
Osaka
Pukul. 00.00 tengah malam
Senin
Tengah malam telah tiba. Kedua pemuda ini sudah memulai perjalanan ke Danu Aoi untuk menemui seseorang misterius pengiriman surat tadi.
Nathan yang seharusnya datang seorang diri ,justru datang ke sana bersama dengan Kenji yang terus memaksa untuk ikut.
Kenji memaksa ikut, karena ia tidak ingin mengambil resiko besar dengan keselamatan Nathan. Yang tanpa ia sadari, di posisi ini justru dirinya lah yang akan mendapatkan masalah besar ,jika tetap memaksa ikut dengan Nathan .Intinya ikut tidak ikut, masalah besar tetap akan mendatangi salah satu dari mereka berdua.
Sudah lumayan dekat dengan danau Aoi. Kenji memisahkan diri dari Nathan yang tetap berjalan lurus ke depan. Di mana tempat pertemuan nya dengan sosok misterius pengirim surat.
Sampai di dekat danau. Nathan tidak melihat seorang pun di sana yang tengah menunggu kedatangan nya.
Nathan terdiam di sana cukup lama seorang diri."Berani sekali lu menantang perjanjian."Suara tanpa rupa terdengar berat memecah kendang telinga Nathan.
Nathan menatap sekeliling nya tanpa mengubah posisi berdirinya. Sampai terdengar lagi suara yang sama berucap."Teman lu sudah aman bersama gue." Di kalimat akhir yang terucap ini.
Secepat kilat Nathan berlari mendekati salah satu pohon yang menarik atensi nya. Dan benar saja dugaan nya, belum juga ia dekat dengan pohon yang daun-daun tertutup salju tipis ini. Ada seseorang orang yang melompat turun dari atas pohon ini.
Seseorang ini langsung berlari cepat meninggalkan tempat ini. Melihat itu Nathan secepat mungkin menyusul larinya sesosok itu.
Sesosok yang sama seperti kemarin .Mengenakan topeng rubah yang sama ,dengan pakaian serba hitam tertutup .Namun tidak sama seperti sesosok kemarin. Yang Nathan lihat sosok kemarin mengenakan pakaian yang sedikit terbuka ,sampai memperlihatkan sedikit tato bertuliskan kaligrafi huruf China. Sementara sosok misterius yang ini mengenakan pakaian yang sangat tertutup dengan mantel hangat yang ia kenakan.
Next..kembali ke masa sekarang.
Nathan mengajar sesosok misterius yang berlari jauh dari jaraknya.
Dep...dep.... sesosok itu melompat pagar rumah dan naik ke atas atap rumah. Tidak mau kalah ,Nathan segera melakukan hal yang sama tanpa ragu. Karena jika ia gagal menangkap sesosok ini sekarang, itu artinya ia juga tidak akan pernah bertemu dengan Kenji kembali mulai sekarang.
Layaknya seorang parkour profesional. Kedua orang yang kejar-kejar ini. Naik turun atap rumah .Dari lewat balkon sampai pagar rumah yang menjulang tinggi tanpa kehilangan keseimbangan sama sekali.
Melihat sudah lebih dekat dengan sosok itu .Nathan secepat nya langsung memberikan tendangan kuat pada pinggang. Sosok itu sampai terungkap di atas salju tipis di bawah sana.
Nathan segera mendekat sosok bertopeng, ia cengkraman kuat kerah baju sampai tubuhnya di paksa terangkat sedikit. Tidak lupa Nathan juga membuka penutup wajah sosok bertopeng.
Di saat sudah terbuka. Nathan di buat sangat terkejut melihat wajah asli sosok bertopeng ini .Manik hitam lekat ini di paksa membulat sempurna melihat kebenarannya."Hanaki!?".Nathan tanpa melepaskan cengkraman kuat tangannya.
Hanaki tersenyum miring, ia langsung menepis kasar tangan Nathan sampai tubuhnya terbebas dari cengkraman Nathan.
Penuh pertanyaan, itu yang tengah Nathan rasakan kali ini. Ia menatap lurus ke Hanaki yang berusaha untuk bangkit berdiri dengan baik.
"Kenapa? Bukan! Maksud ku, apa yang bang Hanaki lakukan?Lu kan sahabat Kenji, kenapa lu melakukan ini?".Nathan tidak habis dengan yang di lakukan Hanaki dengannya dan Kenji.
Hanaki Ilyushin terdiam tanpa merubah ekspresi wajah datarnya.
Nathan yang kehilangan kesadaran segera berucap kembali."Di mana Kenji?". Meninggalkan nada suara nya.
"Di tempat yang aman."Balasnya singkat.
Hening Hanaki terdiam kembali. Begitu juga Nathan yang masih menyimpan banyak pertanyaan untuk Hanaki.
"Tidak ada penjelasan, cepat antar gue menemui Kenji."Nathan langsung pada inti tujuannya.
Menunjukkan ekspresi wajah yang sangat beberapa dengan Hanaki biasanya yang terlihat sangat ceria penuh senyuman. Hanaki yang ini terlihat gelap, suram, dingin, dan menakutkan .Serasa banyak dendam dan kebencian yang Hanaki topang seorang diri, dan yang selalu ia tutupi dengan ribuan senyuman manisnya.
Bergeming di tempat yang sama. Hanaki berucap."Kenapa lu mengkhawatirkan orang yang pernah sangat mengharapkan kematian lu?".
