My Salvador

My Salvador
Eps.212 Borgol



Italia


Pukul. 06.00 Pagi


Selasa


Pagi-pagi sekali. Untuk pertama kalinya saat menempati villa ini .Untuk pertama kalinya lah Nathan bangun sepagi ini .Membuat para karyawan pekerja villa terheran-heran.


Namun yang namanya Nathan .Dia bodoamat yang penting hidup .Mungkin itu yang tengah ia pikirkan. Ia berjalan ke dapur menghampiri beberapa pembantu yang tengah sibuk membuat sarapan untuknya.


"Bi."Nathan menghampiri pembantu yang paling tua(kepala pembantu).


Fokus pada lawan bicaranya."Ada yang bisa saya bantu tuan muda?".


"Tolong buat kopi ,jangan terlalu manis. Saya tunggu di ruang makan ."


"Baik Tuan muda."


Nathan berlalu meninggalkan dapur .Untuk melangkah kan kakinya ke ruang makan.


Next......


"Loh itu siswa baru di kelas lu kan."Kata salah seorang siswi berbisik-bisik dengan temannya."Terus itu siapa yang bersamanya?".


"Lu tidak lihat tangan mereka ."


"Jangan-jangan."


Bisik-bisik kan dan tatapan penuh pertanyaan mengiringi perjalanan Nathan sampai ke kelasnya .Bahkan sampai di depan kelasnya .


Di kelas Nathan menghampiri gerombolan komplotan Enzio yang sedang ngerumpi pagi-pagi.


"Oi."Singkat akan tetapi bisa membuat komplotan ini fokus pada lawan bicaranya. Bahkan sampai memberikan hormat.


Nathan tidak suka mendapatkan perlukan seperti bos ."Jika kalian melakukan seperti ini lagi ."Sett..... Mengangkat tangan hendak memukul salah satu komplotan Enzio, hendak tapi tidak sampai iya .


"Gue butuh kursi buat brengsek ini."Mendengar itu Jovan langsung mendorong kasar kepada Nathan sampai terpental .


Iya, walaupun tidak terlalu fasih berbahasa Italia .Jovan tetap bisa mengerti apa yang Nathan ucapkan .


Loh kenapa Jovan ikut Nathan ke sekolah?Karena sebelum ini.....


Nathan yang tengah sibuk memeriksa buku-buku yang akan ia bawa ke sekolah .Di hampir oleh Jovan yang baru saja turun .Nathan tidak terlalu memperhatikan kehadiran Jovan di samping akan tetapi tiba-tiba.


Cetek....."Loh!". Kaget Jovan membuat Nathan berpaling ke arahnya ."Bang***sat!!".Umpat Nathan fokus pada tangan kirinya yang terborgol menjadi satu dengan tangan tangan kanan Jovan .


Jovan yang masih tenang ."Tenang ,borgol ini pasti ada kuncinya."


Fokus menatap tajam marah kesal Jovan ."Gue tidak tau kuncinya be**go."


"Paman Dante pasti mengetahuinya."Kebetulan melihat paman Dante yang baru masuk ke dalam ruangan ."Paman ."Panggil Jovan .


Melangkah mendekat."Ada yang bisa saya bantu tuan?".


Mengangkat tangan kanannya dan tangan Nathan ."Paman tahu kunci borgol ini?".Tanya Jovan.


"Itu borgol di atas meja ini?".


"Iya."


"Kuncinya patah tuan ."


"Jovan.......".Nathan yang semakin marah .Brukk..... Memukul kuat pipi Jovan ."Masih pagi cari masalah saja lu bang****sattt."


"Saya akan mencari duplikat kunci borgol itu."


"Sudah ada tuh....gitu saja marah."Jovan yang masih mengelus-elus pipi memarnya .


"Diam bang***sat .Sudah salah banyak ba****cot."


"Maaf tuan ,kunci duplikat borgol ini tidak bisa jadi secepat itu ."


