
Osaka
pukul,10.10 .Siang .
Senin
Sup tahu daun bawang dengan nasi putih hangat. Menu makanan siang sederhana, Nathan di hari ini.
Kini ia terduduk di salah satu kursi dekat meja makan yang tersedia di sana .Sedikit demi sedikit suapan ia mulai memakan menu makan siangnya.
+++++++++
Di jam sama akan tetapi berlainan tempat .Kedua pemuda dengan seragam sekolah yang sama, tengah terduduk di salah satu meja yang tersedia di kantin sekolah SMA Sanshain.
Benji, pemuda yang tengah fokus membaca buku tebal di depannya dengan sesekali meminum jus buah yang sudah ia pesan .Dan Ryo ,pemuda yang tengah terduduk menikmati makanan menu makan siangnya.
Masih dengan posisi yang sama."Nanti jadi berangkat?".Tanya membahas pertemuan kemarin.
Masih dengan posisi yang sama saja ."Tau Hiro."Balas cuek Benji .
"......Lagian perkelahian di lalukan tanpa sebab yang jelas hanya akan buang-buang tenang."Lanjut ketus .
Masih dengan mulut yang pemuda dengan makanan."Kalau tidak jadi gue mau pergi ke celup, nanti."
Kini Benji menatap malas ,Ryo ."Lu tidak bosen ke celup tiap hari?".
Ryo menatap tatapan mata malas Benjiro."Tidak, di sana sudah menjadi rumah kedua gue ."
".......Lu sendiri kenapa masih menuruni perintah bokap lu .Sampai lu membaca buku setebal ini, idup lu sempit banget ."Lanjut Ryo seperti biasa, kalau mengucapkan sesuatu langsung keluar begitu saja .
Masih dengan tatapan yang malas."Gue melakukan ini bukan karena bokap gue maksa gue ."
"......Tapi karena ada alasan lain .Lagian lu juga harus cepat berhenti Ryo ,lu tidak kasihan sama tubuh lu."Lanjut Benji tanpa berpaling menatap lawan bicaranya.
Ryo menjinjing sebelah alisnya."Kenapa lu?Tidak biasanya lu ngomong bener ."Ucapnya heran."....Lu tidak papakan."Lanjutnya sembaring berusaha memeriksa kening Benji ,untuk mengetahui tekanan suhu tubuh Benji.
Benji langsung menepis kasar tangan Ryo."Mau apa lu?".Dengan melotot ia Ryo .
Mengelus punggung tangannya yang panas."Panas aji**mm ."
Tanpa mengatakan permintaan maaf. Benji beranjak dari sana ,ia langkahkan kakinya berlalu pergi dari sana .Meninggalkan Ryo yang masih melanjutkan makan siangnya .
++++++++
Pukul,10.52
Selesai memakan makan siangnya. Kini giliran pemuda ini untuk meminum obat yang sudah di anjurkan dokter untuknya minum .
Nathan berlalu pergi dari dapur ,ia kembali ke ruang keluarga untuk mengambil tasnya .Karena obat yang harus ia minum masih ada di dalam tas selempang tadi .
Kini ia yang sudah membawa tas selempang pun kembali melangkahkan kakinya kembali ke ruang makan .Nathan taruh tasnya di atas meja makan, ia berlalu mengambil segelas air putih.
Gelas yang sudah berisikan segelas air putih, ia taruh di atas meja makan .Nathan membuka tasnya, ia ambil bungkus obatnya. Ia kupas satu persatu obat yang harus ia minum .
++++++
Sesaat kemudian. Nathan yang selesai meminum obat ,segera mengemas obat-obatannya kembali.
Nathan biarkan obatnya tergeletak di atas meja makan bersama dengan tas selempang nya. Ia berlalu mendekati wastafel dapurnya yang penuh dengan piring-piring ,dan wadah-wadah kotor .Ia bermaksud untuk membereskan wadah-wadah kotor ini .
Suara gemericik air mulai menemani kesibukannya yang tengah membersihkan wadah kotor ini .Terasa sangat sunyi ,dan tenang .Tiada kebisingan apapun selain suara gemericik air ,dan suara benturan piring-piring yang bertabrakan ringan.
Sejam berlalu, akhirnya selesai juga membersihkan piring-piring, dan wadah-wadah kotor di atas wastafel. Dan kini wastafelnya sudah bersih ,dan kosong dari wadah-wadah kotor yang menumpuk.
