My Salvador

My Salvador
Eps.66 Jovan my bestfriend



Indonesia


Pukul 10.49 Siang


Jum'at


Mendung ,lagi-lagi cuaca ini yang menyambut kehadiran pemuda ini .Pemuda yang baru sampai di Bandara internasional Indonesia .


Dengan langkah kecil pemuda ini keluar dari bandara karena ia juga sudah melewati beberapa keamanan bandara .Di lobi tunggu ,pemuda ini sudah di tunggu oleh seseorang yang ia kirimkan pesan beberapa jam lalu untuk menjemput nya .


Di rasa sudah dekat dengan sosok ini ."Langsung pulang ke kota S ,mas ."Ucap Nathan .


"Okeh, beres ."


"......Cepat jalan ."Lanjutnya berjalan lebih dulu dari pada Nathan ,nama pemuda ini .


Di luar Nathan dan Panji ,seseorang yang menjemput nya .Kini tengah dalam perjalanan keluar dari dalam bandara untuk pergi ke parkiran mobil dan segera tancap gas meninggalkan bandara ini .


Keduanya yang tengah dalam perjalanan sama-sama hening belum ada yang membuka suara percakapan .Sampai Panji yang tengah fokus menyetir mobil ."Kamu sudah bertemu dengan adik saya?".


"Sudah mas ,namanya bang Hanam bukan."Nathan sembaring mengingat-ingat nama adik kandung mas Panji .


"Iya."


".....Hanam banyak bercerita tentang kamu .Katanya kamu sendirian di sana ."


"Tidak juga mas ,banyak teman saya di sana ."


"Hem."


"Mas Panji ko beda ya sama bang Hanam?".


Melirik sekilas melihat Nathan ,sebelum fokus kembali menyetir ."Eh dari mananya!?".


"Mas Panji keren ,bang Hanam .Hemm gitu lah."


".......mengerikan ."Sambungnya.


Panji terkekeh kecil ."Dari mana nya toh ,Nat .Hanam emang gitu orangnya ,dia hanya akan akrab dengan orang terdekat saja .Kalau sama orang luar dia kelihatan dingin dan cuek. Jadi awal kenal dia itu terkesan seram."


Bibir monyong membentuk huruf O ."Oooo ,gitu ya bang ."


"Hemm."


"Mas Panji tidak pulang ke sana?".Kembali bertanya .".... mungkin untuk ketemu nyokap bokap ,mas Panji ."Sambungnya .


Tidak ada yang lucu namun melihat cara bicara Nathan .Panji jadi tertawa kecil ."......Tidak ,Abang ke sana satu atau dua bulan sekali ."Sembaring menjawab pertanyaan Nathan .


"Ohh".


"........Saya pernah makan masakan bunda bang Panji .Rasanya enak pollll."Dengan menunjukkan kedua jempol nya .


Sembaring tersenyum manis ."Makanan apa?".


Berucap dengan mulut yang berbusa-busa menceritakan ."Rendang daging ,bergedel ,sambal goreng dan dll ,intinya enak semua .Mas Hanam yang antar ke rumah .Jadi pingin makan makanan bunda mas Panji lagi heheh....".


"Minta saja ,ibu saya suka masak .Ibu sangat suka kalau ada yang sangat menyukai masakannya."Kata Panji .


"Hemmm tidak ,bang .Tidak enak masak iya minta-minta ."Nathan memayungkan bibirnya ke depan .


Kembali tertawa kecil ."Minta saja ,atau Abang saja yang bilang, nanti saya Telfon kan ."Kata Panji yang langsung membuat Nathan menoleh dan menjawab cepat bersamaan ."Ehh tidak-tidak bang ,bang Panji mengada-ada ."


"Santai ,Nat ."Balas Panji yang tidak mengalihkan perhatian nya dari fokus menyetir mobil ini .


Selama beberapa jam mereka mengemudi membelah jalanan ini dan sempat kehujanan di tengah perjalanan ,akhirnya sampailah mobil ini di kota S .Kota tempat kediaman rumah Nathan berdiri .


Panji tidak langsung mengantar Nathan pulang ke rumah nya. Namun ia mengantar Nathan ke rumah sakit Satya Nadella .Rumah sakit terbesar kedua di kota S.


Nathan meminta di antar ke sana untuk menjenguk Jovan .Ia bermaksud memberi mengejutkan sahabat nya yang tengah sakit di rumah itu.


+++++++++


Pukul 16.36 Menjelang sore.


Tepat menjelang sore. Nathan sampai di rumah sakit Satya Nadella .Pemuda ini langsung beranjak turun di saat mobil sudah berhenti dengan baik .Tidak lupa pemuda ini juga membawa bingkisan buah-buahan yang sempat ia beli sebelum sampai di sini


Sesudah turun dari dalam mobil bang Panji .Panji langsung tancap gas kembali untuk meninggalkan Nathan menjenguk sahabat seorang diri .


