My Salvador

My Salvador
Eps.71 Penculikan Dae Chul-hyun



Korsel


Pukul 18.00 malam


Riska yang baru saja sampai di dalam rumah paman nya di buat terkejut, sangat-sangat terkejutnya dengan seisi dalam rumah. Seisi rumah Baek Dae-hyun sangat-sangat berantakan .


Baik Riska ataupun Jen Xin-ki segera masuk lebih kedalam lagi untuk mencari keberadaan Baek Dae-hyun dan putrinya .Jen Xin-ki sudah selesai berkeliling rumah ini kembali menghampiri Riska ."Paman!".Seru Jee Xin-ki saat menemukan Baek Dae-hyun dalam keadaan penuh darah .


Di samping Baek Dae-hyun sudah ada Riska ,yang tengah bercakap kecil dengan Baek Dae-hyun sebelum akhirnya pamannya ini kehilangan kesadaran .Riska yang menyadari kehadiran Jen Xin-ki."Xin-ki bantu bawa paman ke rumah ,saya akan panggil dokter ke rumah."Kata Riska .


Berjongkok lebih mendekat lagi kepada Baek Dae-hyun."Baik ,Nona ."Kata Jen Xin-ki membantu menuntut Baek Dae-hyun untuk bangkit kembali .


Di dalam mobil ,baik Baek Dae-hyun dan Riska yang sudah duduk dengan benar .Jen Xin-ki yang melihat itu segera tancap gas meninggalkan pekarangan rumah ini ,untuk kembali lagi ke kediaman Riska .


Masih dengan fokus menyetir mobil ."Tidak bawa Ajusshi ke rumah sakit saja ,Ssi?".Tanya Jen Xin-ki.


(Ssi\=> Nona )


Riska yang duduk di kursi samping Jen Xin-ki mengemudi ."Tidak ,karena itu akan semakin berbahaya untuk Ajusshi. Jun-su bisa saja melakukan hal buruk lainnya saat tidak ada seseorang pun bersama Ajusshi .Kita juga harus mencari Dae Chul-hyun , yang sekarang entah ada di mana."Kata Riska .


Tidak ingin bertanya lagi .Jee Xin-ki melanjutkan fokus menyetir mobil ini saja ,agar lekas sampai di tujuan .


++++++++++


++++++++++++++


Indonesia


Pukul 12.49 siang


Sudah menjelang siang .Kini Jovan menjadi seorang diri di kamar rawat ini .Karena mama nya berpamitan pulang untuk mengambil baju ganti baru untuknya .Sedangkan untuk Nathan ,sahabatnya itu sudah berpamitan pulang lebih dulu sebelum mama nya sendiri pulang .


Jovan yang bosan hanya duduk di atas tempat tidur rumah sakit dengan membaca buku saja .Akhirnya memutuskan untuk beranjak turun dari brankar tidur nya .Baru saja ia menurunkan satu kakinya."Ck tongkat gue jauh."Umpat kesalnya .


Namun Jovan tetap memaksa untuk turun dari sana .Awal turun baik-baik saja ,di saat baru melangkahkan satu kakinya tanpa sengaja ia terpeleset.Karena ia yang tidak berpegang dengan benar ,yang membuat nya tersungkur ke ubin lantai ini ."Aarrggg....". Merintih merasakan sakit kaki dan tangan yang semakin tertindih tubuhnya."Bodo ,bodo ,sakit banget ." Umpatnya.


Ia lihat sekeliling nya untuk mencari pegangan untuk membantu dirinya bangkit lagi dari sana .Jovan mencoba menggeser tubuhnya mendekat pada tempat tidur ini .


Jovan pegangan pinggiran besi tempat tidur ini ,sebagai penahan keseimbangan tubuhnya saat ia berusaha bangkit .


Kini ia yang sudah berdiri kembali .kembali berjalan pelan ,tertatih-tati mendekati tongkat nya yang tersandar di bawah jendela kamar yang tertutup gorden .


Dengan mengunakan tongkat ini .Jovan berjalan berlahan keluar dari kamar ini .Di luar ,ia berjalan mendekati salah satu kamar rawat VIP nomer 07 di yang ada di depan kamar inapnya .


Jovan buka kamar inap ini berlahan .Di rasa sudah terbuka sedikit ."Permisi ,boleh saya masuk?".Tanya Jovan sopan sembaring menyungging senyum ramahnya kepada tiga orang di dalam kamar rawat ini yang tengah memperhatikan nya .


