
Osaka
Senin
Walaupun ada sedikit kendala di perjalanan ,akhirnya berhasil juga Nathan membawa Hiroyuki ke klinik yang di beritahu Hiroyuki di perjalanan tadi .
Sementara Nathan masih memarkir motor .Hiroyuki justru sudah menghilangkan di tempat ,ia sudah lebih dulu masuk ke dalam klinik meninggalkan Nathan seorang di di luar klinik.
Di dalam Hiroyuki yang sudah dekat dengan neneknya ."Obaa-chan ,Obaa-chan tidak papakan?".Tanya Hiroyuki yang terlihat sangat cemas dengan keadaan sang nenek .
Mengelus punggung sang cucu ."Obaa-san baik-baik saja, Hiroyuki."
".....Kenapa ke sini , Oka-san siapa yang menemani?".Tanya balik nenek Suki .
"Okaa-san sudah ada perawat ,Obaa-chan."Balas lembut Hiroyuki melihat kaki kiri neneknya yang diperban ."Obaa-chan bisa jalan?".
Okaa-san\=>Panggilan ibu dalam Bhs Jepang.
"Bisa ,Hiro .Tapi Obaa-san tidak boleh melakukan hal-hal berat terlebih dahulu .Jika di paksa tetap melakukannya ,saya khawatir tulang pergelangan kaki beliau akan benar-benar patah .Karena dari pemeriksaan saya tadi ,tulang Obaa-san sudah mengalami sedikit keretakan ."Saut jelas dokter pria ini .
"Kira-kira berapa lama saya harus seperti ini?".Tanya nenek Suki.
"Satu Minggu ."
"Biarkan Obaa-san tinggal di rumah saya saja ,Yuki ."Saut Nathan dari keluar dari balik badan dokter pria yang berdiri di ambang pintu masuk.
Nathan berjalan maju mendekati Hiroyuki dan neneknya ."Obaa-san tinggal saja sementara waktu di kediaman saya, saya sangat senang jika Obaa-san menyetujui nya ."Kata Nathan dengan senyum tipisnya .
"Tap...". Memotong kalimat Hiroyuki."Diam ,saya tidak tanya lu ."Nathan yang mengabaikan kehadiran Hiroyuki.
Nenek Suki melihat cucunya sekilas, cucu pertama yang terlihat sangat kacau karena sudah terlalu lelah kesana-kemarin melihat keadaannya, lalu baik ke sana melihat keadaan ibunya di rumah sakit .Menyadari betapa lelahnya yang cucunya rasakan ."Baikan saya setuju selama itu tidak merepotkan kamu ,nak Nathan."Balas Nenek Suki .
"Tentu tidak ,Nek ."Nathan tersenyum tipis .".....ada mobil untuk mengantar nenek dan adik-adik kamu ke rumah saya?".Tanya Nathan yang kini sudah terfokus melihat Hiroyuki.
"Tidak."Balas singkat Hiroyuki .
Mengabaikan perkataan Hiroyuki .Nathan segera mengeluarkan ponselnya, ia mengirim beberapa pesan kepada seseorang di seberang sana .Selesai dengan itu ."Kalian tunggu sebentar Oji-san akan segera menjemput untuk mengantar kalian ke kediaman saya ."
Terfokus dengan Hiroyuki."Yuki tidak ada baju ganti atau seragam sekolah adik-adik lu yang perlu di bawah?".Tanya Nathan .
Hiroyuki akhirnya mengikuti perintah Nathan."Ada ."Balas singkat nya.
Setelah mengakhiri obrolan ini .Nathan segera beranjak mengikuti Hiroyuki untuk pergi ke rumah neneknya bersama kedua adik-adiknya untuk membawa beberapa barang yang perlu di bawa selama tinggal di rumah Nathan .
Beberapa selang waktu kemudian ,akhirnya semua barang yang akan di bawa sudah rapi terkemas dalam tas .Nathan segera membantu mengangkat dua tas berjenis ransel dan selempang besar ini .Sementara untuk dua adik Hiroyuki membawa satu tas ransel milik mereka sendiri .
