
Osaka
Pukul , 09.58
Minggu
Di depan teras rumah yang berukuran cukup besar dengan halaman depan yang sedikit luas .Tengah duduk dua pemuda ,yang tengah duduk santai di lantai teras rumah.
Nathan dan Benji ,dua pemuda yang tengah bersantai di lantai teras rumah .Benji selesai membereskan garasi Nathan ,kini tengah tertidur terlentang di atas lantai .Dan Nathan yang terduduk meluruskan kakinya dengan fokus bermain game di ponselnya .
Masih dengan posisi yang sama ."Bang Benji tidak pulang?".
Benji yang masih di posisi yang sama dengan mata terpejam ."Bentar lagi ,ibu ku sedang tidak ada di rumah ."
Setelah mendengar itu .Nathan memilih untuk tetap diam dari pada harus bertanya lagi .Toh dia sudah tahu maksud dari perkataan Benji .
++++++++++
Pukul, 15.30
Minggu .
Sudah hampir menjelang sore ,akan tetapi pemuda yang masih mengenakan pakaian yang sama ini .Masih setia tidur terlentang di atas tempat tidurnya .
Bahkan untuk beranjak turun sebentar untuk mandi pun ,pemuda ini tidak melakukannya. Pemuda ini terlalu setia berbaring di atas tempat tidurnya yang nyaman .
Walaupun dirinya tidak tidur ,ia akan tetap berbaring di atas tempat tidur .Mungkin sampai nanti malam ,atau sampai dirinya puas .
Lagian hari ini ,hari Minggu kan .Jadi tidak papakan bermalas-malasan di atas tempat tidur .
Baru saja pemuda itu merasakan sangat nyaman ,dan tenang .Tetapi tidak dengan suara bel rumahnya .
Iya ,bel rumahnya .Bel rumah yang tengah berbunyi berkali-kali ,mengusik gendang telinga pemuda yang tengah malas untuk bergerak ini .
Dengan ekspresi wajah yang amat datar .Nathan ,pemuda yang tengah malas untuk beranjak dari atas tempat tidur ini .Dengan terpaksa mengharuskannya untuk segera beranjak dari tempat tidurnya .
Langkah yang berlahan ,Nathan berjalan keluar kamar .Dan masih dengan langkah yang sama ,ia menuruni tangga rumahnya .Ia berjalan ke pintu depan rumahnya, yang di sana suara bel rumahnya terus menggema .
"Bentar."Teriak Nathan dari dalam rumah yang masih berjalan berlahan ke depan pintu rumahnya.
Masih dengan langkah yang sama ."An**jirr, siapa sih. Tekan bel sekali juga bisa kan ,tidak usah berkali-kali .Rusak bel rumah gue lama-lama."Gumamnya dalam hati .
Nathan yang berhasil membuka pintu depan rumah ,tanpa melihat layar monitor rumahnya terlebih dahulu .Ia yang sudah di luar rumah langsung melangkahkan kakinya jengkelnya ke depan gerbang rumahnya untuk membuka pintu gerbang rumahnya yang terkunci .
Setelah gerbang rumahnya sedikit terbuka .Nathan langsung beranjak keluar gerbang rumahnya dengan raut wajah yang amat kesal .
Tanpa melihat siapa yang datang lebih dulu."HOI, menekan bel rumah itu sekali saja, juga bisa .Tidak perlu berkali-kali, Aa........".Nathan yang kini manik hitam lekatnya terfokus kepada tamunya ,langsung menghentikan kalimatnya yang menyerobot sejak tadi .
Nathan langsung menyungging senyum paksa-nya ."Aaa ,bang Hanam ."
Hanam ,iya adalah tamu Nathan yang menekan-nekan bel rumahnya berkali-kali .
Hanam yang berjalan menghampiri Nathan."Maaf ,saya pikir kamu tidur .Jadi perlu kan menekan bel rumah berkali-kali."Hanam dengan senyum tanpa rasa bersalahnya .