Masih membawa sekepal buah di tangan yang belum selesai di kupas ."Boleh ,Nak .Silakan ."Nenek Lantik tersenyum ramah .


Setelah mendapatkan ijin ,Jovan berjalan berlahan lebih masuk ke dalam kamar rawat inap ini .Seorang anak muda yang tengah terduduk sedikit tertidur di atas tempat tidur rumah sakit ini .Tidak henti-hentinya menatap kehadiran Jovan, seakan penuh tanda tanya .


Nenek Lantik beranjak dari tempat duduknya ."Duduk di sini ,Nak .Nenek mau lanjut kupas ini dulu ."Kata nenek Lantik beralih duduk di sova bersama sang suami .


Jovan hanya membalas dengan anggukan ringan .Sembaring berusaha untuk duduk di sana .


Nenek Lantik melanjutkan mengupas buah apel tadi .Sementara kakek Dalang yang menyadari cucunya sedikit menyimpan pertanyaan besar kepada Jovan yang belum di kenal cucunya ."Dia Nak Jovan ,Fadil .Orang yang sudah membiayai pengobatan kamu ."Jelas singkat sang kakek yang masih di tempat yang sama ,namun perhatian nya terfokus melihat sang cucu.


"Eh ,iya saya belum memperkenalkan diri saya ."Kata Jovan yang baru tersadar dengan perkataan kakek Danang. Ia pun mengulurkan tangannya kanan nya kepada Fadil .Di rasa Fadil sudah menerima uluran tangannya."Saya Lee Jovan Do ,panggil saja Abang atau mas ."


Masih menatap lekat manik hitam Jovan ."Mas kakak nya Richard!?."Tebak Fadil .


Jovan tersenyum tipis sembaring berkata."Iya ."Balasnya singkat .


Sudah saling melepas uluran tangan ."Saya sangat sedih saat mendapatkan kabar kematian ,Richard .Dia adalah sahabat terbaik saya ."Kata Fadil memasang wajah muram .


Jovan hanya terdiam ,ia tidak tahu harus berkata apa .Karena sampai sekarang ia belum bisa memanfaatkan dirinya sendiri atas penyebab kematian sang adik tercinta nya .


"Tapi Richard sangat beruntung bisa merasakan punya kakak sebaik ,mas Jovan ."Kata Fadil tersenyum hangat ."Richard sering cerita kalau mas Jovan tuh orangnya baikkk banget .Richard juga pernah bilang ,kalau dia sembuh .Dia sangat ingin sekali membawa mas Jovan jalan-jalan seharian buat jelajah kuliner .Soalnya kata Richard mas Jovan suka susah makan ."Kata Fadil .


Jovan menyungging senyum hangatnya .Senyum yang ia paksa untuk terlibat tulus untuk anak ini ,yang memiliki sifat hampir sama dengan sang adik .Yang kadang cerewet bukan main .


Masih dengan ekspresi berbinar manis ."Emang Richard cerita apa saja ,selain itu?Karena menurut mas ,mas sering tidak pulang ke rumah ."Kata Jovan


"Hemm. Apa iya ,mas?Emang benar sih .Richard pernah bilang kalau mas pernah tidak pulang ke rumah seminggu .Saat itu ia cerita kepada saya kalau dia sangat ingin sekali mencari mas Jovan .Namun tidak bisa...... ."Sedikit menurunkan nada bicaranya.


"....Tapi saya tidak tau penyebabnya apa, sampai mas tidak pulang .Richard tidak cerita ."Sambung Fadil yang terlihat sangat polos .


"Mas masih di rawat di sini?".Tanya Fadil yang masih terfokus menatap lawan bicaranya.


Jovan mengangguk ringan .Sembaring berpaling melihat kedua orang tua tadi ."Nenek dan Kakek sudah makan?".Tanya Jovan yang masih di tempat yang sama .


"Belum ,nak .Nanti saja ."Balas kakek Danang."Saya belum kerja hari ini ,jadi belum ada penghasilan."Lanjutnya .


Walaupun terlihat sangat tidak sopan ,berbicara dengan orang lebih tua dengan cara seperti ini .Keadaan bicara jarak jauh .Namun dengan keadaan nya sekarang ,Jovan terpaksa harus melakukan hal tidak sopan ini .


Masih terfokus melihat lawan bicaranya."Kakek kerja apa?".


"Mulung sampah, juga tukang bersih-bersih jalanan."