Sudah siap .Hiroyuki mengajak ,Nathan untuk kembali lagi ke klinik tadi .Di perjalanan kaki mereka .Hiroyuki yang berjalan beriringan dengan Nathan ."Lu serius Obaa-chan di perbolehkan tinggal di rumah lu?". Hiroyuki yang masih ragu-ragu, juga masih merasa kurang enak karena merepotkan temannya.
"Iya, Yuki . Lagian lu sendiri tau kan kalau gue tinggal sendirian, jadi biarlah .Lu tidak mau apa rumah teman lu ini sesekali rame kayak pasar tradisional baru buka ."Cerocos Nathan sampai mulut membusa-busa .
Hiroyuki hanya terkekeh kecil ,sembaring berucap ."Iya boleh ,biar rumah sahabat gue bisa rame seperti pasar tradisional baru buka."Timpal balik Hiroyuki menangapi celotehan Nathan .
Sesampainya di klinik tadi .Nathan dan keluarga kecil Hiroyuki menunggu sesaat .Sampai beberapa menit kemudian mobil Lexus LM hitam telah sampai di depan klinik ini .
Nenek Suki yang di bantu oleh dokter klinik ini dan Hiroyuki berjalan keluar klinik untuk beranjak masuk ke dalam mobil Nathan .Sementara untuk Nathan ,tengah di sibukkan menata barang-barang bawaan tadi di bagasi belakang mobil .
Nenek Suki sudah naik ke dalam mobil, begitu juga dengan adik-adik Hiroyuki. Sementara kedua adiknya duduk di belakang ,dan Nathan duduk di depan .Di samping pamannya yang duduk menyetir mobil .Sedangkan untuk Hiroyuki, ia tidak bisa ikut mengantar karena ia harus segera kembali lagi ke rumah sakit di mana ibunya di rawat .
Sebenarnya Nathan juga ingin ikut, karena ia takut gerombolan pemuda tadi masih ada di sana.Menunggu kembali ia dan Hiroyuki ,dan jika Hiroyuki kembali seorang diri .Itu berarti keselamatan nya sedang dalam bahaya .
Sudah duduk dengan baik semua .Pintu otomatis mobil tengah mulai tertutup .Mesin mobil yang sudah menyalah ini berlahan-lahan mulai berputar arah untuk keluar dari daerah ini .
Setelah sekian lama perjuangan, akhirnya mobil ini berhasil berputar balik .Paman Yoshi yang menyetir mobil mulai menaiki sedikit kecepatan mobil ini .Agar lekas sampai di kediaman rumah majikannya.
Yoshi yang masih fokus menyetir mobil."Ini nenek Suki, Okaa-san dari Isa ."Tebak nya .
*Isa Isamu adalah nama almarhum ayah Hiroyuki .Putra sulung nenek Suki .*
"Iya ,kamu kenal dengan putra saya?". Respon Nenek Suki yang duduk di kursi belakang Yoshi menyetir.
"Tentu kenal, nenek .Saya sahabat dekat putra nenek ."Balas Yoshi menyungging senyum tipisnya.
"Oh ,jangan-jangan kamu Ochi kecil ."Balas cepat nenek ini .".....Sudah lama sekali saya tidak bertemu, kamu sudah sebesar ini .Pasti sudah jadi bapak-bapak sekarang."
"Iya ,sudah jadi Otuo-chan dari satu putra ."Balas Yoshi yang kini tersenyum manis .
Pemuda yang awalnya hanya terdiam memikirkan keadaan Hiroyuki."Putra teman saya Obaa-chan .Obaa-chan tau Kenji ,dia putra paman Yoshi."Saut Nathan ikut menyambut bercakap.
"Oh yang itu, anak ganteng itu anaknya ganteng seperti nak Nathan ."Ucap Nenek Suki dengan ekspresi wajah semeringah .
+++++
Di sisi lan .Hiroyuki mulai menarik motornya kembali untuk segera kembali lagi ke rumah sakit menemani sang ibunda yang masih tergeletak lemah di sana .
