My Salvador

My Salvador
Eps.158 Kembali direportkan



Indonesia


Pukul. 09.47 Siang


Jum'at


"Nat. Bukankah sekarang bulan puasa?".Tanya Jovan yang duduk tenang di boncengan sepeda motor yang Nathan kendarai .


Nathan yang fokus mengendarai motor."Iya .Bi Rani bilang tidak perlu puasa dulu .Gue sempat demam kemarin malam ."


"Lu?Demam?".


"Tidak percaya?".


"Tak!Jelmaan iblis kayak lu mana mungkin sakit."


Seett.....Mengerem mendadak di tepi jalan ."CK ,iblis-iblis gini gue juga manusia be**go."


"Slow bro .Emosi saja dari tadi ."


"Lu tidak faham apa .Kepala gue sudah membara an**jim .Panasnya minta ampun .Padahal gue tidak puasa tapi panas dan hausnya .Astaga ."


"Sini gue bonceng. "Jovan beranjak dari tempat duduknya.


Begitu juga Nathan yang berpindah tempat duduknya di bonceng belakang."Pelan-pelan, lu kalau naik motor seperti ngajak mati bersama ."


Jovan yang sudah duduk di bonceng depan."Ya gapapa kan matinya sama lu ."


Blakk...".Mata***mu aji***m ."


"Slow Ba**go .Gue juga capek kepanasan, lapar ."


"Cepat gas a**jim ."


"Hem."


Berummm........motor Vario 150 sese kembali melaju membelah jalanan yang tidak terlalu mancet .Namun sangat panas .


Dengan cara berkendara Jovan .Lima menit kemudian sampailah Vario ini tempat tujuan .Kedua penumpang langsung beranjak turun setelah selesai memarkir sepeda motor dengan baik.


"Nat ."


"Hem?".


"Cari makan dulu."


"Tidak bisa.....Nanti gue traktir lu kalau kita berhasil menangkap satu target."


"Serius?".


"Hem."Nathan berlalu meninggalkan Jovan .Yang baru mulai berjalan mengikutinya.


Sembaring berjalan beriringan kedua pemuda ini saling bertukar obrolan dengan nada suara pelan .Seakan berbisik-bisik.


+++++++


Siap di tempat. Tiba-tiba ada seorang pemuda seusia Nathan berjalan ke tempat di mana Nathan dan Jovan tengah awasi .


Melalui telepon komunikasi tanpa kabel .*Dia Hidan?".Ujar Jovan berbicara dengan alat komunikasi jarak jauh dengan Nathan .


*Iya, Dia Hidan anak tunggal Om Fiji ." Sambung Nathan berbicara memalui alat komunikasi jarak jauh ini .*Gue akan keluar duluan .Lu keluar saat gue beri aba-aba." Lanjutnya.


*Tap....". Terlanjur karena Nathan sudah beranjak keluar dari persembunyiannya.


Nathan berdiri jauh di belakang Hidan yang belum menyadari kehadirannya."Masih melakukan transaksi."Ucap Nathan berekspresi wajah datar .


Hidan terdiam menurunkan kedua tangan yang awalnya menggenggam ponsel. Ia berpaling menghadap sumber suara .


Sama-sama memiliki kepribadian dingin .Baik Nathan ataupun Hidan tidak memperlihatkan ekspresi wajah apapun selain ekspresi datar.


"Saya terlalu bodoh meremehkan mu ."Ucap Hidan .


Di saat banyak senjata api sudah menodong kepala Nathan. Hidan kembali berucap."Namun tidak sebodoh itu saya ceroboh meremehkan mu ."


Nathan masih terlihat tenang. Walaupun 10 senjata api ini siap meledakkan kepalanya .Tidak ada rasa ketakutan sedikit pun terukir di raut wajah nya .Sampai tanpa hitungan detik. Nathan tanpa mengambil ancang-ancang langsung melumpuhkan 10 pria bersenjata ini .


Karena itu Nathan sedikit mendapatkan luka tembak di lengan kirinya. Walau terluka ,ia yang masih terdiam mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


"Good job."Hidan mengambil langkah maju ke arah Nathan berdiri ."Tempat ini cukup bagus untuk kita melanjutkan perkelahian."


Menyungging senyum miring. Nathan kembali bangkit mempersiapkan diri melawan Hidan .Kakak sepupunya.


Brugkk........Hidan memulai dahulu melayangkan pukulan ke Nathan .Dengan cekatan Nathan menangkis serangan itu dengan kedua lengan tangannya.


Di sisi lain .Jovan masih terdiam di tempat persembunyian menyaksikan perkelahian sengit kedua keluarga ini .


++++


Di tempat Panji .


Panji yang sangat marah .Berkata ."CK. Anak itu benar-benar merepotkan."


"Bukankah kau sudah menaruh GPS di saku celana Nathan ."Isylam yang fokus pada lawan bicaranya.


"Saya akan duluan menyusul mereka berdua ."


Tanpa paksaan Isylam memberikan kunci motor kepada Panji ."Jangan ngebut .Mereka berdua pasti baik-baik saja ."


Selepas kepergian Panji ."Kalian ikuti saya ."


"Iya ."


Isylam menaiki motor .Sementara dua rekannya mengunakan mobil . Isylam segera menyusul Panji .Namun dengan kecepatan sedang melaju di jalanan ini . Beberapa dengan Panji yang langsung ngebut mengejar waktu.


Next....


Kembali ke Nathan yang semakin sengit berkelahi dengan Hidan .Baik Nathan ataupun Hidan sama-sama terengah-engah kelelahan. Tak jauh dari Nathan yang menahan rasa peri yang mulai menyerang dari luka tembak di lengan kirinya.


Menyadari itu .Hidan memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menyerang Nathan.