Nathan dudukkan pantatnya di atas kursi dekat meja makan ,setelah ia selesai menata piring-piring yang sudah ia leap kering di atas rak piring .
Ia tekuk kakinya untuk ia naikan ke atas kursi yang ia duduki . Sembaring mengambil ponselnya yang tergeletak tidak terlalu jauh darinya .
Nathan mulai terfokus dengan memainkan layar ponselnya untuk bermain game online di sana .
++++++++
Pukul, 13.45
Sudah jam pulang sekolah ,kini kedua pemuda dengan postur tinggi badan yang berbeda ini tengah berdiri sejajar di dekat parkiran sepeda sekolah .Sembaring memperhatikan lalu lalang murid-murid lain berlalu pergi meninggalkan gedung sekolah .
"ZIVANNA."Panggil Benji kepada seseorang perempuan yang tengah menuntun sepedanya untuk keluar dari parkiran sepeda .
Perempuan itu yang merasa terpanggil menghentikan langkahnya .Ia menengok ke sumber suara yang memanggil namanya. Benji berlari kecil menghampiri perempuan yang tengah terdiam memegang sepeda angin.
Benji yang sudah berdiri di dekat perempuan itu."Zivan ,kalau lu lihat mobil ayah gue diluar .Tolong bilang sama dia ,gue ikut pelajaran tambahan jadi tidak perlu menunggu gue."Ucapnya .
Kini manik biru perempuan ini terfokus menatap lawan bicaranya."Okeh ."Balas Zivanna.
*Velesia Zivanna .Gadis dengan postur tinggi badan 157cm ,berparas cantik, berbola mata biru ini adalah, gadis blesteran darah Tionghoa-Rusia .Zivanna adalah teman satu kelas Benjiro ,kelas 10 B Bahasa.
Iya, Benji masuk kelas Bahasa, sama dengan Ryo. Sedangkan Nathan dan Hiroyuki masuk kelas 10 C MIPA yang kelasnya jauh dari kelas Bahasa.*
"Terimakasih ,Zivan."Benji yang masih di posisi yang sama .
Beranjak bersiap menuntun sepedanya kembali."Iya ,sama-sama .Gue duluan ,Ben."
".......Oh, sama .Lu jangan keluar lama-lama. Hem...gue tidak bermaksud menasehati lu. Gue cuma mau ngingetin lu, biar lu tidak di marahi sama bokap lu nanti."Lanjutnya sebelum beranjak pergi .
Benji mengangguk ringan merespon perkataan Zivanna ."BENJI!!".Teriak seorang memanggil namanya dengan nada suara tinggi .
Benji yang menyadari itu siapa ,menengok dengan malas ke arah seseorang yang memanggil namanya .Siapa lagi orang itu kalau bukan ,Ryo .Tubuh mungil tidak merubah suaranya menjadi lebih bernada rendah .
"Ayo bro."Kini giliran Hiroyuki yang sudah berdiri di dekat Ryo .
Ryo mengikuti langkah Hiroyuki yang berlalu pergi ,dari sana .Lalu di susul oleh Benji dengan langkah cepat. Namun terlihat tetep santai menyusul kedua sahabatnya yang sudah berlalu pergi lebih dulu .
+++++++++
Di jam yang hampir sama akan tetapi berlainan tempat. Nathan pemuda yang kini sudah tiduran telentang di atas tempat tidurnya .
Pemuda ini tengah tidur sangat nyenyak, sampai tiba-tiba suara bel pintu mengusik gendang telinga. Alhasil pemuda ini terbangun dari tidurnya. Ia beranjak dari atas tempat tidurnya, dengan langkah kecil cepatnya ia beranjak keluar kamar tidur .
Nathan berlari kecil ke lantai bawah untuk membuka pintu depannya ,lalu berlanjut berjalan keluar untuk membuka gerbang rumahnya.
Ia yang sudah berhasil membuka pintu gerbang, langsung berlari kecil merangkul orang yang akan bertamu ke rumahnya.
Nathan yang masih memeluk erat tubuh tamunya."NATHAN SENANG SEKALI, kak Riska datang ke sini."
Riska yang mengelus punggung adiknya."Kamu ini, seperti baru pertama kali bertemu kakak selama bertahun-tahun berpisah saja."
