My Salvador

My Salvador
Eps.78 Sup daging sapi



Osaka


Pukul 05.21 menjelang pagi


Jum'at


Masih terlalu malam untuk bangun dan memulai beraktivitas .Namun setelah mengerjakan tugas sekolahnya juga kewajiban nya ,pemuda ini sudah tidak dapat tidur kembali .Alhasil pemuda ini memutuskan untuk turun ke bawah ,pergi ke dapur dan membuat sesuatu untuk sarapan paginya nanti .


Melihat bahan-bahan di dalam kulkas ,dengan tatapan loading beberapa detik .Sebelum akhirnya pemuda ini memutuskan untuk mengambil beberapa macam sayuran dan kemasan daging sapi yang kemarin malam ia beli.


Nathan taru sayuran ini di atas meja makan .Sementara ia berganti ke wastafel untuk mencuci daging ini ,sebelum ia masak terlebih dahulu di dalam banci.


Sembaring menunggu air masakan daging sapi ini mendidih .Nathan mengambil beberapa bumbu instan di dalam loker meja .Ia taru di atas meja ,dan ia berganti mencuci sayuran ini sebelum ia memotong-motong sesuai ukuran yang dimau.


Air sudah mendidih ,pemuda ini mengambil beberapa rempah-rempah yang iya masukkan tadi dengan centong .Selesai itu iya berganti masukkan sayuran tadi ,juga bumbu instan tadi .Sesudah itu ia aduk kembali sebelum akhirnya ia tutup kembali ,dengan mengecilkan api kompor nya .


Setelah beres dengan itu .Nathan beranjak pergi meninggalkan dapur .Meninggalkan sup ini tetap di masak dengan api kecil .


+++++


Sesudah mandi dan berpakaian seragam sekolah lengkap ,dengan jaket hitam polos yang satunya .Karena jaket yang kemarin sangat berbau asem juga kotor tentunya .Walaupun warna jaket ini sangat mirip dengan jaket kemarin ,setidaknya jaket yang ini tidak berbau asam dan kotor .


Ia berjalan kecil kembali dapur .Di dapur ia segera mematikan kompor ini .Sebelum ia berganti mengambil nasi di dalam magic com.


Iya ,sebelum ini Nathan sempat memasak sedikit nasi putih untuknya makan .Di rasa dari kemarin ia juga belum makan dengan baik .Jadi ia memutuskan untuk makan pagi dengan nasi putih dan semangkuk sup daging.


Semangkuk sup daging sapi ,dan sepiring nasi putih sudah tersaji di atas meja makan .




Duduk seorang diri di salah satu kursi makan dari sekian banyak kursi dan lebarnya meja makan ini .Hanya tertata satu mangkuk sup ,dan satu piring berisi nasi putih .


Selesai berdoa ."Selamat makan ,siapapun yang di sini menemani gue."Kata Nathan mulai menyantap makanan pagi nya .


Sembaring sesekali melihat sekitar nya yang terasa sunyi sepi .Tak ada orang selain dia dalam rumah yang lumayan besar ini .


+++++++


Pukul 06.20 Pagi


Selesai makan, kini pemuda ini tengah mencuci piring bekas makannya .Tidak perlu waktu lama ,selesai mencuci piring kotor .Pemuda ini langsung beranjak kembali ke ruang tengah rumah nya untuk mengenakan sepatu sekolah .


Sesaat kemudian ,pemuda ini sudah berdiri di depan pintu depan rumahnya .Ia buka pintu yang masih terkunci rapat ini ,sudah terbuka sedikit lebar .Pemuda ini segera beranjak keluar rumah untuk segera melanjutkan perjalanan nya pergi ke sekolah SMA Sanshain .


++++


Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Benji yang sudah berpakaian rapi seragam sekolah ,kini tengah beranjak keluar gerbang depan rumah nya .


Bersamaan dengan itu .Benji berpapasan dengan Hanam yang baru akan lewat di depan rumahnya untuk berangkat sekolah .