Hanam yang kini sudah berdiri di depan Nathan."Oh!Ini, ibu saya tadi membuat makanan untuk kamu."Dengan menyodorkan rantang makanan kepada Nathan.
Nathan mengambil rantang makanan itu dari Hanam.
Hanam yang masih di posisi yang sama."Kebetulan ibu saya pernah tinggal di Indonesia ,jadi tahu sedikit-sedikit sama masak-masak sana .Kali saja kamu rindu makanan sana ,soal di susah cari makanan Indonesia ."
"Benarkah."Nathan yang mencoba mencium aroma masakan ibu Hanam ."Lezat baunya ."Ujarnya tanpa berpaling melihat Hanam .
Hanam menyungging senyum hangatnya memperhatikan Nathan yang terlihat sangat senang menerima pemberian darinya."Yasudah cepat masuk dan makan .Saya akan kembali pulang ."Ucap Hanam .
"Eh ,tidak mampir dulu ."Nathan yang kini terfokus melihat lawan bicaranya.
Hanam membalikkan badannya."Lain kali ,kalau hari ini tidak bisa .Kasihan makanan di rumah tidak ada yang habiskan."Dengan terkekeh ,Hanam mulai beranjak pergi dari sana .
Nathan membalas dengan tawa kecilnya."Hati-hati di jalan bang ."
Hanam yang sudah berjalan membelakangi Nathan, mengangkat kedua jarinya dengan membentuk huruf O membalas perkataan Nathan.
Selepas kepergian Hanam .Nathan langsung kembali masuk ke dalam rumahnya .Ia kunci kembali gerbang rumahnya ,sebelum beranjak masuk ke dalam rumah .
++++++
Kini ia yang sudah di dalam rumah ,melangkah dengan kaki jengkelnya masuk ke ruang makan. Ia taruh rantang makanan itu di sana ,lalu ia tinggal pergi .
Pemuda itu berlari kecil ,naik ke lantai satu rumahnya .Pemuda ini berpikir mungkin mandi sebelum makan enak lebih lezat .Jadi pemuda ini ,memutuskan untuk bebersih terlebih dahulu sebelum makan .
+++++
Sesaat kemudian .Nathan dengan pakaian yang sudah berbeda ,beranjak turun kelantai bawah rumahnya .
Di lantai bawah ,ia langsung masuk ke ruang makan .Ia membuka kulkas untuk mengambil satu botol minuman dingin .Ia yang sudah mendapatkan minuman dingin pun ,ia taruh di atas meja .Ia berlalu ke sisi lain dapur untuk mengambil piring juga sendok ,mungkin dengan mangkuk juga .
Nathan bawa peralatan makan ,dan minuman dinginnya ke ruang keluarga yang tidak terlalu jauh dari ruang makan dan dapurnya .
Di ruang keluarga ,Nathan menaruh peralatan makan dan juga minuman dinginnya tadi di atas meja di sana .Tidak lupa ia juga menyalahkan siaran TV .Setelah TV menyalahkan, ia berlari kecil kembali ke ruang makan untung mengambil rantang makanan tadi .Untuk ia bawa rantang makanan tadi ke ruang keluarga.
Kini Nathan yang sudah terduduk di karpet dengan sova panjang yang ada di belakang. Ia mulai membuka satu persatu ,rantang makanan itu."Wah, enaknya!!" .
Dengan menyungging senyum lebarnya."Ada rendang daging."Ucapnya yang melihat menu lauk pertamanya .
Kini Nathan yang sudah berhasil membuka semua rantang makanan yang tiga tingkat itu .Ada rendang daging di wadah pertama, bergedel, tempe goreng ,dadar telur ,juga bakwan goreng di rantang ke tiga ,dan nasi putih di rantang terakhir.
Nathan mulai berdoa untuk menu makan malamnya hari ini .Selesai berdoa."Makan banyak tidak akan membuat badan kurus ini berubah."Ucapnya bersiap menghabiskan menu makan malamnya .