Ibunda Hiroyuki mengalami kecelakaan di tempat kerja .Ibunya di kabarkan jatuh dari lantai empat anak tangga yang membuat sebuah cedera parah pada kepala bagian belakang .Hal itu juga yang menyebabkan sang ibunda belum kunjung siuman .
+++++
Kembali ke Nathan yang sudah sampai di kediaman rumah nya .Semua segera beranjak keluar mobil ,sementara untuk nenek Suki ia di tuntun oleh Nathan berjalan berlahan masuk ke dalam rumahnya .
Ohy, karena alasan tertentu kini paman Yoshi memiliki kunci cadangan rumah Nathan .Itu juga di lakukan atas dasar kemauan kakaknya .Kakaknya melakukan itu ,untuk mempermudah Paman Yoshi masuk ke dalam rumah jika tejadi sesuatu di dalam kepada Nathan .
Kembali ke masa sekarang .
Nathan menuntun Nenek Suki untuk duduk di ruang tengah rumahnya (Lebih tepatnya ruang tamu).
Nenek Suki yang sudah duduk di sova melihat sekeliling nya yang bersih ,namun terlihat sunyi sepi ."Nak."Panggil kepada Nathan .
"Iya, Obaa-san?".Nathan sedikit membungkukkan menunggu pertanyaan dari Nenek Suki.
"Kamu tinggal seorang diri."Ucap Nenek Suki telihat seperti sebuah pertanyaan.
Nathan tersenyum tipis sembaring berucap ."Iya ,Obaa-san."Balasnya ."....Nenek nanti tidur di kamar sana .Soalnya kalau nenek tidur di atas ,saya takut anda kesulitan untuk turun."Jelas Nathan pelan dan sopan .
"Tidak papa ,nak .Lagian itu juga demi kebaikan nenek ."Kata nenek Suki .
"Panggil Obaa-san atau bibi seperti dulu ini ."Ucap Yoshi yangs sudah berdiri tidak terlalu jauh dari nenek Suki duduk .
Nenek Suki yang mendengar jelas itu."Panggil saja Obaa-san ,Ochi .Saya sudah tua ."Kata nenek Suki .
Yoshi yang mendengar itu tersenyum manis .Sebelum ia membungkuk sekilas sembaring berucap ."Saya pamit ,nek Suki .Putra saya sudah menunggu kepulangan saya ."
"Iya ,hati-hati .Rawat putra mu dengan baik ,di laki-laki yang tampan seperti Nathan ."Kata nenek Suki tersenyum manis .
"Iya ,Nek ."Yoshi tersenyum tipis .Ia berganti terfokus dengan Nathan ."Saya pulang, jika butuh apa-apa hubungi saya saja ."Pesan Yoshi kepada Nathan .
Nathan hanya memmbalas dengan anggukan riangan ."Mari saya antar ,Oji-san ."Nathan mengikuti langkah kaki sang paman .
Kenichi yang awalnya berdiri di dekat kakaknya, kini langsung berjalan cepat menghampiri sang nenek .Sudah duduk di samping sang nenek."Obaa-chan. Rumah Onii-san bagus sekali ,rumahnya bersih ."Kata si bungsu .
Mengelus rambut belakang cucunya ."Onii-san rajin ,kamu harus contoh kerajinan nya .Rajin bersih-bersih ,rajin belajar, tidak nakal ."Kata nenek Suki ke pada si bungsu.
Setelah menutup gerbang rumah dan pintu depan rumah .Nathan kembali ke ruang tengah di mana ada keluarga kecil yang tengah asik bercanda riya.Tidak bermaksud mengganggu, tapi ini sudah seharunya di tawarkan sebagai seorang tua rumah.
Nathan kembali berjalan mendekat ke ruang tengah."Permisi."Serunya sembaring tersenyum tipis.
Kenichi yang melihat ke hadiran Nathan ."Onii-san ,rumah Onii-san bersih sekali!Saya sangat suka melihatnya ,Onii-san keren."Ucap sang bungsu.