Menyadari itu Nathan secepat mungkin menghindar. Namun dengan tenaga yang banyak terkuras .Nathan akhirnya tumbang akibat tendangan dari Hidan .Tepat mendarat pada pinggang nya .


Pinggang?Iya, Pinggang. Tentu kalian akan mengetahui apa yang selanjutnya terjadi .Karena tendangan keras di pinggang menjalar ke punggung .Membuat rasa sakit cidera punggung Nathan menyerang luar biasa sakit.


Nathan terjungkal menyangga tubuhnya dengan kedua tangan yang meremas tanah kering di bawah nya ."Sial."Umpatnya dalam hati menahan sakit yang luar biasa di punggung nya .


Tidak di beri ampun. Hidan mengambil ancang-ancang ingin menyerang Nathan kembali .Brugkk.......Nathan yang sudah pasrah .Justru tidak merasakan serangan itu mendarat padanya .Lantas ia mendongak dan mendapati Jovan melindungi nya dari serangan Hidan .


Melihat itu Hidan menurunkan serangannya .Sementara Jovan yang sudah berdiri tepat di depan Nathan yang masih tertelungkup."Giliran gue, Nathan ."


Masih di posisi yang sama ."Sorry Jov."


"Demi traktiran ."


"jihh."Nathan tertawa kecil.


Tanpa berpikir panjang Hidan langsung menyerang Jovan. Hidan terus menyerang Jovan tanpa memberi ruang untuk Jovan menyerang balik .


Di tengah-tengah sengitnya perkelahian keduanya. Nathan berusaha kembali bangkit .Walaupun sangat lemah ,ia tetap berusaha untuk berdiri tegak kembali .


Depp....Bruggkkk.....Saling beradu pukulan tangan .Keduanya imbang mendapatkan luka memar .


Hidan yang terdorong kebelakang. Mengusap bekas pukulan yang di buat Jovan di sudut bibirnya."CK ,sudah berkembang kau."


Berlari untuk kembali menyerang Hidan. Tanpa merespon basa basi Hidan yang di lontarkan untuk nya .


Nathan menggenggam lengan kirinya .Namun fokusnya memperhatikan Jovan dan Hidan sejak tadi ."Iblis kaum pemalas lebih menakutkan."Gumamnya.


Di tengah imbang nya berkelahi Jovan melawan Hidan .Burgkk...Ssstttt..... Tiba-tiba saja tubuh Hidan terpental menyamping. Membuat Jovan yang ada di depannya terdiam terpaku .


Seseorang itu langsung menghampiri Hidan .Memborgol kedua tangan Hidan ,mengunci pergerakan Hidan agar tidak bisa melawan .Tapi walau tidak melakukan itu ,Hidan tetap tidak bisa melawan dengan tindakan kasar yang baru saja Panji berikan kepadanya.


Panji seseorang yang menendang kasar tubuh Hidan dari samping sampai tubuh Hidan terpental jauh .


Selang beberapa menit kemudian. Isylam menyusul ke tempat kejadian. Isylam juga menelpon bantuan untuk membawa beberapa target yang terluka .


Di kesibukan Isylam. Panji justru sibuk mengobati luka kedua pemuda ini .Atau memberi pertolongan pertama luka luar agar tidak infeksi.


"AAAAAAAAA........".Teriak Nathan .


Jovan yang duduk di samping sampai mendekap kedua telinganya. Rapat-rapat.


Berbeda dengan Panji yang sangat tenang .Ia justru sibuk mengeluarkan peluru dari lengan kiri Nathan .Sebelum ia jahit dan ia balut perban luka .


Mencengkram paha Jovan ."WWOOAAAAAAA.......".Bertiak bersama.


"SAKIT BANG***SAT!".Umpat Jovan menatap tajam ."LEPAS!!".Menepis kasar tangan Nathan .


"Iittt...".Desis pelan Nathan meringis menahan sakit saat Panji mulai menjahit luka sobek di lengannya.


Selesai membalut luka di lengan Nathan ."Setelah ini saya antar ke dokter."


"Tidak perlu, sa....". Memotong ucapan Nathan."....Ikut saja."Tegas Panji menatap tajam Nathan .


Panji beralih fokus pada luka memar di wajah Jovan .


Menyadari itu Jovan sedikit memundurkan duduknya menghindari Panji .


Panji yang melihat itu ."Mau mati infeksi?".Nada dingin Panji .


"Tak, tapi pelan-pelan mas .Jangan kasar kayak Nathan .Bonyok muka saya mas ,sulit pembuatan nya soalnya."


"Hemm."Menyodorkan kapas yang sudah di beri alkohol.


Jovan yang masih berusaha menghindar."Hem apa mas?".


"Iya, saya akan pelan-pelan mengobati nya."


Berbeda dengan Nathan yang sibuk meneguk sebotol air mineral.


Oya. Perlu kalian ketahui. Jika sakit punggung (Cidera punggung) yang Nathan alami .Membuat Nathan terkadang harus lebih sering minum air mineral.


Saran dokter pribadi .Nathan harus banyak minum air putih ,juga memperbanyak makan buah strawberry yang mengandung vitamin C .Memang tidak menyembuhkan ,tapi bisa mengurangi rasa sakit pada sendi tulang punggung.


Sedikit pengalaman.....


Next.....


Selesai merawat kedua pemuda titipan. Panji berlalu pergi menghampiri Isylam yang hendak pergi ke kantor polisi.


Selepas kepergian Isylam .Panji kembali ke pada Nathan dan Jovan .Panji menyuruh kedua pemuda ini untuk masuk ke dalam mobil .Untuk ia ajak berlalu pergi dari tempat ini sebelum serangan susulan terjadi.