
Indonesia
Pukul. 10.12 Siang
Selasa
Baru saja sampai di kediaman rumah Nathan .Jovan langsung tancap gas pergi kembali. Dengan mengendarai motor Vario milik Nathan .
Jovan datang ke rumah Nathan dengan naik mobil .Sama halnya dengan penampilan Nathan terakhir kali di lihat Kenji .Penampilan Jovan pun sama .Kacau seakan baru bangun tidur dan langsung tancap gas pergi kekediaman rumah Nathan .Namun bedanya Jovan sedikit terlihat lebih sopan karena mengenakan celana panjangnya.
Kenji melihat Jovan tengah berbincang dengan Bi Rani di dapur .Ia yang mengetahui betul .Bahkan Jovan pasti tengah mencari Nathan .Pun ikut bergabung.
Jovan hendak pergi menyusul Nathan dengan mengendarai motor milik Nathan .Dan Kenji memaksa untuk ikut .Karena melihat gelagat mereka berdua yang mencurigakan Kenji berkukuh untuk tetap ikut menyusul Nathan .
+++
Bisa di bilang Jovan pergi menyusul Nathan tidak sendirian melainkan bersama dengan Kenji .Berummm...Jovan semakin menambah kecepatan laju motor ini agar tidak terlambat menyusul Nathan .
Entah dapat pesan dari siapa Jovan sampai mengetahui jika Nathan tidak ada rumah .Bahkan Jovan terlihat sangat khawatir dengan keadaan Nathan .Sampai memacu kecepatan motor seperti mengajak mati bersama dengan Kenji .Atau mungkin Jovan lupa tengah membawa nyawa anak orang akibat terlalu khawatir berlebihan nya dengan keadaan Nathan .
Kenji berpegang kuat pada bodi belakang motor."JOV PELAN-PELAN."
"TIDAK BISA....". Semakin memacu kecepatan motor nya dengan kecepatan tinggi.
"Pak ada pengendara ugal-ugalan."Ujar Pak polisi yang bertugas di Lampung merah ini kepada rekan kerjanya .
"Kejar."Menyuruh dua anak buahnya untuk menyusul pengendara ugal-ugalan itu .
"SIAP."Dua polisi ini segera tancap gas dengan motor bertugas nya masih.
Sementara polisi yang masih berjaga di pusat segera menghubungi bantuan .Kurang lebih menghubungi rekannya yang lain .Yang bekerja di lampu merah berikut nya .
Melihat belakang dari kaca spion motor ."JOV DIKEJAR POLISI."Beritahu Kenji pada Jovan .
Tidak mengurangi kecepatan. Jovan justru menambah kecepatan."EMANG INI YANG GUE MAU."Tancap gas melebihi kecepatan normal.
"MAKSUD LU?".
Melihat ada penghalang di depan .Jovan menyungging senyum miring.
"TERTANGKAP JOVAN."Kenji melihat jelas di lampu mereka di depan ada empat polisi yang siap menangkan dirinya .
"Pegangan yang erat."
"TUNGGU!LU....". Ucapan Kenji langsung terhenti dengan aksi nekat Jovan yang menerabas paksa empat polisi ini.
"BERHENTI!!".Dorr..... Dengar suara tembakan tidak membuat Jovan jera dan menyerah .
Tanpa mengurangi kecepatan. Jovan mengangkat tangan kanan melambaikan kekiri-kekanan."IKUTI KAMI!KALAU BISA!".
"Sial."
"Ikuti mereka ."
"Baik pak."Beberapa polisi mulai mengejar Jovan .
Kini tidak hanya dua polisi yang mengejar motor Jovan .Tapi sepuluh polisi yang saat ini mengejar motor Jovan .
Karena aksi yang tidak patut di puji Jovan .Ia dan Kenji menjadi pusat perhatian beberapa pejalan kaki juga pengendara motor lain .
Bahkan ada yang sampai bilang.
"Anak muda jaman sekarang."
"BERHENTI SAJA NAK ,BAHAYA."
"BAHAYA."
"BAHAYA NAK."
"MENGALAH SAJA NAK."
Namun tidak satupun ucapan-ucapan itu Jovan hiraukan .
++++
"H?". Terlalu berisi dengan suara kendaraan polisi. Kenji jadi tidak mendengar apapun yang Jovan ucapkan .
Tepat di tikungan gerbang rumah besar minimalis ini .Ssssttt........"Wow...".Mata Kenji membulat sempurna. Genggaman kedua tangannya berpegangan semakin erat pada gagang belakang motor.
Menghentikan motor di dalam pekarangan rumah ini. "JANGAN BERGERAK."Jovan dan Kenji langsung di todong senjata oleh polisi ini ."Angkat tangan."
