My Salvador

My Salvador
Eps.108 Oka Olly 3



Osaka


Pukul. 03.58 Malam


Senin


Meninggalkan oleh-oleh makanan yang ia bawa dari jauh di depan rumah Nathan. Dengan penuh kekesalan Yoshi berjalan berlalu pergi, untuk menyusuri jalanan setapak perumahan elit untuk mencari keberadaan Nathan dan Kenji yang entah ada di mana.


Yoshi yang seharusnya sudah beristirahat untuk memulihkan energi tubuh .Yang beberapa hari ini ia tidak tidur dan beristirahat dengan baik .Terpaksa harus ia urungkan demi untuk mencari dua pemuda resek yang selalu di kejar-kejar masalah apa saja.


Sudah keluar dari perumahan elit, tapi ia belum mendapatkan tanda-tanda kehadiran mahluk resek yang ia cari-cari. Namun Yoshi tetap berlanjut mencari Nathan dan Kenji dengan jalan tak tentu arah.


+++++++


Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Nathan yang sudah lama bertarung melawan pria ini, membuat nya mendapatkan banyak luka memar.


Banyak luka memar di wajah ,bahkan darah segar sudah mengotori jaket yang ia kenakan. Untuk berdiri pun Nathan sudah tidak dapat berdiri dengan tegak kembali. Badannya sudah sedikit membungkukkan menahan sakit, peri luka-luka nya .


Sementara pria ini yang juga mendapat luka memar. Tapi tidak separah Nathan. Pria ini tersenyum miring melihat Nathan.


Walaupun kakinya masih sakit, ia tetap berjalan tertatih-tati. Kenji berjalan mendekati Nathan untuk berdiri tepat di depan Nathan. Ia bermaksud untuk melindungi Nathan dari pria ini.


Kenji mengambil ancang-ancang untuk menyerang pria ini. Sett.......Sebilah pisau kecil terlempar ke atas sana. Baik Nathan, pria ini dan beberapa penjaga terfokus melihat pisau itu. Yang akhirnya memutus tali gorden besar ruang tengah ini ,sampai gorden ini terjatuh dan menimpa pria ini dan beberapa anak buahnya.


Grebrkk......Melihat ide nya berhasil. Kenji secepat mungkin menarik pergelangan tangan Nathan.


Ia bawa Nathan lari secepat mungkin meninggalkan tempat ini. Walaupun lari tidak bisa secepat biasanya, karena kaki tergilir nya belum pulih.


Pria ini sangat murka. Api amarah nya berkobar di mana-mana."TIDAK AKAN GUE BIARKAN LU HIDUP NATHAN!!".Tegasnya meninggalkan nada suara.


Menunduk perhatian nya."Apakah kami perlu mengejar dan menangkap mereka berdua sekarang bos?".


"Tidak perlu, kalian cari saja Hanaki."


"....Bawa dia kepada ku."Tegasnya berlalu pergi dari ruangan ini.


++++++


Nafas yang sudah tidak teratur. Nathan dan Kenji terus berlari tanpa arah dan tampa berhenti sejenak.


Brukk....Kenji tersungkur di jalanan beraspal."AARRGG.....".Erangnya merintih menahan sakit pada kaki kirinya.


Nathan yang berlari lebih dulu segera menghentikan langkahnya ketika mendengar suara rintihan kesakitan Kenji di belakang. Melihat Kenji terjatuh Nathan bergegas mendekati Kenji kembali.


Berjongkok di depan Kenji."Lu kenapa, o'on?".


"Lu buta."Datar Kenji kesal dengan Nathan pura-pura tidak tau atau apa. Padahal Nathan sudah mengetahui bahwa kaki Kenji tergilir.


"Sorry."Nathan beranjak dari tempat ia berjongkok .Lalu ia berganti posisi berjongkok membelakangi Kenji ."Naik."Singkatnya .


"Tidak."


Menengok kebelakang sekilas."Lu takut harga diri lu rendah?."


".......Harga diri cowok tidak akan rendah hanya karena dia digendong cowok."Lanjutnya.


Sedikit tegas."CEPAT NAIK, O'ON. LU MAU KETANGKAP DAN DI SEKAP LAGI."Nathan tanpa melihat lawan bicaranya.


