My Salvador

My Salvador
Eps.218



Indonesia


Pukul. 08.30 Menjelang siang


Selasa


Hacijk...hajik...Hacijk....urrtt......Membuang tisu ke dalam tong sampah yang tersedia tepat di dekat tempat tidur nya ."Sial kenapa gue sakit ,"Menggosok hidung memerah yang gatal .


Kembali berbaring."Aduh, aduh, aduh."


"Permisi Den."Bi Mina datang dengan membawakan nampan makanan yang Nathan inginkan.


Nathan yang sudah kembali duduk dengan benar ."Terima kasih bi ,maaf merepotkan."


"Sudah menjadi tugas saya den."Tidak lupa menunjukkan obat yang harus Nathan minum."Jangan lupa di minum obatnya Den."


"Iya bi ."


+++++++


Pukul. 20.00 Malam


Sesaat menunggu pintu depan rumah Nathan terbuka."Selamat malam Bi."


"Malam den Jovan....".


"Dia adik saya bi ,Fadil ."


"Mari masuk den .Aden Nathan istirahat di kamarnya ."


"Nathan sudah ke rumah sakit?".


"Sudah den ,tadi siang mas Panji ke sini mengantar den Nathan ke dokter."


"Aden mau di buatkan minuman apa?".


"Kopi saya bi .Saya pahit adik saya sedang, manisnya."


"Baiklah den permisi."


Jovan dengan di ikuti Fadil berlalu baik ke lantas atas di mana kamar pribadi Nathan berada .


Nathan yang tengah fokus membaca buku di atas tempat tidurnya. Ia yang menyadari langkah kaki beranjak masuk ke dalam kamarnya ."Lu kenapa kesini?".


Duduk di pinggir tempat tidur Nathan ."CK lihat lu anjing ,lu kehujanan dikit saja langsung sakit."


"Dari awal pulang gue belum ada istirahat nya be***go .Ya wajar gue drop ."


"Fadil tidak sekolah besok. Jam berapa sekarang?".


"Masalah gampang itu Bang ."


"CK ,makin besar makin kayak Jovan ."


"Kan adiknya bang ."


"Ya, ya ."


Mulai serius .


"Gimana persidangan tadi?".


"Berjalan sesuai keinginan."Balas Jovan ."Gue membuat Hidan di penjara seumur hidup. Gue tidak akan biarkan dia mendapatkan hukum mati."


"Hem......gue baru mengetahui tadi ,jika Hidan yatim piatu .Om Fiji dan Om Tio sudah meninggal."


"Apa rencana lu kedepannya?".Tanya Nathan.


"Gue akan mengurus perusahaan gue yang di luar negeri. Yang di sini akan di urus papa dan Fadil ."


"Fadil?".


"Walaupun masih SMP saya sangat ingin belajar mengurus perusahaan."


"Walaupun gitu gue tidak akan biarkan dia terjun ke perusahaan langsung. Gue tidak akan biarkan sekolah nya tertunda."


"Sa....". Memotong ucapan adiknya ."......Tidak menerima bantahan kau harus fokus belajar."


"Turutin saja Fadil lu harus mengalah dengan om-om emosional ini ."


"CK ."Pak.....memukul kaki Nathan .


"Sakit Jov."Melipat kakinya untuk mengelus kaki yang baru saja Jovan pukul .


+++++++


+++++++++++++


Seoul


Pukul. 08.00 Pagi


Selasa


Nathan berjalan turun dari pesawat pribadi nya yang sudah mendarat di bandara internasional Seoul .Di bawah sana Nathan sudah di tunggu kedatangannya oleh Kakak perempuannya, Riska.


Di saat itulah suasana canggung antara dua saudara sedarah ini terjadi .Lama tidak bertemu membuat Riska canggung. Mungkin posisi ini sangat tepat untuk nya yang selalu sibuk bekerja.


"Langsung ke perusahaan seperti yang kakak mau ."Kata Nathan dingin .


Merasa sedikit kekecewaan. Namun itu memang benar ,benar karena kesalahannya."Iya."


Next.....


Di dalam perjalanan ke perusahaan Salvador. Nathan naik satu mobil bersama dengan Riska.


"Sudah sarapan?".Tanya Riska .


Sifat Nathan yang dingin berkata."Tidak perlu basa-basi, akan jauh lebih baik jika kakak menceritakan cara kerja, perkembangan perusahaan Salvador sejauh ini ."