Nathan menyinggung senyum manisnya ."Kalau gitu kalian mau makan malam apa ,biar Onii-san masakan ."Tanya Nathan kepada kedua adik kembar Hiroyuki .
Nenek Suki yang mendengar itu ."Tidak perlu ,nak .Kamu istirahat saja ,mereka berdua juga baru saja makan malam di rumah tadi ."
"Tidak papa ,Nek .Jika mereka lapar saya akan masakan ."Nathan memperlihatkan senyum ramahnya.
Kenichi ingin menjawab ,namun dengan cepat Kazuo menyahut ."Tidak perlu ,Onii-san. Kami istirahat saja ,sudah waktunya jam tidur kami."Kata Kazuo kecil .
"Baiklah saya akan antar kalian ke kamar kalian di atas ,setelah membantu nenek pergi ke kamarnya."Kata Nathan mengambil tas selempang milik berisikan pakaian nenek Suki .
"Sudah tidak."Balas nenek Suki .
Sementara Nathan membantu neneknya .Kazuo segera mendekati kembarannya ."Ichi ,jaga bicaramu .Kamu tidak lihat, kak Nathan tadi terlihat sangat letih sekali .Jadi jangan minta yang aneh-aneh, lagian tadi kamu juga sudah makan kan ."Tutur tegas Kazuo .
Kenichi tertunduk masam ."Iya ,Onii-chan .Maaf."Walaupun dingin dan cuek dengan sekitar .Ia tetaplah seorang kakak penyayang ,ia tepuk bahu saudara kembarnya."Iya ,lain kali jangan di ulang ."
"Iya."
"Eh ada apa ini, Kenichi kenapa nangis?".Nathan yang tengah berjalan menghampiri dua bocah ini .
Melihat kedatangan Nathan."Tidak Onii-san, saya cuma ngantuk."Balas lucu Kenichi.
Mengambil tas ransel besar milik dua anak laki-laki ini ."Yasudah ayo naik ,kamar kalian bersebelahan dengan kamar kakak ."Ajak Nathan kepada kedua anak laki-laki ini .
Keduanya segera berjalan lebih dulu sesuai keinginan Nathan untuk naik ke lantai atas.
Di lain atas Nathan langsung mengajak kedua anak laki-laki ke kamar sebelah kamar tidur tidurnya .Nathan yang sudah berhenti di depan pintu segera membuka pintu kamar ini .
Setelah pintu sudah terbuka, Nathan memperlihatkan kedua anak laki-laki ini untuk masuk lebih dulu .
Mengangkat jari jempol nya ."Keren ,Onii-san .Kamarnya rapi sekali."Ujar Kanichi tersenyum manis .
Nathan menaruh tas ini di samping tempat tidur ."Kalian istirahat lah, kamar mandi ada di pintu itu .Kalian tidak perlu susah-susah turun ke lantai bawah .Jika membutuhkan apa-apa panggilan saya, jangan malu-malu langsung panggil saya ingat itu ."Tegas Nathan ."....Kamar kakak ada di sebelah, kalian ketuk saja jika membutuhkan sesuatu."Kata Nathan beranjak keluar kamar ini .
"Iya, Onii-san ."Balas Kanichi .
+++++
Nathan yang sudah sampai di kamarnya sendiri .Langsung saja membuang tas ransel sembarangan ,sebelum ia lempar tubuh lelah ini ke atas tempat tidur .
Masih dengan seragam sekolah yang melekat ,tanpa berganti pakaian .Nathan yang sudah tidur tengkurap terlentang ini ,kini sudah terlelap berselancar dalam dunia mimpi.
Mungkin tubuhnya sudah sangat letih, sehingga tidak perlu membutuhkan proses lama untuknya tidur nyenyak .
++++++++
+++++++++++
Osaka
Pukul 05.11 Pagi .
Selasa .
Seperti hari-hari biasa. Walaupun kurang tidur atau tidur larut malam. Nathan tetap bangun lebih awal ,mungkin karena sudah terbiasa dengan keseharian nya .Jadi tidak ada yang sulit untuk Nathan bangun pagi ,kecuali hari Minggu.