++++++++
Pukul. 16.29
Kenji tengah terduduk ,memakan buah pir yang sudah di kupas dan di potong dadu-dadu oleh ayahnya.
Selesai memotong kan buah pir untuk putranya. Yoshi beranjak berlalu pergi untuk membuat kulit buah pir ,sekalian dengan ia mencuci tangannya .
Yoshi yang sudah selesai kembali duduk di kursi kecil yang tersedia di dekat brankar pesakitan putranya.
Kini Kenji yang manik hitamnya terfokus menatap manik hitamnya ayahnya."Ayah tidak marah dengan, Kenji?".
"Hem, kenapa ayah marah sama kamu."Ucap Yoshi memandang setiap inchi raut wajah Putranya.
"....Ayah tidak akan bisa marah terlalu lama dengan kamu, Koya Kenji."Sambungnya sembaring menyinggung tatapan hangatnya .
Kenji tertunduk."Karena Kenji pekerjaan ayah jadi banyak tertunduk, ayah juga menjadi sangat kacau seperti."Ucapnya .
Yoshi langsung memperhatikan penampilan ,lalu di susul dengan tawa kecilnya."Ehmhh .Ayah tadi buru-buru ke sini, jadi asal-asalan pakek baju apa saja yang ayah lihat pertama kali."
"......Toh ayah juga tidak bisa saja meninggalkan putra ayah sendirian di rumah sakit ."
Kenji yang kini berpaling melihat ayahnya."Ayah tidak ingin kamu bersedih lagi ,ayah ingin kamu bahagia .Hanya ini yang bisa ayah lalukan untuk menebus kesalahan ayah kepada ibu kamu."Ucap Yoshi yang kini tidak berani menatap manik hitamnya putranya .
Yoshi tertunduk ,ia teringat dengan kesalahan terbesarnya atas kematian istrinya .
Kenji menepuk bahu ayahnya .Sampai ayahnya mendongak menatap putranya."Ibu pasti sudah memaafkan ayah ,begitu juga Kenji ."
".....Kenji sudah memaafkan ayah. Kenji sadar, sekarang yang hanya ayah Kenji punya."
Yoshi genggam telapak tangan putranya."Terimakasih Kenji ,sudah memaafkan ayah."
Kenji mengangguk ringan ."Yah ,Kenji harus makan pir lagi ."Ucapnya .
Yoshi segera melepaskan genggaman tangan dari telapak tangan putranya."Eh ,iya ."
"......Sudah cepat di lanjut ,terus tidur ."
"Masih sore ayah ."
"Benarkah ,terus Kenji mau ngapain?".
"Ayah cerita saja soal pertama kali ayah bertemu dengan ibu ,dulu .Kenji ingin dengar."Kenji yang antusias untuk mendengarkan .
Yoshi sedikit menyungging senyum ."Harus cerita sekarang?".
"Iya ayah ,cepat cerita ."
"Baiklah."Balas Yoshi yang memilih untuk bercerita agar putranya bisa terhibur .
"Ayah pertama kali bertemu ibu kamu saat ayah masih duduk di TK .Waktu itu ,ayah masih belum terlalu mengerti apa-apa ,ayah bahkan tidak pernah mau ditinggal pulang sama ibu ayah, saat sekolah .Ayah ingin selalu di temani sampai sekolah selesai ,jika tidak ayah akan menangis."
".....Dan di hari itu .Gadis berbando pink, berambut panjang terurai mendekati ayah."
"Kenapa menangis?".Tanya gadis berwajah manis yang tengah berdiri di belakang pemuda kecil yang tengah menangis meminta ibunya untuk tidak meninggalkan dirinya .
Pemuda kecil itu merangkul kaki ibunya dengan sangat erat .Tanpa memperdulikan tatapan dari murid-murid lainnya .
Dalam tangisnya ."Tidak ,ti...tidak ibu akan meningkatkan Yochi disini sendirian ."