Memilih mengalah dan mengikuti keinginan Nathan. Kenji segera beranjak dari tempatnya duduk. Ia berdiri dan berjalan belahan mendekati Nathan. Kenji naik ke atas punggung Nathan .Menyadari Kenji sudah naik dengan benar Nathan segera beranjak dari tempat nya berjongkok. Dengan berucap."Anjing, badan lu ringan amat. Ternyata tubuh lu doang yang tinggi ,badan tak ada isi."Loss nya .


Mengepal kepala Nathan."BAJI***NGAN LU ,TURUNKAN GUE."


"IDIHH, KESEL LU."


"YA."


"Oh."Balas singkat Nathan sembaring tetap berjalan berlahan melewati jalanan beraspal yang tak terlalu lebar ini.


Lama keduanya sama-sama hening tanpa ada yang membuka obrolan lebih dulu. Akhirnya Nathan berkata."Biasanya kalau ada gini, gue selalu bersama Jovan. Dari mulai di kejar-kejar polisi karena tawuran tidak jelas di jalanan, di kejar-kejar karena nonton balap liar, ikut ngerumpi sama teman yang doyan mabuk sampai di sangka ikut-ikutan yang nyatanya gue sama Jovan cuma numpang nongkrong. Akhirnya kita berdua ikut menginap dua hari di kantor polisi .Ujung-ujungnya juga di bebaskan lagi .Terus saja gitu."


"Lu dekat sekali sama Jovan, dia sahabat?".


"Bukan hanya sahabat, dia sudah gue anggap seperti saudara gue sendiri."


"Hem."


"......Lu pernah nginep lama di kantor polisi?".


"Pernah, karena gue dituduh bunuh orang saat ikut tawuran liar."


"Ba**go!Serius lu?."


"Di tuduh anjing, bukan beneran."Nada suara datar Nathan .


"Oh, gue pikir beneran. Tapi tidak mungkin lu beneran bunuh orang, toh lu lembek seperti cebong."


"BAJI***NGAN LU, lu pikir gue apaan tol**ol."Bentak Nathan kesal .


"Nakal sekali kalian berdua!!".Geram Yoshi yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat keduanya.


Menengok bersamaan."Oji-san."


"Otou-san." Ucapnya bersamaan.


Tanpa merubah ekspresi wajah datarnya."Kenapa kamu di gendong, Nak Nathan?".


"Turun-turuni gue."Kenji yang memaksa untuk turun.


"Kalian kenapa?".Belum di jawab Yoshi kembali bertanya .


Keduanya membalas dengan senyum semanis mungkin.


"Cuma sedikit beratraksi Oji-san."Balas Nathan .


Yoshi masih bersikap tegas."Saya serius Nak Nathan!".


Melihat keduanya yang hanya terdiam tertunduk .Yoshi membuang nafas nya kasar."Cepat jalan duluan."Tegasnya.


Tanpa menatap langsung sorot mata tajam ini."Iya."Balasnya bersamaan.


Dengan di tuntun oleh Nathan. Kenji berjalan berlahan lebih dulu di depan ayahnya yang mengikutinya di belakang.


++++++++


Pukul. 04.49 Malam


Sudah hampir menjelang pagi. Dan Nathan, juga kedua ayah dan anak ini baru kembali ke kediaman rumah.


Di dalam rumah Nathan langsung membantu Kenji berjalan ke ruang tamu. Sementara Yoshi tengah mengunci pintu depan ini kembali .Selesai mengunci pintu .Yoshi langsung berlalu mengambil kotak obat yang tersedia di rumah Nathan.


Sementara Yoshi sibuk menyiapkan peralatan untuk mengobati luka-luka kedua pemuda ini .Nathan dan Kenji yang sudah duduk di Sova ruang tamu.


Sudah terfokus pada lawan bicaranya."Seperti Otou-san marah besar kepada kita."Kata Kenji.


"Wajar kan kita yang salah."Enteng Nathan .


Yang akhirnya Yoshi datang dengan membawa ember berisikan air hangat, juga handuk. Tidak lupa dengan kotak obat. Ia taruh semua di atas meja.


Dengan ekspresi wajah yang tetap datar tegas .Yoshi mulai mengobati luka-luka kedua pemuda ini yang di mulai dari Kenji.


Memeras handuk basah."Angkat kaki mu."Suruh nya kepada sang putra.


