
Indonesia
Pukul. 20.48 Malam
Senin
Semilir angin malam Indonesia saat ini sangat bersahabat menamai perjalanan ke tiga pemuda yang menyusuri jalanan malam kota.
Nathan yang duduk di boncengan motor Kenji ."Pelan-pelan saja lu tidak perlu mengejar kecepatan bedegik itu."Ucap nya kepada Kenji yang mengemudikan motor Vario milik nya.
"Jovan akan baik-baik, naik motor kayak gitu?".Kenji yang bertanya belik.
"Lu mau mencoba rasanya naik motor kayak gitu?".Nathan yang bertanya belik .
"Emang bisa?".
"STOP."Teriak Nathan tiba-tiba membuat Kenji mengerem mendadak .Sett...."Turun lu."Layak orang kebingungan. Kenji hanya terdiam mengikuti perintah Nathan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
Kini giliran Nathan yang mengemudikan motor miliknya sendiri .Sementara Kenji duduk di boncengan .
"Nat di ting......,"Beremmmmm......Tanpa memberi aba-aba Nathan langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi menyusul Jovan yang sudah tidak kelihatan.
Lalu bagaimana dengan Kenji yang belum siap?Dia hampir terjengkal kebelakang karena ulah Nathan .
Beremmmm.......Beremmmm......... Berpegangan sekuat mungkin pada gagang belakang boncengan."ANJING LU NATHAN ."Teriak Kenji .
Jovan yang ternyata sedang berhenti menunggu kedua temannya menyusul, justru di buat melongo membuka mulutnya lebar."Loh bakal memproduksi bubur Kenji ."Ujarnya sebelum tancap gas menyusul.
Settt........Mengerem tepat di depan pintu gerbang rumah Jovan .Belum melepas helm yang dikenakan Kenji yang sudah beranjak dari atas tempat duduknya. Langsung berlari cepat ke pojok pagar rumah Jovan .Membungkuk di depan selokan .
Sementara sang tuan rumah yang baru sampai."Di mana Kenji?".Tanya Jovan melepas helm yang di kenakan.
"Tuhhh....".Nathan melirik sekilas ke pojokan tempat Kenji membungkuk seorang diri .
"Bahaya anjing ,kasihan tuh anak .Naik motor pelan-pelan saja."
"Hy lu sendiri gimana cara naik motornya?".
"Gue sudah ahli ."
Satpam rumah Jovan berjalan menghampirinya ."Permisi Mas."
Fokus melihat satpam rumah nya."Ada apa Pak?".
"Mas Jovan di tunggu tuan di dalam ."
"Ayah."Gumam Jovan ."Waduh-waduh bakal ada kejadian uwau."Timpal Nathan.
"CK. Gue masuk duluan .Lu langsung pulang kasihan tuh anak ."Jovan Menyalahkan mesin motor nya kembali .Berlalu berlahan masuk ke dalam pekarangan rumah.
Selepas kepergian Jovan ."Kenji!Sudah beres belum?".Teriak Nathan bertanya .
Menggenggam perut rata miliknya. Kenji berjalan mendekati Nathan."Lain kali jangan gitu lagi Nat ,tidak ada lucu-lucu nya ."
"Maaf ,lu mau cari minuman hangat dulu?".
"Terserah lu ,tapi jangan ngebut makanan tadi keluar semua bego."
Next......
Nathan mengajak Kenji singgah di warung makan mas Agung . Untuk sekedar memesan minuman hangat .
Sesaat kemudian."Dia siapa Nathan?".Tanya Mas Agung mengantarkan sendiri dua minuman hangat yang Nathan pesan .
"Kenji .Teman saya dari Jepang."
"Jauh sekali kesini cuma mau ngopi sama bakso."
"Iya tidak mas....".Kenji menggelar kalimat akhirnya.
"Mas Agung."Sambung mas Agung
Next......
Selesai dengan acara makan-makan dan minum-minum. Nathan dan Kenji melanjutkan perjalanan ke selanjutnya mereka.
Di tengah-tengah perjalanan dengan Kenji yang menyetir motor ."Selanjutnya ke mana?".Tanya Kenji.
Di barengi sibuk melepas helm yang di kenakan."Pulang."
"Tidak mampir ke mana-mana dulu?".
"Kemana?Mereka semua pasti sedang sibuk belajar sekarang."
"Iya belum hari libur ."
"Pulang saja ,gue ada film horor temenin gue nonton."
"CK. Tidak ada darah-darah nya kan?".
"Campur ini .Jadi imbang takut nya ."
"CK."
"Mau tidak?".
"Iya dari pada tidak ada kerjaan. Toh semua buku-buku komik ku ketinggalan di Jepang."
"CK komik muluk .Banting setir ke Horor mulai sekarang."
"Hem."
++++++
Pukul. 22.08 Malam
Sesuai dengan rencana tadi .Kini Nathan dan Kenji sudah duduk anteng dengan beberapa camilan dan minuman di atas meja .Di ruang keluarga dengan layar tv menyalah menayangkan sebuah film genre horor yang akan segera di mulai .
"Astaga, Astaga, Astaga."Mendekap tubuhnya mencengkram erat kaos Nathan sampai kerah kaos nya melar ."Anjing ,seharusnya gue yang takut bukan lu Be**go."Ucap Nathan menyungging ekspresi raut wajah datar .
"Hantu nya serem anjing."
Lantas Nathan menghela nafas kasar sembaring mengambil salah satu bungkus camilan untuk nya makan .