"Beli jadi di toko kan bisa ."Kata Nathan.


"Tidak bisa tuan ,itu kunci borgol khusus dengan kunci khusus yang tidak terjual bebas ."


"Terus bagaimana sekolah saya?". Meninggikan nada bicaranya.


"Anda tetap akan sekolah dengan Tuan Jovan yang akan ikut bersama anda ."


"Anda tidak bisa mengambil libur semen......".Beranjak dari tempat duduknya."......Antar saya sekolah."


"Tunggu."Jovan yang baru ikuti berdiri dari tempat duduknya."Gue belum mandi ,belum ganti pakaian, belum makan ."


"Apa urusannya sama gue."


Mendorong kasar kepada Nathan."Ya tunggu bang***sat gue harus mandi ."


Serutt....Menarik kasar Jovan."Mata mu Jov .Gue tidak mau ikut lu mandi."


Menjaga keseimbangan tubuhnya kembali ."Siapa suruh lu ikut gue mandi bodoh.....gue cuma mau cuci muka dan ganti pakaian."Jovan melanjutkan langkahnya di ikuti oleh Nathan yang terpaksa ikut karena borgol sialan ini.


Next.......Back to school


"Tolong carikan gue kursi."Suruh Nathan kepada komplotan Enzio.


Melihat kursi di samping tempat duduk Nathan yang sudah di duduki oleh seorang perempuan berkacamata yang baru masuk beberapa hari kemarin."Di samping kamu akan ada kursi."Kata Enzio.


Memahami maksud jahat Enzio."Buta lu."Nathan menatap datar.


"Carikan kursi ."Suruh Enzio kepada anak buahnya.


Sementara Jovan sibuk dengan layar ponselnya .Sibuk mengirim beberapa pesan singkat tentunya.


"Oi bang***sat ."Nathan yang sudah fokus dengan Jovan ."Hem?".Jovan yang masih fokus pada layar ponsel.


Mendorong kasar tubuh Jovan yang menghalangi jalannya .Nathan berlalu untuk duduk di bangku nya .


"Gue duduk di mana?".Tanya Jovan kepada Nathan .


"Tuli lu."


"Apaan be***go ,gue tidak ada tempat duduknya."


"Masih di carikan."


"Tuh...".Nathan melihat dua pemuda yang membawa satu kursi untuk Jovan duduk .


Sementara Jovan mengatur posisi duduk. Nathan berkata kepada teman duduknya."Maaf menganggu waktu membaca mu."


Di balas anggukan ringan oleh perempuan kacamata yang memang sedang fokus membaca buku .Akan tetapi harus terganggu oleh keributan Nathan dan Jovan.


"Thanks ."Ucap Jovan kepada dua pemuda ini.


Next.......


"Oi gue lapar ."


"Hem."


"Lapar Nat ."


"Nat ."


"Nat."


Menengok kesal ."Apa bang****sat?".


"Gue lapar ."


"Iya ke kantin ."


Mengangkat menunjukkan kedua tangan yang masih terborgol ini."CK gue malas be***go."


"CK mentang-mentang sudah sarapan."Beranjak dari tempat duduknya dan mendorong kasar kepala Nathan sampai hampir membentur meja. Di susul nyelonong begitu saja memulai perjalanan keluar kelas .Membuat Nathan juga hampir terseret kasar .


Menendang kasar kaki belakang Jovan."Bentar bang***sat ."Tegas Nathan.


"Hah?".


Fokus melihat tali sepatu kaki kanannya lepas."Tali sepatu gue".


"Biarkan....". Nathan yang membungkus membuat Jovan dengan terpaksa harus ikut sedikit membungkuk badannya juga .


Kedua pemuda ini menjadi pusat perhatian. Tapi keduanya sama-sama tidak perduli. Bahkan sampai di kantin pun lebih parah .Namun lagi-lagi kedua pemuda ini bersikap Bodoamat. Karena keduanya tercipta sebagai makhluk santuy yang Bodoamat.