Kenji mengangguk ringan sembaring berlahan-lahan menaikkan kakinya dan meluruskan nya di Sova panjang yang ia duduki ini.


Yoshi belahan-lahan melepas tali sepatu kaki kiri putranya. Memang sudah sangat pelan, tapi karena terlalu sakit nya. Kenji masih merintih kesakitan .Apa lagi saat Yoshi membersihkan luka-luka ini, sebelum ia kompres luka lebam ini dengan handuk hangat ini .


Sudah selesai dengan itu. Yoshi beralih kepada Nathan, ia yang fokus membuka kotak obat."Lepas jaketnya."Suruh nya .


Nathan langsung mengikuti perintah pamannya untuk melepas jaket yang ia kenakan.


Yoshi duduk di samping Nathan sembaring berlahan-lahan membersihkan luka-luka di wajah Nathan. Sebelum ia beri obat dan plester luka.


Sesaat kemudian Yoshi yang sudah selesai mengobati luka kedua pemuda ini."Kalian berdua istirahat saja. Nanti tidak perlu sekolah dulu, saya akan ijinkan satu hari untuk kalian libur."


"Nak Nathan bantu Kenji ke kamar ."Kata Yoshi tanpa melihat lawan bicaranya sama sekali.


"Baik."Balas nada rendah keduanya.


Nathan berlalu pergi dari sana dengan Kenji yang ia tuntun jalanan nya.


Luka-luka di wajah Nathan sudah di beri plaster luka. Sementara Kenji, laki kirinya sudah Yoshi perban dengan pembalut luka.


Sementara kedua pemuda ini ia suruh untuk naik dan beristirahat. Di bawah sini Yoshi justru masih sibuk merapikan obat-obatan ini. Tak lupa ia juga mengambil dua mantel hangat milik dua pemuda ini untuk ia gantung di tempat nya.


++++


Di kamar Kenji. Nathan membantu Kenji sampai duduk di atas tempat tidur.


Melihat Kenji yang sudah terduduk."Gue tinggal ,kalau lu butuh apa-apa panggil gue."


"Iya, Arigato."Kenji memijat berlahan atas lutut nya.


Nathan mengangguk ringan sebelum berlalu pergi meninggalkan kamar Kenji. Kenji yang sudah tidak mendapati Nathan lagi. Berusaha bangkit dari tempat duduknya, untuk ia berjalan belahan-lahan ke kamar mandi yang tersedia di dalam kamar nya .


Sementara Nathan yang sudah di dalam kamar langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk secepat nya melaksanakan ritual bebersih diri.


Sama-sama tengah sibuk di kamar mandi. Di lantai bawah. Yoshi yang baru saja selesai beberes melangkah masuk ke dalam kamar tamu yang tersedia di lantai bawah untuk ia beristirahat sejenak.


+++++++


Pukul. 04.59 Malam


Selesai mandi tadi baik Nathan ataupun Kenji yang berada di bilik kamarnya masing-masing .Kini sudah terlelap berselancar dalam dunia fantasi mimpinya.


Wajah menenangkan keduanya terlihat sangat damai. Walaupun di wajah keduanya ada beberapa bekas luka. Tidak terkecuali Nathan yang lebih banyak memiliki bekas luka .


++++++


Beberapa jam berlalu. Yoshi yang hanya berisi tidak sampai satu jam ini. Kini sudah bangun, ia tengah berjalan masuk ke dapur. Sembaring memainkan layar ponselnya.


Sampai nomer miliknya tersambung dengan salah satu nomer kontak nya .


Tersambung.


*Ohayo, tuan Hajime."


*Ohayo, Oji-san." Balas Tuan Hajime di seberang sana.


*Hari ini Nathan dan Kenji izin tidak masuk sekolah, mereka berdua kurang enak badan."


*Baik, Oji-san. Nanti saya akan bilang ke Hiroyuki agar menulis nya di jurnal absen."


*Iya, Arigatogozaimashita."


*Douitashimashite, Oji-san."


Panggilan di akhir Yoshi sepihak.


Selesai mengakhiri panggilan telepon itu. Yoshi segera bersiap untuk membereskan rumah ini ,sebelum ia memasak makanan. Toh kedua putra-putra nya pasti masih tidur lelap. Membuat masih memiliki luang waktu untuk bebersih rumah.