Benji yang melihat itu ."Ohayo ,bang ."Sapa Benji melihat Hanam yang masih sedikit jauh dari jaraknya berdiri .


Yang di sapa hanya mengangkat satu tangan untuk membalas sapaan yang diucapkan Benji .


Benji yang melihat Hanam sudah dekat dengannya ,ia langsung mengikuti berjalan menyamakan langkah kakinya berjalan beriringan dengan Hanam .


Sepanjang perjalanan Hanam hanya terdiam ,tidak seperti biasanya .Yang ia selalu membuka obrolan lebih dulu .


Benji yang menyadari itu ,mulai membuka obrolan ."Tidak biasa bang Hanam diam .Ada apa ,bang?".


Yang di tanya hanya merespon dengan berdehem."Hemm."


Merasa tidak terlalu direspon ,Benji pun memilih untuk ikut diam ."Saya sedang pusing dengan pekerjaan ,belum juga sebentar lagi ada ujian."Kata Hanam yang baru membuka suara.


"Bang Hanam kerja?Maksud ku bang Hanam kerja apa?".


Masih tetap terfokus kepada perhatian di depan ."Perdagangan ,bidang industri .Pekerjaan itu sangat melelahkan ."Ucap Hanam merenggut masam .


"Hemm ,tapi bukankah Abang dapat uang dari Otou-san dan Oka-san yang di Tokyo ."


Terkekeh kecil ."Sudah tidak ,Benji .Saya sudah dewasa sudah saat nya saya mulai mencari uang sendiri ."Kata Hanam tersenyum manis menatap Benji sekilas .


Sembaring melambai-lambaikan tangan kanannya."HOYY!!!! OHAYO!!!".Sapa Nathan dengan berteriak lantang melihat kedua pemuda di depannya.


Hanam yang sudah melihat kedatangan Nathan ."Saya tidak kenal dia ."


Benji yang mendengar itu hanya terkekeh pelan melihat tingkah Hanam ,juga tingkah gila Nathan .


Mengangkat jarinya membentuk huruf O."Ohayo!".


"Ohayo."Balas malas Hanam .


"Ayo berangkat sebelum tertinggal kereta ."Ajak Benji berjalan lebih dulu dari dua pemuda ini .


Nathan yang tengah berjalan beriringan dengan Hanam ."Bang ,kapan ujian?".


"Mulai hari ini latihan nya ."


"Oh ."


"Mau di bantu ,kalau mau nanti saya tunggu di perpustakaan sekolah ."


"Lihat-lihat ,Nat .Soalnya, bisa aja saya pulang sore ."


"Hem."


"Kamu kemarin di keroyok lagi?". Giliran Hanam bertanya .


"Ya seperti itu."Balas santai Nathan yang tetap berjalan santai dengan langkah yang sama .


Dengan memukul ubun-ubun kepala Nathan pelan."Lain kali jangan keluar lewat sana .Sekalian jangan keluar sendirian ,be**go!".Pesan Hanam dengan ekspresi datar pada fokus yang sama .


"Okeh ,Okeh ,kalau ingat."Nathan menangapi perkataan Hanam dengan tidak terlalu serius .


"Hemm."Dehem Hanam mendengar itu .


Sampai di stasiun kereta ,ketiga mulai hening tanpa ada obrolan .Bahkan saat kereta sampai di stasiun tujuan ,ketiganya tetap hening.


Berjalan keluar stasiun untuk melanjutkan perjalanan berjalan kaki kembali tidak terlalu jauh untuk sampai di SMA Sanshain .


++++++


Setibanya di sana , ketiga pemuda ini harus berpisah .Hanam yang harus masuk ke gedung sekolah lain .Sementara Benji dan Nathan masuk ke dalam gedung yang sama ,akan tetapi berlainan kan kelas .Yang kelas Nathan masih berada di atas sana .


Di kelas 10 MIPA C yang mulai ramai dengan beberapa siswa siswi yang baru saja datang .Nathan melangkah masuk ke sana ,ia langsung berjalan ke bangku kelas miliknya untuk segera duduk nyaman .


