. Lu tau kan anggota CB sangat banyak ."
Nathan terdiam sesaat untuk memanaskan mesin otaknya .Cukup lama loading."Setiap bangunan pasti memiliki jendela atau setidaknya memiliki atap kaca di atasnya."
Kenji yang meningkat sesuatu."Ahhh....di atas lantai duanya ada atap kaca yang dapat dibuka dan di tutup dengan mudah. Gue dan Benji pernah bersembunyi diam-diam di sana."
"Kemana?".
"Bantu Ryo, eh! Rikka ."
"Ahh iya."
Astaga entah kenapa dua pemuda ini menjadi o'on seperti pakaian culun kutu buku yang mereka kenakan.
++++++
Pukul. 20. 43 Malam
Nathan dan Kenji diam-diam masuk melewati jendela atap kaca gedung bekas bengkel mobil ini. Kedua berhasil masuk dengan aman sampai di ikut bergabung di lantai bawah.
Keadaan di lantai bawah cukup ramai dengan pemuda-pemuda CB yang berkumpul .Jadi tidak heran jika banyak dari mereka yang tidak menyadari kehadiran Nathan dan Kenji selayaknya orang asing di geng mereka.
Menepuk ringan bahu Nathan."Mereka seriusan tidak menyadari ada orang asing di sini?".Kenji bertanya-tanya.
Sementara yang di ajak bicara justru sibuk meneliti sekeliling tempat ini dengan dua penglihatan manik hitam lekat matanya.
Kenji yang merasa di abaikan hanya terdiam sembaring melihat sekelilingnya .Mencari keberadaan Ryo yang belum terlihat oleh atensi keduanya.
"KETUA....KETUA.....".Triak salah orang pemuda dengan lari terburu-buru ke arah di mana Reojin terduduk tenang .
Pemuda ini langsung berlutut di depan Reojin sembaring mengatur nafas berantakan nya."Di toilet ,di...toilet ada salah satu anggota kita mati."
Reojin seketika langsung beranjak dari tempat duduknya .Menyingkirkan wanita yang menemaninya dengan kasar ."Veto."Seru singkat Reojin.
Seseorang pemuda yang namanya merasa terpanggil dan sudah mengetahui apa maksud dari Reojin segera berlalu meninggalkan tempat ini.
Di sisi lain .Nathan tiba-tiba mendapatkan notifikasi chat dari Ryo di seberang sana .
...Notifikasi Chat...
Chat Ryo.
*Gue sudah ada di toko tadi .Kalian di mana ,bang*"sat?Ayo kabur sebelum mereka curiga, karena gue sudah membuat salah satu dari anggota mereka pingsan di toilet ."
^^^Balas Nathan.^^^
^^^*Lu membunuh nya bang**sat!".^^^
Chat Ryo.
*Tidak o'on gue sudah lihat denyut nadi yang masih normal, baji**ngan itu hanya pingsan."
*Cepat Anjing kalian di mana?".
Tidak terlalu banyak berpikir .
^^^Balas Nathan.^^^
^^^*Kami akan segera ke sana."^^^
Obrolan chat berakhir.
Nathan secepat mematikan layar ponselnya dan memasukkan gawai ini kembali ke dalam saku celana panjang nya .
Kini fokusnya sudah pada Kenji ."Ayo pergi."
Tidak menggubris ,Kenji justru masih fokus dengan sesuatu di depan nya .
Nathan yang penasaran mengikuti arah pandangan mata Kenji .
Kenji melihat .Hiroyuki yang terlihat sangat akrab dengan anggota geng CB membuat Kenji mengepal kuat kan kedua telapak tangan.
Dan dengan sigap Nathan segera menarik paksa pergelangan tangan Kenji .Sebelum Kenji bertindak gegabah dengan ingin mendekati Hiroyuki .
Sampai di jendela kaca atap rumah ini .Nathan secepat memaksa Kenji untuk naik dan keluar lebih dulu .Agar tidak sampai terjadi kebocoran rencana di hari pertama rencana permainan baru di mulai.
Sementara di dalam!Tidak perlu di tanya lagi .Karena suasana di dalam jadi sangat menegangkan. Karena Hiroyuki ikut turun tangan memeriksa keadaan pemuda yang terkapar di dalam toilet ini .
Hiroyuki hanya dengan melihat sekilas tubuh pingsan pemuda ini."Dia hanya pingsan, memang terlihat seperti orang mati .Tapi dia memang hanya pingsan ."
Vito yang sudah mengetahui lebih dulu."Bagaimana lu tau?". Menatap dingin Hiroyuki yang terlihat tenang .
"Karena dia baru saja di serang oleh salah orang anggota Hiryonji ....". Menjedah kalimatnya."......gue sudah berpihak kepada kalian, tapi kenapa hanya lu yang sangat tidak mempercayai gue yang sudah benar-benar ikut geng lu."Hiroyuki yang terfokus dengan Vito .
"Weeww...".
"Tidak perlu mengkhawatirkan ini, lebih baik kita bahas topik tadi .Oh!Maksud gue mari bersantai sejenak."Reojin si ketua CB merangkul bahu lebar Vito .
*Gemasakay Vito atau Vito .Salah satu pemuda yang ikut bergabung menjadi anggota senior geng CB (salah satu tangan kanan Reojin).*