Nathan melepas pelukannya."Enggak ada kak Riska tidak enak tau ,jadi tidak ada yang Nathan gangguan dan tidak ada yang memarahi Nathan tiap hari."Basah basinya yang seperti seorang anak kecil yang tengah mengeluh .
"Nona."Seseorang pria yang beranjak turun dari dalam mobil .
Riska berpaling melihat supir taksi yang ia naiki tadi."E ,jadi berapa paman?".Dengan terfokus membuka dompetnya .
"9.340 Yen ,nona ."
Memberikan beberapa uang."Ini paman."
Menerima uang ongkos."Arigato,misi,sa."Dengan membungkuk sekilas memberi hormat sebelum beranjak pergi dari sana .
Riska membalas dengan mengangguk ringan.
Mobil taksi itu berlalu pergi dari .Riska segera berpaling melihat adiknya."Ayo masuk ,katanya tidak enak badan ."
"Iya."Dengan menyungging senyum dan mengangguk ringan .
Nathan yang hendak beranjak masuk ,ingin sekali membawa koper kakaknya .Akan tetapi Riska segera mengambil alih membawa kopernya sendiri .Nathan hanya mendengus kesal ,sembaring mengalah dan mengikuti langkah kakaknya .
++++++++
Setibanya di dalam rumah. Riska menaruh koper miliknya di pinggir salah satu sova ruang tamu ."Sudah makan, dik?".
"Sudah baru saja."Balas terfokus melihat lawan bicaranya."Kak. Nathan ke atas dulu ,kepala saya terasa sedikit pusing ."
"Hem, obatnya tadi belum di minum?".
"Udah ko, saya cuma butuh istirahat sebentar kak Riska."Nathan yang sudah beranjak menaiki tangga rumahnya.
Selepas kepergian adiknya .Riska menarik kopernya kembali masuk ke dalam kamar tidur yang ada di lantai bawah .
Iya ,di lantai bawah rumah Nathan juga ada satu kamar tidur yang berdekatan dengan ruang keluarga.
Riska masuk ke dalam kamar tidur itu ,ia taruh kopernya di sana .Belum sempat membongkar kopernya, ia sudah berlalu keluar kamar kembali. Riska berjalan kecil masuk ke dalam dapur, ia lihat seisi dapur .Melihat apakah ada yang perlu ia beli. Dan bersamaan dengan itu ,ia justru menyungging senyum tipisnya saat memeriksa bahan makanan."Tidak ku sangka adikku sangat baik memenuhi kebutuhannya sendiri ."Ia yang melihat hampir semua bahan yang ingin ia masak tersedia di sana .
Akan tetapi ia tidak menemukan daging di sana. Riska pun berlalu keluar dari dapur ,ia yang masih membawa tas kecilnya .
"Eh."Ujar Hiroyuki yang manik hitamnya menatap perempuan berparas cantik yang membuka pintu depan rumah Nathan dari dalam .
"Wah Nathan tidak sakit bro."Ryo yang langsung menerobos.
Riska menjinjing sebelah alihnya."Adik saya memang sedang tidak enak badan."
".....Kalian siapa?".
Langsung membungkam mulutnya sendiri dengan ke dua telapak tangannya ."Nani!?".Ujar Ryo yang sangat terkejut saat menyadari wanita di depannya adalah kakak Nathan .
Iya, mau bagaimana tidak kaget. Postur tinggi badan mereka hampir sama .Ditambah dengan raut wajah kakak Nathan yang terlihat masih seperti seorang gadis yang masih bersekolah.
"Iya kak ,kami teman Nathan ."Balas Benji yang mewakili mereka yang masih membisu.
Riska membuka lebih lebar pintu depan rumahnya."Kalian silakan masuk."Riska yang mempersiapkan teman-teman adiknya untuk masuk ke dalam rumah .
Ke empat pemuda ini mengangguk ringan membalas perkataan Riska ,sembaring mengikuti langkah kaki Riska yang berjalan masuk rumah lebih dulu .
Di dalam rumah ,manik hitam Riska yang masih terfokus menatap ke empat pemuda di depannya."Kalian silahkan duduk .Saya akan panggil Nathan ."Ucap Riska sembaring beranjak pergi dari sana .
Ryo langsung bergunjing."Serius itu kakak Nathan?".
