My Salvador

My Salvador
Eps.155 Tidak nyata



Indonesia


Pukul. 12.00 Tengah siang Hari


Rabu


"Kejadian di gedung rumah sakit Sakti Bakti begitu cepat .Pelaku bersenjata berhasil menyusup masuk ke dalam rumah sakit .Sampai melukai satu korban ."


"Kondisi korban masih belum di ketahui kondisi terkininya .Terduga pelaku yang sudah di bawa ke kantor polisi .Untuk di proses lebih lanjut adalah seorang CEO dari perusahaan sukses Bramasta .Salah satu perusahaan yang sangat berpengaruh nomer tiga di kota ini ."


".....".


Kursi panjang yang tertata rapi di lobi utama kantor polisi .Di situlah posisi Nathan dan Kenji saat ini .


Fokus Nathan masih melihat televisi yang terpampang dinding depannya .Televisi yang tengah gempar menyiarkan berita tentang kejadian penembakan di rumah sakit Sakti Bakti.


"Yokatta, lu tadi cepat-cepat pergi ke RS."Ucap Kenji .


"Belum saatnya bersyukur, sebelum keadaan Tante Dania membaik."Kata Nathan beranjak dari tempat nya .


Melihat itu ."Lu mau kemana?".


"Cari minum."


Bruk.... Walaupun berjalan sangat pelan .Nathan justru menubruk seseorang yang tiba-tiba muncul di depan nya .(Kurang lebih seseorang itu baru saja ingin masuk ke dalam kantor polisi .Namun karena terburu-buru seseorang itu sampai menubruk Nathan .


"Aaatt....".Nathan mengelus hidup nya .


"Kamu sangat merepotkan."


Mendengar suara yang tak asing untuk gendang telinga Nathan dengarkan."Maaf mas."Menyungging senyum tanpa dosa .


Bugg....Panji memukul pelan ubun-ubun kepala Nathan.


"Kembali duduk ."


"Lah tidak pulang mas?".


"Tidak ,Isylam masih ada perlu dengan kalian .Terutama kau."Ikut menatap tajam Nathan .


Sementara yang di tatap masih sama .Cengengesan tanpa dosa ."Tapi harus keluar bentar mas ,haus ."


"Mas akan belikan. Kamu duduk saja di sini ."Beralih melihat Kenji yang masih terduduk."Titip bocil ini ."


"Oky."


Dengan lesung Nathan kembali duduk di tempat nya tadi .Meratapi nasibnya yang seperti di kurung dalam jeruji besi penjara.


Next......


+++++


Di Tempat Yudha .


Kepanikan masih melanda depan ruang operasi dan di dalam ruang IGD. Iya ."Keluarga besar Faktur Kurniawan, saat ini tengah di dalan kekhawatiran luar biasa .Disisi lan Dania ,sang nyonya rumah tengah bertarung nyawa di dalam ruang operasi. Sementara di lantai tempat .Asta tengah koma karena keadaan semakin memburuk sejak musibah tadi .Asta sempat pingsan dan sampai sekarang belum sadarkan diri di ruang IGD."


Next...


Yudha masih setia berdiri di dekat ranjang pesakitan tempat Asta terbaring lemah. Ia sendirian menamai Asta di dalam ruangan dengan pakaian medis khusus saat ada di dalam ruangan IGD .


Yudha tertunduk lama .Raut wajah tenang yang menyimpan banyak kesedihan .Yang sulit di lihat jelas dengan ekspresi wajah tenang ini.


Bagaimana tidak sedih? Yudha baru saja bisa berkumpul dengan saudara kembarnya lagi setelah sekian lama .Ibunya pun baru dua hari kemarin bisa dekat dengan saudara kembarnya .Namun kenapa musibah seperti ini menimpa keluarganya. Di saat kebahagiaan baru saja akan tumbuh .


Fokus Yudha masih menatap raut wajah pucat Asta yang sangat damai .Tubuh Asta sudah banyak terpasang alat media .Tanpa di sadari Yudha yang terlihat sangat tenang mulai menitihkan air mata."Bangun Asta .Ibu akan memarahi ku, jika iya mengetahui saya tidak menjaga kamu dengan baik.....Bangun Asta .Maafkan saya...".Tidak sanggup berkata-kata lagi Yudha berjongkok di samping ranjang pesakitan. Kedua tangan mencengkram kuat gagang ranjang pesakitan .Sementara dirinya tertunduk di samping ranjang pesakitan."Hikss...Hikss...".Suara isak tangis pelan mulai terdengar mengisi keheningan ruangan ini .


Sebuah tangan terulur memegang bahu layu Yudha. Yudha menengok sekilas dan langsung memeluk erat pinggang wanita ini .


Yudha memeluk erat pinggang wanita ini .Membiarkan tangisan nya pecah di sandaran perut wanita ini."Kenapa jadi seperti ini Al?Aku takut, aku tidak mau kehilangan siapa-siapa Al .Ibu dan Asta akan segera membaik kan Al"Ucap Yudha tanpa melepas pelukannya.