Gadis kecil manis itu masih pemanasan dengan pemuda seusianya di depannya ini ."Kan ada saya disini ,ada teman-teman juga ."Ucap Gadis manis itu .
*Sima Rodra ,nama gadis kecil berwajah manis ini.Gadis berwajah manis ,nan berani ini juga sangat pintar di kelasnya. Ia adalah wujud ibu Kenji, sewaktu ibunya masih berusia kanak-kanak.*
Ibu Yoshi berjongkok di depan putranya tunggal."Yochi jangan menangis lagi .Yochi tidak lihat ada ibu disini ,lihat ada Sima juga disini."
"Untuk pertama kalinya ayah berpaling melihat ibu kamu ,dia adalah gadis kecil yang sangat cantik."Ucap Yoshi yang teringat dengan masa lalunya .
"........Tangan ayah di tarik sama ibu kamu ,untuk di ajak masuk bersama dalam kelas .Itu juga kali pertama ayah masuk sekolah tanpa di antar ibu ayah ke dalam kelas ."
Kenji yang sudah rebahan di atas brankar nya."Lalu......".Kenji yang kini terfokus menatap raut wajah ayahnya .
"Kamu pasti berpikir setelah hari itu ayah bertemu dengan ibu kamu setiap hari."Ucap Yoshi yang di balas anggukan ringan dari putranya .
Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus melihat putranya tersenyum tipis ."Tidak ,dua hari setelah hari itu .Ayah sudah tidak pernah lagi bertemu dengan ibu kamu ."
"Ibu pergi?".Kenji yang sangat antusias dengan rasa penasaran .
"Ibu kamu pindah rumah .Ayah dengar dari ibu guru ayah ,kalau ayah ibu kamu di pindah kerjakan ke luar negeri pekerjaan yang mengharuskan ibu kamu juga harus berpindah rumah ."
"Lalu ,bagaimana ayah bisa bertemu dengan ibu lagi?".Kenji yang masih antusias mendengarkan kelanjutan cerita ayahnya dan ibunya .
"10 Tahun kemudian ayah bertemu dengan ibu kembali di sekolah menengah pertama ayah. Akan tetapi....".
"Tetapi apa, Yah?".
Yoshi berpaling menatap lekat manik hitam putranya."Ibu kamu tidak sama seperti pertema kali ayah bertemu dengan ibu kamu .Ibu kamu memang masih sama ,cantik dan manis. Bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Hanya saja, ibu kamu menjadi lebih sangat pendiam. Diamnya sering dimanfaatkan oleh murid-murid yang lain untuk menjahit ibu kamu."
".........Hampir setiap hari ibu kamu di jahil oleh teman-teman sekelasnya. Waktu itu, ayah tidak bisa selalu membantu ibu kamu ,karena kelas ayah juga tidak satu kelas dengan ibu kamu .Yang membuat ayah sedikit kesulitan untuk melindungi ibu kamu ."
"...........Sampai di hari itu, ayah tidak bisa mengendalikan emosi ayah lagi .Ayah berlari ke dalam kelas ibu kamu saat mendapatkan berita dari teman dekat ayah, kalau ibu kamu sedang di bully habis-habisan dengan salah seorang lelaki teman kelasnya ."
"...........Saat ayah melihat bekas luka di pelipis bibir ibu kamu ,ayah benar-benar kehilangan kendali diri saat itu .Dan di hari itu juga ,ayah langsung mendapat skorsing satu minggu ."Yoshi dengan menyungging senyumnya.
Dengan emosi yang ikut memuncak."Ayah menghajar pria itu sampai habis. Emang pantas pria itu mendapatnya ,tidak ada yang boleh menyakiti ibu Kenji ."Kenji yang terbawa suasana cerita ayahnya .
Yoshi tertawa kecil sembaring mengelus pucuk kepala putranya."Kamu juga harus ingat, Kenji .Kalau tidak semua masalah harus diselesaikan dengan kekerasan ."