".....Bahkan dia tidak pernah menganggap lu ada."Sambungnya berusaha memainkan emosi Nathan.
Masih di posisi yang sama dan fokus yang sama."Kenapa diam? lu baru menyadari nya?".
Nathan tersenyum miring."Hem...Baru kali ini gue melihat seorang sahabat yang menusuk sahabatnya sendiri dari belakang."
"Gue tau lu kesepian, dan gue tau lu sedang menyiapkan dendam yang sangat besar kepada seseorang."
"Iya, dan itu adalah lu."Ucap Hanaki menatap tajam Nathan .
Tengah malam dingin yang mencekam ini. Kedua pemuda ini masih setia terdiam di tempat yang sama. Terdiam di luar ruangan tanpa ada penghangat tubuh.
Sorot mata tajam kedua saling bertukar."Gue tidak tahu salah gue apa kepada lu, tapi gue minta lepaskan Kenji. Dan kita selesaikan masalah ini tanpa melibatkan orang lain."Kata Nathan .
"Hem."Hanaki tersenyum sinis memalingkan perhatian melihat arah lain.".....Lu pikir gue akan setuju dan melepaskan Kenji."
Nathan semakin tajam menatap Hanaki."Tidak akan gue lakukan."Kata Hanaki menatap sinis Nathan.
Gerem dengan tingkah Hanaki. Nathan langsung berlari cepat mungkin menyerang duluan Hanaki.
Keduanya saling beradu pukul. Di tengah pertarungan Nathan menyadari ada hal yang berbeda dengan cara melawan Hanaki. Cara bertarung Hanaki tidak sehebat semalam, saat berhasil menjatuhkan Nathan .
Sementara sekarang, Hanaki justru yang paling banyak mendapat serangan dari Nathan. Seakan Hanaki bukanlah orang misterius semalam.
Akhirnya karena rasa penasaran, Nathan merobek paksa lengan mantel hangat yang Hanaki kenakan .Melihat lengan kanan Hanaki yang kosong tanpa tato. Nathan langsung menjauh mengambil langkah mundur.
Berdiri tegak melihat dingin Hanaki yang mukanya penuh luka lebam."Siapa orang bertopeng semalam, dan di mana Kenji?".Tegas Nathan.
Sementara yang di tanya hanya tersenyum miring sembaring merapikan pakaian berantakan nya.
"JAWAB, BAJI***NGAN!!".Nathan meninggalkan nada suara nya .
"Apa perduli lu?Mungkin sekarang Kenji sudah mati."Hanaki mengucapkan dengan perilaku tenang.
Semakin geram, Nathan mendekati Hanaki. Ia cengkram kuat leher Hanaki, tidak hanya itu Nathan juga menatap tajam Hanaki yang masih sanggup tersenyum manis walaupun keadaan kesulitan untuk bernafas.
Melihat senyum itu. Nathan semakin mengeratkan cengkraman nya pada leher Hanaki. Seakan sudah di ambil alih oleh roh monster .Nathan terlihat sangat tidak perduli Hanaki akan mati ataupun tetap hidup .
Sementara Hanaki tetap terlihat tenang walaupun ekspresi wajahnya sudah membiru. Bersama dengan itu Nathan melepas cengkraman tangan nya.
Terlepas dari ceki**kan tangan Nathan. Hanaki langsung terduduk lesung mengatur nafasnya.
plakkk......Nathan menendang kuat pelipis kepala Hanaki sampai pemuda ini tergeletak tidak sadarkan diri oleh satu tendang kuat Nathan.
Melihat itu Nathan segera berjongkok mengambil ponselnya Hanaki. Sudah mendapatkan ponsel Hanaki .Nathan berlalu pergi dari tempat ini .Meninggalkan Hanaki seorang diri tergeletak di atas tumpukan salju.
+++++++
Pukul. 01.27 Malam
Nathan masih berkeliling mencari keberadaan Kenji yang belum ia ketahui keberadaan. Ingin ia mempercepat pencarian dengan melaporkan masalah ini ke kantor polisi. Tapi ia mengurungkan niatnya, karena jam segini jelas polisi-polisi itu akan baru bertindak saat pagi nanti.
Toh Nathan juga belum terlalu faham dengan cara kerja kemana di negara ini. Oleh karena itu ia mengurungkan niatnya untuk tidak lapor polisi .Karena ia pikir cara kerja keamanan negara ini sama seperti negara kelahirannya. Yang membuat Nathan memilih bekerja sendiri dari pada harus berdiam diri membuang-buang waktu.
Di tengah perjalanan tiba-tiba saja ponsel Hanaki yang Nathan bawa berbunyi. Melihat layar ponsel ini Nathan tersenyum miring."Sudah gue duga orang itu akan menghubungi nya."Nathan menggeser gagang telfon bergetar ini.
Tersambung.
Tanpa rasa curiga orang dalam panggilan telepon ini berbicara sangat lancar, dan langsung menutup telfon tanpa menunggu balas.
*Semua sudah selesai, bos menyuruh kita memindahkan Kenji ke gedung Oka Olly."
*Lu langsung ke sana saja."
Panggilan langsung di akhir sepihak.
Mendengar itu Nathan segera membuka google ponsel untuk mencari tahu di mana daerah Oka Olly.
Sesaat kemudian. Nathan yang sudah mengetahui tata letak Oka Olly bergegas pergi ke sana seorang diri .