My Salvador

My Salvador
Eps.160 Perjalanan



Indonesia


Pukul. 08.34 Siang


Sabtu


Baru juga turun .Panji sudah menghadang langkah kaki Nathan ."Mau kemana?".


Menyatukan kedua telapak tangannya."Mas Panji ."Menyungging senyum manis ."...Mau ke RS jenguk Asta ."


"Tak bisa .Kamu harus di rumah besok kamu harus terbang kembali ke Osaka."


"Sebentar saja, mas .Tidak sampai malam sudah di rumah."


"Tidak bisa....Lebih baik kamu berkemas untuk keberangkatan besok pagi ."


"Yasudah saya tetap keluar ."


"NATHAN."Bentak Panji yang sudah kehabisan kesabaran. Karena hampir sejak kemarin di buat kerepotan dengan ulah Nathan .


Tidak takut dengan sifat galak Panji .Nathan justru semakin merayu-rayu agar di perbolehkan keluar. Mengunakan ide-ide ucapan-ucapan manisnya .


Bahkan sampai di ujung tangga lantai atas rumah .Nathan masih mengikuti Panji target rayuan.


Panji menghentikan langkah di lorong rumah ini."Kamu boleh pergi tapi ajak Kenji ."


"Eh?".Kenji yang ternyata sudah berdiri di depan Panji .Mengerutkan keningnya.


"Kamu ikut Nathan pergi ke RS."


"Nathan kan baru sembuh masak di perbolehkan keluar rumah."Kata Kenji .


Berpaling melihat Nathan sekilas ."Maunya gitu .Tapi anak keras kepala ini tidak akan bisa berhenti sampai keinginannya di turutin ."


"Heheheh.......".Yang menjadi topik pembicaraan justru tertawa renyah.


Bernada malas ."Baiklah saya ambil jaket sebentar."Kenji berputar arah untuk kembali ke kamarnya .


Panji yang sudah fokus pada Nathan kembali."Kamu jangan pulang malam-malam .Sebelum sore kamu harus sudah ada di rumah .Sampai tidak....untuk kali ini Emas akan benar-benar menghukum mu ."


Memberi hormat."Siap komandan."


"Siap, siap ...uhh....".Tukk....Panji menyentil kening Nathan sebelum berlalu pergi ke arah kamarnya .


++++++++


Kenji yang sudah siap dengan barang bawaannya. Menghampiri Nathan di ruang tamu rumah .


Ia yang melihat Nathan tengah memakan apel ."Lu tidak puasa lagi?".


"Tak.....Bi Rani melarang gue puasa...Gue harus minum obat kemarin, o'on."


"Oh!".


Nathan beranjak dari tempat duduknya. Untuk berlalu meninggalkan ruang tamu. Di luar rumah .Ternyata pak Tedi sudah menyiapkan motor Vario Nathan di depan rumah .


Pak Tedi sudah mengelap ,juga menyiapkan dua helm untuk Nathan dan Kenji kenakan.


Nathan yang sudah fokus pada motornya."Pak Tedi selalu mengerti."Di barengi dengan mengambil kunci motor sebelum ia lempar ke Kenji .


Mendapati Kenji sudah mendapatkan kunci motor."Bonceng ."


"Gue tidak bisa pakai motor gini ."


"Gue ajarin ....", Menjedah ucapannya,"....tangan gue sakit."


"Hem...iya, iya .Lu ajarin gue ."


"Iya."Kenji beranjak naik ke atas motor Vario yang di susul oleh Nathan yang duduk di boncengan belakang motor.


Brummm.....Seett....Pakkk..."BANG**SAT!Gas pelan-pelan, o'on ."Nada suara kaget Nathan .


Bagaimana tidak kaget dengan cara menyalahkan motor Kenji yang langsung di gas membuat motor ini lumayan terangkat .


Nathan menggenggam tangan Kenji ."Nyalakan pelan-pelan saja gasnya .Kalem-kalem saja ....".Terhenti menunjukkan beberapa kegunaan tombol yang ada di depan Kenji."...Yang ini untuk belok kanan ,yang ini kiri ,kalau mau mematikan salah satu .Lu geser saja ke tempatnya semula. Terus yang ini untuk menyalakan lampu depan, belakang."


"Ohh, okay ."


Kembali mengambil duduk sedikit mundur kebelakang."Udah jalan ."


"Hem."Kenji dengan pelan-pelan mulai mengendarai motor ini keluar dari pekarangan rumah Nathan .


++++++++


Sepanjang perjalanan .Kenji masih mengendarai motor ini dengan kecepatan normal. Masih awal-awal mengendarai motor dengan skuter bertransmisi otomatis.


Nathan juga mengetahui kalau Kenji tidak bisa mengendarai motor jenis ini .Kenji yang sudah terbiasa mengendarai motor ayahnya .Yang berjenis motor kopling atau motor manual.


Next.....


"Terus kemana Nat?Di sana ada tikungan."


Fokus atensi kedua mata yang melihat layar gawai dalam genggaman tangannya."Lurus saja .Lampu mereka ke dua baru belok ."


Tututtt...... Tersambung dengan nada panggilan telepon di seberang sana .


...Tersambung....


*Betahnya lu tidak telfon gue Vin ."Ucap Nathan di seberang sini untuk Kevin di seberang sana .


*Sorry bro ,gue tidak pegang ponsel .Baru tadi gue Nyalakan, gue malah dapat berita tidak enak soal Yudha ....Btw Yudha baik-baik saja kan ?".


*Baik .Tapi keadaan Asta yang semakin memburuk. Begitu juga dengan Tante Nini. "


*Emang belum ada pendonor untuk Asta?Dan bukankah Tante Nini sudah pernah operasi. Kenapa bisa sampai sakit lagi ."


*Lu tau dari mana soal Tante Nini?".


*Ibu ku kan temennya Tante Nini......Terus lu mau ke RS sekarang?".


*Iya ini otw.....," Menjedah,"....Lu cepat kembali o'on, gue besok akan kembali ke Jepang. Lu cepat kembali temani Yudha ."


*Iya, iya , setelah pengumuman besok keluar gue langsung terbang pulang."


*Udah dulu, nanti lanjut. Selesaikan lomba lu cepat ,sat set wat wet."


*Okay pak Bos ."


Panggilan di akhir Nathan sepihak.


++++++


Setelah menyimpan ponsel .Nathan yang kembali fokus pada jalanan di depannya. Pakk....."Ken, ko sudah belok ."


Kenji yang fokus mengendarai motor."Sudah lampu merah kedua ."


"O? Benarkah?".


"Hemm."


"Setelah ini kurangi kecepatan, belok kanan ,menyeberang."


+++