Jovan sedikit memasang ekspresi wajah kaget nya .Dan tanpa terasa ia ingat dengan adiknya .Adiknya yang begitu baik ,sampai tetap mau komunikasi dan dekat dengan mereka .Orang bawah yang jauh dari kata layak untuk memenuhi dan merawat diri sendiri .


Sesaat loading."Bagiamana jika Kakek berkerja di salah satu usaha saya, memang pekerjaannya sedikit berat .Menjadi tukang kebun ."Kata Jovan berekspresi sedikit tidak enak karena tidak seharusnya ia menawarkan pekerjaan kepada seorang kakek-kakek yang seharusnya sudah beristirahat di tenang di rumah.


"Tidak berat itu ,Nak .Saya terima bekerja itu ,jika kamu beneran mau memperkejakan saya."Kata Kakek Danang .


Masih merasa kurang enak ."Tapi ,bagaimana jika Kakek tidak perlu bekerja keras lagi?Kakek istirahat saja ,nanti soal kebutuhan kakek ,nenek ,dan Fadil biar saya yang tanggung ."


"Tidak ,nak .Saya berkerja saja ,kalau soal tawaran itu saja tidak bisa menerima .Saya masih cukup kuat untuk bekerja, nak .Saya tidak ingin meminta-minta."Jelas Kakek Danang tersenyum tipis.


Jovan terdiam sejenak ,untuk loading sesaat kembali.Sampai akhirnya ."Baiklah kalau itu mau kakek ,tapi sekarang kakek dan nenek makan dulu ya .Saya akan pesankan makanan ."


Kakek Danang ingin menolong lagi .Namun Jovan segera menyela ."Saya tidak ingin ada tolakan ,saya juga sudah pesan .Sebentar lagi supir saya akan antar makan itu kesini ."Kata Jovan .


"Nak Jovan seharusnya tidak perlu repot-repot ."Kata nenek Lantik .


"Benar nak ,nanti uang kamu habis ."Saut kakek Danang .


Tersenyum ramah ."Santai saja ,kek ,Nek .Selain masih sekolah ,saya sudah bekerja para waktu ,buat nambah-nambah uang jajan .Jadi jika uang kerja saya habis ,juga ada uang tabungan dari orang tua saya yang jarang saya pakek ,bisa saya pakek itu ,jika kepepet bokir uang."Kata Jovan .


"Orang tua mas Jovan orang kayak, kek ,Nek ."Saut Fadil terkekeh kecil."......Pingin deh punya orang tua kayak gitu ...hehe ....biar kakek dan nenek tidak perlu susah-susah kerja ."


Jovan iku tertawa kecil ,dengan di susul berkata ."Sekolah dulu yang bener ,selesai kan pendidikan dengan baik. Biar bisa bantu kakek dan nenek kamu ,rawat mereka dengan baik ."


"............Nanti kalau udah lulus ,mas bantu cara-cara mengelola bisnis ."Lanjutnya tersenyum hangat .


Sangat berantusias."Bener mas ."


"Hem."Dengan mengangguk ringan.


++++++++++++++


Di jam yang sama ,namun berlainan tempat .Baru saja menyelesaikan kewajibannya ,kini pemuda ini tengah berkemas-kemas beberapa pakaian kedalam tas ransel yang tidak terlalu besar ini .


Sesudah disibukkan dengan itu .Bi Rani yang tengah ada di luar kamar mengetuk pintu kamar pemuda ini .


tok...tok......"Aden ,makan siang sudah siap .Silahkan makan dulu ,Den ."Pinta Bi Rani .


Masih di dalam kamar nya ."Iya ,Bi.Saya segera turun ."Balas nya sedikit meninggikan nada suaranya agar Bi Rani di luar dapat mendengar nya .


"Baik ,Den ."Satu Bibi Rani di luar kamar yang pintunya masih tertutup rapat ini .


Sesaat setelah kepergian Bi Rani dari depan pintu kamar ini .Nathan keluar dari dalam kamarnya ,ia berjalan turun ke lantai bawah rumah .Untuk segera pergi ke ruang makan ,dan memakan makanan buatan Bi Rani yang sudah lama ia rindukan rasanya .


Masih mendapati Bi Rani di sana ,yang tengah sibuk mencuri wadah kotor bekas masaknya di atas wastafel ."Aduh kangen banget sama masakan enak-enak bi Rani ."Ucap Nathan sembaring beranjak duduk .


Masih fokus mencuci."Emang di sana tidak ada yang memasak seenak masakan saya ,deh?".Saut Bi Rani.