Ia yang sudah terduduk sempat melihat sekeliling nya .Sampai manik hitam lekatnya terfokus pada satu tujuan di depan sana .Kepada seorang perempuan yang tengah memperhatikan Kenji yang tengah tertidur pulas .


Karena terlalu fokus memperhatikan diam-diam Kenji yang tengah tertidur lelap .Perempuan ini sampai tidak sadar ,jika Nathan tengah memperhatikan nya .


Berk....Nathan yang sengaja menendang meja Kenji .Membuat pemuda yang tertidur lelap ini langsung terbangun dengan ekspresi bingung melihat sekeliling nya .


Baru tersadar ,atau baru penuh kembali ."Be**go!Kenapa tendang-tendang meja gue ?".Dengan masang tatapan tajam menatap Nathan .


"Maaf ,kaki gue gatel."Nathan berucap seakan dirinya tidak pernah salah .


Sudah siap memukul Nathan ."EHEM!".Dehem Hiroyuki berjalan melewati kedua pemuda ini .


Masih berdiri di atas dua pemuda ini ,sembaring menatap berganti pemuda ini ."Ini masih pagi ,jika kalian bertengkar .Lihat nanti!."Gertak Hiroyuki berbalik untuk duduk di bangku kelas miliknya.


++++++++


Pukul 22.39 Malam


Hari Jum'at yang sudah menjelang malam .Udara dingin di sekitar daerah ini semakin mendingin menusuk kulit .Walaupun salju belum turun di bulan ini ,hawa dingin sudah lebih dulu menerpa daerah ini .


Pemuda yang tengah terduduk santai di depan pintu kaca jendela balkon kamar nya ,dengan gelas kopi hangat yang tengah ia genggam dengan kedua tangannya kini tengah terfokus melihat keatas, keluar sana .


Terlihat titik-titik kecil bersinar terang di atas sana .Langi malam ini terlihat cerah ,bintang-bintang kecil di atas sana yang biasanya sulit di lihat .Kini dapat di nikmati dengan mudahnya di malam yang dingin ini .


Walaupun bulan di atas sana belum terlihat jelas .Namun tetap saja malam ini terlihat sangat indah ,sangat cantik dari malam-malam biasa .Untuk dapat kita rasa dengan melihat ekspresi wajah pemuda ini yang tersenyum manis memperlihatkan dimple terukir di sana.


Dimple pemuda ini menjelaskan semuanya ,menjelaskan jika malam ini sangat-sangat indah .


++++++


Lama Nathan terduduk di zona nyamannya menikmati suasana tenang di malam hari .Tiba-tiba harus terganggu dengan suara ponsel yang berbunyi .


Nathan menaruh gelas kopi nya .Ia beranjak berjalan mendekati meja belajar nya untuk mengambil benda pipih yang tengah menyalah berbunyi ini.


Nathan geser gagang telepon panggilan Videocoll ini .


Tersambung.


*Anjing! lelet lu angkat ."


Bentak Jovan di seberang sana melihat layar kamera nya .


Yang di bentak terfokus dengan yang lain.


Nathan terfokus berjalan kembali ke zona nyamannya tadi .Sudah duduk dengan nyaman kembali .


*Ada apa ,be***go?".


*Main game n**jir ,gue bosen ."


*Gue lagi libur main game ,tugas sekolah gue numpuk ."


Nathan memperlihatkan ekspresi wajah tertekan ,seakan ia adalah orang yang paling tertekan di dunia ini .


*Oh!".


*Bantu ,o'on .Lu pinter ,lu pendam sendiri .Tidak mau bagi-bagi kepintaran lu ,apa!?".


Oceh bentak Nathan .


*Gue cuma pinter nge-game."


*Hiliii ,sok o'on lu."


Yang di hina justru tertawa terbahak-bahak di seberang sana .


Sedangkan yang di ajak tertawa hanya memasang ekspresi wajah datar .


*Be**go ,be**go .Gue bantu apa?".Tanya Jovan di seberang sana .


*MTK ,beb!".