Dan kini, Nathan sudah ada di dapur sibuk menyiapkan makan paginya seorang diri. Sudah ada beberapa makanan yang sudah siap tertata rapi di atas meja makan .Ada sayur sop, ikan goreng, telur ,dan juga tumis kering tempe .Makan perpaduan antara Indonesia dan Jepang ini sudah tertata rapi di atas meja makan .
Melihat itu Nathan segera beranjak pergi dari ruang makan .Ia berjalan naik ke lantai atas ,akan tetap langkahnya terhenti di saat fokusnya melihat dua anak laki-laki yang tengah berdiri di ujung tangah atas sana tangga .
Nathan yang melihat itu kembali melanjutkan langkahnya untuk mendekati dua anak laki-laki .Sedikit membungkuk menyamakan tinggi kedua anak laki-laki ini ."Kalian sudah mandi?".
Keduanya menggeleng ringan .
Nathan berdiri tegak kembali ."Ayo mandi dulu ,selesai mandi kalian turun .Saya sudah siapkan sarapan untuk kalian dan Obaa-san ."Kata Nathan mengajak kedua anak laki-laki ini untuk mandi terlebih dahulu.
Sudah ada di kamar kedua anak laki-laki ini .Nathan yang masih bersama keduanya ."Hari ini kalian sekolah?".Tanya Nathan ."
"Iya, Onii-san ."Balas Kazuo .
"Bawa seragam sekolah?". Keduanya mengangguk ringan .
Mengelus lembut pucuk kepala kedua anak laki-laki ini ."Kalau gitu kalian mandi gihh, biar saya yang menyiapkan seragam.....". Memotong perkataan Nathan .".....Tidak perlu ,Onii-san .Kami bisa sendiri ,lebih baik Onii-san mandi saja .Onii-san juga harus berangkat sekolah."Kata Kazuo.
Menyadari bahwa dirinya belum siap sama sekali.Nathan terpaksa mengalah dan mengiyakan keinginan Kazuo kecil ."Baiklah, Onii-san akan pergi."Nathan berjalan keluar kamar ini .
Selepas kepergian Nathan. Kedua anak laki-laki mulai berganti untuk mandi. Kenichi mandi lebih dulu karena Kazuo harus menata kan seragam sekolah yang akan mereka kenakan.
Sedangkan untuk Nathan, ia sudah masuk ke dalam kamar mandi .Untuk segera melaksanakan ritual bebersih diri .
++++++++
Pukul, 06.10 Pagi .
Nathan sudah rapi dengan seragam sekolahnya ,seragam musim dingin dengan seperti biasa selalu ada jaket hitam polos yang ia kenakan.
Namun kali ini Nathan tidak langsung mengenakan jaket hitam polos ini. Ia hanya membawa jaket ini bersama dengan tas ransel sekolah nya yang hanya ia cangkul sebelah .
Sebelum beranjak turun ke lantai bawah Nathan berjalan ke kamar kedua anak laki-laki tadi .Setelah tidak mendapati kedua anak laki-laki tadi di dalam kamar .Baru ia berjalan turun ke lantai bawah ,dengan langkah kecil cepat ia pergi ke ruang makan .
Di ruang makan sudah ada nenek Suki, Kazuo ,dan Kenichi tengah menunggu kedatangan nya. Nathan yang sudah di sana melihat makan di atas meja yang belum tersentuh."Eh, kenapa belum di makan?".Tanyanya .
"Kami menunggu, Onii-san."Saut Kenichi yang duduk di kursi makan dekat sang saudara kembarnya.
"Tidak perlu menunggu .Hem.... saya jadi tidak enak membuat kalian menunggu lama ."Kata Nathan ."Silakan di makan."Nathan mempersilakan tamunya untuk makan lebih dulu .
Melihat nenek Suki yang masih terdiam."Obaa-san tidak suka dengan masakan saya, kenapa tidak makan?".Tanya Nathan yang tertekuk masam .
