My Salvador

My Salvador
Eps.219



Seoul


Pukul. 17.13 Malam


Rabu


"Enaknya."Nathan yang sangat semangat menyantap menu makan siangnya.


Fokus melihat Nathan ."Ayolah Nat .Lu adalah bos besar perusahaan bergelar CEO .Sikap lu...?".Beralih kepada Jovan yang tidak ada bedanya."Oh ayolah ,kalian berdua."


"CEO hanya gelar ,dan hidup butuh kebebasan."


"Gue tidak perduli gelar apapun ,gue harus hidup bebas."


Mengerutkan keningnya."Seharusnya waktu lima tahun cukup untuk membuat kalian dewasa."


"Diam-diam.....enak banget makanannya."Ucap Nathan tidak berhenti makan .


Mulut yang masih sibuk mengunyah."Iya enak tapi jangan makan banyak-banyak be***go sakit perut."Timpal Jovan mengingat kan.


Sesaat kemudian.


"Udah belum Nat ,Jov?".Tanya Kenji yang berdiri di antara dua pintu toilet yang tertutup rapat.


Ceklek......kedua pintu yang terbuka bersama."Gue tidak akan makan makanan itu lagi."Kata Nathan mengelus perut ratanya.


"Bukan salah makanannya tapi karena salah kita yang makan berlebihan."Saut Jovan di susul berlalu cepat masuk kembali ke dalam toilet.


"Hahahh......keluar lagi tuh anak."Cengengesan Nathan .


Kenji yang menatap datar."Kalian berdua sangat membuang-buang waktu."


Sibuk mencuci kedua tangan ."Ini lah hidup ."Ucap enteng Nathan .


Next......


Selesai membaca jadwal kegiatan kantor."Gue sudah di beritahu semua tentang jadwal kantor, deretan laporan keuangan, beberapa proyek yang sedang berjalan, dan beberapa tawaran kerja sama dari perusahaan lain ."Kata Kenji .


Nathan yang fokus membaca berkas yang ia genggam ."Perusahaan Lee?".


"Iya, itu berkas kontrak kerja sama dengan perusahaan Lee."


"Hem....ini perusahaan Jovan."


"What?".Kaget Kenji seketika melebarkan matanya fokus pada Nathan."Gue akan gila di hari pertama kerja."


"CK tidak mengerti etika profesional."


"Justru kalian berdua yang tidak akan profesional."


Mengabaikan kehebohan Kenji."Berikan saya catatan keuangan yang akan saya TTD ."


"Belum selesai, sebentar lagi gue bawakan."


++++++++


+++++++++++++


Dua hari kemudian.


Nathan, Jovan dan sekertaris nya masing-masing tengah menghadiri meeting penting tentang proyek.


Tidak fokus pada topik meeting. Kenji justru fokus pada dua pemuda di depannya yang sangat serius memperhatikan jalannya meeting.


"Kenji."Panggil Nathan terdengar rendah namun tegas .Arah mata yang memberikan isyarat untuk melanjutkan meeting.


"Perusahaan kami .......".


Next.......


Jam 11 malam Nathan pulang kediaman rumahnya. Ia melangkah pelan masuk ke dalam rumah. Langkah kakinya terhenti tepat di depan pembantu rumah nya."Kakak sudah istirahat?".


"Iya den ,katanya nona kurang enak badan."


"Baiklah kau boleh pergi."


Nathan berlalu masuk ke dalam Liv. Fokusnya terus memperhatikan angka-angka tombol Liv. Sampai akhirnya ia mengubah posisi berhenti Liv ke lantai 5 .


Mendengar suara ketukan pintu."Masuk bi."


Fokus pada pintu kamar yang dibuka berlahan."Nathan."


"Perlu di antar ke dokter?".Tanya Nathan berdiri tepat di depan samping tempat tidur Riska .


Melepas kacamata yang ia kenakan untuk membaca buku."Tidak perlu, saya baik-baik saja."


"Kamu sudah makan?".


Mengabaikan pertanyaan kakaknya."Kakak masih sering kontrol?".


"Lihat saja besok."


"Ehm....mau di buatkan makan malam?".


"Tidak perlu kakak istirahat saja, saya juga akan istirahat."Nathan berlalu meninggalkan bilik kamar kakak perempuan nya.


+++++++


+++++++++++


Keesokan harinya.


"Nat, Nat, NATHAN."Panggil Kenji.


Menatap marah."Hah!Tidak perlu berteriak gue tidak tuli."


"Iya tidak tuli sampai gue panggil berkali-kali pun lu tidak menggubris."


"Meeting berikut nya berapa?".


"Hari ini tidak ada meeting, hanya ada kunjung ke AS nanti malam ."Kata Kenji ."Pesawat pribadi nya sudah di siapkan untuk penerbangan nanti malam."Sambungnya.


Sudah beranjak dari tempat duduknya dan mengembangkan jas kerja kembali ."Gue tinggal dulu."


"Lu mau kemana? Catatan keuangan belum lu baca dan TTD ."


"Taruh saja di atas meja gue."Balas Nathan berlalu keluar dari ruang kerja pribadi nya.


Next......


Dalam panggilan telepon seluler.


*Hallo ,jadi bagaimana kak?".


*Tunggu kakak di restoran......".


*Baiklah."


Panggilan berakhir.


Nathan tancap gas ke alamat restoran yang kakak perempuan nya katakan.


++++


Selang beberapa waktu kemudian. Nathan yang sudah duduk seorang diri di salah satu rumah makan di hampir oleh kakak perempuan nya dan seorang pria yang membuat mata Nathan tersorot tajam ke arah pria itu .


"Dia siapa kak?".Tetap fokus pada pria ini .


"Ezawa ,kekasih kakak."


"Hah!".


"Sejak kapan?Kenapa kakak Riska tidak pernah cerita?."Nada suara marah Nathan .


Menyungging senyum hangat."Kita pernah bertemu sebelumnya."Kata Ezawa ."


"Saat teman-teman mu terjebak di gudang tua Osaka ."


"Saya pria yang memberikan mu tumpang."


"Kau orang yang waktu itu."Nathan yang baru mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


Giliran Riska yang menatap tajam adiknya."Apa yang kau lakukan di gudang tua, Nathan?".Tangan yang di atas meja makan mulai menampilkan ototnya.


Nathan yang melihat itu menelan paksa Saliva nya.


"Acara ulang tahun anak mudah .Biasa pemuda-pemuda di sana kalau ada rencana spesial suka cari tempat yang aneh-aneh."Saut Ezawa fokus pada Riska .


"Diam kau!Saya tidak tanya pada mu."


Mengerut keningnya."Serem."Batin Ezawa .


"Beneran kak, ada acara ulang tahun tidak ada yang lain."


Menyalurkan tangannya."Bisa saling kenal."Minta Ezawa mencoba akrab dengan Nathan .


Tanpa membalas uluran tangan itu."Saya Nathan Salvador."


Hanya menyungging senyum hangat."Matsushima Ezawa ."


"Tapi jangan harap saya merestui hubungan kakak dengan semudah itu."Nathan yang belum benar-benar menerima Ezawa sebagai kekasih kakak perempuannya.


Acara ini lanjut dengan makan siang bersama. Sebelum akhirnya Nathan berlalu pergi lebih dulu untuk kembali ke perusahaan.


+++++++


+++++++++++