*ANJING BULLDOG!".


*.......Corry, lu tanya Kevin saja ,gue tidak mau berurusan dengan Mtk .Gue tidak mau gila muda."


*Emak susah di hubungi dari kemarin ,gue sudah coba ."


Nathan memayungkan bibirnya .


Iya , sebelum ini Nathan sudah pernah menghubungi Kevin untuk meminta bantuan, jika seandainya tugas MTK nya nanti ia ambil Nathan bermaksud meminta tolong kepada Kevin .


*Di matikan ponselnya ,Nat .Mak mana sering main ponsel ."


*Hemm."


*Lu kan IPA ,masak masih ada MTK ."


*Ya masih ,Jov .Emang lu tidak ada?".


*Gue kabur kalau ada MTk ." Balas Enteng Jovan di seberang sana .


Nathan yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng kepala .Karena ia juga sudah faham betul sifat Jovan yang hampir sebelas dua dengannya.


*Lu di sana ,kenapa tidak coba kabur saja".Rasan sesat Jovan .


Mencoba untuk tidak tergoda.*Oh ,tidak ,gue sudah tobat ."


*Sok suci lu , padahal udah gue nodai ."


*Gue tetap suci karena gue mandi 2 kali seminggu ."


*Anjing jorok ,gue tidak jadi sewa lu ."


Nathan tertawa-tawa terbahak-bahak ,begitu juga Jovan di seberang sana .


*Sudah ,ayi**ng .Perut gue sakit ."Jovan yang coba menghentikan tawanya .


*Lu belum sembuh?".


*Belum ,gue baru pulang tadi ."


Memperlihatkan pergelangan tangan yang masih di perban luka .*Dua-duanya di perban ."Kata Nathan .


*Anjing lu bunuh diri gara-gara tidak ketemu gue ."


*MATA**MU!!".


*Terus ,lu kenapa?".


*Kemarin ada insiden di Korsel ."


*Oh ,teman-teman lu udah tahu lu sakit?".


*Tidak lihat lah ,Jov .Gue pakek baju kayak kepompong ."


*Hhh......anjing lu be**go!".Jovan kembali tertawa kecil di seberang sana .


Memasang wajah datarnya .*Nyatanya emang gitu!".


*Di sana sudah turun salju?".


*Belum ,tapi dinginnya bukan main disini .Gue jadi putih tanpa di oplas ,pakek apa itu , cewek-cewek biasa ,apa sih anjing lupa gue ,oh!! .KAPUR!!".


*Lu kenapa anjing?Gue capek ketawa."Jovan yang jadi kesal sendiri .


Setelah tertawa lepas .Kedua pemuda ini hening beberapa saat.


Hening beberapa saat .*Wew jam berapa di sana?".Tanya Jovan di seberang sana .


*Mau tengah malam ."


*H!? Sudah mau tengah malam ."


*Hemm ."


*Ko beda ya ,di sini masih jam sebelasan."


Nathan yang mendengar itu .*Kan be**go ,kan be**go ,be**gonya kambuh ."


*.......Oy gimana kabar anak itu ,sapa namanya ."


*FADIL!."


*Sudah lebih baik .Gue belikan mereka rumah .Mereka bilang tinggal di kolong jembatan ,ya kan rawan kena banjir .Jadi gue paksa mereka buat menempati rumah yang gue belikan. *G*ue ancam kalau sampai tidak di tempati tuh rumah, gue bakal bakar rumah tuh ."Jelas cerita singkat Jovan di seberang sana .


*Kejam lu ,tapi gue suka .Karena jika tidak di paksakan kasihan Fadil nya belum sembuh dengan baik tapi harus tinggal di tempat kayak gitu ."


*Hemm ,btw kapan berkunjung ke Indonesia lagi?".


*Libur musim panas mungkin."


*Oh!".


*Apa!? Lu mau makanan gratis."


Jovan terkekeh kecil di seberang sana .Nathan yang melihat melalui layar ponselnya .


*Belikan orang rumah bisa ,beli jajan sendiri susah ."