"Tidak, nak .Saya akan makan."Balas cepat nenek Suki tersenyum tipis.".... Masakan pemuda tampan masak tidak di makan ."Gurau Nenek Suki yang membuat Nathan tersipu malu .
Tersenyum manis ."Tunggu! Nasi nya saya hampir lupa."Nathan beranjak dari tempat duduknya .
Ia berjalan ke Rice cooker penanak nasi .Ia mengambil nasi hangat dan menyiapkan dalam piring .Berganti-ganti dengan di bantu Kazuo yang ternyata mengikuti langkah nya .
+++++
Jam sarapan pagi berlalu, kini Nathan yang sudah selesai beberes belas makan dengan di bantu oleh Kazuo pun telah selesai .Nathan dan Kazuo berjalan ke ruang tengah di mana Kenichi dan nenek Suki tengah terduduk .
"Nak Nathan."Seru Nenek Suki .
".......Ini tongkat siapa?".Tanya nenek Suki soal tongkat bantu untuknya berjalan sembaring tadi.
Nathan yang tengah mengenakan sepatu sekolah mendongak melihat sang sumber suara."Mungkin itu milik Ojii-Chan atau Obaa-chan saya, soalnya saya menemukan itu di gudang. Saya ingat Obaa-san membutuhkan bantuan untuk berjalan ,jadi tadi malam saya ambil tongkat ini dari gudang untuk Obaa-san pakai ."Jelas Nathan dengan tutur kata santai dan sopan .
"Ojii-chan dan Obaa-chan kamu siapa namanya?".Tanya Nenek Suki terfokus melihat lawan bicaranya yang tengah sibuk mengenakan sepatu sekolah.
"Ojii-chan Tamana dan Obaa-chan Ena ."Balas Nathan menyebutkan nama almarhum kakek dan neneknya yang keduanya berdarah Jepang .
"Oh, kamu cucu Ena Gin!Beliau terkenal sangat baik sekali ,saya pernah bertemu dengan beliau sekali."Kata Nenek Suki .
Nathan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis .Sembaring beranjak dari tempat duduknya."Saya berangkat dulu, Obaa-san. Jika ada apa-apa gunakan saja telfon rumah untuk menghubungi saya ."
*Takuya Tamana atau kakek Tamana dan Ena Gin atau Nenek Ena .Keduanya adalah nenek, kakek Riska dan Nathan.*
Nenek Suki hanya membalas dengan anggukan dan senyum manisnya .
Nathan yang kini sudah melihat kedua anak laki-laki yang duduk di dekat nenek Suki ."Kalian ikut Onii-san, saya akan antar kalian ke sekolah."Ajak Nathan .
Keduanya berpaling melihat nenek Suki sebelum menjawab ajakan dari Nathan ."Sudah sana berangkat, nanti keburu telat .Kasihan Onii-san juga nanti bakal ikut telat ke sekolah nya ."Kata nenek Suki nada suara lembut nya .
Kedua cucunya mengangguk ringan ."Kami pamit ,kami akan cepat pulang ."Kata Kenichi .
"Obaa-chan jaga diri baik-baik di rumah."Pesan Kazuo yang terlihat tidak enak hati harus meninggalkan neneknya seorang diri di rumah.
Mengelus pucuk kepala kedua cucunya."Iya sudah sana ,Kazuo ,Kenichi ."Kata nenek Suki tersenyum hangat.
Kazuo dan Kenichi ikut dengan Nathan .Sebelum Nathan beranjak keluar rumah ia membungkuk sekilas memberi hormat kepada nenek Suki. Untuk menghargai nenek Suki sebagai sesepuh di rumah ini .Walau nenek Suki hanya tamu yang tinggal sementara sekali pun .
Di luar. Nathan membuka pintu kecil garasi mobil yang tidak kunci. Ia masuk ke dalam dan keluar dengan membawa sepeda angin milik nya .
Dengan menuntut sepeda angin ini ,sampai berhenti di depan kedua anak laki-laki ini ."Ayo naik ,kalian bisa naikkan?".Tanya Nathan.
Keduanya mengangguk ringan dan mulai berganti naik ke atas boncengan sepeda Nathan .