My Salvador

My Salvador
Eps.227



Pagi menjelang siang. Nathan benar-benar sudah selesai dengan urusan kantor nya. Yang ternyata dapat ia selesaikan dengan cepat. Kini iya dan Noemi sudah dalam perjalanan kembali ke Seoul dengan pesawat pribadi keluarga Nathan.


Next......


Melihat tumpukan kantor belanjaan di atas meja,"Banyak sekali belanjaannya sayang. Mau ada acara apa?".Tanya Ezawa yang baru masuk dapur.


"Adik saya akan pulang hari ini."Balas Riska yang sibuk mengeluarkan belanjaannya.


"Hemm....terus kamu akan buat makanan kesukaan adik mu saja dan saya."


"Makanan kesukaan kalian sama."


Ezawa masih terdiam fokus pada Riska yang sibuk dengan belanjaannya.


Riska yang sudah fokus pada suaminya,"Kamu suka sup daging sapi adik saya juga sangat suka sup daging sapi."


"Ini bekalnya."Memberikan kotak bekal makanan. Di susul mendorong tubuh suaminya keluar dapur,"Sana-sana berangkat."


"Di usir."


"Saya lelah melihat kamu."


"Belum kiss."


Riska tidak menggubris, ia berlalu kembali ke dapur.


Tersenyum kecut. Ezawa akhirnya berlalu pergi untuk berangkat ke kantor. Toh hari sudah sangat siang.


Next......


"OI PAK BOS."Teriak Jovan menyapa berdiri di samping mobil.


"HOY PAK BOS."Balas Nathan dengan nada suara teriak juga.


Bakk..... Memukul kuat pipi Jovan,"Lu kenapa sulit di hubungi bangsat."


"Aduh, aduh.....Gue banyak kerjaan bang***sat."Fokus Jovan yang melihat wanita cantik berdiri di belakang Nathan Brugk.....Mendorong kasar tubuh Nathan.


Jovan berjalan mendekati Noemi. Mengulurkan tangannya untuk saling mengenal,"Lee Jovan Do, You?".


Menerima uluran tangan itu,"Bivatigirni Noemi."


"Aduh!Dah cantik manis pula."


Brugkk..... Berhasil menghindar dari serangan Nathan,"Tenang-tenang bro tidak akan gue rebut."


"Bukan itu anjing."


"Terus?".


"Bawakan barang gue."


"Tak."


"Gue traktir makanan gratis."


"Tidak mau."


Membuat Nathan marah,"Masakan kak Riska lebih baik."


"CK."Mengambil kasar barangnya. Di barengi mendorong kasar tubuh Jovan,"Minggir ."


Next....


Mobil yang di kendarai Nathan mulai berlalu meninggalkan landasan Bandara.


Sementara Jovan yang duduk di tengah penumpang belakang,"Jangan lupa nanti."Ucapnya mengingatkan.


"Iya, gue juga sudah panggil yang lain."


Dehem pelan Jovan fokus pada layar ponselnya yang menyalah.


Next.....


Sesampainya di kediaman rumah Nathan,"Gantian Jov."Sembaring beranjak turun dari dalam mobil.


Mengiyakan untuk ganti mengemudikan mobil pergi ke tujuan berikutnya,"Iya."Begitu juga dengan Jovan.


"Pak bantu bawakan barang Noemi ke dalam, dan barang saya."Kata Nathan kepada satpam rumahnya.


Fokus pada Noemi,"Kamu masuk saja duluan. Kak Riska sudah menunggu kamu di dalam."Kata Nathan.


"Kamu tidak ikut masuk?".Tanya ragu-ragu Noemi tidak menatap langsung lawan bicara.


"Saya ada urusan. Kamu tidak perlu takut, kakak saya orang baik."Nathan yang tidak pernah menyungging senyum hangat kepada Noemi untuk pertama kalinya Nathan menunjukkan senyum itu.


Membuat hati Noemi yang awalnya tidak tenang sedikit lebih membaik.


Sebelum akhirnya ia berlalu masuk ke dalam mobil kembali. Jovan yang sudah mendapati Nathan sudah duduk dengan benar segera tancap gas meninggalkan halaman depan rumah.


Next......


"Mari Nona."Pak saptam mempersilakan Noemi untuk masuk terlebih dahulu ke dalam rumah.


Mendengar suara langkah kaki. Riska langsung melangkah keluar dapur untuk pergi ke ruang depan rumah.


"Noemi."Seru Riska menyungging senyum hangat menyambut kedatangan Noemi.


Noemi membalas dengan senyum tipis,"Ayo masuk saya tunjukkan kamar kamu agar kamu bisa istirahat."Kata Riska merangkul bahu Noemi.


"Kamu ke sini sendiri?".


"Tidak....".


"Panggil kakak saja."Yang di balas anggukan ringan Noemi.


"Tadi sudah makan?".


"Sudah Kak."


"Kalau lapar langsung ke dapur saja."


"Ehm."


Sesampainya di lantai tiga. Riska membuka salah satu kamar kosong di lorong lantai ini. Ia melangkah masuk ke dalam yang di ikuti oleh Noemi.


"Selamat beristirahat."


"Iya kak, Terima kasih sudah di perbolehkan tinggal di sini."


"Sama-sama, saya senang kamu mau tinggal di sini. Saya harap kamu nyaman tinggal lebih lama di sini."