Sebelum ini.


Mobil yang di kendarai Panji dan di naiki Nathan sudah hampir sampai di pekarangan dengan rumah sakit .


Fokus menyetir mobil dengan kecepatan sedang ."Mas tidak bisa menemani kamu ,kamu tidak papa kan menjenguk teman kamu sendirian?".


Bersiap untuk beranjak turun ."Santai mas ,Nathan udah gedhe ."


Setelah menghentikan mobil di depan gerbang masuk rumah sakit ."Nanti kalau sudah pulang telfon mas ,nanti saya jemput ."Pesan Panji kepada Nathan .


Mengangkat jari nya membentuk huruf O ,dengan di susul ."Beres mas Panji!".Nathan beranjak turun dari dalam mobil Panji .


Selepas Nathan turun ,Panji langsung tancap gas kembali karena ia tiba-tiba mendapatkan notifikasi Chat pekerjaan mendadak .


++++


Kembali ke sekarang


Dan kini ,Nathan sudah dalam perjalanan pergi ke kamar rawat inap sahabat .Ia langsung menuju pergi ke kamar rawat inap sahabat ,toh sebelum nya tadi ia sempat chat Om Lee ayah Jovan .Untuk bertanya di kamar apa ,Jovan di rawat .


Oleh sebab itu sekarang Nathan hanya tinggal berjalan saja pergi ke kamar rawat inap sahabat.


Setibanya di depan pintu ,Nathan membuka pintu kamar rawat inap belahan .Ia beranjak masuk ke dalam kamar rawat inap ini tanpa di sadari oleh pemuda yang tengah terduduk fokus membaca buku di genggaman tangannya .


"Siang Jov ,buset serius amat lu!".Suara Nathan yang membuat Jovan langsung berpaling melihat sang sumber suara yang tidak familiar ia dengar ."Nathan."Seru Jovan membulat bola matanya sempurna sembaring memperlihatkan senyum manis.


Selesai menaruh preslet buah yang ia bawa di atas lemari kecil dekat brankar tidur rumah sakit Jovan .Nathan ,pemuda ini langsung memukul pelan bahu Jovan ."Lu ko bisa gini ,makanannya tidur jangan begadang terus bro."Ucap Nathan yang berakhir dengan teguran.


"Hemm ."Merasa pukul Nathan pas di bekas luka bahunya ."Sakit be**go!".Dingin Jovan .


"I'm Corry ,Corry ."


"Sorry o'on ,bukan Corry ."


"Sorry tidak bisa bahasa Inggris ."


"Itu lu bisa anjing ."


"Sorry gue bukan jenis hewan tapi gue sejenis manusia ."


"Oh ,gue pikir lu Jin ."Jovan berpaling ke arah lain .


Memayungkan bibirnya."Hiii!!".


Melihat sekilas model bibir Nathan ."Gue potong juga bibir lu ."


"Hem."Dehem Nathan ,pemuda yang kini sudah duduk di kursi kecil dekat brankar pesakitan Jovan .


Pemuda ini tiba-tiba terdiam seribu bahasa ,namun tidak dengan matanya .Matanya meneliti setiap jengkal tubuh Jovan yang masih terbalut perban ,juga beberapa luka memar terukir di wajah Jovan .


Jovan yang merasa di perhatikan ."Lihat gue ,100jt bayar cesss!!".


Jovan yang mendengar itu hampir tertawa terbahak-bahak ,akan tetapi tidak jadi karena luka-luka nya amat terasa sangat sakit jika di buat terlalu banyak bergerak .


Ia bahkan sempat merintih kesakitan pelan .Namun Nathan yang masih dapat mendengar menjadi sedikit khawatir dengan Jovan .


Jovan yang melihat wajah cemas Nathan ."Santai bro ,cuma sedikit nyeri ."Sembaring memperlihatkan senyum miringnya.


"Hemm .Wajah lu hampir pucat lu bilang cuma sedikit!".Nathan mengangkat tangan yang sudah mengepal kuat ."......Gue coba ya ."Mencoba memastikan dengan memukul Jovan .


Jovan yang melihat itu berkata cepat ."ANJING ,MAU APA LU?".Bola mata yang sudah membulat sempurna menatap Nathan .


Dengan santai ."Coba periksa sakitnya sedikit atau sangat sakit ."


"O'on ,lu mau bunuh gue ."Masih dengan tatapan yang sama .


"Tidak jadi ,gue sudah tidak minat ."Masih menjawab dengan santai .


Jovan yang geram mengangkat tangan kanannya yang masih diperban .Baru akan memulai ,dan bersama dengan rasa sakit yang menyerang ."Aaahhaa, Aaaa!".Menaruh kembali tangan kanannya dengan penuh hati-hati .