"Sudah benar-benar membenci kakak iya ."Batin Riska .Langsung ke poin pembicaraan. Riska menceritakan sedikit demi sedikit perusahaan Salvador yang selama ini ia pegang .


Selang beberapa menit kemudian mobil berwarna black ini berhenti tepat di depan gedung perkantoran Salvador.


Nathan turun lebih dulu dalam mobil .Sebelum akhirnya Riska ikut menyusul turun dari dalam mobil.


Itu cukup membuat Riska sadar .Bahwa adiknya tidak mungkin semudah itu untuk benar-benar membenci dirinya. Setelah semua perlakuan pengabaian nya selama ini .


Melepas genggaman tangan kakaknya .Nathan kembali berdiri dengan benar di samping kakak perempuan.


Next.....


Di salah satu ruangan semua karyawan sudah di kumpulkan menjadi satu .Di sini Riska memulai pembukaan pertemuan.


"Pria di samping saya ini adalah adik saya. Nathan Salvador. Sebagian dari kalian pasti sudah mengenal adik saya yang dulu pernah memegang perusahaan ini."


"Dan mulai hari ini .Saya menyerahkan jabatan saya kepada adik saya ."Mempersilakan adiknya untuk mengambil topik pembicaraan.


"Tidak banyak yang saya ingin ucapkan. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih dan mohon kerja sama nya ."Ucap Nathan sikat padat jelas .


Semua karyawan bertepuk tangan menyambut kedatangan bos baru mereka .


+++++


Pukul. 23.10 Malam


Hari pertama kerja .Nathan sudah harus siap tidur larut malam atau tidak tidur hanya untuk menyelesaikan tugas-tugas kantornya sebagi bos .


"CK sialan gue tidak akan tidur malam ini."Umpat Nathan dengan penampilan yang sangat kacau .


Dumm....Dumm.....Dummm....Layar ponsel Nathan menyalah nada dering telepon nya berbunyi.


...Tersambung....


*Hah?".


*Anjing ,di telfon itu tanya ,bukan Hah!!".Nada bicara Jovan di seberang sana .


*Ada apa ?".


*Rekomendasi Apartemen di Gangnam Coy ,gue bingung mau beli apartemen yang mana."


Menjinjing sebelah alisnya.


*Lu ada di Seoul?".


*Iya be***go ,ini gue ada di hotel ."


*Oh."


*Rekomendasi CK .Gue besok jadi gelandangan tanpa rumah."


*Kurang tau bang***sat ,gue juga pendatang kayak lu ."


*Bentar gue tanya sekertaris gue ."


Sesaat kemudian. Setelah sekian lama mengabaikan panggilan telepon Jovan .


*Ada di daerah E Gangnam itu yang mahal ,yang paling murah di daerah C Gangnam."


*Oh Oky thanks."


*CK cuma gitu doang ,anjing buang-buang waktu gue be***go."


*Hahahh........lu mau apa? Traktir makan?".


*Iya besok."


*Iya siap-siap ATM gue ."


Panggilan berakhir.


Kembali semangat."Lanjut besok ada makan siang gratis ."Nathan dengan semangat yang kembali membawa .


Namun tiba-tiba ponsel kembali berdering.


*KENAPA LAGI ANJING ,INTINYA BESOK LU HARUS TRAKTIR GUE MAKAN ."Nathan yang langsung meninggikan nada bicaranya.


*Woy be***go gue Kenji ."


*Oh!Sorry ."


*Hem. Gue sudah di Seoul kata kak Riska lu belum pulang. Lu masih di kantor?".


*Hem."


*Gue susul ke sana."


*Mau apa?".


*Gue kan sekertaris lu bang***sat?".


*Gue kan.....".


*Kak Riska belum bilang kalau sekertaris kak Riska akan ikut dengan kak Riska mengurus perusahaan lain ."


*Oh."


*Dalam perjalanan gue."


*Iya."


Panggilan di akhir sepihak oleh Jovan di seberang sana .


++++++++


Kenji yang baru sampai. Tidak membantu Nathan ia justru duduk di Sova .Kesal dengan itu Nathan yang masih duduk di kursi melempar Kenji dengan botol air mineral.


Pakk....."Aduh be**go."


"Bantu gue bang***sat .Lu pikir gue tidak butuh istirahat."Bentak Nathan.


Kenji berjalan mendekati meja kerja Nathan dengan langkah malas."Yang mana yang harus gue selesaikan?".


Fokusnya melihat setumpuk berkas di depannya."Rekap semua pengeluaran nya."


"Siap."Kenji mengambil setumpuk kertas ini.