Yudha melepas pelukannya, ia mendongak."Benarkah Al?".


Alyah mengangguk ringan."Iya ."


Yudha segera bangkit, ia kembali memeluk Alyah dengan erat ."Syukurlah Al ,Syukurlah .Terimakasih Yaallah ,Terimakasih .Semoga engkau juga segera memberikan kesembuhan untuk saudara kembar hamba Yaallah."


"Apakah kalian selalu melakukan itu di depan orang sakit?".Suara yang tidak asing untuk Yudha dengar .


"Asta."Yudha segera melepaskan pelukannya dari Alyah.


"Syukurlah kamu juga sudah siuman. Dokter itu memang salah besar ."Kata Yudha yang kini fokus pada Asta.


"Salah besar apa?".


"Dia bilang ,kau baru akan siuman kurang lebih tiga sampai lima hari .hhhh....itu salah."


"Menurutku benar ."Celetuk Asta membuat Yudha langsung terdiam dari tawa renyah nya .


"Apa yang kau katakan?".


"Gue sudah capek .Ginjal gue sudah tidak berfungsi. Bukan satu donor ginjal, tapi dua donor ginjal yang gue butuhkan. Benarkan Yud?".Asta yang atensi matanya fokus pada Yudha.


Iya, di malam kemarin. Asta tanpa di ketahui semua orang, ia sudah mendengarkan semua hasil medis tentang kondisi sebenarnya dari kesehatan tubuhnya.


Next.....


"Makannya gue tidak akan biarkan siapapun dari keluarga gue sampai mendonorkan ginjalnya untuk ku .Bisa bertahan bagaimana mereka ,jika tidak ada ginjal dalam tubuh mereka ."


"Tapi lu punya impian Asta .Lu berhak mengejarnya .Dan lu perlu operasi itu untuk sembuh ."


"Walaupun sembuh .Gue tidak akan bisa bertahan hidup lama Yudha .Penyakit itu pasti akan datang lagi ."


"Setidaknya lu bisa menghabiskan waktu lebih lama ."


"Buat apa memiliki banyak waktu menikmati hidup ,jika yang gue dapatkan nya dari hasil mengorbankan nyawa keluarga sendiri."Hening sesaat.


Dep....


"Yudha......Yudha....Yudha....BANGUN YUDHA....Yudha....".Teriak Alyah penuh khawatir menepuk-nepuk pipi Yudha yang pingsan di dalam pangkuan nya .


"Mas Yudha...Anda it's okay?Mas Yudha buka mata anda".Tanya perawatan yang mendampingi Alyah .


Baru saja sayup-sayup membuka kelopak mata .Yudha langsung reflek terbangun duduk cepat ."Asta!Asta sudah bangun ."Yudha segera beranjak dari tempat duduk untuk melihat Asta yang masih terbaring di ranjang pesakitan.


Yudha yang melihat Asta masih memejamkan kedua matanya."Asta!Asta!Kenapa lu tidur lagi .Lu tadi sudah bangun .Kenapa lu tidur lagi Asta?Obrolan kita belum di lanjutkan .Bangun Asta ."Yudha menggoyang belahan tubuh lemah Asta .


Melihat itu Alyah menepuk bahu Yudha."Yud .Asta belum siuman sama sekali .Justru kamu yang pingsan tadi ."


"Pingsan?".Batin Yudha bertanya. Atensi Yudha melihat Alyah dan perawatan pria tadi berganti."Saya?Pingsan?."


"Mungkin anda kelelahan, karena terlalu memaksa diri beberapa hari ini .Anda harus banyak-banyak istirahat telah ini."Kata perawatan pria ini ."Baiklah saya permisi, anda pasien lain yang harus saya rawat ."Hendak berlalu pergi meninggalkan ruang setelah mengatakan."Mas dan Mbak jangan terlalu lama di dalam ruangan ini .Karena itu juga tidak baik untuk pasien .Permisi ."Setelah mendapatkan anggukan ringan perawatan pria ini berlalu pergi.


Setelah kepergian perawatan tadi .Alyah yang masih menggenggam lengan tangan Yudha ."Lebih baik kita keluar. Kita tunggu di luar ."Ajak Alyah .


Tanpa penolakan. Yudha mengiyakan saya .Karena ia merasakan sedikit pusing pada kepala. Sampai ia pun berpikir."Jika saya pingsan ,lantas obrolan tadi ....Apakah hanya mimpi?."Batinnya.


++++++


Pukul. 14.19 Siang menjelang malam.


Masih di kantor kepolisian. Saat ini Nathan ,Kenji ,dan Panaji sudah ada di dalam ruang meeting kepolisian. Membahas tragedi kejahatan tadi .


Nathan yang duduk di antara Iyslam dan Panji .Dengan berani nya bergumam."Gue benci polisi."


Terdengar tegas untuk Nathan."Diam Nathan .Fokus dengan meeting."Tegur Panji sedikit bergumam.


Memutar manik hitam malas ."Aahh...merepotkan."Gumamnya kembali .