"Hem."Dehem Hiroyuki.Sembaring mendudukkan pantatnya di salah satu sova yang tersedia di ruang tamu.
Ryo yang sudah terduduk ."Tinggi badan gue hampir sama ,sama kakak Nathan."
"Makannya jangan pendek-pendek."Saut Hanaki yang tengah terduduk santai di samping Benji hanya terdiam menyimak.
"Lu mah!!".Geram Ryo ,yang langsung di sambut sorot mata tajam dari Hiroyuki."Diem kalian berdua, diem ."Ucap pelan, namun terdengar mengerikan.
Senakal-nakal dan seserem-seremnya ,Ryo dan Hanaki langsung tetap terdiam membisu. Jika Hiroyuki sudah membuka suara.
Mereka berempat sama terdiam. Sampai Riska ,kakak Nathan beranjak turun menghampiri mereka kembali ke ruang tamu .
"Kalian tunggu sebentar, Nathan akan turun sebentar lagi ."Ucap Riska .".......anggap seperti rumah sendiri ,saya akan pergi sebentar."Lanjutnya beranjak pergi dari sana .
Keempat pemuda ini hanya mengangguk-angguk ringan membalas kalimat-kalimat yang terucap dari dalam mulut Riska .
Belum sesaat kepergian kakaknya ,Nathan beranjak turun dengan langkah pelannya .
"Nat ,lu sakit apa?".Tanya Hiroyuki yang pertama kali menyadari cara jalan Nathan yang sedikit berbeda.
Benji yang kini terfokus menatap Nathan yang tengah berjalan menghampiri mereka berempat."Apa jangan-jangan karena kemarin, pinggang lu sakit!?".Saut Benji seketika.
Ryo yang terfokus menatap Benji."Maksud lu!?".Ucap Ryo yang bertanya-tanya.
"Gue tidak suka sama pikiran lu."Balas Benji dengan tatapan dinginnya .
Nathan yang sudah ada di ruang tamu, mendudukkan pantatnya perlahan di atas sova. Baru saja ia duduk rileks."Lu sakit apa, Nat?".
"Flu ."Balasnya singkat.
"Terus kenapa lu jalan kayak gitu?".Kini berganti dengan Hanaki yang membuka pertanyaan.
"Ini karena bang Benji ."Balas Nathan tanpa berpaling melihat Benji .
"O'HO!Bukan lu yang mulai duluan ."
".......lu yang pertama kali cari gara-gara."Benji langsung menaiki nada suara.
Nathan menyungging senyum paksaan nya dengan melambai-lambaikan ke dua tangannya ."Tenang bang ,tenang .Santai bang. "
Dengan memasang wajah masamnya ."Iya gue yang salah ,gue yang buat diri gue kejepit pintu mobil, gue juga yang sudah buat kita berdua nyungsep dari atas sepeda ."
"HHHHHHHHH."Tawa Ryo ,Hanaki ,dan Hiroyuki bersamaan menggema seisi ruangan .
"AN**JIR, ko bisa gini ."Ucap Hanaki dalam tawanya .
"Kalian ko bisa nyungsep, gimana ceritanya?".Hiroyuki yang bertanya dengan tetap tertawa kecil .
"Nathan mikirin kutu rambutnya yang jumlahnya banyak ,sampai melamun .Gue panggil-panggil dia. Eh!Dia malah kaget, terus goyang-goyang ,nyungsep sudah."Cerita Benji yang semakin membuat tawa ke tiga pemuda ini menjadi-jadi .
Nathan yang sedikit tidak nyaman."Oh bang ,jangan terlalu jujur jika bercerita ."
"Gue cerita apa adanya ."Balas enteng Benji .
Ryo yang berusaha bangkit untuk terduduk kembali."Teru-terus, pinggang lu karena apa?Bagaimana bisa kejepit pintu mobil....?".Masih dengan menahan tawanya.
Dengan memasang wajah marah ,yang terlihat lucu ."O'ho ,kalian kesini cuma mau menertawakan saya saja."Nathan yang mulai kesal .
"Sudah-sudah."Hiroyuki mencoba menghentikan tawanya juga tawa kedua temannya .
Kini yang kembali terfokus ."Kita cuma lihat keadaan lu saja ,lu kan sendirian di rumah .Paman Yoshi kan sedang sibuk merawat Kenji .Jadi kita pikir lu membutuhkan bantuan kita ,tapi ternyata sudah ada kakak lu ."Jelas Hiroyuki.