Nathan yang memperhatikan itu hanya tertawa kecil ,walaupun ada terselip rasa bersalah .Namun ini terlalu bagus untuk ditertawakan .


Setelah sekian lama mereka hening ,karena Jovan yang masih sibuk mencari tempat nyaman untuk tangannya yang sakit .Sebab gendongan tangan yang ia pakai ini terasa sangat tidak nyaman untuk ia kenakan .


Nathan yang tengah melihat sekeliling ruangan ini .Ia yang menyadari ada yang kurang di dalam ruangan ini ."Tante Tian ,di mana ?".


*Lee Jovan Do ,putra kandung dari papa Lee Jeong dan Mama Kristina Stewart atau Tante Tian bisa orang-orang memanggil namanya .*


Masih sibuk dengan diri sendiri."Mama pulang ,ia mengambil pakaian ganti untuk saya ."


"Emang kenapa dengan pakaian lu?".


Melihat Nathan dengan malas ."Lu tidak lihat betapa tersiksanya gue disini ."Ucap Jovan sembaring sibuk dengan kegiatan nya sendiri kembali ."..... Pakaian ini tidak nyaman ."


"Ummm ."Beranjak dari tempat duduknya ."Sini gue bantu ,rumit bener idup lu ."Ujar Nathan sembaring mengambil alih membantu membenarkan gendongan tangan Jovan yang miring ke sana-kemari.


Sembaring membenarkan ini ."Turut berduka cita ,Jov atas kematian Richard .Maaf gue tidak bisa menghadiri pemakaman Richard."


Lama tidak ada jawaban dari Jovan ,di saat Nathan sudah selesai membantu ."Lu ko bisa kesini?".Jovan mengalihkan pembicaraan.


"Ya karena lu ,iya masak gue tega meninggalkan mantan suami yang sedang sakit sendirian."Balas tidak jelas Nathan .".....Balas dendam gue tidak asik, be**go."


"Idih!".Jovan yang menatap geli ."......Gue ,lu sudah cerai."


"Hhhhh......iya juga sih ,siapa juga yang mau sama lu ."Nathan dengan tawa renyah nya .


Sedikit menunduk perhatian nya ."......Menurut lu .Orang penyebab utama kematian adik gue ,benar gue bukan?".


Nathan terdiam mencoba mencerna kalimat-kalimat yang terucap dari mulut Jovan baru saja .Sesaat setelah sedikit lama loading ."Ti....". Terpotong dengan ucapan Jovan yang berkata ."Jujur saja ,Nat .Bukankah lu selalu jujur sama gue ."


"Hem."


".......Lu tidak salah ,semua yang terjadi buka sepenuhnya salah lu .Gue berharap lu tidak menyalakan diri lu lagi atas semua yang sudah terjadi .Karena jika Richard masih ada ,dia akan marah besar sama lu yang menyalah diri lu sendiri yang jelas-jelas ini bukan sepenuhnya salah lu .Coba maafkan diri lu ,agar Richard seneng melihat lu .Dan iya bisa pergi dengan tenang ."Ucap Nathan singkat padat menatap langsung kearah lawan bicaranya.


Mendengar itu Jovan hanya terdiam ,ia tahu betul sahabat ini tidak pernah salah berucap dalam memberikan nasehat .Karena selama kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya ,Nathan lah selalu ada untuk nya .Sebagian tempat bermain dan berbagai kesedihan bersama ,terlihat aneh bukan untuk kami yang sama-sama cowok .Namun memang benar ,kami selalu berbagi susah senang kami bersama .


Aahh .Mungkin itu karena Jovan tahu betul apa yang di rasakan Nathan, begitu juga Nathan. Pemuda ini juga tahu betul apa yang di sarankan Jovan ,pemuda yang memiliki kedua orang tua lengkap .Namun terasa seperti tidak memiliki orang tua .


Eh ,bukan berarti orang tua Jovan tidak sayang dengan Jovan .Kedua orang tua Jovan hanya sedang sibuk bekerja ,oleh karena itu mereka jarang menemui atau menemani Jovan walau sebentar saja .Dan saat kedua orang tua mengadopsi Richard saja ,Jovan tidak mengetahui nya .Jovan tahu-tahunya Richard sudah menjadi bagian dari keluarganya, sebagai adik angkat nya .


Jovan sangat marah saat itu ,akan tetapi marah nya tidak pernah ia lampiaskan kepada sang adik .Karena bagiamana pun juga ,Jovan faham betul apa yang di rasakan adik angkat jika ia sampai memarahi nya ,sebab ia juga memiliki sahabat yang sama nasib nya seperti adik angkatnya .Jovan jadi sedikit mengerti dan mencoba menerima kehadiran adik angkat nya di tengah-tengah keluarga.