Kedua tangan yang sudah terangkat ke atas ."Pak teman saya di sekap di dalam rumah ini .Dia dalam masalah....Maaf cara yang saya lakukan tadi salah .Tapi teman saya sangat membutuhkan bantuan bapak polisi sekarang."
"Sudah jangan banyak alasan. Cepat turun."Tegas pak polisi ini .
Kedua tangan yang terangkat keatas sama dengan Jovan."Tunggu!Itu motor Nathan. Nathan dalam masalah pak ."Saut Kenji .
Iyslam yang baru saja sampai di tempat. Langsung mendekati kedua pemuda yang terpojok dengan banyak interogasi.
"Permisi."
"Saya kenal mereka berdua."
"MAS SLAM .NATHAN DALAM MASALAH, DIA DI SEKAP OLEH BANDAR BARANG HARAM DI DALAM RUMAH INI."
"Apa yang akan kamu lakukan untuk membuat saya percaya. Sementara kamu baru saja membahayakan nyawa banyak orang."
Batin Jovan."Terpaksa mas."Di sambung dengan berucap."Saya akan masuk seorang diri....Dan jika saya salah kalian bisa menangkap kami."
"Lu serius?".Kenji yang jadi khawatir dengan Jovan .
"Baiklah. Kami akan berjaga di sini ."
Jovan memalingkan fokusnya pada Kenji sekilas .Sebelum ia berlalu mendekati rumah ini .Untuk masuk ke dalam rumah seorang diri .
+++
Suasana rumah ini sudah kosong. Sudah tidak ada lagi kehadiran seseorang di dalam rumah ini .Namun Jovan tetap melangkah masuk ke dalam rumah ini .Berkeliling rumah sembaring mencari keberadaan Nathan .
"NATHAN, NATHAN LU MASIH DISINI KAN .NAT ."Sembaring terus melangkah menyusuri ruangan-ruangan ini .
Brakk...."NAT?".Jovan yang mendengar suara .
"Ummm....".Brakk....brakk..
Semakin jelas mendengar suara itu. Jovan yang ada di lantai dua rumah ini . Semakin menyusui lorong rumah untuk mencari asal sumber suara yang seperti berasal dari salah satu kamar ini .
"NAT LU BUNYIKAN LAGI .GUE BELUM MENEMUI KAMARNYA ."Ucap Jovan sedikit berteriak.
Teriak tidak berdaya. Seluruh tubuh hampir sulit di gerakkan. Nathan yang ada di dalam ruangan tertutup rapat. Berusaha semaksimal mungkin membuat suara saat mendengar suara panggilan Jovan di luar sana .
Brukk...Brukk...Nathan kembali menjejak lemari kayu ini dengan kedua kaki yang terikat tali ."Sial!Ini yang terakhir gue jejak ,jika gue paksa rubuh lemarinya. Dan hilang sudah ketampanan gue" .Batin Nathan.
Di luar kamar. Jovan berusaha mendengar jelas asal suara. "Ini dia."Brukkk....Jovan langsung menendang kuat-kuat pintu kayu salah satu kamar .
Pintu sudah terbuka lebar .Nathan langsung melangkah masuk .Ia lekas membantu Nathan membuka tali yang melilit tubuh Nathan .
Tidak lupa Jovan juga melepas lamban hitam yang membungkam mulut Nathan."Aarrrgghh...kumis ku."Ujar Nathan meringis peri .
"Makanannya jangan ceroboh bang**sat."
"Astaga....". Bergegas beranjak dari tempat duduknya saat tali yang melilit tubuh terlepas .Nathan langsung menarik paksa pergelangan tangan Jovan untuk bergegas ia tarik paksa berlari cepat keluar dari rumah ini.
"Ada apa Nat...".Masih menurut berlari secepat mungkin mengikuti Nathan yang masih menarik
pergelangan tangannya.
"CEPAT LARI JANGAN LELET KALAU MASIH MAU IDUP....".Bumm..... Ledakan tepat berasa dari ruang dapur rumah ini .
"TUYUL!!TUYULL!!".Kaget Jovan akibat suara keras letusan bom .
"TUH..CEPAT BANG**SAT..".Nathan semakin cepat berlari ke arah pintu utama rumah ini yang sudah terlihat dekat di depan.
Baru juga menginjakkan kaki di luar rumah .Bommm...Bumm...Bomm...Rumah mewah minimalis ini meledak .Rumah yang awalnya terlihat mewah membuat banyak orang ingin memiliki nya .Kini berubah menjadi beberapa bongkahan-bongkahan serpihan-serpihan hancur lebur.
Nathan dan Jovan masih di posisi tiarap tepat di depan rumah ini .Begitu juga polisi-polisi tadi dan Kenji. Yang di buat terkejut dengan letusan kuat bom yang menghancurkan rumah ini .
Akibat kejadian ini .Polisi tadi langsung menghubungi bantuan .Untuk datang ke lokasi kejadian.