"Kakak gue baru saja datang tadi."
"......Gue bersyukur sih ,kakak gue datang .Coba tadi tidak ,hancur gue di rawat kalian ."
Dengan raut wajahnya tidak terima."HO!!".Ujar Ryo dan Hiroyuki bersamaan.
"Kalian kenapa?".Hanaki yang merasa heran dengan respon kedua pemuda ini .
"Yasudah ,kalian haus dan butuh camilan apa?Biar gue ambilkan."Tawar Nathan kepada ke empat temannya .
"Terserah lu ,Nat .Apa saja yang ada taruh sini ."Saut balas Ryo .
Beranjak dari tempat duduknya."Tunggu bentar."Ucapnya sembaring berlalu pergi dari ruang tamu .
Benji selepas melihat ke layar ponselnya yang menyalah ,raut wajahnya langsung berubah drastis menjadi lebih datar dan dingin .Entah apa isi pesan chat yang baru saja ia terima ,yang jelas pesan chat itu membuat moodnya seakan langsung down .
Nathan dengan membawakan beberapa kaleng minuman dingin untuk ke empat temannya, juga dua bungkus besar camilan .Ia yang sudah di ruang tamu ,menaruh makanan dan minuman yang ia bawah di atas meja.
"Habiskan ,gue sudah susah-susah mengambilnya ."Ucap Nathan dengan kembali terduduk di atas sova .
Hanaki langsung mengambil minuman kaleng dingin itu .Hiroyuki pun ikut mengambil minuman kaleng .Sementara itu Ryo mengambil salah satu bungkus camilan .
Sedang Benji justru bersiap beranjak dari atas tempat duduknya ."Maaf bro ,gue harus pulang ."Beranjak pergi.
"Nat lekas membaik ,gue pulang duluan ."Pamit Benji yang kini berdiri tidak terlalu jauh dari Nathan.
"Iya ,bang .Terima kasih sudah berkunjung."Ucap Nathan yang di balas anggukan ringan oleh Benji.
Benji kembali berbalik melihat ke tiga temannya yang tengah terduduk."Duluan, bro."
"Okeh ."Balas Ryo dan Hanaki bersamaan .
"Hati-hati di jalan ."Saut Hiroyuki yang manik hitam terfokus menatap Benji .
Benji mengangguk ringan ,lalu beranjak pergi dari sana. Meninggalkan tempat tinggal Nathan .
Selepas kepergian ,Benji mereka yang kini cuma berempat tetap riuh .Dengan sesekali bercanda .
+++++++++
Pukul ,17.45
Hari sudah menjelang malam .Teman-teman Nathan juga sudah berlalu pergi dari kediaman rumahnya .Sejak di awal tadi ,sebelum menjelaskan malam .
Riska yang sudah ada di rumah ,kini tengah di sini bukan dengan peralatan masak di dapur .Kini Riska tengah membuatkan makan malam untuk adiknya dan dirinya .
Sudah hampir beberapa waktu berlalu, tumis daging kecap ,bawan jagung ,juga tumis sayur wortel, kentang, buncis yang di tumis menjadi satu olahan masakan .
Semua menu makan makan itu sudah tertata rapi di atas meja makan .Nasi putih hangat pun juga tersedia di atas meja makan .
Riska yang sudah selesai melakukan semuanya."Nat....".Ucapnya yang hendak memanggil adiknya yang ada di ruang keluarga.
Akan tetapi terhenti saat menyadari adiknya sudah berjalan masuk ke ruang makan .
Melihat menu makan malamnya."Baunya harum."Ucap Nathan .
Riska yang mengambil sedikit nasi putih untuk adiknya ."Coba dulu rasanya ,soalnya sudah lama kakak tidak pernah masak ."Ucap memberikan piring berisikan nasi putih di atasnya .
"Okeh."Nathan terduduk dan memulai mencoba tumis daging lebih dulu .
Ia yang masih mengunyah dalam mulutnya."Umm ,enak kak."Ujarnya menunjukkan ekspresi wajahnya yang sangat senang .
Nathan langsung beralih mengambil menu makanan lain .Dan memakan menu makan malamnya dengan lahap .
Riska yang memperhatikan itu ."Pelan-pelan dik, nanti kesedak."