Namun itu tidak bertahan lama ,karena sejak sang adik diagnosa sakit paru-paru dan memiliki kelainan pada darahnya .Membuat orang tuanya semakin menjauh dari nya,dan lebih terfokus dengan sang adik .


Jovan tahu adiknya sakit ,tapi apakah segitu khawatir nya mereka sampai mengabaikan nya .Tapi yasudah yang terpenting ia masih bisa bersama dengan kedua orang tuanya ,hanya itu kata sederhana penyemangat nya .


Dan sejak itu juga ,Jovan menjadi pemuda yang sering keluar malam ,pulang malam .Menjadi anak nakal kembali ,namun di malam itu ia memutuskan untuk menelfon sahabat dekatnya di seberang sana .Sahabat yang memberikan nya pengertian ,juga membuatnya sadar akan situasi saat itu .


Back to the story.


Dan kini kedua pemuda ini sama-sama terhanyut dalam masa-masa lalu mereka .Yang nakal bersama, gila bersama ,sedih bersama .Keduanya juga sama-sama sangat bersyukur karena bisa bertahan sampai sejauh ini .Walaupun hari-hari kemarin sangat menyiksa mental keduanya .Namun dari semuanya keduanya dapat mengatasinya dengan terus kuat bertahan sampai sejauh ini .


"Thanks ,Nat .Lu masih mau jadi sahabat gue ,gue yang gila ini ."


"Idih ,siapa yang mau?".


Masang wajah malas ."Bodoh lah ,Nat .Gue capek debat ,gue juga tidak mau menginap lebih lama di rumah ini karena lu ."


Menatap tidak kala julid ."An**jay!".


"Heheh....". Cengar-cengir Jovan merebahkan tubuhnya kembali tiduran di atas brankar pesakitan ini .


"Btw ,yang lain belum kesini?".Tanya Nathan .


"Sudah ,tapi gue masih belum sadar waktu itu ,jadi mereka pulang ."Balas Jovan tanpa menatap lawan bicaranya ,karena leher masih terlalu sakit untuk dibuat miring ke samping.


"Hemm."


"......Eh lu mau buah biar gue kupaskan?".Tanya Nathan .


Masih di posisi yang sama."Tidak-tidak gue masih kenyang ,mama membuat perut ku bengkak tadi pagi."Balasnya .Dan dengan posisi yang masih sama lagi ."........ Mungkin lu yang lapar ,jin .Perut lu dugem tuh. Gue dengar jelas ."


"Heheheh......tau ae lu ."Cengengesan .


"Yasudah sana ke kantin rumah sakit ,makan dulu."


"Lu tidak papa gue tinggal ."


"Tidak ."


Beranjak dari tempat duduknya ."Gue titip tas ,gue makan bentar ."


"Beres ."


Nathan berlalu meninggalkan kamar rawat inap Jovan .Selepas kepergian Nathan ,Jovan mencoba memejamkan matanya yang tiba-tiba terasa berat untuk diajak terjaga .Alhasil belum lama kepergian Nathan ,pemuda ini sudah berselancar ke alam bawa mimpinya .


+++++++++++


Pukul . 18.00 Siang


Karena sudah masuk kurikulum K13 hampir semua sekolah negeri menerapkan sistem pulang sore ,namun di hari Sabtu sekolah di libur .Sebagai penambahan hari Minggu mungkin.


Dan kini .Pemuda yang sudah tidak mengunakan pakaian sekolah lagi ini tengah duduk di atas motor Vario 250 black nya di depan sekolah SMA yang sudah hampir sunyi sepi ini .


Masih dengan pemuda yang sama ,dengan ekspresi wajah yang sedikit kesal ."Anjing!!Niat sekolah atau jadi penghuni sekolah anak ini ."Geram Yudha pemuda SMK yang sudah pulang sekolah beberapa jam yang lalu .Dan kini iya tengah menunggu Kevin, siswa SMA yang belum kunjung keluar dari dalam sekolah SMA ini.


Bahkan Jovan tadi sempat pulang mandi Jum'at ,dan berganti baju lagi sebelum akhirnya kembali ke tempat yang saat ini ia tempat ini untuk menunggu kemunculan sang sahabat nya .


Tidak perlu waktu lama setelah ia meluapkan kekesalannya , seseorang yang ia nanti akhirnya muncul juga .


Sudah dekat dengan Yudha yang menatap nya malas ."Anjing ,lu belajar atau apa?".


Terkekeh kecil ."Ya belajar Yud ,jangan samakan SMK dan SMA .Karena SMA lebih banyak menerapkan kerja otak lembur ."


"Hemm."Dehem Yudha menyalahkan mesin motornya ."....... Langsung ke rumah sakit atau lu pulang dulu ."


"Langsung RS, Yud ."Balas Kevin yang sudah terduduk di boncengan motor Yudha .