Nathan yang kini fokus menata memenuhi piring nya dengan makanan yang tersedia di atas meja ."Tak ,apa lagi di Jepang .Nathan masak sendiri di sana ."Balas Nathan sedikit ketus .


"........Tapi syukurlah saya membawa bekal cara masak enak dari bi Rani ,jadi saya kalau masak di sana sendiri .Ya Joss kayak rasa masakan bi Rani heheh........".Nathan sembaring tertawa kecil .


"Aden ,Aden ,baru kali saya nemu anak muda mau masak sendiri kayak Aden ."Bi Rani yang ikut tertawa kecil .


"Yehhh, Bi .Bukan saya saja yang jago masak ,di luar sana juga ada anak muda yang kayak saya ."Nathan berucap dengan mulut yang penuh dengan makanan yang tengah ia kunyah.


"Masak ,masak sendiri.........".


"Makan ,makan sendiri .........".


"Tidur pun sendiri ,nananan.........".


Menghentikan tingkah kekanak-kanakkan Nathan."Sudah-sudah ,den .Lekas di makan,tidak baik makan sambil berbicara ."Kata bi Rani."Bibi mau pergi ke belakang dulu ,angkat jemuran ."


"Iya ,bi ."Nathan yang terfokus melanjutkan makannya kembali .


+++++++++++


Pukul 21.10 Malam


Sabtu


Menjelang malam nya .Nathan sudah siap dengan pakaian rapi .Kemeja putih polos , juga Gadingan coklat tua yang ia pakek berpadu dengan celana hitam jins yang ia kenakan .Membuat nya terlihat tampan ,dengan jaket hitam yang ia sampirkan di bahu kanan nya .Juga tas ransel yang hanya tersampir sebelah .


"Bukan majikan bi ,tapi putra kedua bibi ."Nathan sembaring terkekeh pelan .


"Yehhh ngelunjak ."Saut bi Rani ikut tertawa kecil.


"Heheh."


"Yasudah bi ,saya pamit .Jika ada waktu luang lagi ,saya akan kembali ke Indonesia lagi .Setidaknya untuk mencicipi makanan enak-enak, bi Rani."Nathan berkata dengan senyum manis yang terukir di sudut bibirnya sampai memperlihatkan his dimples.


Bi Rani langsung merespon dengan memeluk Nathan .Karena Nathan sudah di anggap seperti putra kandung sendiri oleh bi Rani .Bagaimana tidak dianggap putra sendiri .Sejak Nathan kecil ,bi Rani sudah ikut turun tangan membantu merawat Nathan .Jadi tidak heran ,jika bi Rani sangat dekat dengan Nathan .


Bahkan terkadang ,Nathan sering keceplosan memanggil sebutan bibi dengan ibu .Nathan juga merasa biasa saja ,saat memanggil ibu kepada bi Rani .Yang bagai seorang ibu kandung untuknya .


Selepas dengan beberapa menit berdrama .Kini Nathan benar-benar harus pergi ."Pamit bi ,assalamu'alaikum ."


"Waallaikum'salam ,hati-hati di jalan nak ."


"Saya juga permisi ,bi ."Panji yang ikut beranjak pergi dari sana .Karena ia juga harus mengantar Nathan ke bandara .


Mobil Panji mulai tancap gas ,berlahan meninggalkannya halaman depan rumah ini .Di perjalanan ,Nathan memutuskan untuk beristirahat sejenak(Tidur ) .


Sementara Panji tetap fokus menyetir dan membiarkan Nathan tetap berlanjut berlayar dalam dunia mimpi .Toh di lihat ,Nathan terlihat sangat lebih .Mungkin saja ,Nathan terlalu capek dengan kegiatannya tadi siang .


++++++++


Pukul 22.00 malam .Nathan sampai di dalam landasan pesawat .Terlihat di sana ,pesawat yang tidak terlalu besar dan terlihat minimalis tengah terparkir di sana .


Panji segera membangunkan Nathan yang masih tertidur pulas .Dengan sekali membangun kan.Nathan langsung terbangun ,ia kerjapkan mata nya berlahan untuk menghilangkan pandangan kabur .


Di rasa sudah sadar ,ia segera beranjak turun dari dalam mobil Pagi .Nathan segera berjalan menyusul Panji yang tengah berbincang ringan dengan satu pilot pribadi pesawat ini .


Nathan yang sudah di sana ."Ayo pak berangkat ."Ajak Nathan sembaring berpaling melihat Panji ."Saya pamit ,mas Panji .Terimakasih traktir nasi bebek nya ."Kata Nathan sembaring berjalan naik ke dalam pesawat .