*Beli sendiri dengan di belikan rasanya beda, Nat .Enak rasa di belikan."


*Gaya lu ,sok miskin ."


*Emang nyatanya." Dengan memasang wajah sebagai manusia paling menderita di dunia .


*Sudah dulu ,anjing .Gue harus tidur."


*Wokeh!!".


Nathan yang akhirnya mengakhiri panggilan Videocoll ini sepihak .


Setelah mematikan layar ponselnya .Nathan memutuskan untuk langsung cuci muka ,dan tidur .Karena jam sudah menunjukkan tengah malam lewat .


Tugas-tugas sekolah juga sudah beres ia kerjakan lebih awal tadi .Sehingga sekarang hanya tinggal beristirahat saja mengumpulkan energi untuk besok .


++++++++


Pukul 00.01 Malam


Sudah menjelang tengah malam lewat .Dan pemuda ini masih keluyuran di luar sana ,menantang hawa dingin di malam ini .


Mantel hangat tipis tidak terlalu tebal warna hitam yang tengah pemuda ini kenakan untuk melindungi tubuh nya dari udara dingin malam .Pemuda yang tengah berjalan seorang diri di atas trotoar pejalan kaki yang sudah sunyi sepi .


Pemuda ini hentikan langkah sejenak ."Sial sesak banget dada gue .Gue harus cepat-cepat sampai rumah ,atau besok gue tidak akan masuk sekolah."Batin pemuda ini sesegera mungkin mempercepat langkah kakinya.


Namun belum juga beberapa langkah ia berjalan ,pemuda ini tiba-tiba tumbang tertelungkup mendekap dadanya yang semakin sesak .


Iya ,rasa sesak di dadanya semakin menusuk-nusuk dadanya .Nafas pemuda ini semakin terenga-enga ,seakan baru saja melakukan lari maraton .


Di hawa dingin yang menusuk kulit ini ,pemuda ini justru berkeringat dingin .Dengan posisi yang sama,ia mencoba untuk bangkit kembali .Namun gagal karena sekarang kakinya ikut bergetar hebat .Sehingga terasa sangat lemah untuk diajak berdiri kembali menyangga keseimbangan tubuhnya.


Sampai sebuah tangan terulur kepada nya .Pemuda yang masih di posisi yang sama ini merasakan kehadiran sesosok orang yang tengah berdiri di depan nya ,pun mendongak melihat ke atas ."Ayo ."Suruh sesosok ini .


Pemuda ini menerima uluran tangan ini .Ia berhasil berdiri dengan sedikit bersandar kepada sesosok ini yang tak lain adalah teman dekat pemuda ini .


Merangkul bahu pemuda ini untuk membantu nya tetap berdiri."Sudah tau dingin kenapa masih memaksakan untuk pergi kerja ,Ryo."Kata sesosok ini.


Pemuda yang mengalami kesulitan bernafas sejak tadi adalah Takanori Ryo .Sedangkan yang saat ini tengah membantu Ryo adalah Hiroyuki Isamu .


Mulai berjalan dengan di bantu oleh Hiroyuki."Nanggung ,Hi..ro ."Ucap Ryo yang hampir terputus,karena tengah mencoba mengatur pernafasannya agar kembali normal.


"Hemm."Dehem Hiroyuki .


Masih terasa sesak ."Lu sendiri kenapa keluar?".


"Gue mau ke rumah nenek ,ambil seragam sekolah adik gue yang tertinggal di sana ."Balas Hiroyuki sedikit dingin .


"Yasudah lu pergi saja ,gue bisa pulang sendiri."


"Jangan sok kuat."Ucap Hiroyuki yang tidak dapat di bantah kembali ."Lebih baik diam ,fokus atur nafas lu saja. Gue antar lu pulang."Tegas Hiroyuki yang terlihat sangat serius .


Tidak dapat melawan lagi ,karena posisi saat ini sangat sakit .Jika ia tetap memaksa untuk pulang sendiri ,hal buruh mungkin bisa saja terjadi lebih parah menimpa dirinya .