"........Terutama menyelesaikan masalah saat kita sedang emosi ,dan ujung-ujungnya .Mengambil keputusan dengan terburu-buru ,lalu menyesalinya."
Menggenggam tangan putranya,untuk menuntut putranya menatap manik hitam lekatnya."Jangan mengambil sesuatu keputusan dengan terburu-buru,nak .Sebisa mungkin kita harus mengambil keputusan dengan kepala dingin."
"........Ayah memang tidak pandai memahami kamu.Tetapi ayah tahu ,jika akhir-akhir ini kamu banyak mengambil sesuatu kesimpulan dengan terburu-buru."
".......Benar bukan?".
Yoshi yang menyadari putranya hanya terdiam,tertunduk ."Lebih baik kamu tidur saja, ayah akan lanjutkan ceritanya besok ."
"Masih ada kelanjutannya!?".
Yoshi mengangguk ringan ,sembaring menata selimut yang akan di pakaian putranya. Yoshi selimut sebagai tubuh putranya .
Yoshi kini kembali duduk di kursi kecil dekat brankar pesakitan putranya ."Kenapa tidak tidur?".Tanyanya saat melihat putranya yang masih membuka mata .
"......perutnya sakit?".
Kenji segera menggeleng cepat."Tidak ,Kenji belum mengantuk saja ."
".....Kenji akan tidur ,ayah juga harus tidur ."Lanjutnya menatap ayahnya .
Yoshi beranjak dari tempat duduknya ."Baiklah ayah akan tidur di sova .Jika membutuhkan apa-apa kamu panggil ayah langsung ,jangan melakukan sesuatu sendiri ."
Kenji mengangguk ringan ,membalas perkataan ayahnya .
Yoshi pun berlalu pergi ,ia istirahat tubuhnya di atas sova .Sementara itu Kenji ,memiringkan tubuhnya menghadap jendela kamarnya yang tertutup gorden tebal .
Berlahan ,Kenji mulai memejamkan matanya .Walaupun isi dalam perutnya meronta-ronta, sebisa mungkin ia mencoba mengabaikan dengan mencoba memejamkan matanya .Dengan berharap rasa mual di perutnya menghilang .
+++++++++
Pukul, 22.30 Malam
Sudah menjelang malam .Pemuda dengan postur tinggi badan 170 cm ini tengah melangkahkan kaki jengkalnya dengan langkah berlahan keluar dari dalam kamar mandi .
*A**HH**ajih*.....
Pemuda itu yang mulai bersin-bersin kembali .Iya ,selepas makan malam tadi tubuh pemuda ini tiba-tiba menjadi tidak enak badan,terasa lemas.
Bahkan piring kotornya tadi pun, belum sempat ia bersihkan .Ia meninggalkan wadah bekas makanannya di atas wastafel, lalu kembali ke ruang tamu dan berbaring di sana .
Dari sana ia mulai merasakan hidungnya yang sedikit terasa gatal ,awal mula ia mulai bersin-bersin tiada henti .
++++
Kini pemuda yang baru saja selesai keluar dari kamar mandi ini ,tengah beranjak naik ke atas tempat tidurnya .Ia tidurkan tubuhnya di atas sana.
"Sialan, aku terserang flu ."Nathan dengan menaruh lengan kanannya menutupi keningnya yang terasa sedikit panas .
++++++
Seperti Nathan akan terserang flu. Badannya yang mulai sedikit demam, juga kepalanya yang terasa sedikit penat .Bukankah itu gejala awal orang akan terserang flu.
Hal ini, membuatnya kesulitan tidur di malam ini .Dia sudah mencoba untuk merubah posisi tidurnya ,menjadi lebih nyaman. Akan tetapi, itu justru membuat tubuhnya semakin sakit-sakit. Alhasil ia hanya terdiam ,tidur terlentang dengan terjaga semalam.
Walaupun saat ini sudah hampir pukul tengah malam .Ia masih setia terjaga ,dengan sesekali meletakkan lengannya di atas keningnya sebagai pendingin tubuhnya yang sedikit demam.