Panji tersenyum manis ,melihat punggung Nathan yang berlahan hilang dari pandangan matanya.


Nathan sudah masuk ke dalam pesawat pribadi keluarga nya .Ia duduk di salah satu kursi yang tersedia nyaman untuk nya melanjutkan tidur .Terduduk di kursi yang hampir sama seperti sova panjang .Nathan kembali berlayar kedalam alam mimpi yang sempat terpotong tadi.


+++++++++++


++++++++++++++++


Korsel


Pukul 22.10 Malam


Malam ini keadaan semakin mencekam .Dae Chul-hyun belum dapat diketemukan keberadaan nya .Sementara itu keadaan Baek Dae-hyun juga semakin memburuk, dikarenakan cidera luka di kepalanya yang cukup parah .


Alhasil Riska langsung membawa Baek Dae-hyun ke rumah sakit. Tidak lupa ia meninggal dua penjaga dia sana untuk menemani Baek Dae-hyun yang belum siuman .


Kini Riska tengah mencari keberadaan Dae Chul-hyun ,putri Baek Dae-hyun yang hilang .Sebelum hilang kesadaran seperti sekarang ,Baek Dae-hyun sempat memberitahu Riska jika putrinya di bawa pergi oleh Hyun Jun-su paksa .


Walaupun belum tahu kemana Hyun Jun-su membawa Dae Chul-hyun .Riska tetap tidak patah semangat untuk mencari keberadaan Dae Chul-hyun .Ia bahkan sampai menyerahkan beberapa orang kepercayaannya untuk menyebar mencari persembunyian Hyun Jun-su.


Ia juga sudah menyerahkan kasus hilangnya Dae Chul-hyun kepada kepolisian .Namun Riska tetap saja tidak bisa hanya mengandalkan informasi atau kabar dari kepolisian saja .


Di tengah kepanikan itu .Nathan yang baru saja sampai di Korsel ,ia belum mengetahui apa-apa begitu .Antusias untuk segera pulang dan bertemu kakak nya .Ia bahkan sudah memikirkan akan mengobrol semalaman dengan kakak nya.


Namun setibanya di rumah .Nathan yang sudah ada di ruang tengah rumahnya ."Eh ko sepi!?Atau emang rumah ini saja yang terlalu besar sampai penghuninya tidak terlihat."Gumamnya memilih berjalan naik melalui tangga rumahnya.


Baru lima tangga ia naiki .Namun langkah harus terhenti dengan suara yang memanggil namanya."Nak Nathan ."Panggil BI Yong-see .


Nathan menghentikan langkahnya ,ia berbalik melihat sumber suara ."Bi ,kak Riska di mana?".Tanya Nathan.


"Nona muda sedang keluar .Nak Nathan baru saja sampai nya?Mau bibi masakan makan malam?".


"Tidak perlu ,bi ."


"......Dae Chul-hyun tidak di sini ?".


"Tidak ,nak .Selepas kematian Eomma nya ,nona Chul-hyun langsung kembali kerumahnya bersama tuan Dae-hyun ."


Merasa kurang enak Nathan pun kembali beranjak turun agar sedikit dekat dengan Bi Yong-see.Mencoba melepas pikiran negatif ."Chul-hyun pasti sangat terpuruk ,saya akan keluar sebentar bi .Bi Yong-see bisa tolong gantungan tas saya di pintu kamar saya ."


"Tentu ,nak ."Mendapatkan jawaban itu ,Nathan memberikan tas ransel nya kepada bi Yong-see .Setelah memberikan tas ransel nya ."Permisi bi ."Pamit Nathan beranjak pergi.


Dengan ragu-ragu."Tu-tunggu ,nak ."Bi Yong-see menghentikan langkah kepergian Nathan .


Nathan kembali menghentikan langkahnya,ia kembali berbalik menatap lawan bicaranya. Kini manik hitam lekatnya terfokus menatap bi Yong-see.


Bi Yong-see sedikit menunduk perhatian ,tidak menatap langsung lawan bicaranya."Nona Chul-hyun hilang ,tuan muda."


"Eh!?".


"Iya ,tuan muda .Nona Chul-hyun hilang sejak tadi sore , sampai sekarang belum di temukan ."Jelas singkat Bi Yong-see.


"Ko baru bilang sih bi."Nathan yang langsung mempercepat langkah kaki jengkalnya keluar dari dalam rumah .


Di luar .Nathan langsung menghubungi seseorang di seberang sana .Lama ia menunggu akhirnya ,panggilan telepon terjawab .


Tersambung.


*Kak Riska kenapa tidak bilang kalau Chul-hyun diculik ."


*..........".


*.................".


*Kalau gitu saya nyusul ke sana ,saya juga harus ikut membantu."


Panggilan di akhiri Nathan sepihak .


Selepas tahu posisi kakak nya .Nathan langsung masuk ke dalam mobil ,dan menyuruh supir mobil nya untuk pergi ke alamat yang ia kata.


++++++++++


Pukul 01.37 malam


Awalnya Nathan memaksa ingin menyusul kakak nya .Namun karena alasan lain ,Nathan memilih melewati jalan lain tanpa sepengetahuan sang kakak .


Padahal ini sudah tengah malam lewat .Namun Nathan dan supir pribadi ini masih setia berputar-putar di jalanan daerah ini .Di tengah ke fokusnya memperhatikan keluar jendela mobilnya ,tiba-tiba ponsel nya berdering .Ia segera mengangkat panggilan itu .


Yang terlihat nama di sana ,sang penelepon .Yaitu kakaknya sendiri .Mungkin di seberang sana Riska sedang sangat cemas mencari Dae Chul-hyun justru di tambah dengan adiknya yang tak kunjung datang ke tempat nya di sana .


Tersambung .


*Kamu di mana ,dik?".


Riska di seberang sana yang terdengar meninggikan nada suaranya.


*Di jalan kak ,saya ambil jalan memutar .Agar sedikit lebih jauh ."


Nathan membalas dengan kebohongan alasannya .


*Kamu baik-baik saja kan ?".


*Baik ,kak .Saya akan segera ke sana ,jika ada apa-apa pun saja akan langsung kabari kakak ."


*Baiklah ,hati-hati jangan lakukan hal aneh-aneh .Ingat Jun-su itu licik ,dik ."


*Iya kak ,beres ."


Panggilan di akhiri Nathan sepihak di seberang sini .


Ia kembali terfokus melihat jalanan ,jalanan di depannya yang terlihat sunyi ."Berhenti ,pak!".Suruh Nathan tiba-tiba yang membuat pak supir menghentikan mobil mendadak .


"Tunggu di sini pak ."Kata Nathan yang ingin beranjak keluar dari dalam mobil .


"Iya ,tuan muda."Balas pak supir yang mendapat majikan sudah ingin keluar mobil .


Di luar .Nathan berjalan masuk ke dalam semak-semak di samping mobil nya berhenti .Ia berjalan berlahan masuk ke dalam sana ,entah apa yang akan ia lakukan .


Semakin masuk ke dalam .Nathan menghentikan langkahnya sejenak .Ia tundukkan sedikit badannya di sana agar tidak sampai ada yang melihat nya .


Di sisi lain itu .


"Bren**gsek ,siapa suruh kalian membuat kecerobohan .Sekarang tempat persembunyian teraman kita sudah di ketahui oleh wanita baji***ngan itu ."Ujar kesal Hyun Jun-su kepada salah satu anak buahnya yang seperti baru saja membuat kesalahan fatal .


"Ma-...". Memotong kalimat yang belum terselesaikan."Maaf tidak akan mengembalikan semua nya .Cepat cari tempat lain ,kita harus menyembunyikan gadis ini .Gadis ini sangat penting untuk misi kita saat ini ."


".........Dan kalian harus hati-hati dengan Riska dan adik sialannya itu ."Sambungnya mengeratkan kepalan tangannya.


"Baik ,tuan .Kami permisi ."Pamit Anak buat tadi beranjak pergi membawa beberapa anak buah bersamanya.


Dari sini pemuda ini ,menatap tajam ke arah sana .Ingin rasa nya pemuda ini segera mendekat dan menghajar habis Hyun Jun-su .


Siapa lagi dia kalau bukan Nathan .Pemuda yang terdiam di antara semak-semak persembunyian nya ini .Ia melihat semuanya ,dari mulai pembicaraan awal Hyun Jun-su tadi .


Nathan menyadari tempat persembunyian ini .Di saat ia curiga, melihat mobil bagus yang masuk ke dalam hutan .Nathan curiga dengan mobil itu ,dan memutuskan untuk melihat langsung kedalam .Dan benar saja dugaan nya ,setelah masuk sedikit lagi ke dalam hutan .Ia mengetahui bahwa itu persembunyian Hyun Jun-su sekarang.